Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Brebes, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sebanyak 85 relawan pelajar NU yang tergabung Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes diterjunkan dalam masa orientasi peserta didik (Mopdik) tahun pelajaran 2014/2015. Mereka ditempatkan di berbagai sekolah dibawah naungan Maarif NU se Kab Brebes.

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

“Mereka kami ditempatkan di 85 SMP/MTS, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif NU,” kata Ketua Pimpinan Cabang IPNU Brebes Zaky Al Aman di sela pelatihan di MTs Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes, Ahad (8/6/14).

Menurut zaky, pengakraban dengan pelajar di lingkungan sekolah akan menambah kecintaan para siswa baru. Moment Mopdik akan lebih mengenal dunia IPNU-IPPNU. Dengan makin kenal wadah pelajar, maka akan menambah kecintaan pada NU sebagai organisasi induknya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Anggota IPNU-IPPNU, lanjutnya, tidak hanya berasal dari santri di pondok pesantren saja. Tetapi dari sekolah umum juga banyak yang turut serta, sehingga perlu diadakan orientasi berisi tentang ke-ipnu-ippnu-an. Sebelum mengabdikan diri ke sekolah yang ditunjuk, para relawan tersebut mendapatkan pelatihan berupa training of trainer (tot).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

TOT dibuka Ketua MWC NU Jatibarang Drs H Muhyidin. Dalam kata sambutannya, Kiai Muhyidin memuji kiprah pelajar NU dalam meneguhkan anggotanya untuk mensosialisasikan NU hingga ke  sekolah-sekolah.

Langkah tersebut, kata dia, merupakan langkah terbaik menuju ke hal yang lebih baik. Sebab seseorang mengikuti organisasi yang baik, maka yang mengajak akan mendapatkan keuntungan atau barokah dunia akhirat.

“Ketahuilah bahwa pendiri NU KH Syekh Hasyim Asy Ari juga pernah berpesan bahwa orang yang mengikuti organisasi NU, maka dia akan menjadi santri syekh dan anak cucunya akan di doakan bahagia di dunia dan di akhiratnya. Juga akan berkah dalam segala urusan dunia dan akhiratnya” kata Kiai Muhyidin.

Ketua PC IPPNU Chaerunisa menambahkan, TOT bertujuan untuk mengasah dan memberi pemahaman lebih, tentang IPNU-IPPNU dan cara penyampaian ke peserta didik. Dan juga melatih para pelatih untuk menyampaikan materi dengan etika dan cara penyampaian yang benar dan baik. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Sejarah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 01 Februari 2018

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

Semarang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Rabithah Maahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Cabang Kendal menggelar "Mlaku Bareng Santri", Kamis (22/10). Garis start dan finish berada di alun-alun kabupaten Kendal. Sebanyak kurang lebih 3000 santriwan-santriwati se-kabupaten Kendal berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya santri pondok pesantren salaf saja yang turun memeriahkan acara ini, pelajar yang berbasis pesantren pun larut di dalamnya.

Acara ini diresmikan para masyayikh pondok pesantren Kendal ini diantaranya KH. Makhzunun Irja (Pesantren Miftahul Ulum), KH. Sholahuddin Khumaidullah (pesantren APIK), KH. Baduhun Badawi (Pesantren Miftahul Huda) dan KH. Suyuthi (Pesantren Mambaul Hikmah) memberikan motivasi kepada para santriwan-santriwati. 

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

"Kita berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pengakuan terhadap perjuangan kaum santri dalam menegakkan kemerdekaan RI," ungkap KH. Sholahuddin. Pengasuh pesantren APIK Kaliwungu ini juga menceritakan, bahwas santri ini merupakan elemen bangsa yang konsisten melawan kolonialisme di Indonesia. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dari pesantren, Nahdlatul Ulama, kiai, dan santri untuk NKRI", tambah Kiai Sholah. Santri juga konsisten dengan pola pikir moderat dan menyebarkan Islam yang ramah. Banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari dunia pesantren. Akhlak al-karimah, sopan-santun, kedisiplinan, kekeluargaan dan sebagainya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebelum gerak jalan dimulai, Kiai Sholah mengajak santriwan-santriwati untuk mengirim surat al-Fatihah kepada para kiai-ulama dan pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemeredekaan Indonesia.  

Sebelum "Mlaku Bareng Santri", sehari sebelumnya (21/10) telah diadakan Halaqah Kebangsaan dengan tema meneguhkan Semangat Santri untuk Menjaga Tradisi dan Keutuhan NKRI dan lomba rebana se-kabupaten Kendal. Dalam kegiatan "Mlaku Bareng Santri" ini, para santri wajib mengenakan sarung, kaos dan peci sebagai seragam. Tagline atau slogan yang diangkat dari rangkaian acara ini adalah ‘Santri Kendal, Iso Opo Wae, Opo Wae Iso’ (Bisa apa saja, apa saja bisa). (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul, Kyai, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Warga NU di Cigadung, Kota Bandung, Jawa Barat, mengisi malam tahun baru hijriah dengan kegiatan positif. Selain pawai obor, mereka juga menggelar majelis shalawat dan pengajian yang dihadiri sejumlah tokoh setempat.

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat



Kota Bandung sejak sore hingga malam diguyur hujan yang cukup deras. Meski demikian, dinginnya udara pada Rabu (20/9) malam itu tidak menyurutkan mereka untuk memenuhi jalan-jalan, masjid, dan lapangan. Nahdliyin Cigadung juga mengadakan "Kecamatan Bershalawat" dengan menghadirkan KH Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung) dan Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



KH Maftuh Kholil dalam pidato sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya baik Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski tradisi ini kerap mendapat tuduhan bidah oleh sebagian kelompok.



Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia juga bercerita tentang masa kecilnya yang akrab dengan bubur Syura tiap memasuki bulan Muharram. Namun, belakangan tradisi pembuatan bubur itu terasa tak dikenal lagi.



"Kita harus tahu penyebab hilangnya kegiatan Syura dan bubur tersebut. Para, penjual bubur sudah ada dimana-mana, mereka berjualan sepanjang siang dan malam, maka tidak heran bubur Syura tidak laku lagi. Tapi penyebab kedua adalah penyebab yang lebih penting dan patut kita sampaikan pada umat, hilangnya membuat bubur Syura itu diakibatkan karena banyaknya orang yang secara sistematis ingin menghapus budaya islami di Nusantara," tuturnya. (Red: Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 21 Desember 2017

Upaya UNU Indonesia Berantas Mental Korup

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Korupsi di Indonesia telah merajalela pada semua level, dari pejabat tinggi sampai pejabat tingkat bawah. Mengingat merebaknya tindak pidana korupsi membuat Fakultas Hukum UNU Indonesia mengundang KPK dan ICAC (lembaga korupsi Hong Kong) ke Gedung PBNU, Senin (20/2) pada acara seminar bertajuk Mencegah dan Memberantas Korupsi: Belajar dari Hongkong.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang hadir dalam seminar itu mengatakan, bahwa lembaganya memang banyak belajar dari beberapa negara tetangga, seperti Hongkong yang lembaga korupsinya (ICAC) berdiri relatif lebih lama yaitu sekitar tahun 1974.

Upaya UNU Indonesia Berantas Mental Korup (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya UNU Indonesia Berantas Mental Korup (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya UNU Indonesia Berantas Mental Korup

Menurutnya, mesin birokrasi (di Indonesia) harus diperbaiki. Ia mengambil contoh pada negara Amerika Serikat yang mengelola laut itu hanya dua institusi, tapi di indonesia itu 6 institusi. contoh lain juga mengenai pegawai negeri di banyak negara yang hanya diurusi oleh 1 kementrian. tapi di Indonesia (yang mengurusi) itu 5.

“Boros. Itu harus disederhanakan,” tegas pria kelahiran Magetan, Jawa Timur itu.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Indonesia juga perlu banyak belajar dari negara-negara di tempat lain dalam hal alokasi anggaran untuk KPK.?

“Kalau kapasitas kelembagaan, anggaran KPK tahun ini (2017) 853 milyar, separuhnya dari Hongkong. ? Hongkong 1,6 trilyun, padahal Hongkong penduduknya 7 juta-an sedangkan Indonesia penduduknya 250 juta,” jelasnya.?

Selain Ketua KPK, UNU Indonesia juga menghadirkan Tony Kwok, aktivis antikorupsi dari Jepang yang pernah menjabat sebagai Former Deputy Commissioner & Head of Operations ICAC (Independent Commissions Against Corruption) periode 1996-2002. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Pondok Pesantren, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 06 Desember 2017

Pesantren Al-Mustaqim Parepare, Semua Serbagratis

Parepare, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jika akrab terdengar sebagian pesantren menggratiskan biaya para santrinynya, maka salah satunya adalah Pesantren Al-Mustaqim di Kota Parepare. Di pesantren yang terletak di Jalan Perumahan Polwil Dua, Tassiso, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan ini, para santri tak dibebani biaya sedikit pun. Mulai dari pakaian, alat tulis menulis, hingga makan-minum.

Pesantren Al-Mustaqim Parepare, Semua Serbagratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mustaqim Parepare, Semua Serbagratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mustaqim Parepare, Semua Serbagratis

Pondok Pesantren Al-Mustaqim didirikan Ustadz Abdullah Hamzah pada 10 oktober 2006 silam. Kini jumlah santri yang terdaftar ada 613 orang. Ongkos proses belajar di pesantren ini berasal dari satu sumber, yaitu Dana Abadi Umat (DAU). Dana ini berasal dari sumbangan dan sedekah kaum muslimin di seluruh tanah air.

Pesantren yang selain menekankan pelajaran keislaman juga senantiasa memadukannya dengan nilai-nilai kesetiaan terhadap Pancasila serta NKRI ini menjadi binaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Korem 142 Taroada Tarogau dan Kodim 1405 Mallusetasi serta Lembaga Pemasyarakatan Parepare ini masih eksis di kota Parepare.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pendiri sekaligus pimpinan Pondok Psantren Al-Mustaqim, Abdullah Hamzah mengaku terinspirasi membangun pesantren pada awal Ramadhan 2006 lalu. Saat itu Abdullah gelisah karena dunia pendidikan semakin dikomersialkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Jargon pemerintah menggratiskan pendidikan belum sepenuhnya diwujudkan. Buktinya, hingga saat ini masih banyak sekolah yang promosinya gratis tapi kenyataannya siswa masih membayar,” tuturnya.

Abdullah Hamzah berinisiatif untuk mengajak komandan TNI dari Korem dan Kodim untuk memberikan motivasi serta bantuan awal pembangunan pesantren pembela Islam dan NKRI tersebut. Hasilnya, selama 10 tahun beroperasi pesantren ini banyak menelurkan alumni yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun bidang ekstrakurikuler.

Abdullah yang merupakan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini mengaku sekali-kali mengalami kesulitan dana. Pendiri pesantren ini pun kerap meminjam uang di bank dengan menggadaikan sertifikat PNS bersama istrinya yang juga bekerja sebagai pendidik PNS.

Selain itu, ia senantiasa yakin Allah SWT kaya dan maha pemberi rezeki. Ia pun kerap mendapatkan bantuan dana yang tak disangka-sangka dari umat Islam, baik yang tinggal di Parepare maupun dari luar Parepare. “Saat ini asrama putri pesantren Al-Mustaqim sementara direhab sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah dan para dermawan,” tuturnya.

Menurutnya, pasca berdirinya ini panti asuhan sekaligus pesantren tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, kendati permohonan bantuan pernah diajukan. (Husnil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 02 Desember 2017

Pemuda Ansor Mesti Tunjukkan Prestasi di Masyarakat

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pemuda Ansor harus terus berkreasi dan berbuat untuk memberikan manfaat di tengah-tengah masyarat. Pemuda Ansor harus menjadi contoh dan motivator bagi masyararakat. Sebab pemuda menjadi tolak ukur kekuatan dan kebesaran bangsa.

Pemuda Ansor Mesti Tunjukkan Prestasi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Mesti Tunjukkan Prestasi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Mesti Tunjukkan Prestasi di Masyarakat

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin saat melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo masa bakti 2013-2018, Ahad (30/3) sore.

“Pemuda merupakan generasi penerus kaum tua dan sebagai calon pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, bersemangatlah dalam berperan serta menegakkan dan membesarkan NU (Nahdhatul Ulama), terlebih dalam berkreasi dengan menunjukkan prestasi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pelantikan pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Besuk ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Nasrullah A. Suja’i, Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Nuriz Zamzami serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Lebih lanjut Hasan meminta agar pemuda hendaknya tidak hanya melihat sebuah prestasi setelah berhasil diraih. Namun melihat dari dekat bagaimana proses prestasi itu dapat diraih. Dengan demikian pemuda nantinya dapat mengambil pelajaran dari proses terjadinya sebuah kesuksesan tersebut.

“Teruslah berkeasi dan berkarya untuk kebesaran NU di Kabupaten Probolinggo. Mulailah dari bawah dengan menggandeng semua pihak demi keberhasilan program yang kita buat. Janganlah kita berharap bisa memetik buahnya bila kita tidak menanam. Demikian juga, jangan pernah berharap berhasil, manakala tidak ada usaha dan kerja sama yang baik antar anggota,” tegasnya.

Salah satu Pembina PP GP Ansor ini berharap agar pemuda menjadikan organisasi GP Ansor sebagai wadah dalam mengaktualisasikan pikiran yang muncul dari generasi muda di dalam membesarkan NU. Namun yang tidak kalah pentingnya, menjadikan Ansor sebagai kendaraan untuk menjadi seorang pemimpin.

“Saya sangat menyanyangkan generasi muda saat ini yang kurang memahami akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), Ijma’ dan Qiyas serta apa yang terkadung di dalamnya. Hal itu merupakan dampak dari kemajuan zaman dan pergaulan di lingkungannya masing-masing. Ini yang menjadi tugas pemuda Ansor untuk ikut memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kepengurusan PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Besuk masa khidmat 2013-2018 ini, Ustadz Abu Bakar diberikan amanah untuk menjadi pimpinan organisasi pemuda NU ini untuk lima tahun ke depan. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Makam, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 01 Desember 2017

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Tangerang,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Cabang Nahdlatul Kota Tangerang, Banten bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Tangerang mengadakan seminar kebangsaan bertema "Penetapan Ideologi Pancasila" di aula gedung Windu Karya akhir pekan lalu.

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Kegiatan yang dihadiri unsur Pengurus PCNU, MWCNU, banom, lembaga, lajnah NU dan Nahdliyin Kota Tangerang tersebut membicarakan isu-isu kekinian tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ancaman-ancaman disintegrasi masayarakat.

Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin menyampaikan perlunya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah antara umat Islam.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Umat Islam, kata dia,? jangan mudah menerima kemudian percaya segala informasi di media sosial yang terkadang berisi hasutan, dan provokasi. Warga NU harus mencari kebenaran dari informasi yang didapat.

Seminar yang menghadirkan pembicara dari unsur TNI, Polri, dan MUI secara bergantian menyampaikan materinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari unsur TNI hadir sebagai pembicara mewakili Dandim 0506 Tangerang Danramil Batu Ceper yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara, jangan sampai masyarakat di adu domba dengan isu-isu agama, etnis, suku, dan budaya.

“Tentunya kebhinekaan yang sudah ada kita jaga dan rawat demi keutuhan NKRI,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (19/11)

Kemudian Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota dalam meterinya menyampaikan agar masyarakat lebih waspada menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan ditengah era globalisasi dimana tekhnologi bisa menjadi alat propaganda untuk merusak kemajemukan, dan kebhinekaan, oleh sebab itu hendaknya masyarakat dengan bijak menggunakan tekhnologi.

Sementara pembicara dari MUI KH Edi Junaidi dan KH Arief Hidayat membahas pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari sisi keagamaan.

NU, sebagai ormas Islam mempunyai peran penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sudah sepatutnya unsur-unsur NU menjaga, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Dengan menghormati keberagaman, perbedaan, tentunya akan muncul sikap saling menghormati, tidak saling menyalahkan antara sesama. Karena dalam agama Islampun lebih mengutamakan kedamaian dibandingkan dengan perpecahan yang akan merugikan semuanya,” ujarnya. (Atho Al-Farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 30 November 2017

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) mengancam akan menuntut lewat jalur hukum dengan melakukan uji materil dan aksi massa jika DPR dan Pemerintah menetapkan Rancangan Undang-undang Penanaman Modal (RUU PM) menjadi UU. Mereka juga akan terus mendesak Pemerintah dan DPR untuk mencabut RUU itu.

Sekertaris Jenderal FSPI Henry Saragih kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat di Jakarta, Kamis (29/3) kemarin, dalam siaran persnya menyatakan, RUU PM yang akan disahkan Pemerintah bersama DPR bukan langkah untuk menjalankan pembangunan nasional yang menyejahterakan rakyat. “RUU tersebut sangat memanjakan investor dengan berbagai fasilitas yang pada akhirnya akan meminggirkan kepentingan rakyat,” katanya.

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal (Sumber Gambar : Nu Online)
FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal (Sumber Gambar : Nu Online)

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal

Henry mencontohkan, Hak Guna Usaha (HGU) untuk perusahaan perkebunan yang bisa diperpanjang menjadi 95 tahun. Ketentuan tersebut, menurutnya, jauh lebih lama dari masa HGU saat ini yaitu 35 tahun, bahkan lebih lama lagi dari masa HGU yang ditetapkan oleh pemerintah Belanda, yaitu 75 tahun.

"Jelas ini sangat menyakiti petani, karena selama ini petani kita tidak pernah diberikan akses terhadap tanah. Tetapi untuk invenstor, pemerintah memberikannya begitu saja. Ini cerminan kebijakan yang tidak adil," jelas Henry.

Selama ini, tambah Henry, dengan massa HGU 35 tahun, banyak kasus-kasus sengketa tanah antara petani dan perusahaan-perusahaan besar yang tidak terselesaikan. Sengketa tersebut berbuah menjadi tindak kekerasan terhadap petani yang dilakukan oleh aparatus negara atas suruhan perusahaan besar. "Seharusnya reformasi agraria segera dijalankan, bukan memperpanjang HGU," ujarnya.

Aksi Massa

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebelumnya, pukul 10.00 WIB, sekitar 200 massa FSPI yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lawan Nekolim (Gerak Lawan) menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Massa aksi memprotes rencana Pemerintah dan DPR yang akan mensahkan RUU PM.

Mereka mengusung poster yang bertuliskan "Rakyat Miskin Menolak RUU Penanaman Modal". Dalam orasinya, Deputi Kajian Kebijakan FSPI Achmad Yakub menjelaskan RUU Penanaman Modal tidak akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Strategi pembangunan nasional yang selama ini mengandalkan utang dan investasi asing telah gagal membawa kesejahteraan rakyat. Pemerintah seharusnya tidak menggantungkan pembangunan nasional kepada sistem kapitalisme dunia. "Indonesia memiliki potensi modal nasional yang cukup besar, tetapi hal tersebut diabaikan hanya demi melayani pemodal," tegas Yakub. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Hadits, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 28 November 2017

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Latihan Kader Muda

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) 2015 di SMP Insan Kamil desa Karang Puri Wonoayu Sidoarjo. Lakmud tersebut akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (20-22/11).

Ketua IPNU Tulangan Muhammad Fauzi mengatakan, untuk meningkatkan inteligensi kader dari mentalnya, maka IPNU-IPPNU Tulangan mengadakan acara tersebut yang bertajuk "Mari Kita Cetak Kader IPNU-IPPNU yang Berkarakter Luhur, Toleran dan Tetap Memegang Teguh Aswaja".

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Latihan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sidoarjo Gelar Latihan Kader Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Latihan Kader Muda

"Para peserta mendapatkan materi seputar IPNU-IPPNU, Aswaja atau ke-NUan, materi tentang dalil tradisi tahlilan, dalil adzan dua kali sholat Jumat, kepemimpinan, manajemen organisasi, pemecahan masalah, pengenalan studi usia, problem pendidikan seperti narkoba, bagaimana cara mengatasi dan menanggulangi narkoba," kata Fauzi, Jumat (20/11) malam.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurutnya, Lakmud tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena, pada Lakmud 2015 ini panitia juga mengadakan lomba kreasi pelajar. Pesertanya dari tingkat ranting hingga komisariat sekecamatan Tulangan. Para peserta lomba akan membuat karikatur atau kaligrafi foto ketua IPNU-IPPNU Tulangan dengan ukuran 60x50 cm. Bagi yang menang akan mendapatkan trofi dan sertifikat serta bingkisan hadiah dari panitia.

"Setelah ini ada penilaian Cabang award yang akan dilaksanakan pada Januari 2016 mendatang. Salah satu strategi kami dengan mengadakan lomba kreasi ini sekaligus mencetak kader untuk menjadi pengurus. Karena Mei akhir 2016 nanti, masa jabatan kami akan berakhir. Semoga dapat menumbuhkan ketua IPNU-IPPNU Tulangan yang lebih baik lagi," ungkap Fauzi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Acara yang diikuti sekitar 80 peserta dari tingkat ranting dan komisariat IPNU-IPPNU sekecamatan Tulangan ini mampu melahirkan kader atau pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi anggotanya.

"Alhamdulillah pesertanya ada yang dari IPNU Wonoayu dan IPNU Krian. Semoga dengan diadakannya Lakmud ini mampu mencetak kader yang berkarakter luhur, toleran dan tetap memegang teguh Aswaja An-Nahdliyah," tandas Fauzi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nasional, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 25 November 2017

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Kupang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Beginilah kondisi Siswa Madrasyah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Ikhsan di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus rela menerima pelajaran duduk di bawah lantai karena kekurangan ruangan kelas.

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Fasilitas yang dimiliki yayasan terbatas, sementara rombongan belajar sudah mencapai enam kelas. Sekolah yang baru berdiri sejak tahun 2008-2009 lalu sudah memilik sekitar ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. 

Pantauan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Sabtu 17 Agustus 2013, MIS yang memiliki empat ruangan kelas tersebut harus menerima pelajaran duduk di bawah lantai, sebab ruangan sudah tersisih siswa kelas empat sampai kelas enam. Sementara kelas satu dan kelas dua harus rela menerima pelajaran dengan suasana seperti zaman sebelum Indonesia merdeka, harus duduk maupun berdiri demi mendapat pendidikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Perhatian Kementerian Agama Kabupaten Ende kepada sekolah yang baru berdiri sekitar lima tahun terakhir ini, tidak tersentuh berbagai bantuan. Sementara usulan pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak pernah di akomodir oleh pihak pemerintah.

Kepala MIS Nur Ikhsan Ndori, Drs. Said Rani, kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat mengatakan, kondisi yang dialami siswa MIS sejak tahun 2012 kemarin, kami telah mengalami kekurangan ruangan belajar. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami telah mengalami kekurangan ruang sejak tahun 2012 lalu, sebab rombongan belajar telah meningkat. Maka suasana dan aktifitas belajar bagis siswa tidak memenuhi standar belajar yang layak bagi peserta didik lainnya. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 18 November 2017

Tarawih Sehat

Usai shalat Tarawih, sebagian jamaah duduk-duduk melepas penat di teras mushala. Dengan santai, mereka ngobrol banyak hal, termasuk mengomentari imam yang memimpin Tarawih super kilat.

"Tarawihnya cepet ya Kang, 15 menit rampung," kata Marno membuka pembicaraan.

Tarawih Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Sehat

"Iya, saya malah seneng cepet kok, Lek Marno,"jawab Udin yang berbadan tambun.

"Kok bisa padahal tubuhmu gemuk, apa gak berat?"ujar marno lagi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Bukan Lek, bagiku Tarawih cepet seperti olahraga sangat menyehatkan," sahut Udin.

"Kok bisa, Kang?” tanya Marno.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Saya tiap malam usai Tarawih selalu berkeringat. Berat badanku juga turun, dan tubuhku sedikit sudah ngotak, tambunnya berkurang. Hehe," jawab Udin.

"Oo begitu, syukurlah kang. Berarti sampeyan dapat berkahnya tarawih. Sudah dapat pahala, bisa menurunkan berat badan pula," kata Marno yang dijawab Udin, “Alhamdulillah”. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Quote, Pertandingan, Fragmen Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 13 November 2017

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

 

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Sejarah, Santri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 11 November 2017

Banser Way Kanan Tegaskan Bahaya Radikalisme kepada Santri BPUN

Way Kanan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Santri Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) PC GP Ansor Way Kanan Lampung merupakan orang berpengetahuan, sehingga jangan mudah menerima ilmu yang tidak jelas dan mengajarkan kekerasan. Pernyataan itu disampaikan Yoga Aji Saputra, alumni Diklatsar IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser), di Blambangan Umpu, Kamis (12/5).

Banser Way Kanan Tegaskan Bahaya Radikalisme kepada Santri BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Way Kanan Tegaskan Bahaya Radikalisme kepada Santri BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Way Kanan Tegaskan Bahaya Radikalisme kepada Santri BPUN

"Radikalisme perlu dilawan. Mengapa? Karena paham ini menganggap apa yang tidak sependapat dengan mereka dianggap bukan muslim dan darahnya halal karena dapat merusak negara. Paham radikalisme ini mempunyai agenda mengubah NKRI menjadi negara daulah khilafah," kata Yoga.

Sebagai upaya mempersiapkan regenerasi dan peningkatan kapasitas kader, Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan mengirim Yoga mengikuti "Seminar Deradikalisasi Pesantren Bagi Ustadz" digelar Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 19-21April 2016 di Provinsi Banten.

Berkaitan dengan itu, Ketua Ansor Way Kanan Gatot Arifianto meminta Yoga yang juga menjadi peserta Pesantren Kilat BPUN 2016 berbagi informasi mengenai bahaya radikalisme kepada peserta lain di Pesantren Asshidiqiyah 11 Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Gerakan radikalisme ingin mengubah dasar negara Indonesia Pancasila yang memiliki Bhineka Tunggal Ika. Contoh gerakan radikalisme ialah ISIS, mereka sejatinya berkeinginan menguasai minyak di Timur Tengah dengan mengatasnamakan agama," ujar Yoga menjelaskan.

Menurut dia pula, seorang jurnalis yang menyusup pada kelompok gerakan radikalis ISIS menemukan fakta mencengangkan. "ISIS tidak mengajarkan mengenai Islam kepada anggotanya. Mereka hanya memberikan paham radikal kepada orang-orang minim pengetahuan, karena itu, kita sebagai orang berpengetahuan jangan mudah menerima hal-hal semacam itu," pungkas Yoga.

BPUN merupakan gerakan filantropi edukasi bagi anak-anak berprestasi namun kurang mampu secara keuangan namun mampu secara intelektual. Program utama Yayasan Mata Air itu memberi materi bimbingan rohani istiqomah, motivasi, materi akademik, wawasan dan kecintaan lingkungan hidup bagi peserta, serta keterampilan jurnalistik yang dibimbing Gatot Arifianto, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung dan Ketua PC GP Ansor Way Kanan. (Edo Tri Krisna/Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Halaqoh, Pertandingan, Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 01 November 2017

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia, para kiai melawan dengan berbagai cara. Salah satu kiai tersebut adalah Pengasuh Pesantren Situbondo, KHR. Asad Syamsul Arifin. Sebelum menggelorakan perang melawan Jepang, Kiai Asad membaca Ratibul Haddad sejak tengah malam hingga subuh.

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Hal tersebut diceritakan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramah agama pada peringatan Haul Majemuk pendiri dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, yang digelar di Pesantren Al-Wathaniyah 43 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (17/9) siang. 

"Suatu ketika, Mbah Asad memasuki wilayah Jember. Sepanjang malam, beliau komat-kamit. Hingga penduduk setempat tanya, gerangan apakah yang dilafalkan beliau. Lalu, beliau cerita kalau sedang mewiridkan Ratibul Haddad," ujar Kiai Azaim.

Menjelang subuh, lanjut Kiai Azaim, wiridan Kiai Asad baru selesai. Konon, wirid tersebut diijazahkan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan yang juga guru Hadratussyekh Hasyim Asyari Jombang. "Jadi, karomah wirid ini sungguh luar biasa. Jepang lari tunggang langgang menghadapi pasukan Mbah Asad," tutur santri lulusan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sejak saat itu, tambahnya, Kiai Asad terus membaca Ratibul Haddad ketika menghadapi persoalan genting. "Wiridan ini oleh beliau kemudian diijazahkan kepada para santri Pesantren Sukorejo," jelas putra pasangan KH Dhofier Munawar dan Nyai Hj Zainiyah Asad ini.

Menurut Ra Azaim, sapaan akrabnya, wirid Ratibul Haddad memiliki banyak keutamaan. Suatu ketika, di jazirah Arab ada seseorang yang sedang dikejar perampok Badui. Kemudian, ia membuat garis di tanah sembari merapal Ratibul Haddad.

"Sungguh aneh tapi nyata, para perampok itu tidak melihatnya padahal dilewati beberapa kali," ungkapnya.

Cucu Kiai Asad ini berpesan, agar alumni dan para santri untuk melanggengkan wirid Ratibul Haddad. "Agar istiqomah membaca wirid ini. Selain telah menjadi tradisi sejak di pesantren, Insyaallah banyak manfaat dan berkahnya," pungkas Ra Azaim. (Cha Sholehah/Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Meme Islam, Pertandingan, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 26 Oktober 2017

Israel Copot Detektor Logam, Umat Islam Diimbau Kembali Hidupkan al-Aqsa

Jerusalem, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Para pemuka agama di Yerusalem, Kamis (27/7), meminta umat Islam untuk melanjutkan shalat di Masjid al-Aqsa setelah Israel membuka semua penghalang yang dipasang selama dua minggu terakhir.

Seperti dilaporkan kantor berita Palestina WAFA, setelah melakukan pertemuan di Yerusalem, mereka memutuskan untuk menyeru kepada umat Islam Palestina agar kembali menunaikan sembahyang di dalam kompleks Masjid al-Aqsa.

Israel Copot Detektor Logam, Umat Islam Diimbau Kembali Hidupkan al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Copot Detektor Logam, Umat Islam Diimbau Kembali Hidupkan al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Copot Detektor Logam, Umat Islam Diimbau Kembali Hidupkan al-Aqsa

Seruan tersebut dikumandangkan menyusul komite teknis Waqf berkesimpulan bahwa semua penghalang yang dipasang Israel di luar gerbang kompleks al-Aqsa telah dibersihkan.

Israel mencopot penghalang terakhir Kamis dini hari, beberapa hari setelah melepaskan detektor logam yang ditempatkan di luar Gerbang Lions yang mengarah ke kompleks al-Aqsa.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sejak 14 Juli warga Palestina bersikeras memindahkan semua penghalang tersebut, berharap kehidupan dalam kompleks Masjid al-Aqsa kembali normal. Mereka memandang, upaya Israel memperketat penjagaan di kompleks masjid tersebut sebagai simbol kontrol dan penguasaan atas Masjid.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



(Baca: Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman)


Selama lima hari ribuan umat Islam telah mengadakan shalat di jalanan dan gang-gang yang menuju ke Masjid sebagai bentuk protes terhadap perlakuan Israel.

Para pemimpin Muslim mengumumkan bahwa shalat subuh pada Kamis diadakan di dalam Masjid. Mereka juga menyerukan penutupan semua masjid di Yerusalem pada hari Jumat sehingga orang dapat mengadakan shalat Jumat siang di Masjid al-Aqsa. Puluhan ribu orang diharapkan hadir di Yerusalem untuk shalat Jumat. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Anti Hoax Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 20 Oktober 2017

Mengurai Kembali Makna Idul Fitri (Tema II)

Pada hari ini, kita telah memperoleh kemulyaan sebagai seorang yang bersih dan suci, tanpa dosa dan kesalahan, karena telah mendapatkan ampunan dari Allah, atas dosa dan kesalahan kepada Allah. Namun demikian, kebersihan dan kesucian tersebut belum sempurna sepenuhnya apabila kita masih mempunyai tanggungan dosa dan kesalahan terhadap sesama manusia, apabila kita belum memohon maaf dan ampunan kepada mereka, karena Allah hanya akan mengampuni dosa-dosa yang terjadi antara sesama manusia, hanya jika antara manusia itu sendiri sudah saling memaafkan dan mengikhaskan atas kesalahan dan dosanya.



اللهُ اَكْبَرْ (9×) اللهُ أكبرْ كَبيْرَا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أكبَرْ Ø§Ù„لهُ أكبَرْ وَللهِ الحَمْدُ ØŒ ألحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ ØŒ أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ ÙˆÙŽ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ØŒ أللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ ØŒ أمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْاللهَ Ø­ÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمْوْتُّن إلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنِ ØŒ وَاتَّقُوْا اللهَ Ø­ÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تُقَاتِهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ØŒ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كْتَابِهِ الْكَرِيْمِ : وَلَوْ أنَّ أهْلَ القُرَى أمَنُوْا وَاتَّقُوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالاَرْضَ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Mengurai Kembali Makna Idul Fitri (Tema II) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengurai Kembali Makna Idul Fitri (Tema II) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengurai Kembali Makna Idul Fitri (Tema II)

Hadirin jama’ah Idul Fitri yang dimuliakan Allah 

Kanti wajah ingkang cerah lan sumringah wonten injing ingkang cerah, manah ingkang bungah kebak kanthi barokah, lan perasaan-perasaan lintu ingkang mboten saget dipun ungkapaken kanthi mawi ukoro, ugi mboten dipun rahosaken tiyang-tiyang ingkang mboten ngelaksanaaken siyam wonten ing wulan romadlon. Hal puniko sesuai kalian dawuh ipun Kanjeng nabi SAW:

Keduwe wongkang poso ono 2 kebungahan, kebungahan nalikono buko (riyoyo) lan kebungahan nalikone ketemu pengerane (Allah) wonten ing dinten kiamat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan wajah yang cerah, pagi ini kita berkumpul untuk melaksanakan sholat idul fitri, sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT, dzat yang telah memberikan banyak nikmat kepada kita semua. Kita juga patut bersyukur Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan sahabat, untuk bersama-sama menjalankan ibadah sholat idul fitri, berbagi rasa gembira dan bahagia, dibulan yang fitri ini. Karena di luar sana, masih banyak saudara- saudara kita, yang masih berada diluar daerah, atau karena himpitan ekonomi, mereka tidak dapat berkumpul bersama-sama kita untuk merayakan hari raya, hari kemenangan nan fitri ini.Kita juga patut bersyukur, bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT menjumpai hari raya idul Fitri pada tahun ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Dan ketahuilah, pada pagi ini adalah hari kita umat islam merayakan kemenangan setelah selama satu bulan penuh kita menghadapi peperangan yang besar, yakni memerangi hawa nafsu selama bulan ramadlan yang telah lewat. Kita telah berjuang dengan sungguh-sungguh, memerangi hawa nafsu, menahan lapar, menahan dahaga, serta menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa kita. Kita juga tenulah berjuang, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan berbagai bentuk ibadah, sholat tarawih, qiyamul lail, shodaqoh, dan ibadah-ibadah lainnya. Serta telah menutup serta menyempurnakan ibadah puasa kita, dengan zakat fitrah, sebagai pembersih jiwa kita, serta sebagai pembersih puasa kita dari segala bentuk tindakan yang dapat mengotori dan bahkan merusak pahala puasa kita.

Hadirin jama’ah idul fitri yang dimuliakan Allah

Sebagai perwujudan syukur atas kemenangan kita, selama semalaman kita kumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, sebagai ungkapan serta pernyataan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan lahir dan batin kepada kita, sehingga mampu menyelesaikan tugas dibulan ramadlan. Bahkan sampai pagi hari ini, kita masih kumandangkan bacaan takbir, tahlil dan tahmid, demi untuk mengagungkan Allah SWT, yang kemudian dilanjutkan dengan berkumpul bersama, untuk melaksanakan sholat jama’ah idul fitri pada pagi hari ini.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Wajar dan lumrah, ketika pada hari ini kita bersuka ria dengan menggunakan pakaian-pakaian yang baru dan yang terbaik milik kita, wangi-wangian dan segala bentuk assesoris untuk memperindah diri, sebagai wujud suka cita atas kemenangan yang telah kita raih. Namun demikian, satu hal yang perlu kita perhatikan, bahwa perwujudan suka ria kita jangan berlebih-lebihan, karena itu adalah perbuatan syetan, juga jangan berlebih-lebihan, karena disana saudara-saudara kita masih banyak yang kekurangan, membutuhkan uluran tangan.



ولاتبذرتبد ير ان المبذرين كانوا اخوان الشياطين

Hadirin jama’ah idul fitri yang dimuliakan Allah 

Selama satu bulan penuh, kita telah menjalani pendidikan lahir batin, melalui kegiatan berpuasa, sholat tarawih, qiyamul lail, serta ibadah lain sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita masing-masing. Tiada suatu pengharapan yang lain, kecuali mendapatkan ridlo dari Allah SWT. Karena jika telah mendapatkan ridlo-Nya, segala  sesuatu akan menjadi urusan Allah. Segala dosa diampuni, segala kesalahan dihapuskan, semua dikabulkan, amal ibadah dilipatgandakan, serta apa yang kita butuhkan tersediakan. Itulah bagi orang yang melaksanakan kegiatan dibulan romadlon, hanya dikarenakan mencari ridlo Allah SWT. Sesuai dengan hadits



من  ØµØ§Ù… رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وما تاخرنوم الصا ئم عبادت وصمته تسبيح ودعائه مستجاب وذنبه مغفور

Jama’ah Idul Fitri Yang di Muliakan AllahSeseorang yang melaksanakan ibadah di bulan ramadlan dengan tulus ikhlas, hanya karena Allah, serta menghindari segala sesuatu yang merusak puasa, maka pada hari ini, ia ibarat baru kembali dari asal kajadiannya. Ia ibarat bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, tiada noda dan tiada dosa yang menyelimutinya. Ia ibarat kertas putih, yang belum ada noda ataupun tulisan, atau gambaran apapun yang ada di dalamnya. Namun, ketika seseorang melaksanakan puasa yang tidak karena Allah, maka ia hanya akan mendapatkan haus dahaga dan lapar belaka. Dan segalanya seakan menjadi sia-sia. نعوذ بالله ثم نعوذ بالله 

Pada hari ini, kita telah memperoleh kemulyaan sebagai seorang yang bersih dan suci, tanpa dosa dan kesalahan, karena telah mendapatkan ampunan dari Allah, atas dosa dan kesalahan kepada Allah. Namun demikian, kebersihan dan kesucian tersebut belum sempurna sepenuhnya apabila kita masih mempunyai tanggungan dosa dan kesalahan terhadap sesama manusia, apabila kita belum memohon maaf dan ampunan kepada mereka, karena Allah hanya akan mengampuni dosa-dosa yang terjadi antara sesama manusia, hanya jika antara manusia itu sendiri sudah saling memaafkan dan mengikhaskan atas kesalahan dan dosanya.

 Ø§Ù„له اكبر الله اكبر ولله الحمد

Untuk membersihkan noda atas kesalahan dan dosa-dosa diantara sesama manusia, maka marilah kita saling maaf memaafkan antara orangtua dengan anak, saudara dengan saudara, tetangga dengan tetangga, murid dan gurunya, sahabat dengan sahabat, serta dengan semua manusia yang berhubungan dengan kita. Untuk itu, pada hari raya ini, marilah kita bersillaturrahim, guna untuk mempererat persaudaraan dan saling maaf memaafkan. Untuk membersihkan diri kita dari kesalahan dan dosa antara sesama manusia, juga untuk menyempurnakan kesucian dan kebersihan jiwa raga kita pada hari raya ini. 

Jama’ah Idul Fitri Yang di Muliakan Allah

Untuk menyempurnakan kesucian dan kebersihan kita, marilah kita datangi kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, serta guru-guru kita, para kyai serta para ulama untuk untuk meminta maaf dan keridloan mereka. Dan apabila mereka telah tiada, maka datangilah  makam mereka untuk berdoa dan memohon maaf atas kesalan kita. Dengan demikian, maka akan sempurnalah kebahagiaan kita, akan kesucian dan kebersihan kita pada hari raya ini.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Pada Hari Raya Idul Fitri inilah, kita menghimbau kepada seluruh jamaah yang hadir dan kepada segenap umat Islam di mana pun berada. Ramadhan yang telah mengajarkan kepada kita untuk jujur, khusyu’ dan berjiwa besar, maka kita pun harus dapat menindak lanjuti hingga setelah Ramadhan meninggalkan kita.

Bila selama ini mungkin ada di antara kita yang masih menyimpan dendam, maka hendaklah ia dapat meluluhkannya. Serahkan sajalah segalanya kepada Allah. Sehingga meskipun kita telah disakiti orang, namun kita telah dapat memaafkannya. Dan bila kita telah saling mamaafkan, maka terasa-lah sebuah bangunan kekuatan umat yang utuh. Bila kita telah memaafkan salah seorang saudara kita, maka hadirlah rasa iba padanya, dan apabila ada yang menyakitinya, tentu kita akan membelanya. Demikianlah perintah Allah SWT kepada umat Islam. Yakni hendaklah umat Islam dapat menjadi sebuah bangunan yang kokoh. Persaudaraan di antara sesama mereka bagaikan sebuah tubuh yang apabila salah satu anggota tubuh ada yang disakiti, maka yang lain juga akan merasa sakit.

Selanjutnya, Allah dan Rasulullah juga memerintahkan kepada kita untuk menutupi aib saudaranya, agak kelak aib-aib kita pun akan ditutupi oleh Allah pada hari kiamat. Hendaknya kita melindungi saudara kita yang lebih lemah sehingga Allah akan melindungi kita kelak di akhirat. Bahkan Allah menjanjikan perlindungan kepada seseorang yang sedang berada di dalam perlindungan saudara muslimnya. Artinya perlindungan kita yang kuat kepada saudara-saudara yang lemah adalah laksana perlindungan Allah kepada hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.



وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ

 

Siapa pun yang yang menutupi aib saudara muslimnya, maka Allah akan menutupi aibnya du dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah melindung mereka yang sedang melindungi saudara muslimnya.

 

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Terkait dengan kemuliaan orang yang mampu membersihkan dan mensucikan dirinya , Allah SWT menggambarkan dalam firman-Nya, Surat Al-Fathir, ayat 18-21 : 



وَمَنْ تَزَكَّى فَإنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإلَى اللهِ الْمَصِيْرُ (18) وَمَا يَسْتَوِيْ اْلأَعْمَى وَاْلبَصِيْرُ (19) وَلاَ الظُّلُمَاتُ وَلاَ النُّوْرُ (20) وَلاَ الظِّلُّ وَلاَ اْلحَرُوْرُ (21).

“Barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya dia telah mensucikan diri untuk memperoleh kebahagiaannya sendiri. Dan hanya kepada Allah-lah tempat kembalimu. Bukankah tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? Bukankah pula tidak sama gelap-gulita dengan terang-benderang ? Dan bukankah juga tidak sama yang teduh dengan yang panas ?” (QS. al-Fathir : 18-21)

Pada ayat tersebut, Allah SWT membandingkan antara orang yang mampu mensucikan jiwanya dengan yang suka mengotorinya, laksana orang yang melihat dengan orang yang buta, laksana terang dan gelap, laksana teduh dan panas. Sungguh sebuah metafora yang patut kita renungkan. Allah seolah hendak menyatakan bahwa manusia yang suci, manusia yang baik, manusia yang menang dan beruntung itu, adalah mereka yang mau dan mampu melihat persoalan lingkungannya secara bijak dan kemudian bersedia menyelesaikannya, mereka yang mampu menjadi lentera / penerang di kala gelap, dan menjadi payung untuk berteduh di kala panas. Mereka inilah pemilik agama yang benar, agama yang hanifiyyah wa al-samhah – terbuka, toleran, pemaaf, dan santun. Inilah agama tauhid, agama Nabi Ibrahim dan anak keturunannya : Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, dan Nabi Muhammad saw.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Ibadah puasa yang telah kita laksanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses penempaan dan pencerahan diri, yakni upaya yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah perilaku setiap Muslim, menjadi orang yang semakin meningkat ketakwaannya. Melalui ibadah puasa - sebagai manusia yang memiliki nafsu dan cenderung ingin selalu mengikuti hawa nafsu- kita dilatih untuk mengendalikan diri supaya menjadi manusia yang dapat berprilaku sesuai dengan Fitrah aslinya. Fitrah asli manusia adalah cenderung taat dan mengikuti ketentuan Allah SWT. Melalui proses pencerahan yang terkandung dalam ibadah puasa diharapkan setiap muslim menjadi manusia yang di mana pun kehadirannya, terutama dalam masyarakat yang bersifat heterogen / bermacam-macam ini dapat memberi manfaat kepada sesama.

Ajaran Islam sesungguhnya bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja, tetapi ajarannya juga syarat dengan nilai-nilai yang bersifat universal/ menyeluruh. Seperti ajaran yang menekankan pentingnya setiap muslim agar mau dan mampu memberi manfaat kepada sesama. Dalam pandangan Islam, salah satu indikator / tanda kualitas kepribadian seseorang adalah seberapa besar kehadirannya mampu memberi manfaat kepada sesama, atau dalam bahasa lain semakin besar kemampuan seseorang memberikan manfaat kepada orang lain, maka semakin unggul pula kualitas keberagamaannya. Rasulullah SAW bersabda :

عَن جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : خَيْرُ النَّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia (Muslim) adalah orang yang paling (banyak) memberi manfaat kepada manusia”. (HR. Al-Qudla’i)

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Hal lain yang perlu kita sadari dalam mengarungi samudera kehidupan ini adalah, bahwa telah menjadi sunnatullaah / ketentuan Allah,  bila kehidupan ini diwarnai dengan susah dan senang, tangis dan tawa, rahmat dan bencana, menang dan kalah, peluang dan tantangan yang acap kali menghiasi dinamika kehidupan kita. Orang bijak sering menyatakan, “hidup ini laksana roda berputar”, sekali waktu bertengger di atas, pada waktu lain tergilas di bawah. 

Kemarin sebagai pejabat sekarang kembali menjadi rakyat, satu saat kaya, saat yang lain hidup sengsara, kemarin sehat bugar, saat ini berbaring sakit, bahkan mungkin tetangga kita, saudara kita, orang tua kita, suami/istri kita, anak-anak kita tahun kemarin masih melaksanakan shalat ‘id disamping kita, sekarang mereka, orang-orang yang kita cintai itu telah tiada dan kembali kehadirat-Allah SWT. Kehidupan dunia ini tidak ada yang kekal, ia akan terus bergerak sesuai dengan kehendak dan ketentuan Allah SWT, tuhan seru sekalian alam. 

Sebagai orang mukmin, tentu tidak ada celah untuk bersikap frustasi dan menyerah kepada keadaan, akan tetapi ia harus tetap optimis, bekerja keras dan cerdas seraya tetap mengharap bimbingan Allah SWT, karena sesungguhnya rahmat dan pertolongan-Nya akan senantiasa mengiringi hamba-hamba-Nya yang sabar dan teguh menghadapi ujian. Sebagai seorang mukmin, kita juga tak boleh hanyut dalam godaan dan glamornya kehidupan yang menipu dan fana ini. 

Justru sebaliknya, orang mukmin harus terus menerus berusaha mengobarkan obor kebajikan, menebarkan marhamah / kasih sayang, menegakkan da’wah, merajut ukhuwah dan menjawab segala tantangan dengan penuh kearifan dan kesungguhan. Bukankah Allah SWT telah berjanji:



وَلاَ تَهِنُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَأَنْتُمُ اْلأَعْلَوْنَ إِنُ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ .

Artinya : “Dan janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati, padahal kalian orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran : 140).

Abu Hamid bin Muhammad Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin melukiskan para penghuni kehidupan dunia ini laksana seorang pelaut yang sedang mengarungi samudera, satu tarikan nafas bagaikan satu rengkuhan dayung, cepat atau lambat biduk / kapal yang ditumpangi akan mengantarkannya ke pantai tujuan. Dalam perjalanan itu, setiap nahkoda berada di antara dua kecemasan, antara mengingat perjalanan yang sudah di lewati dengan rintangan angin dan gelombang yang menerjang dan antara menatap sisa-sisa perjalanannya yang masih panjang di mana ujung rimbanya belum tentu dapat mencapai keselamatan.

Tamsil tentang kehidupan ini hendaknya mengingatkan, agar kita senantiasa berupaya memanfaatkan umur yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, usia yang masing-masing kita miliki pasti masih akan tetap menghadapi tantangan, ujian dan selera kehidupan yang menggoda, karenanya kita harus tetap mawas diri dan tidak terbuai dengan nafsu angkara murka yang suatu saat dapat menjerumuskan kita dalam limbah kenistaan, kita pergunakan kesempatan dan sisa umur yang kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir ini untuk memperbanyak bekal dan amal shaleh guna meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup, baik di alam dunia yang fana ini, maupun di alam akhirat yang kelal abadi.

Suatu saat Lukman Al Hakim, seorang shalih yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an pernah menyampaikan taushiyah kepada putranya:



يا بُنَيَّ ! إنَّ الدُنْيَا بَحْرٌ عَمِيْقٌ وَقَدْ غَرَقَ فِيْهَا أُنَاسٌ كَثِيْرٌ ، فَاجْعَلْ سَفِيْنَتَكَ فِيْهَا تَقْوَى اللهِ وَحَشْوُهَا الإيْمَانُ وَشَرَاعُهَا التَّوَكَّلُ عَلىَ اللهِ لَعَلَّكَ تَنْجُوْ.

“Wahai anakku, sesunguhnya dunia ini laksana lautan yang dalam dan telah banyak manusia tenggelam di dalamnya, oleh karenanya, jadikanlah taqwa kepada Allah SWT sebagai kapal untuk mengarunginya, iman sebagai muatannya, tawakkal sebagai layarnya niscaya engkau akan selamat sampai tujuan”.

الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Hadirin jama’ah Idul Fitri yang dimuliakan Allah

Sebagai akhir dari khutbah ini, Kami mengajak kepada kaum muslimin muslimat, marilah hari raya idul fitri ini kita rayakan dengan amal-amal ibadah, dengan sillaturahim, sodaqoh, dan amal-amal lainnya. Yang secara prinsip, adalah kita merayakan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Dan janganlah sampai kita merayakan hari kemenangan ini, dengan kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat dan dosa. Karena hal tersebut jelas-jelas merusak citra islam, merusak arti kemenangan dan kefitrahan, serta akan mendatangkan murka Allah SWT. 

Disamping itu, kami juga berpesan marilah kita senantiasa berusaha untuk mempertahankan kemenangan dan kesucian yang telah kita raih, dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan berbekal dan bermodalkan pelatihan yang telah kita laksanakan selama  1 bulan penuh untuk 11 bulan yang akan datang. Karena perlu kita perhatikan dengan seksama, bahwa iblis laknatullah akan selalu mengintai kita, dan akan selelu berusaha menjerumuskan kita ke lembah kenistaan. Maka dari itu, marilah kita tetap waspada, serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Kuasa.



بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH KEDUA



اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً ÙˆÙŽ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ

 

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا Ù†ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ 

وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّاب&UDari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Warta, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 17 Oktober 2017

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat
Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa untuk lebih mensejahterakan jamaahnya, terekat diharapkan lebih meningkatkan upaya sosial disamping mengurusi dzikir, wirid dan spiritualitas.

Tokoh-tokoh sufi zaman dahulu hidup dalam berbagai profesi dan mereka menjalaninya dengan serius. Ada seorang sufi yang menjadi kepala negara, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Ada sufi yang ahli matematik yang malah menciptakan ilmu al Jabar, yaitu Jabar bin Hayyam.

“Ini menunjukkan bahwa aktifitas wirid dan spiritual tidak bertentangan dengan aktifitas ilmu pengetahuan. Dan juga kesan bahwa tarekat sasma dengan kumpulannya orang yang tidak berpendidikan bisa juga terhapus,” tandasnya.

Said Agil mencontohkan ada juga seorang sufi yang kaya. Imam al Junaid mendapat tambahan nama al Qowariri dibelakang namnya karena ia memiliki perusahaan pabrik botol, demikian juga Abu Said al Qorros merupakan pengusaha sutra, serta Fariduddin al Attor sebagai pengusaha parfum,

“Jadi dari ini saja diketahui bahwa para sufi juga pengusaha. Syeikh Abu Hasan as Syadzili, pendiri tarekat syadziliyah merupakan orang kaya. Ia bahkan menanggung muridnya yang sebanyak 6000,” tandasnya.

“Ini menunjukkan bahwa tidak benar tasawuf bertentangan dengan aktifitas duniawiyah. Yang penting bagaimana dunia tidak mempengaruhi hatinya, tidak mempengaruhi sikap moralnya, tegasnya.

Kyai-kyai NU zaman dahulu bisa dikatakan sebagai orang yang, Kyai Hasyim As’yari berprofesi sebagai petani yang kaya, Kyai Wahab dari Surabaya, Kyai Ali Maksum dari Jogja, Kyai Ahmad Siddiq dari Jember, semuanya merupakan kyai yang cukup.

Pada tanggal 27-30 Maret Jam’iyyah Ahlut Thariqat al Mu’tabarah An Nahdliyyah akan mengadakan muktamar ke 10 di Pekalongan. Said Aqil mengungkapkan bahwa sebenarnya tarekat merupakan jaringan yang sangat kokoh dan luas di dalam lingkup Nahdlatul Ulama, malah boleh dibilang jaringan ini lebih kokoh dan lebih luas dari pesantren, tetapi tarekat lebih merakyat, lebih egaliter, lebih mengakar dan lebih kokoh.(mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Pertandingan, News Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Tarekat Diharapkan Kembangkan Upaya Sosial Ekonomi

Rabu, 20 September 2017

Dubes RI Undang Petinggi Keagamaan Maroko Kunjungi Pesantren Situbondo

Rabat, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Untuk mendorong kerjasama lebih erat antara alim ulama Maroko dan Indonesia, Dubes RI untuk Maroko H. Tosari Widjaja bersilaturahmi kepada Sekjen Majlis Ilmi A’la Maroko Al-Allamah Dr. Mohamed Yessif, Senin (17/2). Dubes menyampaikan undangan Panitia Peringatan 1 Abad Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.

Dubes RI Undang Petinggi Keagamaan Maroko Kunjungi Pesantren Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI Undang Petinggi Keagamaan Maroko Kunjungi Pesantren Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI Undang Petinggi Keagamaan Maroko Kunjungi Pesantren Situbondo

”Indonesia sangat berharap kehadiran ulama-ulama Maroko di masa sekarang ini untuk menghidupkan kembali api sejarah hubungan ulama kedua negara yang telah eksis sejak berabad-abad lalu,” ujar Tosari saat menyerahkan undangan tersebut di Rabat, Maroko.

Sekjen Majlis Ilmi A’la mengatakan akan berusaha memenuhi undangan tersebut atas izin dari YM Raja Maroko Mohamed VI. Dr Mohamed Yessif pun menyampaikan salam kepada panitia dan pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo dan berdoa semoga pesantren tersebut semakin maju dan dapat merealisasikan apa yang dicita-citakan sejak pertama kali berdiri 100 tahun yang lalu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Peringatan 1 Abad Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo akan diselenggarakan pada 29 Maret-1 April 2014 dengan rangkaian kegiatan temu alim ulama dunia dalam Konferensi Internasional dengan tema “Konsolidasi Jaringan Ulama Internasional Meneguhkan Kembali Nilai-nilai Islam Moderat” bekerjasama dengan Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang diketuai oleh KH. A. Hasyim Muzadi. Selain Maroko, panitia juga mengundang alim ulama dari Mesir, Suriah, Tunis, Aljazair, Irak dan Qatar.

Dalam kesempatan tersebut Dubes RI juga menyampaikan permohonan dukungan atas keinginan pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi merenovasi Masjid Indonesia di kota Kenitra, Maroko, yang dibangun pada tahun 1964.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Saat  kunjungan Menteri Agama RI Ramadhan tahun lalu dan melaksanakan shalat Jumat di masjid tersebut, menteri agama mendengarkan keinginan ulama dan masyarakat setempat agar masjid bersejarah yang telah berusia 50 tahun ini dapat diperluas serta ditambah fasilitasnya, ungkap Dubes.

Menjawab hal tersebut, Sekjen Majlis Ilmi A’la Dr Mohamed Yessif menyatakan dukungannya dan sangat bahagia bila masjid bersejarah itu dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maroko dengan melakukan pemugaran dan penambahan fasilitas.

Majlis Ilmi A’la adalah institusi tertinggi keagamaan Maroko dan dipimpin langsung oleh Raja Mohamed VI selaku Amirul Mukminin yang berperan membina dan menjaga identitas keislaman bangsa Maroko serta memberikan fatwa terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Halaqoh, Anti Hoax, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 13 September 2017

Kunjungi Unipdu, Komikus Muslim Prancis Berikan Pelatihan

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dakwah bisa dilakukan dengan banyak media, termasuk lewat komik. Bahkan bisa jadi hal ini akan lebih efektif dalam mengenalkan Islam. Sebuah tantangan baru baru penyebaran Islam di belahan dunia.

Kunjungi Unipdu, Komikus Muslim Prancis Berikan Pelatihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Unipdu, Komikus Muslim Prancis Berikan Pelatihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Unipdu, Komikus Muslim Prancis Berikan Pelatihan

Menempati meeting room kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), puluhan peserta mengikuti Workshop Pembuatan Komik (29/9).

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah siswa, mahasiswa serta santri di kampus yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam paparan Ketua Yayasan PPDU, KH Zaimuddin Wijaya As’ad, SU bahwa komik dapat dijadikan media dakwah yang efektif . “Justru dengan komik ini, maka dakwah Islam dapat langsung aplikatif,” kata Gus Zuem, sapaan akrabnya selaku Ketua Yayasan PPDU.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal senada juga disampaikan oleh Dr HM Zulfikar As’ad, MMR. Dalam pandangan Gus Ufik, sapaan kesehariannya, keberadaan komik demikian populer di Prancis. Malah banyak karya komikus di negara mode ini yang justru menjadikan komik sebagai media syiar agama Islam.

“Ini adalah kesempatan langka karena Unipdu mendapat kehormatan menjadi tempat diselenggarakannya workshop dan merupakan satu-satunya kampus pesantren yang dipercaya,” tandas Gus Ufik.

Karenanya kepada peserta yang memang sebelumnya diseleksi ini sangat berharap dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. “Mendapatkan pelatihan ini tentu sebuah kesempatan langka,” katanya. Karena itu, jangan sampai kesempatan istimewa tersebut disia-siakan, lanjutnya.

Pada kegiatan ini tampil sebagai pemberi materi yakni Greg Blondin dan Karim Allam,  komikus muslim dari Prancis. Dalam paparannya, keduanya menandaskan bahwa membuat komik bukanlah pekerjaan sulit. Langkah yang harus diperhatikan saat awal pembutan komik adalah memikirkan ide, kemudian diejawantahkan dalam gambar. Usai semuanya dibuat, maka silanjutkan dengan membuat sketsa, pewarnaan dan dekorasi secukupnya.

“Yang juga harus diingat adalah membuat dialog dari komik yang sudah ada,” katanya.

Masing-masing peserta diberikan kertas dan alat tulis untuk membuat komik. Mereka dipandu oleh dua komikus muslim ini yang tidak segan memberikan koreksi serta membimbing peserta agar bisa membuat komik dengan baik.

Kegiatan workshop ini sebagai kerjasama antara Lesehan Prancis, Pusat Studi Bahasa Unipdu dengan Pusat Kebudayaan Prancis yakni IFI atau Institut Francais Indonesia di bawah Kedutaan Besar Prancis.

Bahkan usai workshop pembuatan komik, juga dilanjutkan dengan presentasi Campus France yang dikhususkan kepada mahasiswa baru Unipdu. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock