Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Di tengah konstelasi gerakan Islam ? yang semakin dinamis sekarang ini, perlu komitmen yang kuat dalam mempertahankan ideologinya. Dalam hal ini, NU menurut Menakertrans M. Hanif Dhakiri dibutuhkan militansi kuat dalam memegang ideologi pergerakan.?

"Dibutuhkan militansi yang lebih dari kader-kader NU untuk menampilkan wajah Islam yang kontributif baik bagi dinamisasi kehidupan beragama, berbangsa dan beragama," katanya dalam Peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im DZ di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (16/3).?

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Militansi tersebut bisa terwujud jika pengkaderan-pengkaderan terus dilakukan. Khususnya pengkaderan dalam memahami sejarah NU dan penulisannya.?

Menurut Hanif, Buku Fragmen Sejarah NU terbitan Pustaka Compass ini memberi optimisme bagi pemuda Nahdliyin. "Dengan adanya buku ini kesadaran sejarah di kalangan kaum muda NU jadi lebih kuat," katanya.?

Hanif mencontohkan ketika ia bertemu dengan sejarawan nasionalis yang menulis tentang pertempuran Surabaya 10 November dan tidak mencantumkan peran kiai NU.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kok bisa-bisanya anda menulis tentang 10 November tidak ada NU nya tidak ada kiai NU-nya. Yang menarik dia menjawab, mas saya menulis apa yang saya tahu, kalau sampean tahu yang lain, tulis saja" cerita politisi PKB ini.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari situ ia menyimpulkan bahwa sejarah adalah apa yang kita tulis hari ini, jadi kalau ada peristiwa dulu yang tidak ditulis bisa dianggap tidak pernah terjadi. "Ini salah satu nilai penting dari buku Fragmen Sejarah NU,” tandasnya.?

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni, di antaranya KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, para kader muda NU dari Ansor, PMII, IPNU dan lainnya. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Cerita, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Khodimul Maulid Habib Muhammad Luthfy bin Yahya telah menyiapkan tidak kurang dari tujuh ribu nampan untuk menjamu puluhan ribu jamaah yang akan menghadiri kegiatan Maulidurrasul yang digelar Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu mendatang (5/2).

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Jamuan dalam bentuk makanan nasi kebuli akan disajikan pada Selasa malam dan Rabu siang usai acara digelar. Untuk keperluan jamuan makan, pihak panitia telah menyiapkan 750 ekor kambing dan 6 ton beras semuanya merupakan sumbangan pribadi Habib Luthfy.

"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya yang juga Rais Aam JATMAN NU, selalu menyediakan beras dan kambing untuk menjamu seluruh jamaah yang hadir dari berbagai daerah dan nanti akan dimasak bersama sama oleh tim khusus yang telah terlatih," ujar Sekretaris panitia Sumarjo, SH kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dikatakan, meski secara resmi panitia hanya menyebarkan undangan sebanyak 2.500 buah, akan tetapi pada kenyataannya sebagaimana tahun tahun sebelumnya ada puluhan ribu ummat Islam yang hadir dari berbagai pelosok tanah air dan jamaah yang hadir semakin meningkat, sehingga panitia telah mengantisipasi jangan sampai ada jamaah tidak mendapatkan pelayanan.

Untuk menampung puluhan ribu pengunjung, rencana sepanjang Jalan dr. Wahidin akan ditutup mulai Senin siang hingga Rabu sore. Beberapa agenda kegiatan yang telah dipersiapkan antara lain Senin (3/2) nikah maulid yang akan diikuti 13 pasangan, pawai kirab merah putih, pawai panjang jimat dan pembacaan rotibul kubro. Kemudian Selasa (4/2) pembacaan Dalailul Khoirot, khotmil Quran, pengajian kitab Ihya Ulumuddin, manakib dan pentas seni Gambus El Balasyik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya puncak acara Rabu (5/2) diawali dengan pembacaan maulid Simtud Duror, Silaturrahim Ulama, TNI dan Polri dan pelaksanaan maulidurrasul yang akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan, kemudian acara peringatan maulid akan ditutup pada malam harinya dengan pentas musik Gambus El Balasyik asal Jember Jawa Timur.

Kepada panitia Habib Luthfy selalu wanti wanti agar dapat menjadi panitia yang baik, karena seluruh tamu yang hadir adalah tamu tamu Allah yang ingin menjadi bagian dan diakui sebagai ummat Rasulillah Muhammad SAW. Karena itu, seluruh panitia diminta untuk menjadi pelayan yang ikhlas semata mata karena Allah SWT. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 02 Maret 2018

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

Way Kanan,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Salah satu hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta adalah Gerakan Pemuda Ansor harus bisa mengembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda baik secara individu maupun kelembagaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Way Kanan bertekad menabung pohon buah di 14 pesantren yang ada di 14 kecamatan, baik sebagai kemandirian organisasi atau sarana mempererat silaturahmi dengan pesantren sasaran program.

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

"Kami titip lima belas pohon di setiap pesantren. Jika tercapai di 14 kecamatan, maka Ansor Way Kanan akan memiliki tabungan sejumlah 210 pohon," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Jumat (15/7).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk diketahui, Gusdurian Lampung dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 PC GP Ansor Way Kanan menginisiasi Gerakan Sedekah Oksigen bagi sejumlah pesantren. Gerakan itu didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Total pohon Sedekah Oksigen jenis mangga Thailand dan nangka dak (persilangan nangka cempedak) yang bisa dipanen setelah tanam satu tahun adalah lima puluh batang. Di luar jumlah itu, kami titip lima belas pohon untuk tabungan organisasi mendatang. Setiap pimpinan anak cabang kami upayakan bisa mandiri tabungan pohon tersebut," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu lagi.

Gatot yang juga Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu melanjutkan, jika potensi hasil panen dari satu pohon paling rendah Rp100 ribu saja misalnya, maka akan ada hasil Rp1,5 juta dalam satu tahun.

"Tapi jika perawatan bagus, hasil panen juga Insya Allah bagus. Dari hasil mandiri berjamaah itu, persentase untuk PAC 75 persen dan untuk pimpinan cabang 25 persen. Kenapa demikian? Karena tidak mungkin pimpinan cabang hanya mendorong tapi tidak didorong, jadi saling mendorong dalam hal positif termasuk penguatan ekonomi," papar Gatot.

Setelah menanam pohon hasil Sedekah Oksigen di Pesantren Assiddiqiyah 11, Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi. Penanaman selanjutnya akan dilakukan untuk Pesantren Al-Falakhussadah, Pakuan Ratu asuhan Kiai Zainal Maarif pada Ahad (17/7).

Adapun distribusi pohon buah untuk Pesantren Darul Ulum, Negara Batin asuhan Ustadz Bayumi dan Pesantren Hidayatus Salafiyah, Negeri Agung asuhan Gus Yunus telah siap.

"Insya Allah gerakan tersebut akan berlanjut dan akan tercapai di 14 pesantren karena respon sejumlah pihak akan program itu masih bagus," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 28 Februari 2018

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya

Surabaya, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Achmad Jazidie menerima tamu dari perwakilan PCNU Kabupaten Mimika, Papua. Rombongan dari PCNU Mimika dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso didampingi Ketua MWCNU Tembagapura, Mimika H Syamsul Huda.

Pada kesempatan itu, rombongan dari Papua ini diterima lebih dahulu oleh Wakil Rektor III UNUSA, Ima Nadatien sambil menunggu kehadiran Rektor Unusa. "Saya sempat berpikir yang mana ya tamu kami dari Papua kok tidak Ketemu," kata Ima Nadatien ketika yang ditemui ternyata orang Jawa semua.?

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Mimika Papua Jajaki Kerja Sama dengan UNU Surabaya

"Mohon jangan kaget ya Bu jika tamunya tidak berambut keriting dan berkulit hitam. Kami memang cabang yang belum Lama terbentuk sehingga Pengurusnya mayoritas dari Jawa. Orang Papua khususnya di Mimika belum bisa bergabung dalam kepengurusan saat ini. Ke depan kami sangat berharap putra daerah bisa masuk ke kepengurusan," urai Sugiarso.

Beberapa saat kemudian rombongan diajak masuk ke ruangan rektor didampingi oleh Ibu Ima. "Niat kami berkunjung ke UNUSA adalah perkenalan sekaligus silaturahim dengan Bapak. Mumpung masih lebaran kami mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin," tutur Sugiarso mengawali pertemuan dengan Prof Jazidie.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya dijelaskan tentang PCNU Mimika sejak awal pembentukannya hingga kiprahnya di Bumi Mimika. Pada periode kepengurusan 2016-2020 ini, salah satu program PCNU Mimika adalah merintis pendirian Universitas NU di Mimika. Hal ini didasarkan fakta bahwa di Papua belum ada UNU, khususnya di Mimika juga belum ada perguruan tinggi yang layak. Akibat lebih lanjutnya adalah lulusan SMA dan SMK di Mimika menjutkan kuliah di Jawa, sementara yang terbatas kemampuan finansialnya tidak melanjutkan kuliah.?

Di sisi lain, peluang kerja di Mimika dengan adanya PT Freeport Indonesia lebih terbuka dan memerlukan keahlian. Kaderisasi dan pengutan NU di Mimika lebih menantang karena masa depan NU di Mimika ada di anak-anak muda ketika generasi awal para pendatang dan transmigran dari Jawa sudah mulai tua.

PCNU Mimika menyadari bahwa mendirikan UNU adalah pekerjaan besar sehingga harus dilaksanakan secara bertahap dan bekerja sama dengan pihak lain. Salah satu pihak yang diajak adalah Unusa.?

Menanggapi uraian dari PCNU Mimika tersebut, Prof Jazidie menyampaikan ucapan selamat terlebih dahulu atas terbentuknya PCNU Kab Mimika.?

"Benar sekali yang disampaikan tadi bahwa mendirikan Universitas tidak mudah. Untuk mendirikan universitas minimal ada 10 program studi awal (4 prodi IPA dan 6 prodi IPS). Setiap prodi minimal memiliki 6 dosen S2 sesuai bidang keahliannya. Jadi minimal dibutuhkan 60 dosen S2. Infrastrukturnya juga harus disiapkan, seperti gedung, laboratorium, dan isinnya," urai Prof. Jazidie.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rektor yang juga guru besar ITS ini kemudian memberikan tanggapan bahwa rencana yang bertahap itu sudah tepat. Unusa memungkinkan untuk menjalin kerja sama dengan PCNU Mimika dalam format Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau Pendidikan di luar Domisili (PDD).?

Rektor selanjutnya menugaskan kepada Ibu Ima selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama untuk berdiskusi lebih lanjut untuk menjajaki mana yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan antara PJJ atau PDD. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, AlaNu Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 24 Februari 2018

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kualitas gagasan cendekiawan muslim Indonesia tak kalah dengan ilmuan di Timur Tengah dan Barat. Bahkan, saat ini dunia internasional sedang menunggu produk pemikiran dari negari berpenduduk muslim mayoritas ini.

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudah Saatnya Buku Dalam Negeri Diterjemah dan Diekspor

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud dari hasil lawatannya ke sejumlah negara, Senin (18/3) petang. Ia mendorong Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU menerjemahkan dan menyebarluaskan ke luar negeri karya tulis di Tanah Air.

“Sudah saatnya sekarang kita mengekspor pandangan ke luar, tak hanya mengimpor. Dunia lagi butuh pandangan-pandangan NU tentang Islam moderat, demokrasi, dan lain-lain,” katanya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Marsudi, masih banyak orang Indonesia yang kurang menyadari kebesaran dirinya sendiri. Padahal, negara-negara lain, baik di Barat maupun Timur Tengah, justru ingin mengenal pemikiran dan kebudayaan Nusantara, khususnya yang berkaitan dengan keislaman.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, untuk di dalam negeri saja penerbitan karya ulama Nusantara masih tergolong minim. Ia berharap ada usaha pencetakan masal atas karya tulis tersebut.

“Selama ini baru ada beberapa karya ulama kita yang beredar di toko-toko, seperti karya Syekh Nawawi Banten, Syekh Yasin Al-Fadani, Syekh Ihsan Jampes Kediri, dan beberapa ulama kita. Selebihnya, masih banyak lagi yang belum terpublikasi,” kata Kiai Saifuddin.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian Islam, Ubudiyah, Khutbah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 19 Februari 2018

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Upaya menarik atau mengenalkan kepada pemuda tentang torekot, pemuda Jamaah Mujahadah Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah (Jamu Taqwa) Kabupaten Sidoarjo mengajarkan kesenian musik yang diberinama "Pencak seni Jamu Taqwa" kepada puluhan santri pondok pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo.

Ketua Pemuda Jamu Taqwa Sidoarjo, M Husain Al-Ghozi mengatakan, kesenian pencak seni Jamu Taqwa yang menggunakan alat musik seperti ketipung, jidor, saron, kempul, gong dan tamborin ini merupakan paduan antara seni musik dengan beladiri. Pihaknya mengajarkan kesenian tersebut agar para pemuda bisa lebih dekat mengenal Jamu Taqwa.

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Husain mengaku, kesenian merupakan warisan para pendahulu yang mampu menarik masyarakat untuk bisa mengenal lebih dekat tentang apa yang disampaikan. Ia mencontohkan, semasa itu, Sunan Kalijaga mengajak kepada masyarakat untuk melakukan kebaikan juga dengan kesenian wayang.

"Melalui metode yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yang terbukti efektif dan bisa menarik perhatian dan minat masyarakat, oleh karena itu kami mencoba menggunakan metode tersebut untuk mengenalkan kepada para pemuda dan generasi penerus bangsa agar lebih mengenal Jamu Taqwa," kata Husain disela-sela latihan pencak seni Jamu Taqwa di pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo, Kamis (29/9) malam.

Menurutnya, kesenin tradisional perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi bangsa. Mengingat, saat ini perkembangan teknologi begitu pesat dan munculnya gadget yang semakin hari tidak pernah ubahnya menampilkan berbagai macam keunggulannya, sehingga banyak anak-anak yang belum banyak mengetahui bahkan mengenal kesenian tradisional.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kesenian musik pencak seni Jamu Taqwa Sidoarjo membentuk pandangan kepada pemuda agar mengolah hati di Jamu Taqwa yang dikemas anak muda, serta memberitahukan kepada para pemuda bahwa Jamu Taqwa tidak hanya didominasi oleh lansia saja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Husian berharap, ke depan Jamu Taqwa bisa diterima seluruh lapisan masyarakat, karena Jamu Taqwa adalah pembenahan hati dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi obat hati.

"Di Jamu Taqwa sendiri, kita membenahi hati untuk membela NKRI yang menggunakan ediologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah diajarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama. Jamu Tawqa juga menjadi benteng arus yang menyerang kaum atau generasi bangsa baik serangan melalui media sosial atau kenakalan remaja," ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 18 Februari 2018

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme

Nias Selatan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Cabang Karateker Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Jumat hingga Ahad (29-31/5). Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Hernelys, Telukdalam Nias Selatan.

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Teguhkan Nasionalisme

Ketua Karateker PC GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat Alez Brianita Wau menjelaskan, PKD menjadi kewajiban bagi Kader Ansor sebelum membentuk kepengurusan PC GP Ansor. Acara bertemakan “Meneguhkan Komitmen Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Bingkai Kebangsaan dan NKRI” ini digelar untuk meningkatkan wawasan, kapasitas dan kreatifitas Kader Ansor.

“Apalagi Kader Ansor juga bertugas sebagai kader bangsa yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah dalam keanekaragaman dan memperkuat keutuhan NKRI. Diharapkan dengan PKD para kader bisa mengembangkan pemahaman tradisi Aswaja sebagai pencerminan pengamalan sunnah Rasulullah,” ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selain itu, lanjut Alez, Kader Ansor juga mengemban amanah menggemakan syiar Islam sebagai perisai bagi dampak negatif globalisasi, mempererat ukhuwah dan sebagai perekat warga Nahdliyin untuk Indonesia.

“Untuk itu, kader perlu dibekali pemahaman Ke-Ansoran dan Ke-NU-an. Tujuannya, menanamkan rasa cita terhadap organisasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kreatifitas dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Sebelumnya Ansor Nias Selatan dan Nias Barat juga telah mengikuti PKD di Gunungsitoli,” imbuhnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hadir dalam acara, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nias Selatan Wajdin Telaumbanua. Dalam sambutannya, PCNU berharap Pimpinan Pusat GP Ansor melalui PW GP Ansor Sumut dapat menerbitkan SK Kepengurusan GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat setelah Tim Karateker melaksanakan tugas melaksanakan PKD dan Konfercab I.

“Ansor adalah salah satu badan otonom NU wadah berkumpulnya pemuda-pemuda NU, dengan adanya Cabang NU di Kabupaten Nias Selatan maka sudah seharusnya PC GP Ansornya ada juga di Nias Selatan. Kita berharap agar Pimpinan Pusat GP Ansor melalui PW GP Ansor Sumut dapat menerbitkan SK Kepengurusan GP Ansor Nias Selatan dan Nias Barat,” harapnya.

Acara PKD dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap yang berlangsung selama 3 hari. Armansyah Harahap mengatakan, GP Ansor pusat telah menetapkan tiga grand design untuk pengembangan GP Ansor se-Indonesia, yakni GP Ansor diberi amanah untuk mengembangkan kembali tradisi-tradisi dan nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

“Dalam materi kepemimpinan, materi Ahlussunnah Wal-Jama’ah itu merupakan materi inti,” ujar Armansyah saat memberikan arahan dan bimbingan pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar GP Ansor Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias Barat. (Dedi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Sunnah, Syariah, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 31 Januari 2018

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kepergian KH Ahmad Warsun Munawwir, Kamis 18 April kemarin, menyajikan banyak kisah ihwal kehidupannya. Satu per satu santri dan kiai saling berkisah ihwal cerita dan kenangan dengan almarhum. Semua merasa sedih dan kehilangan, tetapi kisah-kisahnya dapat menjadi spirit masyarakat santri untuk terus berkhidmat dan berkarya.?

Salah satu santri dekat beliau, Suhadi Khozin yang sekarang menjadi Wakil Katib Syuriah PWNU DIY, mengisahkan bahwa Kiai Warson sejak kecil sudah memperlihatkan kecerdasannya. Bahkan sejak usia 13 tahun, Gus Warson sudah mendapatkan mandat dari sang guru, KH Ali Maksum, untuk mengajarkan kitab Alfiyah Ibn Malik, sebuah teks tentang ilmu Nahwu yang dirangkai dalam seribuan bait syair.? Uniknya, usia sebagian besar murid yang mengikuti pengajiannya justru telah dua kali lipat umur gurunya.

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Kiai Warsun memang tidak nyantri ke mana-mana. Beliau digembleng secara khusus oleh kakak iparnya, tak lain adalah KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU, 1982-1984). Mbah Ali memang dikenal sosok yang sangat cerdas dalam membaca talenta santrinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan penuh kedisiplinan, siang malam mereka (para santri yang juga adik ipar Mbah Ali) dipaksa mengunyah dan menelan berbagai metodologi dan teks ilmu keislaman ala pesantren. Sangat disiplin, bahkan cenderung keras. Karena tidak jarang Kiai Ali Ma’shum memberi hukuman berdiri bila salah satu adiknya tidak mampu mengerjakan PR menghafal atau mensyarah kitab yang diberikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Muhammadun

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Fatayat NU Probolinggo Diminta Pahami Landasan Amaliah NU

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD) bagi 35 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 11 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, Ahad (26/2). Kegiatan yang dipusatkan di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih ini dibuka oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah.

Kiai Abdul Hadi menyampaikan, sebagai organisasi badan otonom NU, kader Fatayat NU harus mempunyai semangat yang tinggi dalam berjuang mengembangkan Fatayat NU di wilayah kerja masing-masing.

Fatayat NU Probolinggo Diminta Pahami Landasan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Probolinggo Diminta Pahami Landasan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Probolinggo Diminta Pahami Landasan Amaliah NU

“Kader Fatayat NU harus mempuyai jiwa militansi yang tinggi sehingga mampu mengembangkan Fatayat sampai ke tingkat paling bawah. Kader Fatayat juga harus mampu menguasai dasar-dasar amaliah di NU, seperti tahlil dan lain sebagainya sehingga tidak hanya melaksanakan tapi benar-benar tahu dasar dalil-dalilnya,” katanya.

Sementara Ketua Fatayat NU Probolinggo Elysa Candra Maya mengatakan, LKD ini merupakan jenjang pengkaderan formal yang ada di Fatayat NU. Kegiatan ini dilakukan sebagai amanah organisasi untuk peningkatan SDM kader. “Tujuan utamanya adalah untuk mencetak kader Fatayat NU yang militan,” katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Elysa, LKD ini dilakukan guna membentuk kader yang berwawasan Islam dan mempunyai loyalitas serta rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi terhadap organisasi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“LKD ini adalah media pengenalan dan sarana penanaman nilai-nilai identitas, karakter dan ideologi yang menjadi cita-cita Fatayat NU. Melalui kegiatan ini diharapkan agar nantinya mampu merekrut kader Fatayat NU yang benar-benar memiliki keikhlasan dalam berjuang dan membesarkan organisasi demi nahdliyin yang ada di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Selain materi ke-NUan oleh Kiai Abdul Hadi, para pengurus Fatayat NU ini juga mendapatkan materi tentang keorganisasian dari Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati dan ke-Aswajaan dari Ketua Aswaja NU Center Kabupaten Probolinggo Teguh Mahameru. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Hikmah, Nusantara Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 19 Januari 2018

Rais Syuriyah PCINU Mesir Presentasikan Karyanya di PBNU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fadlolan Musyaffa Mu’ti MA mempresentasikan karyanya di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Rabu (21/10). Karya yang dipresentasikan ditulisnya dalam bahasa Arab bertajuk As-Sholah fil Hawa yang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Shalat di Pesawat dan Angkasa.



Rais Syuriyah PCINU Mesir Presentasikan Karyanya di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PCINU Mesir Presentasikan Karyanya di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PCINU Mesir Presentasikan Karyanya di PBNU

Diskusi dan bedah buku diselenggarakan bersama Pimpinan Pusat Lajnah Ta’lief wan Nasyr (LTN) di ruang redaksi Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, lantai V gedung PBNU, dihadiri beberapa pengurus PBNU antara lain Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, Wakil Sekretaris PBNU H Iqbal Sullam, Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK) NU Dr Syahrizal Syarif, dan Sterring Commite CBDRM NU Bina Suhendra.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan bahagia atas terbitnya kitab yang ditulis oleh kader NU. Menurutnya, upaya ini adalah kelanjutan dari tradisi menulis dalam bahasa Arab yang telah dilakukan oleh para ulama pesantren.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Sungguh bahagia ada kader kita yang bisa menulis dengan bahasa Arab yang baik, meneruskan budaya tulis yang telah dilakukan oleh ulama kita. Seperti Syeh Nawawi Banten, Syekh Khotib Sambas, dan Syeh Ihsan Jampes,” katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

A’wan PCINU Mesir Faqhrur Razi yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, Fadlolan Musyaffa adalah salah seorang pengurus NU di Mesir yang sangat produktif menulis, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Sementara kitab As-Sholah fil Hawa cukup populer di Mesir dan dipamerkan dalam setiap even pameran buku di sana.

“Kitab ini sangat berguna, tidak hanya bagi warga Timur Tengah tetapi juga di Indonesia, dan sekarang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” katanya.

Ketua PP LTN NU Abdul Mun’im DZ menyatakan, pihaknya memang sedang berkonsentrasi menyelamatkan dan mensosialisasikan kitab-kitab karya ulama Nusantara. Kasus yang terakhir ditangani adalah pembajakan kitab Sirajut Thalibin oleh penerbit terkemuka di Lebanon, Darul Kutub Ilmiyah.

“Kami juga sedang menyisir beberapa kitab yang diterbitkan oleh penerbit Wahabi, namun dengan membuang beberapa bab yang tidak sesuai dengan ajaran mereka, seperti tentang tawashul. Kami juga berencana menerbitkan karya ulama Nusantara yang tergolong langka seperti Mauhibah dzil Fadl karya Kiai Mahfudz Termas,” katanya.

Fadlolan Musyaffa’ yang menjadi pembicara kunci diskusi dan bedah buku itu menyampaikan, buku di bidang fikih perbandingan madzab yang ditulisnya itu terinspirasi dari sebuah film tentang melelehnya kutub utara akibat pemanasan global, dan makhluq hudup tidak lagi tinggal di bumi.

“Saya berfikir bagaimana ketika kita berada di atas bumi atau hawa (angkasa) seperti di pesawat, atau di atas bumi atau di planet lain, bagaimana cara shalat kita,” katanya sembari menambahkan fikih klasik yang ada tidak cukup menjawab persoalan ini.

Menurutnya, problem utama yang dihadapi oleh orang Islam yang berada di luar angkasa adalah soal penentuan waktu shalat, cara bersuci dan menghadap kiblat.

Ditambahkan, buku yang ditulisnya hendak memberikan beberapa tawaran solusi mengenai penyelenggaraan shalat di angkasa yang dihimpun dari pendapat para imam madhzab. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ahlussunnah, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet

Kudus, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menghadapi derasnya arus teknologi informasi, para orang tua diimbau mengawasi anak-anaknya terutama yang masih pelajar sekolah dasar dalam menggunakan internet melalui telepon pintar atau smartphone. Pasalnya, usia anak sekolah dasar belum mampu memfilter konten-konten yang bertebaran di dunia maya.

"Sebisa mungkin orang tua harus selalu mendampingi dan menggarahkan anaknya menggunakan penggunaan smartphone android. Ajarkan pemanfaatan smartphone yang berguna lebih baik," kata Ali Maghfuri, guru Madrasah Ibtidaiyah NU Al Azhariyah Jurang Gebog Kudus kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Rabu (27/7).

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet

Maghfuri mengatakan, pengawasan dalam memanfaatkan internet oleh orang tua sangat diperlukan supaya anak-anak seusia siswa madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar di rumah tidak mengakses informasi yang membawa mudarat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Mereka ini belum mengerti namun rasa ingin tahunya tinggi. Karenanya berikanlah HP android pada anak yang sudah cukup umur," tandas sekretaris Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gebog, Kudus ini.

Diakuinya, internet membawa manfaat untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Tetapi mudaratnya lebih besar untuk anak-anak karena terdapat konten-konten ynag tidak pantas dikonsumsi oleh mereka, semisal pornografi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Bila hal ini dikonsumsi mereka, dampaknya akan mempengaruhi perilaku menyimpang yang tidak sesuai norma-norma agama," jelas Maghfuri.

Manakala ada tugas sekolah menggunakan internet, sebaiknya jangan biarkan siswa melakukannya sendiri melainkan harus dibantu oleh guru atau orang tua. "Karenanya, orang tua harus paham penggunaan baik manfaat maupun madharat internet. Jangan sampai orang tua kalah dalam penguasaan teknologi dengan anak-anaknya," pinta Maghfuri. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 16 Januari 2018

NU Kirimkan Bantuan Medis untuk Pengungsi Rohingya

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ali Yusuf menjelaskan, Nahdlatul Ulama (NU) akan mengirimkan kembali bantuan ke pengungsian Rohingya di Bangladesh. Sebelumnya pada tahap pertama, NU mengirimkan bantuan sembako dan alat masak. Pada tahap kedua ini, NU akan mengirimkan bantuan tenaga medis.

NU Kirimkan Bantuan Medis untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kirimkan Bantuan Medis untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kirimkan Bantuan Medis untuk Pengungsi Rohingya

“Untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh bersama tim medis IHA (Indonesia Humanitarian Alliance) lainnya,” kata Ali di Jakarta, Senin (16/10).

Ia mengatakan, NU memiliki komitmen untuk mendukung bantuan medis yang dicanangkan IHA dengan cara mengirimkan tenaga medis dan dikirimkan selama enam bulan ke depan secara bertahap. Selain itu, NU juga akan ikut serta dalam pemberian bantuan nutrisi bagi anak-anak pengungsi.

“Selain juga bantuan berupa hygiene kits,” ucap yang juga Ketua Pelaksana IHA itu.

Ia menceritakan, saat ini banyak pengungsi yang terkena penyakit terutama kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Hal itu disebabkan mereka melalui perjalanan jauh dari asal mereka di Myanmar ke pengungsian Bangladesh. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Situasi dan kondisi kamp pengungsian yang kumuh juga menyebabkan penyakit mudah menyerang mereka. Maka dari itu, saat ini bantuan pelayanan medis juga tidak kalah pentingnya dengan bantuan relief.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan bahkan saat ini mereka terindikasi akan terserang wabah kolera,” tuturnya.

Dr. Angie Erdhita adalah tenaga medis yang dikirimkan NU ke pengungsi Rohingya di Bangladesh. Ia berangkat pada Ahad 15 Oktober bersama dengan tim medis lain dari IHA. Rencananya, ia akan berada di pengungsian selama dua minggu ke depan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Cerita, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 12 Januari 2018

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pemerintah dinilai panik dan frustasi menyikapi persoalan perberasan yang meruncing karena harga beras di banyak tempat telah naik tajam. Keputusan pemerintah menambah jumlah beras impor sebesar 500.000 sangat membahayakan ketahanan pangan Indonesia.

”Bagi saya, ini sungguh keputusan politik yang tergesa-gesa. Alasan-alasan yang dibangun juga sangat klasik, produksi yang turun, konsumsi naik, jumlah penduduk naik, dan alasan-alasan instan reaktif lainnya,” kata KH. Mohammad Maksum, Wakil Ketua Penguruts Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat di Yogyakarta, Kamis (15/2).

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Impor Beras Berbahaya bagi Ketahanan Pangan

Menurut Maksum yang juga peneliti di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gajah Mada (UGM), semua pihak harus duduk bersama dan mencermati urusan pangan dari perpektif jangka panjang. Keberlanjutan ketahanan dan kedaulatan RI harus diprioritaskan.

“Banyak yang harus kita telah sehingga tidak reaktif -impor begitu saja. Padahal itu membahayakan kedaulatan pangan dan RI kita. Selain itu impor beras untuk kebutuhan Operasi Pasar itu lebih banyak mubazirnya,” kata Maksum.

Dikatakan, mestinya pemerintah berangkat dari mempertanyakan kenapa OP yang baru-baru ini digencarkan selalu gagal dan tidak efektif. Menurut teori OP berfungsi untuk menyetabilkan harga, namun kenyataannya tidak demikian. “Misteri itu harus diungkap.. Harus kita sadari bahwa misteri itu ada,” katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Gejolak perberasan memang menjadi kebiasaan tahunan. Pada Januari-Februari tahun ini kenaikan harga beras termasuk paling dahsyat. Namun, kata Maksum, perlu diingat bahwa ada kelambatan panen di satu fihak dan ada manipulasi pasar di fihak lain. Pembangunan pertanian harus dilakukan secara sistemik pernah sistemik dan tidak reaktif begitu saja.

”Apakah dengan impor persoalan selesai? Saya yakin tidak! Kecuali kita reorientasi membangun bangsa ini dengan mementingkan pertanian dan kaum sebagai kiblat dan pusat perhatian, bukan hanya sebagai semboyan seperti dulu. Tanpa memahami sistem pasar yang terjadi di balik dinamika harga ini, solusinya pasti reaktif, jangka pendek, dan tidak pernah selesaikan persoalan,” katanya. (nam)



Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Quote Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 30 Desember 2017

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah masih menjadi primadona dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014. Beberapa lembaga survei memberikan perhatian khusus pada dua ormas ini. Namun hasil survei menunjukkan kecenderungan yang berbeda di kalangan warga dua ormas ini.

Hasil survey yang dilakukan oleh Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menemukan kecenderungan berbeda antara komunitas NU dan Muhammadiyah dalam menentukan calon presidennya. Dalam hal ini, Jokowi menang di komunitas NU (46.20% versus 40.20%). Prabowo menang di komunitas ? Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).

Demikianlah salah satu analisis riset Lingkaran Survei Indonesia. Survei dilakukan di awal Juni 1-9, 2014. Metode penelitian dijalankan ? secara standard dengan teknis multistage random sampling. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2%. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis, seperti dilansir oleh situs? lsi.co.id.

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Menurut lembaga survey ini, tiga belas hari menjelang pemilu presiden ? 9 Juli 2014, total pemilih yang “GALAU” masih 32.2%. ? Istilah galau mengacu kepada jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya, ditambah dengan pemilih Jokowi-Jusuf Kalla yang masih ragu dan pemilih Prabowo-Hatta yang juga masih ragu. Sementara selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6.3% saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran 32.2% pemilih galau ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari hasil survei ini, Jokowi dipilih oleh 45% responden. Namun sebanyak 8.1 % dari 45% itu yang masih ragu, dan masih mungkin berubah pandangan. Sementara Prabowo didukung oleh 38.7% publik. Namun sebesar 7.8% dari 38.7% itu juga dihinggapi ragu dan masih mungkin “pindah ke lain hati.” Sedangkan massa mengambang sebesar 16.3%. ? Dalam momen 13 hari ini mereka akan mengambil sikap

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jika ? pemilih dipilah ke dalam aneka segmen masyarakat, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta saling mengalahkan. ? Pasangan Jokowi menang di pemilih perempuan ? ( 48.10% versus 33.8%). Sementara pasangan prabowo menang di pemilih pria (43.20% versus 42.70%)). Jokowi menang di pemilih dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah ( 45-48% versus 34-42%). Prabowo menang di pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%).?

Prabowo mengimbangi Jokowi dalam ? pemilih muslim (40.90% versus 43.30%). Namun untuk ? non-muslim, pemilih lebih banyak di ? Jokowi (67.60% versus 15.50%). ? Jokowi juga masih menang di pemilih Jawa (47.60% versus 35.20%). Namun Prabowo menang di pemilih Sunda (51.60% versus 40.90%). Kini Prabowo menang di propinsi Jabar (51.20% vs 42.60%). Tapi Jokowi menang di 6 propinsi besar lainnya: Banten, DKI, jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel, dengan selisih sekitar 5%-10%.

Jokowi dianggap lebih peduli dengan rakyat (84.6% versus 64.2%) dan lebih jujur (76.5% versus 61.3%). Namun ? Prabowo dianggap pemilih lebih pintar (85.2% versus 81.1%) dan lebih tegas (78% versus 69.7%).

Dalam dua bulan terakhir, pendukung Jokowi banyak yang lari dari kandangnya. Jumlah dukungan Jokowi menurun mencolok di kantong besar suara: di komunitas NU, berpendidikan tinggi, beragama Islam, pemilih lelaki, propinsi Jawa Barat. ? Prosentase pemilih Jokowi yang “pindah ke lain hati” sebesar sekitar 5_10 persen. Di komunitas itu, Prabowo mengalami kenaikan sekitar ? 5-10% juga.

Bagaimana akhir pertarungan dua pasang capres yang semakin ketat ini? Kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan. Jokowi akan tetap menang jika ia bisa mengambi kembali pendukungnya yang “pindah ke lain hati,” pindah ke Prabowo. Sebaliknya Prabowo akan menyalip Jokowi jika ia bisa menaikkan dukungannya sekitar 5-15 persen lagi segmen pemilih besar yang kini ia masih kalah: segmen perempuan, wong cilik, komunitas NU, ? pemilih ? berpendidikan rendah, pemilih muslim, dan pemilih di propinsi Jawa Timur.

Tiga belas hari menuju 9 Jui 2014, kedua pasangan capres-cawapres harus menyiapkan pendukungnya untuk menerima baik kemenangan ataupun kekalahan. Dengan membaca trend petumbuhan dukungan capres dan cawapres, selisih kemenangan pada 9 Juli 2014 potensil hanya kecil saja,. Sangat mungkin selisih kemenangan itu hanya di bawah 5%, siapapun pemenangnya. Jika Jokowi tetap menang, atau jika ia dilewati Prabowo, selisih dukungan capres-cawapres potensial ? dibawah 5% saja, antara 51-53% ? versus 47-49. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Doa, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan pada medio 2010 Jamaah Rutin Simthud Durar Lintas Daerahtau? Jamrud Lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap. Sehingga semakin dicintai umat.

Acara Jamrud Lider pada hari Sabtu 5 Mei 2013 di Selakambang Kec Kaligondang Kab Purbalingga, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah puluhan ribu jamaah warga Nahdliyin yang datang dari pelbagai penjuru wilayah Kab Purbalingga dan sekitarnya memadati area lapangan desa setempat.?

Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Mereka datang baik sendiri-sendiri maupun berjamaah, abaik berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua dan roda empat hadir di acara jama’aah rutin Simthud Durar lintas daerah yang digelar tiap hari Sabtu Pon malam Ahad Wage.

Selepas shalat isya, jamaah mulai berdatangan dan menempati tempat duduk beralaskan tikar atau terpal yang disediakan panitia, ada sekitar 50 terpal digelar di area lapangan sepak bola dan jamaah benar-benar tumplek blek memadati tempat digelarnya pembacaan maulid Simthud Durar maha karya habib Ali bin Husein Al Habsyi itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Keindahan sastra maulid, riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu memang belakangan ini menjadi sebuah acara tontonan sekaligus tuntunan yang menarik dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih di wilayah Kab Purbalingga.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan Jamaah rutin pada medio 2010, di Bukateja dengan pengijazahan secara ‘am (umum) oleh Habib Alwi bin Ali bin Alwi Al Habsyi, jamrud lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap.

Terlebih iringan kelompok rebana jamrud yang hampir pasti menyeluruh di masing-masing kecamatan mereka mengasah diri untuk tidak sekedar membaca kisah maulid Simthud Durar namun juga kasidah-kasidah yang ada di dalamnya. Kemasan iringan rebana dan dipadu suara yang rampak dari para munsyid Jamrud mampu mengundang ribuan jamaah baik anak-anak, sampai orang tua , laki-laki perempuan untuk menghadiri acara pengajian jamrud tiap bulan dan berpindah-pindah tempat dan pembicara ternama dari Ibukota ataupun dai –dai yang biasa tampil di depan televisi maupun khalayak umum.?

Mereka seperti syechermania bagi jamaah Habib Syech bin AbdulQodir Asegaf (Solo) atau Jamuro (KH Abdul Karim-Solo). Begitu acara dimulai, lantunan shalawat disambut dengan gerakan tangan atau bendera dari berbagai majlis taklim, taman pendidikan Al Quran, bendera Ansor , Nahdlatul Ulama, Muslimat dan jamaah-jamaah pengajian yang tersebar se-eks kars Banyumas.?

Barisan muda Ansor bertidak sebagai panitia mulai dari area parkir , mengatur jalan raya bekerja sama dengan aparat keamanan setempat sampai mengamankan tempat acara. Kebetulan pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu, di awal bulan Mei 2013 yang mengisi pengajian adalah KH Mudatsir Idris dari Jatilawang, Banyumas.

Acara pembacaan maulid Simthud Durar dibuka dengan pembacaan kalam ilahy oleh ustadz Zamzami Suyuthi berlanjut dengan sambutan pembuka oleh Habib Ali bin Umar al Quthban, pembina Jamrud Lider se-eks Karsidenan Banyumas.?

“Tidak ada tujuan lain dari Jamrud Lider, semata-mata adalah pengajian sebagai latihan untuk mencintai rasulullah SAW, tidak ada dukung-mendukung partai politik.Yang ada adalah cara untuk mencintai Rasulullah melalui pengajian shalawatan,” kata Habib Ali in Umar Al Quthban kepada jamaah.?

Dilanjutkan, “Setiap ada pengajian tidak hanya pembacaan Simthud Durar, namun juga mengundang mubalig. Jamaah mengekpresikan kepada kepada Rasulullah SAW, jamaah tidak boleh berjoged, bendera boleh berkibar . Selama pembacaan Simthud Durar, jamaah tidak boleh merokok. Selepas pembacaan Simthud Durar, dibacakan juga Aqidahtul awwam(Aqidahnya orang awam). Sebab sekarang banyak orang mengaku orang berakidah ahlussunnah wal jamaah, namun tidak hafal nabinya dan malaikatnya.”?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aji Setiawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta”

Jepara, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara mengakhiri kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” dengan berbagai pementasan di beranda Gedung NU, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Sabtu (3/8) malam.

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta”

Beberapa komunitas yang turut pentas diantaranya Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Ngabul dan Asyari Muhammad featuring Tari Sufi Jepara mementaskan puisi musikal serta GDP komedi mementaskan lawakan juga pemutaran film 5 cm.

Kegiatan yang rampung larut malam cukup memberi antusias pengguna jalan. Semisal saat penampilan Tari Sufi Jepara dan Asyari Muhammad naik keatas pentas. Pentonton khidmat mendengarkan puisi, gesekan biola, petikan gitar  dan tarian sufi yang memukau. Begitu juga saat GDP komedi tampil. Guyonan-guyonan ala GDP membuat pengunjung tertawa terbahak-bahak.  

 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Chusni Maulana, Ketua PC IPNU Jepara mengatakan kegiatan merupakan akhir rangkaian “Ramadhan Bulan Bercinta” yang meliputi kajian Fikih Remaja dan Ngaji Aswaja yang dilaksanakan di Gedung NU Jepara serta kajian Kitab Manbaus Saadah di Joglo Hasyim Asyari Bangsri (19 Juli-1 Agustus).

 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Melalui kegiatan itu pihaknya mengajak kader IPNU-IPPNU semakin paham fikih tentang diri masing-masing. Sedangkan Ngaji Aswaja lanjut Chusni harapannya dimana pun kelak mereka berada, ideologi Aswaja sambungnya harus tetap di dada.

 “Ngaji Manbaus Saadah yang berbicara tentang gotong royong dalam kehidupan rumah tangga antara suami dan istri merupakan bekal IPNU-IPPNU yang hendak merajut mahligai keluarga. Semoga keluarga kader IPNU-IPPNU kelak sakinah, mawaddah warahmah,” harapnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 10 Desember 2017

Syiah dan Kekerasan Terhadapnya

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Selain kelompok Ahmadiyah, komunitas Syiah juga acap kali menerima perlakuan yang keras dari sebagian kelompok Islam lainnya. Demonstrasi, penolakan kegiatan, dan bahkan pengusiran dari kampung halaman adalah sederet perlakuan keras yang diterima komunitas Syiah selama ini. 

Apa yang sebetulnya menyebabkan kekerasan terhadap komunitas yang bermazahab Syiah itu? 

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balitbang Diklat Kemenag RI tahun 2016 lalu, setidaknya ada enam penyebab kekerasan terhadap komunitas Syiah. Pertama, tuduhan sesat terhadap mereka yang bermazhab Syiah. Ada gerakan-gerakan yang melakukan mobilisasi dan menuduh Syiah itu sesat. Kaum muslim yang ‘tidak mengerti apa-apa’ akhirnya ikut-ikutan untuk membenci kelompok Syiah. Saat ada kelompok yang mengajak untuk melakukan demo dan kekerasan, kaum muslim ‘yang tidak mengerti apa-apa’ tentang Syiah secara mendalam itu ikut.

Syiah dan Kekerasan Terhadapnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiah dan Kekerasan Terhadapnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiah dan Kekerasan Terhadapnya

Kedua, kelompok Syiah Takfiri. Sama seperti Sunni, mazhab Syiah juga tidak bulat satu tetapi ada beberapa—bahkan puluhan—sekte Syiah. Syiah Takfiri adalah salah satunya. Ajaran Syiah ini tidak seperti umumnya dipahami oleh Syiah Imamiyah, sekte terbesar dalam mazhab Syiah. Salah satu pentolan sekte Syiah ini adalah Yasir Habib yang tinggal di London. Menurut Yasir, ada 8 televisi Syiah Takfiri dan semua didanai Zionisme internasional, termasuk Arab Saudi dan Bahrain. Semua televisi itu dibiarkan melaknat para sahabat besar Nabi Muhammad dan Aisyah.  

Ketiga, adanya kelompok Salafi Takfiri. Kelompok ini dari tahun ke tahun semakin menyebar di negara-negara Islam. Mereka seringkali mengkafirkan kelompok-kelompok yang tidak sepaham dengan mereka, baik kelompok Sunni lainnya apalagi kelompok Syiah. Hampir semua rentetan peristiwa yang memposisikan mazhab Syiah tidak layak menjadi alternatif suatu mazhab dipelopori oleh kelompok ini.

Selanjutnya, perbedaan dalam memposisikan kitab sebagai sumber ajaran (Kitab Sunni dan Kitab Syiah). Komunitas Syiah selalu melakukan kritik terhadap kitab—meskipun kitab tersebut dikarang oleh seorang ulama besar. Jika kitab tersebut tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan akal sehat, maka mereka tidak akan merujuknya lagi. Hal ini juga dilakukan sebagian kalangan Sunni. Ada sebagian kalangan Sunni dan anti-Syiah yang memposisikan kitab-kitab sahih sebagai rujukan setara dengan Al-Qur’an.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kelima, kelompok anti-Syiah tidak melakukan klarifikasi (tabayun). Memahami mazhab Syiah untuk kepentingan persatuan bangsa dan kerukunan internal umat beragama mestinya harus diikuti dengan tabayun atau klarifikas secara benar dan mendalam. Namun, terkadang mereka mengabaikan proses klarifikasi atau tabayun ini sehingga akhirnya mereka membenci kelompok Syiah berdasarkan persepsinya sendiri. Saat narasi kebencian terhadap Syiah terbangun, lalu disampaikan kepada umat Islam agar diikuti, maka terjadilah kebencian massal yang akut terhadap mazhab Syiah. 

Terakhir, komunitas Syiah berbahaya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kelompok Sunni. Ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja mengembuskan tuduhan bahwa Syiah itu berbahaya bagi NKRI dan Sunni. Berdasarkan fakta yang ada, tuduhan ini juga tidak memiliki dasar pijakan. Misalkan, saat terjadi perang antara Irak dan Iran. Meski di Irak yang mayoritas Syiah ketika perang dengan Iran, tetapi mereka tetap membela Irak, bukan Iran. Begitu pula dengan apa yang terjadi di Lebanon. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di Syiah memang ada sekte yang memang melenceng seperti Syiah Takfiri yang memaki-maki sebagian besar sahabat Nabi Muhammad. Tapi itu tentu tidak bisa mempresentasikan Syiah secara keseluruhan. Bukankah di Sunni juga ada sekte yang menyimpang dan melenceng, yaitu Islamic State of Iraq and Syuriah (ISIS)?   Wallahu ‘alam. (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Internasional, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 01 Desember 2017

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Tangerang,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Cabang Nahdlatul Kota Tangerang, Banten bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Tangerang mengadakan seminar kebangsaan bertema "Penetapan Ideologi Pancasila" di aula gedung Windu Karya akhir pekan lalu.

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Kegiatan yang dihadiri unsur Pengurus PCNU, MWCNU, banom, lembaga, lajnah NU dan Nahdliyin Kota Tangerang tersebut membicarakan isu-isu kekinian tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ancaman-ancaman disintegrasi masayarakat.

Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin menyampaikan perlunya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah antara umat Islam.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Umat Islam, kata dia,? jangan mudah menerima kemudian percaya segala informasi di media sosial yang terkadang berisi hasutan, dan provokasi. Warga NU harus mencari kebenaran dari informasi yang didapat.

Seminar yang menghadirkan pembicara dari unsur TNI, Polri, dan MUI secara bergantian menyampaikan materinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari unsur TNI hadir sebagai pembicara mewakili Dandim 0506 Tangerang Danramil Batu Ceper yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara, jangan sampai masyarakat di adu domba dengan isu-isu agama, etnis, suku, dan budaya.

“Tentunya kebhinekaan yang sudah ada kita jaga dan rawat demi keutuhan NKRI,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (19/11)

Kemudian Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota dalam meterinya menyampaikan agar masyarakat lebih waspada menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan ditengah era globalisasi dimana tekhnologi bisa menjadi alat propaganda untuk merusak kemajemukan, dan kebhinekaan, oleh sebab itu hendaknya masyarakat dengan bijak menggunakan tekhnologi.

Sementara pembicara dari MUI KH Edi Junaidi dan KH Arief Hidayat membahas pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari sisi keagamaan.

NU, sebagai ormas Islam mempunyai peran penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sudah sepatutnya unsur-unsur NU menjaga, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Dengan menghormati keberagaman, perbedaan, tentunya akan muncul sikap saling menghormati, tidak saling menyalahkan antara sesama. Karena dalam agama Islampun lebih mengutamakan kedamaian dibandingkan dengan perpecahan yang akan merugikan semuanya,” ujarnya. (Atho Al-Farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 30 November 2017

PBNU: Jangan Ada Pengerahan Massa

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau jangan ada pengerahan massa dari kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam menyambut pengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa 22 Juli 2014.

“Kami ingin menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dua pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kala yang secara terbuka telah meminta para pendukungnya untuk tidak mengerahkan massanya ke Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli 2014,” kata Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat di Jakarta, Senin (21/7).

PBNU: Jangan Ada Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jangan Ada Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jangan Ada Pengerahan Massa

“Dengan pernyataan itu maka seluruh proses perhitungan hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli? sepenuhnya kita serahkan kepada KPU disaksikan oleh saksi yang mewakili dua pasangan Capres-Cawapres, Bawaslu dan berbagai stake holder yang lain,” tambahnya..

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan cara itu diharapkan harapkan KPU dapat melaksanakan tugasnya dengan tenang tanpa gangguan dan tekanan massa yang terkadang sulit dikendalikan. Karena KPU sudah memperoleh kepercayaan yang tinggi itu,? diharapkan? KPU dapat menjalankaan tugas dan fungsinya secara lugas, profesional, jujur, dan tidak memihak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“KPU diharapkan tidak terpengaruh oleh tekanan apapun dalam mengambil keputusan dan hanya mempertimbangkan hitungan nyata (real account) berdasarkan perhitungan berjenjang yang sudah dilakukan sejak dari TPS hingga KPU. KPU tidak boleh terpengaruh oleh opini yang dibangun untuk memberi tekanan psikologis terhadap keputusan yang akan diambilnya,” ujar Slamet yang juga Ketua MUI Pusat.

Keputusan KPU yang jujur, apa adanya dan tidak memihak akan memiliki makna yg besar bagi pendewasaan demokrasi di negara Republik Indonesia. “Insya Allah keputusan tersebut akan diterima oleh rakyat Indonesia, khususnya kedua pasangan Capres-Cawapres,” pungkasnya. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pendidikan, Warta, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 21 November 2017

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim

Bojonegoro, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Memperingati Nuzulul Qur’an, Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Dzuafa’ Al-Khoir Nahdlatul Ulama (YPAYD Al-Khoir NU) Kecamatan Sumberrejo menggelar doa bersama dan santunan kepada anak yatim pada Selasa (15/07).

Kegiatan atas kerja sama dengan Kantor cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri (KCP BSM) Sumberrejo Bojonegoro tersebut merupakan program rutin dilakukan BSM melalui LAZNAS-nya. “Bersama Yayasan Al-Khoir NU, kegiatan ini sudah terlaksana untuk yang kedua kalinya sejak BSM KCP Sumberrejo hadir di kecamatan peraih Adiwita ini,” tutur Ridwan Pimpinan kantor BSM KCP Sumberrejo.

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim

Kegiatan yang dipusatkan di gedung TK Nurul Umah kompleks Masjid Jami’ Walisongo desa Sumuragung ini berlangsung khusuk dan teratur. Nampak hadir puluhan anak yatim beserta pendampingnya mengahadiri kegiatan yang dimulai pukul 16.00 tersebut. Selain itu hadir juga seluruh staff BSM KCP Sumberrejo mulai dari jajaran Teller sampai satuan pengamanan (satpam).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatan yang ditutup dengan buka bersama dan pembagian bingkisan serta shalat maghrib secara berjamah? ini diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah dan Shalawat Anwar oleh salah satu anak yatim, Ragil Erni. Anak berusia 4 tahun yang belakangan ini hanya hidup bersama ibunya membawakan shalawat dengan merdu. Salah satu siswa yang memiliki bakat suara indah ini merupakan siswa dari MINU Walisongo.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami memang patut bersyukur karena mendapat giliran menyantuni anak-anak yatim ini bersama BSM KCP Sumberrejo,” tutup Mariyanto perwakilan pengurus Yayasan Al-Khoir NU tersebut. (Satria Amilina/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, IMNU, Nasional Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock