Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Khodimul Maulid Habib Muhammad Luthfy bin Yahya telah menyiapkan tidak kurang dari tujuh ribu nampan untuk menjamu puluhan ribu jamaah yang akan menghadiri kegiatan Maulidurrasul yang digelar Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu mendatang (5/2).

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Jamuan dalam bentuk makanan nasi kebuli akan disajikan pada Selasa malam dan Rabu siang usai acara digelar. Untuk keperluan jamuan makan, pihak panitia telah menyiapkan 750 ekor kambing dan 6 ton beras semuanya merupakan sumbangan pribadi Habib Luthfy.

"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya yang juga Rais Aam JATMAN NU, selalu menyediakan beras dan kambing untuk menjamu seluruh jamaah yang hadir dari berbagai daerah dan nanti akan dimasak bersama sama oleh tim khusus yang telah terlatih," ujar Sekretaris panitia Sumarjo, SH kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dikatakan, meski secara resmi panitia hanya menyebarkan undangan sebanyak 2.500 buah, akan tetapi pada kenyataannya sebagaimana tahun tahun sebelumnya ada puluhan ribu ummat Islam yang hadir dari berbagai pelosok tanah air dan jamaah yang hadir semakin meningkat, sehingga panitia telah mengantisipasi jangan sampai ada jamaah tidak mendapatkan pelayanan.

Untuk menampung puluhan ribu pengunjung, rencana sepanjang Jalan dr. Wahidin akan ditutup mulai Senin siang hingga Rabu sore. Beberapa agenda kegiatan yang telah dipersiapkan antara lain Senin (3/2) nikah maulid yang akan diikuti 13 pasangan, pawai kirab merah putih, pawai panjang jimat dan pembacaan rotibul kubro. Kemudian Selasa (4/2) pembacaan Dalailul Khoirot, khotmil Quran, pengajian kitab Ihya Ulumuddin, manakib dan pentas seni Gambus El Balasyik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya puncak acara Rabu (5/2) diawali dengan pembacaan maulid Simtud Duror, Silaturrahim Ulama, TNI dan Polri dan pelaksanaan maulidurrasul yang akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan, kemudian acara peringatan maulid akan ditutup pada malam harinya dengan pentas musik Gambus El Balasyik asal Jember Jawa Timur.

Kepada panitia Habib Luthfy selalu wanti wanti agar dapat menjadi panitia yang baik, karena seluruh tamu yang hadir adalah tamu tamu Allah yang ingin menjadi bagian dan diakui sebagai ummat Rasulillah Muhammad SAW. Karena itu, seluruh panitia diminta untuk menjadi pelayan yang ikhlas semata mata karena Allah SWT. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 09 Februari 2018

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kehidupan manusia di dunia tidak hanya berhubungan dengan Allah (hablum minallah) semata, tetapi juga hubungannya dengan manusia (hablum minannas), dan lingkungan atau alam (hablum minal alam).

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Kasih sayang manusia terhadap sesama dan lingkungan atau alam sekitar merupakan perwujudan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil ardh).

?

Terkait perilaku welas asih (kasih sayang) tersebut dijelaskan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) bahwa setiap hamba yang penyayang, maka ia akan disayang Allah SWT.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengutip sebuah Hadis Nabi Muhammad yang dituliskan di akun twitter miliknya @gusmusgusmu pada Jumat (14/7) dalam tajuk #TweetJumat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

? ? ? ? ? ?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Hanya mereka, hamba-hamba Allah yang penyayang yang disayangi oleh Allah,” jelas Gus Mus dalam cuitannya yang direspon oleh ribuan pengikutnya (follower).

Ungkapan Gus Mus tersebut menerangkan bahwa ketika seorang hamba menyayangi makhluk Allah di bumi, maka penduduk langit juga akan menyayanginya. Hal ini seperti respon seorang follower bernama Abubakar (@Qabo).

“Sayangi dgn tulus seluruh makhluk ALLAH yg tercipta jgn engkau dzalimi agar ALLAH dn seluruh penghuni langit menyayangimu,” cuit Abubakar menanggapi Gus Mus yang saat ini memiliki satu juta follower di akun twitternya.

Sampai kabar ini ditulis, Tweet Jumat Gus Mus tersebut mendapat 1196 Suka, 1174 Retweet, dan 42 jawaban atau reply. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Makam, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 05 Februari 2018

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Jawa Barat menggelar ragam pagelaran seni budaya di halaman kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, KOta Bandung, Jabar, Sabtu (21/6) malam ini.

Ragam seni dalam rangka pelantikan Lesbumi Jabar ini, di antaranya menyajikan penampilan alat musik tiup khas Sunda, karinding, dari murid-murid SMP Maarif Bandung.

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Turut memeriahkan juga aksi baca puisi oleh para seniman Bandung, di antaranya Iman Soleh, kemudian pidato kebudayaan oleh KH Maman Imanulhaq.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang golek dengan dalang Dede S Sunandar Sunarya. Ia akan membawakan lakon Budak Buncir diiringi dengan kacapai suling.

Sebelumnya, pagi, diadakan bedah buku Baban Kana karya Kh Zamzami Amin. Buku tersebut menceritakan peristiwa perang kedongdong di daerah cirebon. Selepas dhuhur diadakan upgrading seni budaya untuk menyamakan persepsi antara agama dan budaya.

Diskusi yang dipandu Ketua PW Lesbumi Jabar, Widodo Abidarda, tersebut mendaulat M Noh, mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, sebagai pembicara. Hadir pada kesempatan itu, Dinaldo, salah seorang pengurus PP Lesbumi. (Abdullah Alawi)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Habib, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Peringatan maulud Nabi Muhammad SAW di wilayah Nusantara biasa diselenggarakan melalui beragam kegiatan. Selain pengajian akbar dan pembacaan Diba, ada pula yang merayakan dengan maulud dengan balutan tradisi lokal, seperti Grebeg Mulud hingga khitanan massal.

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Masyarakat Dukuh Kranji, Kedungwuni, Pekalongan memperingati kelahiran Nabi Muhammad khitanan massal. Hal itu berlangsung tiap tahun.

Sabtu (2/12), sebanyak 36 anak usia SD/MI menjadi peserta khitanan massal tahun ini. Sejak usai Shalat Subuh, didampingi para orang tuanya, mereka berkumpul di aula umum Yayasan Nurul Anam Kranji yang bersebelahan dengan Masjid Jami Kranji. Raut muka anak-anak tersebut beragam, ada yang terlihat ceria, ada pula yang waswas takut lantaran akan disunat.

Muhammad Mumakhis (9), siswa kelas 4 di MI Walisongo Nurul Anam Kranji yang berasal dari dukuh tetangga misalnya, di balik senyumnya pagi itu tersembunyi rasa tegang. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dapat giliran nomor 7, deg-degan," ujarnya malu-malu.

Sekira pukul 05.30 WIB, satu per satu peserta pun dipanggil oleh petugas yang bakal mengkhitan untuk disuntik bius terlebih dahulu. Sebagian dari mereka ada yang menangis karena tak kuasa menahan rasa sakitnya disuntik jarum di bagian kemaluannya. 

"Aduh! Bapak...," teriak salah satu peserta, Muhammad Adly Anwar (9) sambil menangis kesakitan.

Sontak, tangisan dari anak-anak itu pun membuat riuh suasana di sekitar lokasi. Warga pun makin banyak yang datang ke lokasi untuk menyaksikan anak-anak disunat.

Ketua RW setempat, Maftuh, mengatakan untuk maulud tahun ini peserta khitanan massal cukup banyak, yakni 36 peserta. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Awal yang daftar ada 40 anak, tapi ada yang mundur karena ada yang takut, ada yang pilih menunda tahun depan," ungkap Maftuh yang juga panitia acara.

Para peserta khitanan massal ini sama sekali tidak dipungut biaya. Oleh panitia, peserta justru diberikan baju koko, sarung, dan peci secara gratis.





Sejak tahun 60-an

Pengurus Masjid Jami Kranji, Kiai Afnan Chafidh, mengatakan tradisi khitanan massal ini sudah berlangsung sejak tahun 60an. Bahkan, Dukuh Kranji termasuk perintis tradisi khitanan massal di wilayah Pekalongan. 

"Sudah ada sejak sekitar tahun 60an. Peserta pertamanya sekarang sudah meninggal. Dan di Pekalongan, ini termasuk yang merintis," jelasnya.

Usai khitanan, kegiatan berlanjut dengan pengajian Maulid Nabi di Masjid Jami Kranji. Biasanya masyarakat dari berbagai desa hadir pula lantaran Kranji termasuk daerah santri yang dijadikan rujukan pendidikan agama oleh masyarakat. 

"Yang ikut sunat di sini itu kan biasanya ada ikatan darah atau sosial dengan Kranji. Misalnya, bapaknya dulu orang sini, atau anaknya sekolah di MI, Madrasah Diniyah, atau TPQ Kranji, terus diikutkan sunat di sini untuk makin merekatkan dengan Kranji," kata alumnus pondok pesantren Leteh, Rembang ini.

Di Pekalongan, lanjut Kiai Afnan, Kranji memang dikenal sebagai daerah santri. Oleh karena itu dengan tradisi khitanan massal di momen Maulud Nabi ini, anak-anak yang ikut dikhitan juga dikenalkan dengan tradisi keislaman yang baik.





Melestarikan Gotong-royong

Meski untuk khitanan massal tidak dipungut biaya, biasanya para orang tua peserta secara suka rela ikut membantu memberikan suguhan berupa nasi berkat (ambeng) yang disediakan untuk para jamaah yang hadir di pengajian Maulid Nabi. 

"Dari pengurus masjid sudah menyampaikan ke panitia agar tidak mengajukan proposal ke masyarakat. Biar tidak ada kecemburuan. Jadi semuanya saling membantu semampunya," ungkapnya.

Gotong-royong semacam ini menjadi penting lantaran bisa menjadi penguat nilai-nilai positif di masyarakat. Selain itu juga makin merekatkan masyarakat dengan Dukuh Kranji yang menjadi pilar pendidikan keislaman yang telah mengakar sejak lama.

Di tengah fenomena mulai memudarnya nilai gotong-royong di era modern, lewat berbagai kegiatan tradisi yang diselenggarakan, Dukuh Kranji juga mampu menjadi contoh bagi daerah lain agar mengaplikasikan salah satu maqalah yang masyhur di lingkungan Nahdliyyin, yakni almuhafadhatu ala alqadimish shalih, wal akhdzu bi aljadidil ashlah, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. (Ahmad Rodif Hafidz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Hadits, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap warga NU Jawa Timur mampu menghasilkan pemimpin dengan latar belakang Nahdliyyin dalam Pilgub Jatim yang berlangsung pada tahun 2013 mendatang.

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

“NU harus ada yang jadi lurah sampai dengan presiden, apalagi di Jawa Timur karena disana NU mayoritas,” katanya.

Namun, ia menegaskan, NU sebagai institusi tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “Jadi dalam pencalonannya tidak boleh menggunakan tanda tangan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk memperoleh dukungan,” paparnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tugas dan peran NU sebagai sebuah organisasi, lebih besar daripada sekedar alat untuk mencari rebutan jabatan. Politik NU adalah politik kebangsaan untuk menjaga cita-cita dan semangat bangsa yang mana NU merupakan salah satu founding fathernya.

Ia menambahkan, di NU tidak kekurangan calon pemimpin karena telah terjadi proses pengkaderan pemimpin di lingkungan NU dari tingkat pelajar. “Para pemimpin NU merupakan orang yang telah terbiasa memimpin orang banyak, jadi siap untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat,” tandasnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Saat ini terdapat dua orang kader NU yang digadang-gadang menjadi calon dalam Pilgub Jatim, yaitu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Mantan Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf. Sejauh ini belum ada keputusan partai mana yang akan mengusungnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Pesantren, Kajian Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 22 Januari 2018

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ratusan jamaah majelis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thariqah Syadziliyah di Masjid An-Nahdlah di gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (21/5). Dzikir thariqah dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thariqah Syadziliyah di Bekasi.

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah Ashabul Kahfi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ke-Syadziliyah-an yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat.

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thariqah Syadziliyah di masjid PBNU. Ia mengatakan, Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thariqah Syadziliyah merupakan sosok sufi istimewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang tidak umum di kalangan sufi," katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thariqah Syadziliyah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai ke-Syadziliyah-an bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

"Majelis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thariqah Syadziliyah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se-Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU," kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thariqah Syadziliyah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat (anggota resmi tarekat Syadziliyah) dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibbin alias simpatisan.

"Peserta sengaja dibatasi melihat keterbatasan tempat. Kita berterima kasih dengan pengurus takmir masjid PBNU yang bersama ikhlas untuk acara ini. Kita juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas motivasinya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thariqah Syadziliyah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

"Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai ke-Syadziliyah-an, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan," tegasnya.

Hadir dalam dzikir thariqah Syadziliyah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, di antaranya, Ustadz Nurcholis (dai dari Bekasi), Ustadz Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), Ustadz Miftahudin (pengasuh majelis Darusalam di Tangerang), serta pengurus takmir masjid PBNU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 14 Januari 2018

Doa Lengkap Keluar Masjid

Selain masuk masjid,? kita juga dianjurkan membaca doa ketika keluar masjid. Doa ini dibaca sembari melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Dengan membaca doa, setidaknya kita sudah termasuk orang menjaga etika dan memuliakan masjid. Berikut ini adalah doa yang sebaiknya dibaca saat hendak keluar dari masjid supaya Allah membimbing perilaku kita saat di luar masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Lengkap Keluar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Lengkap Keluar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Lengkap Keluar Masjid

A‘ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Red.? Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock