Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Di tengah konstelasi gerakan Islam ? yang semakin dinamis sekarang ini, perlu komitmen yang kuat dalam mempertahankan ideologinya. Dalam hal ini, NU menurut Menakertrans M. Hanif Dhakiri dibutuhkan militansi kuat dalam memegang ideologi pergerakan.?

"Dibutuhkan militansi yang lebih dari kader-kader NU untuk menampilkan wajah Islam yang kontributif baik bagi dinamisasi kehidupan beragama, berbangsa dan beragama," katanya dalam Peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im DZ di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (16/3).?

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Militansi tersebut bisa terwujud jika pengkaderan-pengkaderan terus dilakukan. Khususnya pengkaderan dalam memahami sejarah NU dan penulisannya.?

Menurut Hanif, Buku Fragmen Sejarah NU terbitan Pustaka Compass ini memberi optimisme bagi pemuda Nahdliyin. "Dengan adanya buku ini kesadaran sejarah di kalangan kaum muda NU jadi lebih kuat," katanya.?

Hanif mencontohkan ketika ia bertemu dengan sejarawan nasionalis yang menulis tentang pertempuran Surabaya 10 November dan tidak mencantumkan peran kiai NU.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kok bisa-bisanya anda menulis tentang 10 November tidak ada NU nya tidak ada kiai NU-nya. Yang menarik dia menjawab, mas saya menulis apa yang saya tahu, kalau sampean tahu yang lain, tulis saja" cerita politisi PKB ini.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari situ ia menyimpulkan bahwa sejarah adalah apa yang kita tulis hari ini, jadi kalau ada peristiwa dulu yang tidak ditulis bisa dianggap tidak pernah terjadi. "Ini salah satu nilai penting dari buku Fragmen Sejarah NU,” tandasnya.?

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni, di antaranya KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, para kader muda NU dari Ansor, PMII, IPNU dan lainnya. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Cerita, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 24 Februari 2018

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso mengatakan banyaknya penyadang tunanetra yang ingin belajar agama di pesantren. Namun demikian harapan mereka terpaksa tertunda karena pesantren tidak ada fasilitasnya.

Demikian dikatakan Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille (Sumber Gambar : Nu Online)
Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille (Sumber Gambar : Nu Online)

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille

Budi mengatakan, fasilitas kitab-kitab kuning braille untuk penyandang tunanetra belum tersedia di pesantren.

“Jadi kalau tunanetra ngaji di pesantren, ya hanya ngaji kuping saja. Lewat kuping kanan dan keluar kuping kiri. Selesai,” katanya prihatin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Melihat fasilitas bagi tunanetra yang memprihatinkan, Budi pun membuat percetakan Al-Qur’an braille. Ia juga mengembangkan braille dengan menyediakan fasilitas buku-buku kegamaan bagi tunanetra.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami berusaha untuk bisa menyubsidi atau memberikan Al-Qur’an ini secara gratis ke seluruh Indonesia bagi tunanetra,” ujarnya diringi tepuk tangan peserta sarasehan.

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H. Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 21 Februari 2018

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Malang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Para kiai tarekat mulai merespon kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait renovasi Masjidil Haram dan Masjid An-Nabawi serta perluasannya. Akibat dari renovasi yang dilakukan itu adalah digusurnya tempat-tempat bersejarah umat Islam dan berubahnya sanana ibadah haji dan umrah.

Para kiai dan pengamal tarekat yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah membahas mengenai kebijakan-kebijakan di negara Hejaz itu dalam rapat koordinasi persiapan bahan kajian Musyawarah Nasional, Senin (6/1) di Pondok Pesantren Al-Hidayah Donowarih Karangploso Malang.

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi yang dibahas dalam rapat Idaroh Aliyah adalah pelestarian situs-situs sejarah Islam yang berkaitan dengan Nabi dan Sahabatnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Disinyalir situs-situs itu akan dimusnahkan. Juga masalah tempat thawaf (ma’thaf) dan sa’i (mas’a) yang rencannya akan diganti dengan lantai bergerak (eskalator). Sehingga meskipun harus mengelilingi Ka’bah dan berjalan dari Shafa-Marwa para peziarah haji tidak perlu berjalan. Jatman akan membahas hukumnya dalam Munas Kaltim nanti.

Isu lainnya mengenai rencana pembuatan Hidrolift untuk Maqam Ibarahim oleh pemerintah Saudi. Dimana dengan dipasangnya hidralif maka Maqam Ibrahim bisa disimpan di dalam tanah jika dikehendaki dan bisa dimunculkan kembali ke permukaan pada saat musim haji. Dalam masalah ini Jatman akan menentukan sikap.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kalau mengenai tempat thawaf dan Sa’i selama ini kami hanya mendengar bahwa itu sekedar wacana. Akan tetapi masalah Maqam Ibrahim katanya dalam waktu dekat ini akan direalisasikan,” kata seorang Kiai utusan dari Probolinggo.

"Kami sudah meneliti masalah ini bersama Gus Yusuf kemarin lalu. Dan informasi yang kami dapatkan adalah bahwa ini adalah politik Pemerintah Saudi untuk menghilangkan Maqam Ibrahim supaya tidak ada orang ziarah kesana. Jangan-jangan setelah disimpan dalam tanah akan dikunci dan tidak akan dikembalikan,” tambah sang Kiai.

Oleh karen itu, rapat menghasilkan keputusan bahwa semua yang dihasilkan dalam Munas nanti yang berkaitan dengan Pemerintah Arab Saudi akan dikirim utusan untuk menyampaikannya.

“Kita yakin bahwa Raja Saudi akan mempertimbangkan aspirasi kita untuk menentukan kebijakannya,” kata Kiai Zaenal Pimpinan rapat. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 19 Februari 2018

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Upaya menarik atau mengenalkan kepada pemuda tentang torekot, pemuda Jamaah Mujahadah Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah (Jamu Taqwa) Kabupaten Sidoarjo mengajarkan kesenian musik yang diberinama "Pencak seni Jamu Taqwa" kepada puluhan santri pondok pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo.

Ketua Pemuda Jamu Taqwa Sidoarjo, M Husain Al-Ghozi mengatakan, kesenian pencak seni Jamu Taqwa yang menggunakan alat musik seperti ketipung, jidor, saron, kempul, gong dan tamborin ini merupakan paduan antara seni musik dengan beladiri. Pihaknya mengajarkan kesenian tersebut agar para pemuda bisa lebih dekat mengenal Jamu Taqwa.

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Husain mengaku, kesenian merupakan warisan para pendahulu yang mampu menarik masyarakat untuk bisa mengenal lebih dekat tentang apa yang disampaikan. Ia mencontohkan, semasa itu, Sunan Kalijaga mengajak kepada masyarakat untuk melakukan kebaikan juga dengan kesenian wayang.

"Melalui metode yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yang terbukti efektif dan bisa menarik perhatian dan minat masyarakat, oleh karena itu kami mencoba menggunakan metode tersebut untuk mengenalkan kepada para pemuda dan generasi penerus bangsa agar lebih mengenal Jamu Taqwa," kata Husain disela-sela latihan pencak seni Jamu Taqwa di pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo, Kamis (29/9) malam.

Menurutnya, kesenin tradisional perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi bangsa. Mengingat, saat ini perkembangan teknologi begitu pesat dan munculnya gadget yang semakin hari tidak pernah ubahnya menampilkan berbagai macam keunggulannya, sehingga banyak anak-anak yang belum banyak mengetahui bahkan mengenal kesenian tradisional.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kesenian musik pencak seni Jamu Taqwa Sidoarjo membentuk pandangan kepada pemuda agar mengolah hati di Jamu Taqwa yang dikemas anak muda, serta memberitahukan kepada para pemuda bahwa Jamu Taqwa tidak hanya didominasi oleh lansia saja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Husian berharap, ke depan Jamu Taqwa bisa diterima seluruh lapisan masyarakat, karena Jamu Taqwa adalah pembenahan hati dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi obat hati.

"Di Jamu Taqwa sendiri, kita membenahi hati untuk membela NKRI yang menggunakan ediologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah diajarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama. Jamu Tawqa juga menjadi benteng arus yang menyerang kaum atau generasi bangsa baik serangan melalui media sosial atau kenakalan remaja," ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 31 Januari 2018

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama A. Helmy Faishal Zaini membeberkan, jumlah dana yang berputar di Indonesia adalah sekitar 9 triliun. Namun demikian, ia menyayangkan karena perputaran uang terbesar hanya dikuasai oleh segelintir orang saja.

“Delapan puluh lima persennya dari sembilan triliun ini hanya dikuasai oleh tiga puluh lima orang saja,” kata Helmy. Hal itu ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara Tasyakuran Harlah Fatayat NU yang Ke-67 di Gedung Serbaguna RJA DPR RI Jakarta, Jumat (28/4) sore.?

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang

Mengutip data dari World Bank, Helmy mengungkapkan, satu persen orang kaya menguasai lima puluh dua persen lebih kekayaan yang ada di Indonesia. “Atau sepuluh persen orang kaya menguasai tujuh puluh empat persen aset nasional,” tegasnya.

Menurut dia, jarak ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. “Ini lampu merah bagi perekonomian kita,” ucapnya.?

Al-Qur’an, jelas Helmy, sudah memberikan peringatan agar kekayaan tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Namun, ia menilai, peringatan Al-Qur’an tersebut sudah terjadi di Indonesia.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk itu, dia mendorong Fatayat NU untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar nanti Nahdliyin memiliki kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing terutama dalam hal perekonomian, baik secara nasional maupun global.

“Tugas Fatayat NU adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia dan skill Nahdliyin,” tukasnya.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berdasarkan data Global Wealth Report tahun 2016, Indonesia menduduki urutan ke-4 sebagai negara paling timpang di dunia. Sedangkan, Badan Pusat Statistik merilis bahwa jumlah masyarakat miskin Indonesia adalah 27,76 juta orang per September 2016. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kepergian KH Ahmad Warsun Munawwir, Kamis 18 April kemarin, menyajikan banyak kisah ihwal kehidupannya. Satu per satu santri dan kiai saling berkisah ihwal cerita dan kenangan dengan almarhum. Semua merasa sedih dan kehilangan, tetapi kisah-kisahnya dapat menjadi spirit masyarakat santri untuk terus berkhidmat dan berkarya.?

Salah satu santri dekat beliau, Suhadi Khozin yang sekarang menjadi Wakil Katib Syuriah PWNU DIY, mengisahkan bahwa Kiai Warson sejak kecil sudah memperlihatkan kecerdasannya. Bahkan sejak usia 13 tahun, Gus Warson sudah mendapatkan mandat dari sang guru, KH Ali Maksum, untuk mengajarkan kitab Alfiyah Ibn Malik, sebuah teks tentang ilmu Nahwu yang dirangkai dalam seribuan bait syair.? Uniknya, usia sebagian besar murid yang mengikuti pengajiannya justru telah dua kali lipat umur gurunya.

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Kiai Warsun memang tidak nyantri ke mana-mana. Beliau digembleng secara khusus oleh kakak iparnya, tak lain adalah KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU, 1982-1984). Mbah Ali memang dikenal sosok yang sangat cerdas dalam membaca talenta santrinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan penuh kedisiplinan, siang malam mereka (para santri yang juga adik ipar Mbah Ali) dipaksa mengunyah dan menelan berbagai metodologi dan teks ilmu keislaman ala pesantren. Sangat disiplin, bahkan cenderung keras. Karena tidak jarang Kiai Ali Ma’shum memberi hukuman berdiri bila salah satu adiknya tidak mampu mengerjakan PR menghafal atau mensyarah kitab yang diberikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Muhammadun

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 22 Januari 2018

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dua ratus pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 14-17 September mendatang. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurahman di kantor Pagar Nusa, gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/9).

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

“Kami akan menurunkan 200 pendekar. Mereka adalah pasukan inti yang akan mengamankan Munas dan Konbes,” ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Ketua Pagar Nusa yang biasa disapa Gus Aiz ini, pasukan inti berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Jawa Barat, ditambah Ansor dan Banser. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan bisa dipastikan ada pasukan yang suka rela datang. Jadi, jumlahnya bisa lebih 200,” tambahnya. 

Sebenarnya, sambung Gus Aiz, 200 orang, tidak cukup untuk mengamankan acara sebesar Munas dan Konbes. “Tapi, saya mengharapkan, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.  

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock