Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta, AE Priyono mengatakan, Islam politik di Indonesia sudah mengalami kegagalan.

Menurutnya, Islam-politik telah kehilangan elan vitalnya sebagai kekuatan transformatif bahkan menjadi bagian dari kombinasi konservatisme politik dan konservatisme agama.

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

“Akibatnya, cita-cita Islam untuk emansipasi sosial tidak mendapat tempat, under-represented, bahkan non-exist, dalam demokrasi Indonesia," paparnya dalam acara Diskusi bertajuk "Civic-Islam: Sebuah Keharusan" di Kantor Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/1).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Islam politik yang dimaksud AE Priyono adalah kelompok Islam yang bermain politik melalui partai politik berbendera agama. Kegagalan Islam-politik itu menurutnya mengarungi dua karang antara neoliberalisme dan fundamentalisme agama.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Islam-politik bukanlah alternatif terhadap kebuntuan demokrasi elektoral yang hanya melahirkan plutokrasi dan plutonomi. Sebagai contoh, PKS (Partai Keadilan Sejahtera-Red) di Indonesia – seperti halnya AKP di Turki – justru menjadi bagian dari masalah," papar peneliti senior Indonesia itu.

Dalam presentasi makalah Civic-Islam di hadapan para intelektual dan aktivis gerakan Islam di Bandung itu, AE Priyono juga memberikan catatan bahwa gagalnya gerakan Islam Politik tak lepas dari fakta umum di mana Indonesia selama ini sedang mengalami kemunduran dalam demokratisasi.?

"Demokratisasi di Indonesia mulai macet sejak tahun 2007 akibat menguatnya elit politik berpikiran konservatif, misalnya dengan melemahkan lembaga Komisi Pemilihan Umum, perlawanan terhadap gerakan anti korupsi, dan provokasi konflik horizontal," paparnya.

Akibat dari kemacetan demokrasi itu, politik nasional Indonesia menurut AE Priyono sedang mengalami regresi, atau mundur ke belakang. Hal ini oleh AE Priyono dibuktikan oleh fakta bahwa sejak 2012 mulai terlihat gejala pembalikan (reversi) menuju rekonsolidasi otoritarianisme, misalnya dengan disahkannya UU Ormas, dan diterapkannya Perpu Kamnas.

"Sekarang demokrasi liberal menimbulkan antitesa-antitesanya yang buruk seperti oligarki, masyarakat yang apatis terhadap politik, privatisasi ruang publik, kesenjangan antara kepentingan rakyat dengan elit, dan bahkan menunjukkan predatorianisme dalam ekonomi dan kekuasaan."

Indonesia perlu Civic-Islam

Selain kegagalan Islam politik, AE Priyono juga menyampaikan fakta penelitian bahwa di luar politik formal kepartian, yakni Islam-Informal yang bergerak di luar politik juga banyak yang terperosok ke dalam fundamentalisme,? konservatisme anti-politik, atau eskapisme anti-sosial. "Radikalisme, gerakan anti demokrasi atas nama Islam dan sektarianisme Islam adalah hal yang cukup memperlihatkan kemunduran itu," ujarnya.

AE Priyono melihat bahwa kegagalan Islam-politik dan juga menguatnya fundamentalisme Islam itu karena disebabkan umat Islam di Indonesia selama ini imajinasi politik dan sosialnya hanya terkonsentrasi pada entitas keluarga, lalu bergerak ke entitas negara.

"Trayektorinya adalah dari keluarga, melalui umat, menuju negara. Islam-politik pada dasarnya hanya memperjuangkan Islam di tingkat keluarga dan negara. Ia bersikap ambigu pada entitas bangsa," terangnya.

Namun bersamaan dengan itu AE Priyono percaya bahwa masih ada peluang untuk demokratisasi dan peradaban di Indonesia dengan kemungkinan membuka pemikiran dan pergerakan melalui jalur civic-Islam yang memiliki cara pandang baru dalam berimajinasi tentang kewarganegaraan dan kebangsaan sehingga Indonesia modern yang dihuni mayoritas muslim ini mengalami kemajuan. (Yus Makmun/Mahbib)

?

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

?

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta, AE Priyono mengatakan, Islam politik di Indonesia sudah mengalami kegagalan.

Menurutnya, Islam-politik telah kehilangan elan vitalnya sebagai kekuatan transformatif bahkan menjadi bagian dari kombinasi konservatisme politik dan konservatisme agama.

“Akibatnya, cita-cita Islam untuk emansipasi sosial tidak mendapat tempat, under-represented, bahkan non-exist, dalam demokrasi Indonesia," paparnya dalam acara Diskusi bertajuk "Civic-Islam: Sebuah Keharusan" di Kantor Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/1).

Islam politik yang dimaksud AE Priyono adalah kelompok Islam yang bermain politik melalui partai politik berbendera agama. Kegagalan Islam-politik itu menurutnya mengarungi dua karang antara neoliberalisme dan fundamentalisme agama.

"Islam-politik bukanlah alternatif terhadap kebuntuan demokrasi elektoral yang hanya melahirkan plutokrasi dan plutonomi. Sebagai contoh, PKS (Partai Keadilan Sejahtera-Red) di Indonesia – seperti halnya AKP di Turki – justru menjadi bagian dari masalah," papar peneliti senior Indonesia itu.

Dalam presentasi makalah Civic-Islam di hadapan para intelektual dan aktivis gerakan Islam di Bandung itu, AE Priyono juga memberikan catatan bahwa gagalnya gerakan Islam Politik tak lepas dari fakta umum di mana Indonesia selama ini sedang mengalami kemunduran dalam demokratisasi.?

"Demokratisasi di Indonesia mulai macet sejak tahun 2007 akibat menguatnya elit politik berpikiran konservatif, misalnya dengan melemahkan lembaga Komisi Pemilihan Umum, perlawanan terhadap gerakan anti korupsi, dan provokasi konflik horizontal," paparnya.

Akibat dari kemacetan demokrasi itu, politik nasional Indonesia menurut AE Priyono sedang mengalami regresi, atau mundur ke belakang. Hal ini oleh AE Priyono dibuktikan oleh fakta bahwa sejak 2012 mulai terlihat gejala pembalikan (reversi) menuju rekonsolidasi otoritarianisme, misalnya dengan disahkannya UU Ormas, dan diterapkannya Perpu Kamnas.

"Sekarang demokrasi liberal menimbulkan antitesa-antitesanya yang buruk seperti oligarki, masyarakat yang apatis terhadap politik, privatisasi ruang publik, kesenjangan antara kepentingan rakyat dengan elit, dan bahkan menunjukkan predatorianisme dalam ekonomi dan kekuasaan."

?

Indonesia perlu Civic-Islam

Selain kegagalan Islam politik, AE Priyono juga menyampaikan fakta penelitian bahwa di luar politik formal kepartian, yakni Islam-Informal yang bergerak di luar politik juga banyak yang terperosok ke dalam fundamentalisme,? konservatisme anti-politik, atau eskapisme anti-sosial. "Radikalisme, gerakan anti demokrasi atas nama Islam dan sektarianisme Islam adalah hal yang cukup memperlihatkan kemunduran itu," ujarnya.

AE Priyono melihat bahwa kegagalan Islam-politik dan juga menguatnya fundamentalisme Islam itu karena disebabkan umat Islam di Indonesia selama ini imajinasi politik dan sosialnya hanya terkonsentrasi pada entitas keluarga, lalu bergerak ke entitas negara.

"Trayektorinya adalah dari keluarga, melalui umat, menuju negara. Islam-politik pada dasarnya hanya memperjuangkan Islam di tingkat keluarga dan negara. Ia bersikap ambigu pada entitas bangsa," terangnya.

Namun bersamaan dengan itu AE Priyono percaya bahwa masih ada peluang untuk demokratisasi dan peradaban di Indonesia dengan kemungkinan membuka pemikiran dan pergerakan melalui jalur civic-Islam yang memiliki cara pandang baru dalam berimajinasi tentang kewarganegaraan dan kebangsaan sehingga Indonesia modern yang dihuni mayoritas muslim ini mengalami kemajuan. (Yus Makmun/Mahbib)

?

(foto: Direktur Eksekutif LP3ES, AE Priyono sedang memaparkan hasil risetnya tentang Islam dan demokrasi di Indonesia)

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Pahlawan, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 13 Februari 2018

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran

Makassar, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar bersama Pecinta Warkop Gonrong memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Kadea Makassar, Senin (25/5).

Ahmad Ahsanul Fadhil, Sekretaris Ansor Kota Makassar mengatakan, Ansor bersama-sama warga memberikan bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran.

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran

Herman, Owner Warkop Gondrong mengapresiasi Ansor Kota Makassar yang mengajak Komunitas Pecinta Warkop Gondrong untuk menggalang bantuan terhadap korban kebakaran.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pecinta Warkop Gondrong, selaku koordinator pengumpul bantuan, Alwi Ainullah mengungkapkan, bahwa dirinya memang belum bisa membantu secara pribadi. “Namun, saya hanya bisa menggerakkan warga untuk ? mengumpulkan bantuan bagi para korban kebakaran,” katanya.

Ahsanul Fadhil mengapresiasi kinerja Alwi sebagai Koordinator yang sekuat tenaga mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Jika dilihat dari penampilan, saya tidak yakin dengan kepedulian yang ditunjukkan saudara Alwi, penampilan seperti preman tapi hatinya ternyata mulia," terang mantan Ketua PMII UNM Makassar dengan nada becanda.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan 1 dus Indomie per kepala rumah tangga serta pakaian bekas layak pakai. Adapun jumlah kepala rumah tangga yang mendapatkan bantuan sebanyak 42 kepala rumah tangga. (Rahman Hasanuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Rembang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rembang memberikan penghargaan kepada tiga peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan tiga kategori di antaranya peserta tertua, peserta termuda, dan peserta terbaik.

Penghargaan tersebut disampikan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro usai pembaiaatan 99 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dinyataakan lulus pada Diklatsar yang selenggarakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, Jawa Tengah, Senin (28/3).

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai penghargaan dari pimpnan cabang atas partisipasi yang diberikan kepada mereka dan juga prestasi selama mengikuti Diklatsar.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kami sangat mengapresiasi kepada Sahabat semua yang sudah mau bersedia menjadi bagian dari dari Ansor dan Banser. Kami berharap, bukan hanya pada Diklatsar kali ini saja, tetapi juga pada Diklatsar yang akan datang dan juga semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ansor dan Banser selanjutnya,” tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam kesempatan itu penerima penghargaan sebagai peserta termuda adalah Muhammad Ainul Huda dari Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Babadan dengan usia 15 tahun. Sedangkan penghargaan peserta tertua diberikan kepada Sumijan asal Pimpinan Ranting GP Ansor Karangsekar dengan usia 58 tahun, serta peserta terbaik diberikan kepada Dwi Hasan Basyari dari Kecamatan Sedan. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Hikmah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 24 Januari 2018

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat ? . Ibu hamil, selain harus memperbanyak konsumsi asam folat, nutrisi, menjaga kesehatan juga perlu dilakukan agar tubuh tetap bugar dan sehat selama mengandung. Salah satunya dengan melakukan senam bellydance.

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar

Dengan rileks dan penuh keceriaan, ratusan ibu hamil yang sengaja datang ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar mengikuti senam bellydance yang dipimpin Umi Faridah, instruktur senam bellydance, di ruang pertemuan lantai 3, RSI Siti Hajar Sidoarjo, Sabtu (11/3).

Menurut Umi Faridah, senam bellydance sangat berfungsi untuk menguatkan otot panggul, pinggang dan organ reproduksi ibu hamil. Pasalnya, dengan menggerakkan perut, panggul, pinggang sama paha, badan menjadi tambah sehat dan bisa memperlancar di saat melahirkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senam bellydance ini bisa dilakukan siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Untuk ibu hamil yang ingin mengikuti senam tersebut, minimal usia kandungannya tiga bulan ke atas. Karena lebih aman mengingat perkembangan bayi sudah sempurna dan tidak terlalu berbahaya bagi janin ketika dibuat bergerak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kalau bisa sekitar 3 bulan sampai 8 bulan ke atas. Kalau dilakukan di bawah tiga bulan, dikhawatirkan kondisi ibu dan bayi belum sempurna. Biasanya janin kan belum sempurna kalau tiga bulan, masih dalam pertumbuhan dan perkembangan," kata wanita yang akrap disapa Miss Iit itu.

Ummatul Khoiriyah, salah satu peserta senam bellydance mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan mengikuti senam badannya menjadi tambah sehat, lebih lentur dan kandungannya juga sehat. "Ketika senam enak-enak saja, lebih santai dan baik-baik saja," ucapnya singkat.

Senada juga diungkapkan Yolanda yang usia kandungannya saat ini berjalan 30 minggu atau 7 bulan itu. Menurutnya, senam bellydance enak karena banyak manfaatnya. "Semoga ke depan ada lagi senam seperti ini. Karena gerakannya tidak sulit bagi ibu hamil, lebih rileks dan menyenangkan," tutupnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 10 Januari 2018

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

Jember, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kemampuan anak-anak SMK Nuris, Antirogo, Jember dalam membuat? “Moris” mendapat apresiasi dari ulama asal Lebanon, Syekh Fadli Ilmuddin Al Hasani. Bahkan belum lama ini, saat berkunjung ke pesantren yang terletak di Jalan Sarangan, sekitar 5 kilometer ke arah utara kota Jember itu, ia berkenan menaiki mobil bertenaga? listrik tersebut.

Menurutnya, Pondok Pesantren Nuris sebagai lembaga pendidikan agama cukup menarik. Sebab, Nuris mampu menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren salaf. Dan pada saat yang bersamaan, Nuris juga tak ketinggalan di bidang sains dan teknologi.

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

“Ini menarik sekali, Pesantren Nuris Jember selain mempertahankan tradisi salaf dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga modern sehingga mampu memproduksi mobil mini ini, ” tuturnya dalam bahasa Arab usai mencoba Moris. Nama Moris sendiri adalah singkatan dari Mobil Nuris.

Sebelumnya, Bupati Jember, Faida, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dan Menteri BUMN, Rini Sumarno, juga berkenan mencoba menaiki kendaraan? tipe mobil golf tersebut.

Sebelum mencoba Moris, Syaikh Fadli mengadakan dialog dengan para santri di Masjid Baitunnur, Kompleks Pondok Pesantren Nuris. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para santri agar tak pernah kendor dalam menuntut ilmu, dan terus berjuang untuk menyebarkan aqidah Aswaja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Santri harus selalu haus akan ilmu, khususnya ilmu agama. Setelah menguasai ilmu agama, tetaplah teguh dengan akidah yang telah diamanahkan oleh ulama salaf terdahulu, yakni Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.

Dialog tersebut juga menjadi ajang mengetes kemampauan berkomunikasi bagi para santri, khususnya yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan? Bahasa Arab (LPBA). Mereka ternyata fasih mengajukan sejumlah pertanyaan dan berdialog dengan ulama asal Timur Tengah tersebut. Salah seorang di antara mereka adalah Hidayatulloh.

“Saya bangga bisa mengetes kemampuan bahasa Arab saya selama belajar di LPBA Nuris. Alhamdulillah mendapat apresiasi dari beliau setelah saya bertanya beberapa hal tentang menuntut ilmu dan akhlak kepada guru” ucap siswa MA Unggulan Nuris Jember itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dialog tersebut dipandu oleh Ustadz Wahyudi dan Ustadz Harun, didampingi Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Syariah, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 07 Januari 2018

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah

Jepara, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. KH Muchlisul Hadi, Syuriyah MWCNU Kecamatan Kalinyamatan mengingatkan, puasa belum sempurna jika belum mengeluarkan zakat fitrah. Hal itu dikemukakannya dalam Tahtiman Ngaji Posonan di Beranda Masjid Al-Falah desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jum’at (2/8) sore.

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah

Menurutnya, zakat yang dikeluarkan sebaiknya dalam bentuk beras 2.5 Kg. Kemudian diberikan kepada yang berhak. Tujuannya, sebut pengasuh pesantren Roudlotul Huda agar terjalin hubungan nan harmonis antara orang yang mampu dan tidak mampu. “Jangan sampai Idul Fitri ada orang kurang mampu tidak bisa makan karena belum menerima zakat,” imbaunya. 

Zakat lanjutnya tak perlu diberikan kepada kiai. Hal itu Kiai Muchlis alami saat masih mondok di Tegalrejo Magelang. Usai posonan kiai sepuh itu ta’jil zakat kepada romo kiai. Sontak romo kiai menolaknya. “Romo kiai menolak menerima zakat untuk dirinya tetapi menerima yang nantinya disalurkan kepada fakir-miskin,” sambungnya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sikap romo kiainya, tambahnya sebagaimana Bani Hasyim yang tidak boleh dizakati. Karena itu, sebagai solusi kiai baiknya tidak dizakati tetapi diberi Tunjangan Hari Raya (THR) dan sejenisnya. Hal itu diberikan kepada kiai sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang mengabdi kepada umat. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Redaksi       : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Syariah, Hadits, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 06 Januari 2018

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

Jakarta,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (3/12) malam. Didampingi Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa, Kang Said mengungkapkan apresiasinya terhadap pengabdian Muslimat NU untuk kemaslahatan umat maupun warga NU.

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

“Faktor kepemimpinan yang disertai dengan pengembangan program membuat saya sangat mengapresiasi Hj Khofifah, semoga kader lain bisa mewarisi dan meniru beliau,” ujar Kang Said di depan ratusan kader Muslimat NU dari berbagai wilayah.

Muslimat NU yang memiliki cabang istimewa di negara Saudi Arabia, Malaysia, maupun di negara-negara lain juga membuktikan, bahwa semangat berkhidmah ibu-ibu NU ini tidak diragukan lagi meskipun berada jauh di negeri seberang.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya, Kang Said mengungkapkan, bahwa konsep kembali ke pesantren sebagai representasi jati diri NU perlu dikembangkan oleh Muslimat NU. “Misal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Muslimat bisa memanfaatkan pesantren sebagai simbol kultural kebanggam NU yang penuh dengan komitmen dan ketuma’ninahan,” jelasnya.

Sebelum Kang Said memberikan sambutannya, Khofifah lebih dulu memberikan arahan kepada para peserta Rakernas. Selain melibatkan seluruh pengurus wilayah di Indonesia, beberapa cabang Muslimat dari luar negeri juga hadir mengikuti kegiatan bertajuk ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’ ini. (Fathoni)?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock