Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan negara seharusnya melakukan asesmen bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pemaknaan Ideologi Pancasila. Pasalnya, selama ini hanya kalangan awam yang disurvei pemahamannya terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila

“Ada nggak survei yang terkait khusus untuk aparatus negara. Lembaga negara semacam PPIM UIN punya nggak survei tentang itu,” ujar Rumadi saat berbicara sebagai narasumber bersama Direktur PPIM UIN Ciputat Dr Jamhari Ma’ruf pada bedah buku Revolusi Pancasila karya Yudi Latif Jakarta, Senin (22/5).

Dalam kegiatan bedah buku yang diinisiasi Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kemenag di Hotel A-One tersebut, Rumadi melempar pertanyaan kepada pembedah kedua, Jamhari Ma’ruf, lantaran pernah menerima informasi bahwa salah seorang pegawai Kementerian Keuangan diduga pro Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Bagi saya, pro HTI itu bukan Pancasila. Kalau dia pro negara khilafah berarti bukan Pancasila. Info ini jelas mengejutkan. Ada aparatus negara yang punya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara. Dugaan saya, ini semakin meluas ke mana-mana,” tegasnya.

Tak hanya di Kemenkeu, lanjutnya, tapi juga telah masuk ke TNI dan Polri. Bahkan dikabarkan ada jenderal purnawirawan yang sepertinya sudah mulai ‘masuk angin’ soal ideologi seperti ini. “Termasuk Kemenag. Maka, menurut saya Kemenag perlu melakukan asesmen terhadap aparatusnya,” tekan Rumadi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dosen STAINU Jakarta ini menambahkan, jika dia warga negara biasa, bukan penyelenggara negara mungkin kita masih bisa agar longgar. “Tetapi kalau ideologi ini sudah merasuk ke dalam unsur negara yang mengelola birokrasi, maka jangan sampai dibiarkan,” tegasnya.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut pria kelahiran Jepara ini, Pancasila lahir dari kompromi politik. Bahkan, negara ini juga lahir dari kompromi politik. “Kalau tidak ada kompromi politik mungkin nggak ada Indonesia. Jadi, negara dan ideologi negara lahir dari kompromi,” tandas Rumadi.

Kompromi politik, bagi dia, memiliki kekurangan sekaligus kelebihan. Pada satu sisi terlihat baik, namun juga lembek. Perdebatan apapun dalam politik, ujung-ujungnya akan kompromi. Misalnya, saat pembahasan UU APBN. Ketika pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah sebesar 15 ribu per dolar, sementara DPR mengasumsikannya 12 ribu, pasti akan disepakati ketemu di tengah.

“Jadi, seluruh bangunan kenegeraan ini semuanya lahir dari kompromi. Baiknya melahirkan kesepakatan bersama. Tapi sisi negatifnya adalah menjadikan identitas negara ini cair. Jadi jika ada yang meledek Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler ya salah satunya karena adanya kompromi ini,” kata Rumadi.

Terhadap buku tersebut, Rumadi mengaku tertarik atas sub judul ‘musuh revolusi’. “Saya senang dengan istilah ini. Saya juga jadi penasaran siapa sebenarnya musuh Kang Yudi. Di sini, disebutkan unsur-unsur anti dan kontra revolusi Pancasila, lalu kekuatan kapitalisme hitam menjadi salah satu musuhnya,” ulasnya.?

Selain Yudi Latif selaku penulis buku, hadir dalam acara yang dibuka resmi oleh Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud ini, Kepala Puslitbang Penda Amsal Bakhtiar, Kepala Pusdiklat Teknis Mahsusi, para pejabat Eselon III di lingkungan Balitbang Diklat, serta para Kepala Balai Litbang Agama (BLA) dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) seluruh Indonesia. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Aswaja, Nahdlatul, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 04 Maret 2018

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final

Kediri, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulunggung? dan kesebelasan pesantren An-Nur 2 Turen Malang berhasil maju ke babak final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur? II. Mereka menyisihkan sejumlah kesebelasan lainnya di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

DaTa lolos ke final setelah dalam babak semifinal kemarin sore berhasil menundukkan tim Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dengan skor 3-0. Gol itu diciptakan Dimas Alamanda pada menit ke-59, Nando Hendra di menit ke-62, dan M Alfin pada menit ke-68. Dengan skor ini kesebelasan DaTa bisa lolos ke babak final dan akan bertemu dengan tim An-Nur 2.

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final

Sementara kesebelasan Pesantren An-Nur Turen 2 Malang bisa lolos ke Final setelah melibas kesebelasan Pesantren Darul Ulum Ploso Peterongan Kabupaten Jombang dengan skor 3-2 setelah adu penalti.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jalannya pertandingan antara kesebelasan DaTa dan Quen berlangsung menarik. Selain Quen didukung oleh ratusan pendukungnya, permainan kedua tim juga bisa dinikmati.

Pada babak pertama kedua tim bermain taktik. Mereka menggunakan permainan umpan pendek dari? kaki ke kaki yang sering dipertontonkan para pemain. Namun karena rapatnya pertahanan bola jarang bisa masuk sampai kotak penalti. Kalau ada yang bisa masuk langsung? disapu bersih para pemain belakang. Sampai menit terakhir babak pertama skor tetap imbang 0-0.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pada babak kedua Agus pelatih DaTa mengubah taktik permainan anak asuhnya. Kalau sebelumnya banyak permainan dari kaki ke kaki melalui umpan-umpan pendek, di babak kedua mereka justru bermain bola-bola lambung untuk menghemat energi.

Setiap bola yang datang ke belakang langsung disapu ke depan. Sehingga aliran bola ke depan sangat deras. Teknik ini membuahkan hasil. Pada menit ke-59 Dimas Alamanda, pemain belakang DaTa berhasil membobol gawang Quen Al-Falah.

Mengetahui tekniknya jitu, para pemain DaTa terus menekan yang membuat pertahanan belakang Quen Al-Falah kocar-kacir. Dua gol tercipta lagi melalui Nando Hendra pada menit ke-62 dan 2 menit sebelum pertandingan berakhir. M Alim Alvin melesatkan bola ke gawang Quen Al-Falah. Dengan demikian pertandingan berakhir dengan skor 3-0.

Sedangkan di partai sebelumnya yang mempertemukan antara kesebelasan Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang? dan tim Pesantren An-Nur 2 permainan tampak monoton. Tidak ada aliran bola yang akurat. Sehingga peluang menciptakan gol ke gawang lawan nyaris? tidak ada. Sampai turun minum kedua tim tidak ada yang menyarangkan bola ke gawang lawan.

Di babak berikutnya dua tim tampak sama-sama kehabisan stamina. Serangan-serangan yang dibangun kurang power dan greget sehingga mudah dimentahkan lawan. Begitu juga sebaliknya. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap 0-0. Karena itu dilakukan perpanjangan waktu 15 menit. Namun, hasil tetap imbang tanpa gol.

Akhirnya Pipin Indra wasit yang memimpin jalannya pertandingan meminta pelatih untuk mempersiapkan masing-masing lima algojo. Namun karena stamina pemain memang sudah terkuras, lima yang disiapkan An-Nur bisa menyarangkan bola. Sedangkan kesebelasan Darul Ulum hanya mendapatkan dua bola. Karenanya kesebelasan An-Nur berhak maju ke babak final. Di babak ini kesbelasan An-Nur nanti akan ketemu dengan tim DaTa pada Rabu (31/8). (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 25 Februari 2018

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sedikitnya 100 orang pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/11).

Badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj Endang Astuti mengatakan Muslimat dan Fatayat NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang sangat strategis karena memiliki struktur dari cabang hingga ranting.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Pertemuan yang dilakukan bersifat rutin dan sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa menjadi media yang sangat efektif untuk merubah mindset, khususnya orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Menurut Endang, melalui Muslimat NU dan Fatayat NU ini diharapkan orang tua bisa mendapatkan dampaknya. Sebab kebanyakan banyak pernikahan dini di usia muda yang berakhir dengan perceraian karena dilakukan karena kehendak orang tua.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Minimal pengurus Muslimat dan Fatayat NU menjadi contoh yang paling awal untuk memperhatikan usia yang ideal bagi anggota keluarganya. Harapannya, mereka tidak hanya melakukan syiar agama Islam, tetapi juga merespon isu-isu kekinian tentang permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati menyambut baik upaya dari Pemkab Probolinggo yang mau merangkul Muslimat dan Fatayat NU agar bisa bersama-sama mensosialisasikan PUP kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan sebuah kepercayaan yang sangat besar. Mudah-mudahan kami mampu menjalankan amanah ini dengan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang ideal,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 14 Februari 2018

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan

Malang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Sabtu (2/6) mengunjungi korban luka tembak warga Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Hasyim juga menyempatkan menjenguk korban kecelakaan truk yang menelan 15 korban meninggal di Sedaeng, Pasuruan.

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan

"Keluarga yang ditinggalkan maupun yang menjadi korban bentrok antara warga dengan aparat TNI AL harap bersabar. Ini merupakan sebuah tindakan kezaliman," ujarnya di sela menjenguk korban di ruang 13 atau ruang akut bedah RSSA.

Hasyim datang dengan rombongan sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung masuk ke ruang 13. Dalam kunjungannya, Hasyim langsung bertanya pada salah satu korban Erwanto (21) tentang keadaannya, didampingi petugas dan pihak RSSA.

Dalam dialognya dengan Erwanto, ditanyakan seputar kejadian bentrok di Alas Tlogo yang menewaskan empat orang dua diantaranya perempuan. Selain itu, minta penjelasan dari pihak RSSA terkait dengan kondisi kedua korban.

"Kasihan sekali, warga yang selama ini membayar pajak untuk kepentingan negara, malah dijadikan korban terutama ibu-ibu dan anak-anak," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Hasyim, peristiwa bentrok antara warga dengan aparat TNI AL seharusnya bisa dicegah, asalkan melalui prosedur yang jelas. Dalam kunjungan pada korban luka tembak di RSSA, ia juga memberikan bantuan pada dua korban, yaitu Choirul anwar (3) dan Erwanto (21) serta berdoa bersama di ruang 13 RSSA. (sbh/sm)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Aswaja, Kiai Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 12 Februari 2018

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran

Tulungagung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Ir H Alfa Isneini mengingatkan kesatuannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan GP Ansor dan lingkungan sekitarnya. Karenanya GP Ansor juga harus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Alfa juga mengapresiasi kehadiran sejumlah Fatayat Serbaguna yang menjadi peserta Pendidikan Terpadu Dasar (DTD), Jumat-Ahad (2-4/9).

Acara pelatihan diikuti sekitar 150 peserta dari ranting di sekitar Pimpinan Anak Cabang Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Yang istimewa dari 150 peserta ada sembilan orang anggota Fataya NU yang bergabung untuk mengikuti latihan.

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran

“Kami sendiri atas nama pelatih ibaratnya makan buah simalakama. Tidak diterima mereka ngeyel. Diterima, belum ada aturan yang baku tentang Fatser. Sambil menunggu aturan, maka biar mereka ikut,” ungkap Kasatkorcab Banser Tulungagung Drs Yoyok Mubarok.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara Alfa mengimbau, “Lingkungan di mana anggota Banser berada harus aman dari berbagai gangguan. Stabilitas harus mantap. Jangan sampai di lingkungan Anda semua ada teroris.”

Tugas Banser selain itu adalah menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturahmi sesama anggota Banser dan GP Ansor dan komponen masyarakat yang lain. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Jadwal Kajian, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 11 Februari 2018

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Majalengka, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Masyarakat menyambut baik Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digagas Pemkab Majalengka di desa Tanjung Sari kecamatan Sukahaji, Majalengka, Jumat-Sabtu (26-27/9). Masyarakat mendukung penggunaan internet secara sehat untuk mengakses informasi yang menunjang peningkatan SDM warga desa.

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Salah satu tokoh masyarakat Apip Saepudin mengatakan, keberadaan teknologi, informasi, dan komunikasi di tiap desa diharapkan membangkitan warga untuk melek infomasi.

“Semoga dengan adanya TIK di tiap desa membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat setempat. Jangan sampai niat baik pemerintah disalahgunakan dengan mengakses yang tidak bermoral,” kata Apip yang seharinya mengajar di madrasah diniyah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pentingnya melek infomasi untuk mengimbangi keilmuan yang sudah serba cepat dan sebagai pembelajaran pendidikan yang moral, tandas Apip, relawan TIK.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Festival Desa Teknologi  Infomasi dan Komunikasi di desa Tanjung Sari ini terselenggara atas kerja sama dengan Kominfo bertajuk “Membangun Desa TIK yang Terintegrasi”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Majalengka Sutrisno.

“Pemkab Majalengka berkomitmen menanggulangi kemiskinan masyarakat di desa dengan TIK ini,” kata Sutrisno. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Nusantara, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Peringatan maulud Nabi Muhammad SAW di wilayah Nusantara biasa diselenggarakan melalui beragam kegiatan. Selain pengajian akbar dan pembacaan Diba, ada pula yang merayakan dengan maulud dengan balutan tradisi lokal, seperti Grebeg Mulud hingga khitanan massal.

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Masyarakat Dukuh Kranji, Kedungwuni, Pekalongan memperingati kelahiran Nabi Muhammad khitanan massal. Hal itu berlangsung tiap tahun.

Sabtu (2/12), sebanyak 36 anak usia SD/MI menjadi peserta khitanan massal tahun ini. Sejak usai Shalat Subuh, didampingi para orang tuanya, mereka berkumpul di aula umum Yayasan Nurul Anam Kranji yang bersebelahan dengan Masjid Jami Kranji. Raut muka anak-anak tersebut beragam, ada yang terlihat ceria, ada pula yang waswas takut lantaran akan disunat.

Muhammad Mumakhis (9), siswa kelas 4 di MI Walisongo Nurul Anam Kranji yang berasal dari dukuh tetangga misalnya, di balik senyumnya pagi itu tersembunyi rasa tegang. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dapat giliran nomor 7, deg-degan," ujarnya malu-malu.

Sekira pukul 05.30 WIB, satu per satu peserta pun dipanggil oleh petugas yang bakal mengkhitan untuk disuntik bius terlebih dahulu. Sebagian dari mereka ada yang menangis karena tak kuasa menahan rasa sakitnya disuntik jarum di bagian kemaluannya. 

"Aduh! Bapak...," teriak salah satu peserta, Muhammad Adly Anwar (9) sambil menangis kesakitan.

Sontak, tangisan dari anak-anak itu pun membuat riuh suasana di sekitar lokasi. Warga pun makin banyak yang datang ke lokasi untuk menyaksikan anak-anak disunat.

Ketua RW setempat, Maftuh, mengatakan untuk maulud tahun ini peserta khitanan massal cukup banyak, yakni 36 peserta. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Awal yang daftar ada 40 anak, tapi ada yang mundur karena ada yang takut, ada yang pilih menunda tahun depan," ungkap Maftuh yang juga panitia acara.

Para peserta khitanan massal ini sama sekali tidak dipungut biaya. Oleh panitia, peserta justru diberikan baju koko, sarung, dan peci secara gratis.





Sejak tahun 60-an

Pengurus Masjid Jami Kranji, Kiai Afnan Chafidh, mengatakan tradisi khitanan massal ini sudah berlangsung sejak tahun 60an. Bahkan, Dukuh Kranji termasuk perintis tradisi khitanan massal di wilayah Pekalongan. 

"Sudah ada sejak sekitar tahun 60an. Peserta pertamanya sekarang sudah meninggal. Dan di Pekalongan, ini termasuk yang merintis," jelasnya.

Usai khitanan, kegiatan berlanjut dengan pengajian Maulid Nabi di Masjid Jami Kranji. Biasanya masyarakat dari berbagai desa hadir pula lantaran Kranji termasuk daerah santri yang dijadikan rujukan pendidikan agama oleh masyarakat. 

"Yang ikut sunat di sini itu kan biasanya ada ikatan darah atau sosial dengan Kranji. Misalnya, bapaknya dulu orang sini, atau anaknya sekolah di MI, Madrasah Diniyah, atau TPQ Kranji, terus diikutkan sunat di sini untuk makin merekatkan dengan Kranji," kata alumnus pondok pesantren Leteh, Rembang ini.

Di Pekalongan, lanjut Kiai Afnan, Kranji memang dikenal sebagai daerah santri. Oleh karena itu dengan tradisi khitanan massal di momen Maulud Nabi ini, anak-anak yang ikut dikhitan juga dikenalkan dengan tradisi keislaman yang baik.





Melestarikan Gotong-royong

Meski untuk khitanan massal tidak dipungut biaya, biasanya para orang tua peserta secara suka rela ikut membantu memberikan suguhan berupa nasi berkat (ambeng) yang disediakan untuk para jamaah yang hadir di pengajian Maulid Nabi. 

"Dari pengurus masjid sudah menyampaikan ke panitia agar tidak mengajukan proposal ke masyarakat. Biar tidak ada kecemburuan. Jadi semuanya saling membantu semampunya," ungkapnya.

Gotong-royong semacam ini menjadi penting lantaran bisa menjadi penguat nilai-nilai positif di masyarakat. Selain itu juga makin merekatkan masyarakat dengan Dukuh Kranji yang menjadi pilar pendidikan keislaman yang telah mengakar sejak lama.

Di tengah fenomena mulai memudarnya nilai gotong-royong di era modern, lewat berbagai kegiatan tradisi yang diselenggarakan, Dukuh Kranji juga mampu menjadi contoh bagi daerah lain agar mengaplikasikan salah satu maqalah yang masyhur di lingkungan Nahdliyyin, yakni almuhafadhatu ala alqadimish shalih, wal akhdzu bi aljadidil ashlah, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. (Ahmad Rodif Hafidz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Hadits, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock