Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Mimika, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Hari Ahad pagi (02/10) yang cerah di pegunungan Tembagapura, Mimika Papua, sinar matahari menghangatkan badan para muslimin dan muslimat warga Tembagapura, Ridge Camp dan rombongan jamaah dari dataran rendah untuk melangkahkan kaki menghadiri shalawat akbar dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah 1438 H.

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Shalawat akbar dilaksanakan di Masjid Baiturrahman - Ridge Camp (RC), komplek tempat tinggal karyawan dari perusahaan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara pengurus Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh area PTFI dan MWC NU Tembagapura, Papua dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.?

Acara dihadiri oleh muslimin dan muslimat kurang lebih 700 orang jamaah YMM dan Warga Nahdliyin di Tembagapura dan Mimika

Acara dimulai tepat pukul 10:00 WIT dengan pembuka lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ust Asep Maosul. Sambutan dari YMM disampaikan oleh H Zulfallah dengan menekankan pentingnya acara seperti ini selain untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjalin silaturahim antar jamaah YMM. Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh para Ust YMM dan diiringi oleh tiga grup shalawat, yaitu grup shalawat Syifaul Qolbi dari DKM Darus Saadah TPRA dengan vokalis Pengurus MWC NU Tembagapura, Ust Hasyim Asari, Asyiqol Musthofa dari DKM Baiturrahman RC dan dari DKM Baiturrahim Kuala Kencana.

Waktu shalat Dhuhur tiba, acara dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat barjamaah dan makan siang bersama. Waktu menunjukkan pukul 13:00 WIT, acara dilanjutkan dengan ceramah akbar oleh Ust Al-Habib Alwi Bin Ahmad bin Shahab dari Hadratulmaut Yaman dan Al-Habib Alawi Abdullah Hussein Al Aidrus dari Jakarta. Mereka berdua mengkisahkan bagaimana para sahabat Rasulullah mencintai Nabi Muhammad SAW dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Dikisahkan juga bagaimana unta dan bahkan tumbuhan mencintai Rasulullah dan ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

H Ernanto selaku Ketua YMM, dan Mustasyar MWCNU Tembagapura mengharapkan acara seperti ini dapat istikomah dijalankan untuk ajang silaturahim warga YMM dan warga NU di area kerja PTFI. Ia menyampaikan bahwa YMM saat ini sedang berusaha untuk membukukan sejarah dan dakwah YMM di tanah Papua bersama tim PCNU Kab Mimika (Akhyar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, News Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 13 Februari 2018

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini”

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus MWCNU Pringsewu kabupaten Pringsewu mendirikan SPBU yang sudah beroperasi 3 bulan di jalan KH Gholib Pringsewu, salah satu jalan strategis di kabupaten setempat. SPBU yang dikenal “Pertamini” ini dibuka untuk membangun perekonomian organisasi MWCNU Pringsewu.

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini”

Pendirian SPBU yang dibantu sejumlah investor ini, berawal dari inisiatif Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu KH Hambali. Menurutnya, hasil dari sebagian keuntungan penjualan bahan bakar di Pertamini itu diperuntukkan bagi pendanaan kegiatan-kegiatan MWCNU Pringsewu.

Ke depan, MWCNU Pringsewu berencana membuka Pertamini lainnya di beberapa titik strategis di Pringsewu. "Dari hari ke hari grafik peningkatan penjualannya sangat baik, jadi nanti akan dirikan lagi di kecamatan Pringsewu dan beberapa kecamatan lain," tambahnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI kabupaten Pringsewu ini yakin bahwa kemapanan finansial akan meringkankan organisasi ke depannya ketika ingin membuat gerakan-gerakan sosial.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal ini diamini oleh Ketua MWCNU Pringsewu Ustadz Sodiqin di sela lailatul ijtima yang digelar rutin selapanan (36 hari), Sabtu, (14/3).

Menurut Ustadz Sodiqin, kegiatan-kegiatan MWCNU Pringsewu selama ini sudah berjalan baik. “Dan tentunya dengan inovasi Pertamini ini, program kerja MWCNU yang memerlukan pendanaan dapat terlaksana dengan maksimal.”

Sekarang ini MWCNU Pringsewu, kata Ustadz Sodiqin, sedang berupaya mengadakan lokasi tanah yang diperuntukkan kantor pusat kegiatan NU di kecamatan Pringsewu. “Di samping pengadaan tanah melalui infaq dan wakaf dari warga NU, jenis usaha seperti Pertamini ini juga dapat mendukung terealisasinya kantor MWCNU Pringsewu itu.” (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Olahraga, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 30 Januari 2018

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Mantan Pelaku Terorisme Kurnia Widodo mengaku mengenal dunia radikalisme dan jihad ekstrem sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada awal-awal tahun sembilan puluhan.

Ia menceritakan, awalnya temannya memberikan dia buku-buku tentang jihad ekstremis, tauhid, dan lainnya. Ia juga mengaku pernah bergabung dengan beberapa kelompok Islam radikal seperti Negara Islam Indonesia (NII), HTI, dan ISIS. 

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

“NII itu masih ada sel-selnya,” kata Kurnia saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Merawat Keindonesian dengan tema Tolak Radikalisme, Lawan Terorisme, di Jakarta, Ahad (23/7).

  

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Lulusan Teknik Kimia Institur Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku belajar untuk merakit bom saat ia berada di ITB. Ia merancang bom dan mencari bahan-bahannya dari bacaan yang ada di perpustakaan.

“Membuat bom itu tidak sulit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendeteksi apakah anaknya terkena paham radikal. Pertama, awasi anak dan jangan abaikan. Kalau orang tua abai dengan anaknya, maka itu adalah peluang yang bagus untuk para radikalis.

“(Kemudian) Ajak dialog anak. Kalau ada indikasi, maka orang tua harus selidiki dari mana anak mendapatknya paham radikal itu,” tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Terakhir, kalau seandainya anak sudah terpapar dengan paham radikal, maka ia harus dibawa kepada para tokoh agama yang memiliki pemahaman yang moderat. 

Peran istri

Kurnia menjelaskan, para istri pelaku terorisme dengan pelaku kriminal lainnya itu memiliki sikap yang berbeda saat menjenguk suami mereka yang sedang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Ketika menjenguk suami di Lapas, istri pelaku kriminal selain teroris biasanya minta cerai. Namun, hal itu tidak berlaku pada istri-istri pelaku terorisme. 

“Istri kasus terorisme minta cerai itu tidak terjadi (saat mereka menjenguk suaminya di penjara). Mereka setia,” ungkapnya.

Senada dengan Kurnia, Direktur The Asian Muslim Action Network Indonesia (AMAN Indonesia) Ruby Kholifah menyatakan, istri para pelaku teror biasanya mendukung apa yang dilakukan oleh suami mereka.

 

Bahkan mereka memiliki keyakinan bahwa rahim mereka adalah rahim yang akan melahirkan para jihadis-jihadis yang membela dan menegakkan Islam.

“Banyak yang percaya bahwa itu adalah cara untuk mengabdi kepada agama,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian Sunnah, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 24 Januari 2018

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.

“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.

Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.

“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.

Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:

Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon

Hubbul wathon minal iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu alal wathon





Indonesia biladi

Anta ‘unwanul fakhoma

Kullu may ya’tika yauma

Thomihay yalqo himama

Artinya: 

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Habib, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, PonPes Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 20 Januari 2018

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Musyawarah Fathul Qorib (MFQ) Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng berupaya membangkitkan kembali tradisi bahtsul masa’il bagi santri. Mereka mengadakan pendidikan dan pelatihan bahtsul masa’il di aula utama Perpustakaan A. Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng.

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Mudir Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Ustadz Su’udi, yang hadir pada kegiatan (22/09) mengungkapkan kebanggaanya dan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Dia berharap diklat bahtsul masa’il pertama MFQ akan berlanjut menjadi majelis yang berkompeten dan menelurkan para musyawirin yang menguasai keilmuaan Islam khususnya di bidang fiqih.

Sementara Ustad Sigit dalam sambutan berpendapat, musyawarah itu sangat penting untuk mengembangkan kemampuan santri memahami kitab kuning.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia juga menaruh harapan besar agar forum ini adalah titik awal kebangkitan kajian keilmuan Islam di Tebuireng yang akan mencetak pakar bahtsul masail yang berkompeten. “Semoga kalian benar-benar jadi ulama’-ulama’ masa depan,” doanya mengakhir sambutan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua MFQ, M. Rudik mengatakan, Tebuireng adalah pondok pesantren besar. Kajian yang sudah lama hilang ini perlu dihidupkan kembali. “Ingin sekali membawa MFQ menjadi organisasi atau wadah para musyawirin di lingkup Pesantren Tebuireng,” tutur santri asal Sidoarjo ini.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 santri yang terdiri santri Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng ini, mendatangkan pemateri seorang pakar bahtsul masa’il  dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ustadz Arif Ridlwan Akbar.

Arif mengajak para peserta untuk terus mentradisikan bahtsul masa’il di lingkungan pesantren. “Kalau tanpa bahtsul masa’il, bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan masyarakat”, ungkap beliau di tengah-tengah memberikan materi. (Abror/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Nahdlatul Ulama, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 11 Januari 2018

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Nahdlatul Ulama bagian dari sejarah nasional Republik Indonesia. Peranannya dalam mengisi perjuangan dan kemerdekaan negeri ini besarnya tak terkira. Waktu demi waktu jatuh bangun dilalui dengan segala bentuk cerita yang tiada tara. Kawan dan musuh silih berganti membuat bendera hijaunya semakin berani berkibar di angkasa.

Di balik kebesaran NU itu, ada banyak tokoh yang menghabiskan tenaga dan pikiran. Tanpa mental yang kuat dan tangguh, tentu NU tak akan bisa sejaya ini. Kita mengenal sosok Hadratussyekh M. Hasyim Asy’ari sebagai pendirinya, didampingi KH. Wahab Hasbullah dan kiai-kiai lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, bendera NU tidak mungkin dipegang terus oleh Pendiri Pesantren Tebuireng tersebut. Pada 1947, Hadratussyekh meninggal. Meninggalkan Indonesia, meninggalkan NU. Masa Mbah Hasyim akhirnya habis.

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Tongkat estafet diwariskan dari masa ke masa dengan semangat yang sama. Ketokohan silih berganti dengan berbagai corak. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan hidup mengagumkan. Dari kalangan pesantren hingga organisatoris. NU banyak melahirkan manusia pilihan, tetapi tidak semua dikenal. Untungnya, Pustaka Tebuireng diberkati inisiatif untuk memperkenalkan kembali tokoh-tokoh yang terlupakan itu.?

Buku Membuka Ingatan berisi sejarah hidup beberapa tokoh NU yang tidak banyak dikenal, bahkan oleh kalangan pemuda NU sendiri. Enam tokoh NU yang lahir pada tahun 1960-an itu ialah Fahmi Dja’far Saifuddin, Asmah Sjahruni, Mohammad Zamroni, Prof Dr KH M. Tolchah Mansoer, HM. Subchan Z.E, H. Mahbub Djunaidi. Dari deretan nama tersebut, mungkin sebagian kita tidak mengenalnya, atau mengenal namanya saja tanpa tahu sejarah hidupnya yang inspiratif.

“Dalam perjalanannya, Nahdlatul Ulama memiliki dan melahirkan tokoh-tokoh hebat yang layak dijadikan teladan. Misalnya, Fahmi D. Saifuddin. Selain karena kecakapan pengetahuan yang dimiliki dan kelincahannya dalam bergerak, juga totalitasnya dalam mengabdi. Dengan landasan keikhlasan seringkali menjadi tameng yang ampuh baginya untuk menghindarkan diri dari godaan ingin populer. Mereka berjuang sungguh-sungguh tanpa ingin diberi hadiah, gelar, jabatan, dan popularitas.” (hal. vi)

Menurut KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dalam pengantarnya, buku ini diterbitkan untuk menumbuhkan kembali ingatan warga NU akan adanya sejumlah tokoh NU yang terlupakan, bahkan mungkin sudah tidak banyak lagi yang ingat nama mereka. Padahal, mereka tokoh yang layak diteladani karena prestasi juga integritas. Mereka mempunyai karakter yang berbeda-beda, tetapi punya satu hal yang sama, semangat pengabdian untuk Indonesia dan Islam serta NU. (hal. xii)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan menikmati buku setebal 498 halaman ini, kita jadi tahu para tokoh yang mencatatkan namanya dalam tinta emas perjalanan NU. Generasi muda utamanya dari kaum NU sebagai pewaris perjuangan pendahulunya, penting untuk mengambil pelajaran dari kehidupan tokohnya. Tidak patut kita melupakan begitu saja tokoh-tokoh pejuang sebelum kita. Dari buku ini, pembaca akan lebih mengetahui perkembangan organisasi NU dalam kurun waktu 1960-1990, suatu masa yang cukup panjang dan penuh perubahan.

Data Buku

Judul: Membuka Ingatan: Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Jilid I

Penulis: Tim Pustaka Tebuireng

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Cetakan: I, Maret 2017

ISBN: 978-602-8805-47-6

Tebal: xiii + 498 halaman

Peresensi: Hilmi Abedillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Internasional, Kajian Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock