Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Penegakan Hukum Masih Lemah

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, menyoroti masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Yang terjadi saat ini jika seseorang mencari keadilan terlebih dahulu mencari uang, untuk biaya keadilan.

“Ada kedurhakaan hukum yang terjadi. Terbukti jika ada orang mau mencari keadilan, terlebih dulu harus mencari uang untuk biaya keadilan. Sehingga, jika ada orang kehilangan kambing ternyata biaya mencari kambing sebesar biaya membeli sapi. Jadi sudah kehilangan kambing ditambah kehilangan sapi. Ini yang terjadi,” kata Hasyim.

Penegakan Hukum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penegakan Hukum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penegakan Hukum Masih Lemah

Hal itu diungkapkan Hasyim pada acara Pencanangan Program Lahan dan Hutan Rakyat Departemen Kehutanan kerja sama dengan Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Alun-alun Jombang, Sabtu (9/12) lalu. Hadir Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kehutanan MS Ka’ban. Hadir pula Bupati Jombang H Suyanto, beberapa pimpinan pondok pesantren KH Amanullah (Tambakberas), KH Aziz Masyhuri (Denanyar) dan lain-lain.

Para ahli eknomi di negeri ini, lanjut Hasyim, malah membuat melarat rakyat. Demikian pula dengan penanganan korupsi yang masih terkesan tebang pilih. “Yang kena masih nilainya Rp100 jutaan paling-paling. Tetapi, yang besar-besar masih belum tersentuh. Ini bentuk kedurhakaan hukum. Dalam memberantas illegal logging juga demikian. Yang memberantas harus diberantas lebih dulu. Karena itu, kedurhakaan hukum harus kita cegah, jangan sampai kita kualat,” terangnya.

Selain itu, Hasyim mengatakan, sesungguhnya Indonesia adalah negara yang paling makmur. Allah telah memberikan kekayaan melipah ruah. Namun rakyatnya masih miskin, karena tidak pandai bersyukur. Nah, sekarang, mau tidak mau kita harus hadapi pencuri-pencuri serta menanam kembali. “Istilahnya, kecil menanam dewasa memanen, dewasa menanam tua memanen, jika tua menanam cucu memanen dan seterusnya,” ujarnya.

Muslimat Prihatin Hutan Gundul

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Seperti diberitakan sebelumnya, PP Muslimat NU, ternyata memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan hidup, terutama permasalahan hutan gundul. “Ini bukti, Muslimat juga peduli pada hutan gundul. Kami juga ikut prihatin rusaknya kondisi hutan kita sekarang ini. Makanya, PP Muslimat melakukan kerja sama dengan Departemen Kehutanan,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Di hadapan ribuan anggota Muslimat NU, Khofifah mengatakan, “Jika ibu-ibu punya rencana naik haji, 6 tahun lagi bisa dilakukan, jika sekarang mau mulai menanam kayu jati, ini sudah terbukti di beberapa daerah. Jika sekarang menanam, 6 tahun kemudian hasilnya bisa dinikmati atau memanen, dan itu bisa dipakai ongkos naik haji.”

Tokoh Muslimat asal Surabaya ini menjelaskan, kegiatan tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari sejumlah Pimpinan Wilayah Muslimat NU. Antara lain, PW Muslimat Papua, PW Muslimat Lampung dan PW Muslimat DIY. “Seluruh Ketua PW Muslimat yang hadir di sini, siap menanam dan melestarikan hutan. Karena, kami turut prihatin dengan kenyataan gundulnya hutan,” jelasnya.

Waspada

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menteri Kehutanan MS Kaban MSi, di depan ribuan anggota Muslimat NU mengaku sempat heran. Bahkan, di luar dugaan jika acara pencanangan kerja sama dengan PP Muslimat ini dikemas seperti pengajian akbar. “Kalau tahu begini, istri saya juga saya ajak. Saya tidak sangka kalau 14 ribu anggota Muslimat turut menyaksikan program pencanangan lahan ini,” katanya disambut tepuk tangan.

Ia lalu menanggapi hal-hal yang telah disampaikan Ketua Umum PP Muslimat. Menurut Kaban, jika memang ada keinginan naik haji 6 tahun kemudian, ongkos naik haji memang bisa didapat dari hasil menanam jati. Ia mengaku sudah membuktikan dan itu sesuatu yang tidak mustahil. “Apa yang disampaikan Bu Khofifah itu bukan angan-angan. Saya sendiri telah membuktikan, ada 5 orang anggota keluarga berangkat bersama-sama naik haji dari hasil menanam jati. Saya tanya sendiri pada yang bersangkutan, ini kenyataan,” katanya.

Ia lalu menjelaskan, di Indonesia kerusakan hutan sudah sangat memprihatinkan jutaan hektar hutan telah rusak. “Jika dimulai sekarang menanamnya baru 120 tahun lagi hutan kita bisa pulih. Makanya, Departemen Kehutanan mengajak masyarakat salah satu berkerja sama dengan PP Muslimat melakukan pencanangan rehabilitasi dan lahan rakyat. Jika anggota Muslimat yang jumlahnya 14 ribu hadir di sini menanam semua saya kira bisa menyelesaikan 1 juta hektar. Dengan demikian, pemulihan hutan kita hanya memakan waktu 60 tahun,” jelasnya. (mu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kyai, AlaNu Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 23 Februari 2018

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang tengah melakukan pengawasan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini, penggunaan Dana Desa diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2016.

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya

Pembahasan tematik itu merupakan salah satu rangkaian acara dan konsep dzikir dan shalawat Rijalul Ansor Jombang kota yang dilakukan intensif setiap satu bulan. Selasa (15/3) di aula Masjid Alun-alun Jombang. Pengguliran DD dan ADD di Jombang kali ini mengundang reaksi banyak kalangan, disebabkan jumlah yang tidak sedikit bahkan mencapai miliaran di setiap desa.?

Bentuk pendampingan yang dilakukan Ansor Jombang kota ini meliputi dua hal, yaitu membantu pemerintah daerah dalam pengawasan dan juga pemanfaatannya. Dengan demikian, pengucuran dana tersebut tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia.?

Maghfuri Ridwan, salah satu narasumber dalam pembahasan DD dan ADD mengatakan bahwa DD apabila digabungkan dengan pemasukan desa lainnya, seperti bagi hasil pajak, pendapatan asli desa, dan bantuan khusus, maka jumlahnya mencapai ? lebih dari satu miliar.?

“Di Kecamatan Ngoro keseluruhan dana yang didapatkan sebesar 1,3 miliar per desa,” terang Maghfuri yang juga pendamping Desa di Kecamatan Ngoro Jombang. Namun ? Jumlah demikian tidak sama untuk masing-masing desa. “Disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” tambahnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Penggunaan DD di tahun 2016 ini diprioritaskan untuk dua hal, yakni pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Dua hal ini kemudian dijabarkan sesuai kondisi masing-masing daerah.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selain melakukan pengawasan, Ansor sebagai organisasi kepemudaan juga harus bisa memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan mata anggaran yang ada. Seperti alokasi untuk pemberdayaan masyarakat dan semacamnya. “Karena memang di rekening DD/ADD tidak ada kode yang berbunyi Ansor. Kecuali kegiatan-kegiatan Ansor yang berhubungan langsung dengan DD/ADD,” jelasnya.

Dalam Perbup nomor 5 disebutkan bahwa salah satu yang dianggarkan adalah majelis ta’lim. Hal ini dimungkinkan masih memiliki kecenderungan kuat adalah kegiatan-kegiatan ke-NU-an. “Bupati mempunyai kecenderungan kuat bahwa dana majelis ta’lim itu untuk NU,” ungkap Ulum Sugioto, narasumber yang lain.

Selain anggaran majelis ta’lim, anggaran yang berpotensi untuk bisa dimanfaatkan adalah anggaran bagi seni tradisional. “Yang bisa masuk ke seni tradisional ini diantaranya grup kesenian Banjari, Kesenian ISHARI, termasuk seni pencak silat Pagar Nusa,” tuturnya.

Menurutnya, bisa tidaknya Ansor memanfaatkan DD/ADD ini terletak pada pola komunikasi dengan kepala desa. Sepanjang komunikasi dengan kepala desa baik, maka peluang untuk ikut memanfaatkannya juga besar.

Sementara H Zulfikar Dawan Ikhwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pendampingan terhadap Pengurus Ansor di ranting-ranting, supaya dapat memanfaatkan dana tersebut.?

“Kami sudah tunjuk beberapa Pengurus Cabang Ansor Jombang, untuk melakukan pendampingan ke ranting-ranting agar bisa melakukan pengawasan serta bisa memanfaatkan dana desa tersebut, termasuk jadwal dan pembagian wilayahnya,” tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kyai, Humor Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 21 Februari 2018

Radikalisme Islam di Indonesia

Judul Buku: Geneologi Islam Radikal di Indonesia   

Penulis: M. Zaki Mubarak

Penerbit: LP3ES, Jakarta

Cetakan: 2008

Radikalisme Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Islam di Indonesia

Tebal: xxxvii + 384 halaman

Peresensi: Muhamad Ismaiel



Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Mohammed Arkoun (1999) melihat fundamentalisme Islam sebagai dua tarikan berseberangan, yakni, masalah ideologisasi dan politis. Dan, Islam selalu akan berada di tengahnya. Manusia tidak selalu paham sungguh akan perkara itu. Bahwa fundamentalisme secara serampangan dipahami bagian substansi ajaran Islam. Sementara fenomena politik dan ideologi terabaikan. Memahami Islam merupakan aktivitas kesadaran yang meliputi konteks sejarah, sosial dan politik.

Demikian juga dengan memahami perkembangan fundamentalisme Islam. Tarikan politik dan sosial telah menciptakan bangunan ideologis dalam pikiran manusia. Nyata, Islam tidak pernah menawarkan kekerasan atau radikalisme. Persoalan radikalisme selama ini hanyalah permaianan kekuasaan yang mengental dalam fanatisme akut. Dalam sejarahnya, radikalisme lahir dari persilangan sosial dan politik. Radikalisme Islam Indonesia merupakan realitas tarikan berseberangan itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tepat di sinilah, buku Geneologi Islam Radikal di Indonesia mengungkap realitas politisasi dan radikalisasi Islam. Zaki membuat batasan antara Islam sebagai ajaran penuh damai dan Islam setelah terkooptasi politik ke-Indonesia-an. Baginya, radikalisme merupakan persoalan kompleksitas yang tidak berdiri sendiri. Hampir seluruhnya memiliki pendasaran sangat politis dan ideologis. Layknya sebuah ideologi yang terus mengikat, radikalisme menempuh jalur agama untuk dapat membenarkan segala tindakan anarki. Maka, Islam tak sama dengan radikalisme.

Meski demikian, keberkaitan dengan kultur dan cara berpikir, membuat Islam dan radikalisme tak mengenal ruang. Seakan melebur dalam keberagamaan. Berawal dari memproduksi fanatisme, radikalisme masuk ke dalam ajaran Islam hingga dianggap bagian dari Islam. Lalu, membentuk pemahaman baru, bahwa Islam adalah agama kekerasan. Padahal, setiap agama memiliki sejarah kelam tentang paham fundamental, radikal atau kekerasan. Islam adalah satu di antara banyak agama dunia yang dituding penganjur paham fundamental.

Adalah keberimanan statis membuat radikalisme tak lekang oleh zaman. Ber-Islam dengan iman statis kerapkali menampilkan justifikasi hitam-putih hingga berlanjut pada pembelaan berlebihan terhadap keyakinannya. Saat itu, paham radikal sedang menjadi ideologi mengikat bagi kaumnya. Seperti dikemukakan Eric Hoffer tentang dogmatisme yang mencipta ketundukan mutlak. Tak hanya berhenti pada cara berpikir, dogmatisme demikian liarnya mencipta sikap pasrah.

Namun, Zaki tak mau berhenti di titik itu. Menghadirkan fakta sejarah dari pascakemerdekaan sampai kini merupakan kekuatan untuk mengungkap geneologi redikalisme Islam Indonesia. Buku ini mengungkap tapal perjalanan kaum radikal; Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Laskar Jihad sepanjang medio 2002, 2003 dan 2005 terutama setelah reformasi.



Sejarah dan Kuasa


Sejarah radikalisme Islam Indonesia sudah ada sejak dulu. Sejak Kartosuwirjo memimpin operasi 1950-an di bawah bendera Darul Islam (DI). Setelah DI, Komando Jihad (Komji) pada 1976 meledakkan tempat ibadah. Pada 1977, Front Pembebasan Muslim Indonesia melakukan hal sama. Dan tindakan teror oleh Pola Perjuangan Revolusioner Islam, 1978.

Teror perlahan memilihkan namanya sendiri untuk Islam radikal, sekalipun belum ada istilah tepat untuk menyebut realitas macam itu. Radikalisme merupakan sebentuk penguasaan tafsir atas Islam secara tekstual. Juga, peradaban teks dengan memperjuangkan formalisasi syariat. Militansi pun berlangsung dan memperkuat gerak Islam radikal di Indonesia.

Radikalisme Islam Indonesia lahir dari hasil persilangan Mesir dan Pakistan. Nama-nama seperti Hassan al-Banna, Sayyid Qutb dan al-Maududi terbukti memengaruhi. Pemikiran mereka membangun cara memahami Islam ala garis keras. Setiap Islam disuarakan, nama mereka semakin melekat dalam ingatan. Bahkan, sampai tahun 1970-1980-an ikut menyemangati perkembangan komunitas usroh di banyak kampus atau organisasi Islam. Juga, FPI dan HTI.

Istilah radikalisme Islam kian menguat tak hanya pada matra tekstualitas agama. Persentuhan dengan dunia kini, menuntut adanya perluasan gerakan. Mulai dari sosio ekonomi, pendidikan hingga ranah politik.

Mungkin, di sinilah letak kekuatan radikalisme Islam Indonesia. Semakin melekat dalam setiap segmentasi sosial, semakin susah dibendung. Ia pandai membaca ruang sosial yang tak cepat lekang. Karena memahami setiap ruang akan mengantarkan radikalisme mencipta mentalitas kultural.

Dari sini, ideologi radikal tampak begitu dekat dengan permainan kuasa. Menempuh jalur politik diyakini dapat mengantarkan Islam pada kondisi lebih tinggi, yaitu, mimpi formalisasi syariat dan terbentuknya negara Tuhan.

Sampai kini, kaum radikal terus berjuang untuk dua hal itu, baik melalui lobi-lobi politik maupun fundamental-ideologis. Ironisnya, Islam hanya dijadikan pendasaran politik kepentingan. Padahal, dalam praktiknya, teror, anarki dan kekerasan secara bergantian dilakukannya. Tidak ada batas baik-buruk, moral-amoral. Semuanya berjalan di tataran politik yang menjauh dari Islam. Akhirnya, radikalisme kadang keliru dalam memahami Islam.

Antara fundamental-ideologis atau kuasa politik, tak bisa menolak realitas pengeremangan Islam. Pemurnian Islam yang dibayangkannya terjebak pada penistaan. Egoisme politik telah mengaburkan cara beragama mereka. Dan, mimpi formalisasi syariat dengan tindak kekerasan hanya menyudutkan Islam. Bahwa Islam sebentuk agama penganjur kedamaian sekaligus keretakan sosial.

Memang, kaum radikal terus mengulang sejarah politisasi agama yang berujung pada sebuah penistaan. Buku ini mencontohkan, bagaimana aksi teror Komando Jihad tahun 1976 hanya menyisakan keresahan sosial. Orang tak lagi nyaman dalam beragama, sebab dihantui kecurigaan antarsesama.

Hingga penelitian ini selesai pada akhir 2005, dogmatisme-ideologis dan permainan kuasa politik masih diminati oleh kelompok Islam radikal Indonesia. Sama seperti meminati kekerasan di jalan Allah.



Peresensi adalah Peraih Paramadina Fellowship 2008
Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Kyai Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 05 Februari 2018

IPNU: Teror Samarinda Lukai Hari Toleransi Dunia

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat?



Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengecam peledakan bom di pelataran Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (13/11). Siapa pun dan apa pun latar belakang pelakunya, telah melukai kedamaian dan toleransi. Peledakanbom tersebut, menurut Pimpinan Pusat IPNU sangat merusak kemanusiaan di saat dunia memperingati Hari Toleransi ?pada 16 November.?

IPNU: Teror Samarinda Lukai Hari Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU: Teror Samarinda Lukai Hari Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU: Teror Samarinda Lukai Hari Toleransi Dunia

?

"Kita diingatkan kembali akan pentingnya rasa toleransi di antara umat beragama. Seperti juga yang dicontohkan oleh bapak bangsa kita, KH Abdurrahman Wahid, yang selalu menggaungkan nilai-nilai toleransi," ucap Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid.

Pria yang akrab disapa Asmoez ini menuturkan, ?melalui toleransi, semua menghormati manusia tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama, kepercayaan, warna kulit ataupun orientasi seksual. Hal yang menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari. Agama Islam mengajarkan kedamaian damai, dan sangat menghargai perbedaan.

"Mengutip Q.S Al Hujurat ayat 13, yang intinya Allah SWT menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal," tuturnya.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dia menambah?kan, kekerasan yang mengatasnamakan perjuangan Islam, merupakan tindakan yang mencoreng kesucian Islam itu sendiri. Tindak kekejaman dalam bentuk dan tujuan apa pun, sangatlah biadab dan keji. Islam tidak mentolerir aksi teror yang mengancam umat lain.?

"Penistaan agama, bukan hanya dari ucapan, tapi juga dari perilaku," tambahnya.

Lanjut Asmoez, PP IPNU sebagai organisasi pelajar yang beraqidah Islam Ahlussunah wal-Jamaah, ?mengecam keras perilaku teror yang mengatas namakan jihad. PP IPNU memiliki pandangan bahwa jihad yang benar dengan perbuatan amar makruf nahi munkar, bukan justru menebar teror dan menambah kemunkaran baru. Anggapan ? perilaku teror adalah bagian dari jihad itu, tidak lebih hanya pikiran yang sesat menyesatkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Aksi teror tersebut perbuatan yang menistakan agama Islam dan melecehkan agama Islam," lanjutnya.?

?

Asmoez mengatakan, PP IPNU mengucapkan bela sungkawa yang sangat dalam terhadap para korban yang terluka, maupun korban yang meninggal dunia. Serta, meminta aparat kepolisian menegakkan hukum yang seadil adilnya sehingga memenuhi rasa keadilan masyarakat. Pihak kepolisian selalu waspada dan mampu mendeteksi secara dini ancaman-ancaman serupa dikemudian hari, sehingga negara benar-benar hadir dan memberikan rasa aman untuk warganya.

?"Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu memupuk rasa toleran dalam memaknai perbedaan, demi tegaknya Agama Islam, Bangsa dan Negara Indonesia," pungkasnya.?

Seperti diketahui, akibat dari ledakan tersebut, empat balita mengalami luka bakar akibat ledakan bom molotov, satu di antaranya Intan Olivia Marbun berusia dua tahun, meninggal dunia akibat luka bakar yang diderita hampir di seluruh tubuhnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kyai Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji

Klaten, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Puncak perayaan tradisi Syawalan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten berlangsung di puncak Bukit Sidoguro, Kamis (15/8). Pada acara ini hanya dimeriahkan dua gunungan ketupat, berbeda dengan Syawalan pada tahun lalu yang dimeriahkan 37 gunungan ketupat.

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji (Sumber Gambar : Nu Online)

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji

Penurunan jumlah gunungan ketupat itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Sugeng. Dia mengatakan gunungan ketupat memang sengaja dikurangi pada puncak perayaan tradisi Syawalan tahun ini. Menurutnya, penggunaan banyak gunungan ketupat yang diperebutkan ribuan warga malah membuatnya mubazir.

“Dulu ketupat itu banyak yang mubazir karena setelah diperebutkan warga justru tidak dimakan,” terang Sugeng.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kendati hanya ada dua gunungan ketupat, sambung Sugeng, panitia menyediakan sekitar 6.000 paket makanan berisi ketupat dengan lauk-pauknya. Paket makanan itu dibagikan kepada pengunjung yang memadati Bukit Sidoguro.?

“Semua pengunjung dibagi paket makanan siap saji itu. Mereka bisa menyantap di lokasi atau dibawa pulang. Jadi semua paket makanan itu tidak akan mubazir,” terangnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berbeda dengan tahun lalu, dua gunungan ketupat yang berjenis kelamin lanang dan wadon hanya akan dikirab dari Rawa Jombor menuju Bukit Sidoguro. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kirab gunungan ketupat biasa dimulai dari Alun-Alun Klaten menuju Bukit Sidoguro.?

“Start kirab nanti ada di bawah pohon beringin di kompleks Rawa Jombor menuju atas bukit. Tidak perlu jauh-jauh karena hanya ada dua gunungan ketupat,” paparnya.

Tak berbeda dengan yang dilakukan warga di desa Krakitan, masyarakat di Desa Jimbung juga merayakan Lebaran Ketupat dengan meriah. Acara dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB dimulai kirab dari Balai Desa Jimbung tepatnya di desa Jiwan diarak menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Setelah proses penyebaran ketupat, beberapa warga terlihat tengah asyik saling melempari ketupat. “Bukan emosi tetapi sebagi wujud senang alias gembira,” kata Tri Subagyo, salah satu warga.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Kyai, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 01 Februari 2018

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

Semarang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Rabithah Maahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Cabang Kendal menggelar "Mlaku Bareng Santri", Kamis (22/10). Garis start dan finish berada di alun-alun kabupaten Kendal. Sebanyak kurang lebih 3000 santriwan-santriwati se-kabupaten Kendal berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya santri pondok pesantren salaf saja yang turun memeriahkan acara ini, pelajar yang berbasis pesantren pun larut di dalamnya.

Acara ini diresmikan para masyayikh pondok pesantren Kendal ini diantaranya KH. Makhzunun Irja (Pesantren Miftahul Ulum), KH. Sholahuddin Khumaidullah (pesantren APIK), KH. Baduhun Badawi (Pesantren Miftahul Huda) dan KH. Suyuthi (Pesantren Mambaul Hikmah) memberikan motivasi kepada para santriwan-santriwati. 

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, RMI NU Kendal Gelar “Mlaku Bareng Santri”

"Kita berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pengakuan terhadap perjuangan kaum santri dalam menegakkan kemerdekaan RI," ungkap KH. Sholahuddin. Pengasuh pesantren APIK Kaliwungu ini juga menceritakan, bahwas santri ini merupakan elemen bangsa yang konsisten melawan kolonialisme di Indonesia. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dari pesantren, Nahdlatul Ulama, kiai, dan santri untuk NKRI", tambah Kiai Sholah. Santri juga konsisten dengan pola pikir moderat dan menyebarkan Islam yang ramah. Banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari dunia pesantren. Akhlak al-karimah, sopan-santun, kedisiplinan, kekeluargaan dan sebagainya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebelum gerak jalan dimulai, Kiai Sholah mengajak santriwan-santriwati untuk mengirim surat al-Fatihah kepada para kiai-ulama dan pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemeredekaan Indonesia.  

Sebelum "Mlaku Bareng Santri", sehari sebelumnya (21/10) telah diadakan Halaqah Kebangsaan dengan tema meneguhkan Semangat Santri untuk Menjaga Tradisi dan Keutuhan NKRI dan lomba rebana se-kabupaten Kendal. Dalam kegiatan "Mlaku Bareng Santri" ini, para santri wajib mengenakan sarung, kaos dan peci sebagai seragam. Tagline atau slogan yang diangkat dari rangkaian acara ini adalah ‘Santri Kendal, Iso Opo Wae, Opo Wae Iso’ (Bisa apa saja, apa saja bisa). (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul, Kyai, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 24 Januari 2018

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Apa hubungan gerhana bulan (khusuf) dan keadilan sosial? Gerhana merupakan peristiwa alam, salah satu bentuk kuasa Allah. Tetapi Rasulullah SAW sendiri mengaitkan kenyataan alam dan perubahan sosial. Beliau menganjurkan umatnya sembahyang sunah muakkad dua rekaat ketika terjadi gerhana. Setelah sembahyang, imam disunahkan berkhotbah yang mengajak jamaah untuk bertobat kepada Allah dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

Sembahyang gerhana bulan dikerjakan sebanyak dua rekaat. Setiap rekaat terdapat dua kali ruku’. Ruku’ kedua lebih sebentar dari ruku’ pertama. Ingat, jangan dibalik seperti lazimnya dikerjakan banyak orang awam.

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembahyang Gerhana Bulan dan Keadilan Sosial

Karena dua kali ruku’, otomatis ada dua i’tidal. Demikian juga dengan surat Al-Fatihah. Surat ini dibaca dua kali dalam satu rekaat.

Tetapi ingat, sujud tidak perlu ditambahkan. Pada satu rekaat ini, sujud tetap dua, bukan empat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tersebut dalam kitab Qutul Habibil Ghorib, Tausyih ala Fathil Qoribil Mujib karya Syekh M Nawawi Banten dalam 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, setiap rekaatnya dua kali berdiri dengan memperlama bacaan surat pada keduanya. Setiap rekaat ada dua ruku’. Tasbih diperbanyak cukup saat ruku’. Saat sujud, tasbih tidak perlu diperbanyak. Setelah itu imam berkhutbah dua kali.

Kalau mau khutbah sekali, juga tidak menjadi soal, kata Syekh Nawawi masih dalam kitab yang sama. Yang mesti diingat, khotib mesti memanfaatkan khutbahnya untuk mengajak jamaah kembali kepada Allah dan mendorong partisipasi jamaah dalam memberantas kezaliman seperti kejahatan korupsi, tindakan teror, menyebarkan hasut yang mengotori nama baik seseorang, monopoli pasar, dominasi atau bentuk kezaliman lainnya.

Demikian disebutkan Syekh Abdullah Syarqowi dalam karyanya, Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotib mesti mengajak jamaah untuk keluar dari maksiat, meloloskan diri dari jeratan segala bentuk kemaksiatan. Kemaksiatan ini mencakup memberantas kezaliman (terhadap jiwa atau harta orang) termasuk kezaliman terhadap kedaulatan prestis seseorang. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kyai, Budaya, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock