Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Di tengah konstelasi gerakan Islam ? yang semakin dinamis sekarang ini, perlu komitmen yang kuat dalam mempertahankan ideologinya. Dalam hal ini, NU menurut Menakertrans M. Hanif Dhakiri dibutuhkan militansi kuat dalam memegang ideologi pergerakan.?

"Dibutuhkan militansi yang lebih dari kader-kader NU untuk menampilkan wajah Islam yang kontributif baik bagi dinamisasi kehidupan beragama, berbangsa dan beragama," katanya dalam Peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im DZ di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (16/3).?

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Peluncuran Fragmen Sejarah NU, Hanif Dhakiri: Sejarah Perlu Ditulis

Militansi tersebut bisa terwujud jika pengkaderan-pengkaderan terus dilakukan. Khususnya pengkaderan dalam memahami sejarah NU dan penulisannya.?

Menurut Hanif, Buku Fragmen Sejarah NU terbitan Pustaka Compass ini memberi optimisme bagi pemuda Nahdliyin. "Dengan adanya buku ini kesadaran sejarah di kalangan kaum muda NU jadi lebih kuat," katanya.?

Hanif mencontohkan ketika ia bertemu dengan sejarawan nasionalis yang menulis tentang pertempuran Surabaya 10 November dan tidak mencantumkan peran kiai NU.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kok bisa-bisanya anda menulis tentang 10 November tidak ada NU nya tidak ada kiai NU-nya. Yang menarik dia menjawab, mas saya menulis apa yang saya tahu, kalau sampean tahu yang lain, tulis saja" cerita politisi PKB ini.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari situ ia menyimpulkan bahwa sejarah adalah apa yang kita tulis hari ini, jadi kalau ada peristiwa dulu yang tidak ditulis bisa dianggap tidak pernah terjadi. "Ini salah satu nilai penting dari buku Fragmen Sejarah NU,” tandasnya.?

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni, di antaranya KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, para kader muda NU dari Ansor, PMII, IPNU dan lainnya. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Cerita, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 24 Februari 2018

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso mengatakan banyaknya penyadang tunanetra yang ingin belajar agama di pesantren. Namun demikian harapan mereka terpaksa tertunda karena pesantren tidak ada fasilitasnya.

Demikian dikatakan Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille (Sumber Gambar : Nu Online)
Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille (Sumber Gambar : Nu Online)

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille

Budi mengatakan, fasilitas kitab-kitab kuning braille untuk penyandang tunanetra belum tersedia di pesantren.

“Jadi kalau tunanetra ngaji di pesantren, ya hanya ngaji kuping saja. Lewat kuping kanan dan keluar kuping kiri. Selesai,” katanya prihatin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Melihat fasilitas bagi tunanetra yang memprihatinkan, Budi pun membuat percetakan Al-Qur’an braille. Ia juga mengembangkan braille dengan menyediakan fasilitas buku-buku kegamaan bagi tunanetra.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami berusaha untuk bisa menyubsidi atau memberikan Al-Qur’an ini secara gratis ke seluruh Indonesia bagi tunanetra,” ujarnya diringi tepuk tangan peserta sarasehan.

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H. Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 21 Februari 2018

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Malang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Para kiai tarekat mulai merespon kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait renovasi Masjidil Haram dan Masjid An-Nabawi serta perluasannya. Akibat dari renovasi yang dilakukan itu adalah digusurnya tempat-tempat bersejarah umat Islam dan berubahnya sanana ibadah haji dan umrah.

Para kiai dan pengamal tarekat yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah membahas mengenai kebijakan-kebijakan di negara Hejaz itu dalam rapat koordinasi persiapan bahan kajian Musyawarah Nasional, Senin (6/1) di Pondok Pesantren Al-Hidayah Donowarih Karangploso Malang.

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi yang dibahas dalam rapat Idaroh Aliyah adalah pelestarian situs-situs sejarah Islam yang berkaitan dengan Nabi dan Sahabatnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Disinyalir situs-situs itu akan dimusnahkan. Juga masalah tempat thawaf (ma’thaf) dan sa’i (mas’a) yang rencannya akan diganti dengan lantai bergerak (eskalator). Sehingga meskipun harus mengelilingi Ka’bah dan berjalan dari Shafa-Marwa para peziarah haji tidak perlu berjalan. Jatman akan membahas hukumnya dalam Munas Kaltim nanti.

Isu lainnya mengenai rencana pembuatan Hidrolift untuk Maqam Ibarahim oleh pemerintah Saudi. Dimana dengan dipasangnya hidralif maka Maqam Ibrahim bisa disimpan di dalam tanah jika dikehendaki dan bisa dimunculkan kembali ke permukaan pada saat musim haji. Dalam masalah ini Jatman akan menentukan sikap.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kalau mengenai tempat thawaf dan Sa’i selama ini kami hanya mendengar bahwa itu sekedar wacana. Akan tetapi masalah Maqam Ibrahim katanya dalam waktu dekat ini akan direalisasikan,” kata seorang Kiai utusan dari Probolinggo.

"Kami sudah meneliti masalah ini bersama Gus Yusuf kemarin lalu. Dan informasi yang kami dapatkan adalah bahwa ini adalah politik Pemerintah Saudi untuk menghilangkan Maqam Ibrahim supaya tidak ada orang ziarah kesana. Jangan-jangan setelah disimpan dalam tanah akan dikunci dan tidak akan dikembalikan,” tambah sang Kiai.

Oleh karen itu, rapat menghasilkan keputusan bahwa semua yang dihasilkan dalam Munas nanti yang berkaitan dengan Pemerintah Arab Saudi akan dikirim utusan untuk menyampaikannya.

“Kita yakin bahwa Raja Saudi akan mempertimbangkan aspirasi kita untuk menentukan kebijakannya,” kata Kiai Zaenal Pimpinan rapat. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 19 Februari 2018

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Upaya menarik atau mengenalkan kepada pemuda tentang torekot, pemuda Jamaah Mujahadah Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah (Jamu Taqwa) Kabupaten Sidoarjo mengajarkan kesenian musik yang diberinama "Pencak seni Jamu Taqwa" kepada puluhan santri pondok pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo.

Ketua Pemuda Jamu Taqwa Sidoarjo, M Husain Al-Ghozi mengatakan, kesenian pencak seni Jamu Taqwa yang menggunakan alat musik seperti ketipung, jidor, saron, kempul, gong dan tamborin ini merupakan paduan antara seni musik dengan beladiri. Pihaknya mengajarkan kesenian tersebut agar para pemuda bisa lebih dekat mengenal Jamu Taqwa.

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamu Taqwa Sidoarjo Kenalkan Kesenian Tradisional ke Pesantren

Husain mengaku, kesenian merupakan warisan para pendahulu yang mampu menarik masyarakat untuk bisa mengenal lebih dekat tentang apa yang disampaikan. Ia mencontohkan, semasa itu, Sunan Kalijaga mengajak kepada masyarakat untuk melakukan kebaikan juga dengan kesenian wayang.

"Melalui metode yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yang terbukti efektif dan bisa menarik perhatian dan minat masyarakat, oleh karena itu kami mencoba menggunakan metode tersebut untuk mengenalkan kepada para pemuda dan generasi penerus bangsa agar lebih mengenal Jamu Taqwa," kata Husain disela-sela latihan pencak seni Jamu Taqwa di pesantren Roudlotul Ulum Pilang Wonoayu Sidoarjo, Kamis (29/9) malam.

Menurutnya, kesenin tradisional perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi bangsa. Mengingat, saat ini perkembangan teknologi begitu pesat dan munculnya gadget yang semakin hari tidak pernah ubahnya menampilkan berbagai macam keunggulannya, sehingga banyak anak-anak yang belum banyak mengetahui bahkan mengenal kesenian tradisional.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kesenian musik pencak seni Jamu Taqwa Sidoarjo membentuk pandangan kepada pemuda agar mengolah hati di Jamu Taqwa yang dikemas anak muda, serta memberitahukan kepada para pemuda bahwa Jamu Taqwa tidak hanya didominasi oleh lansia saja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Husian berharap, ke depan Jamu Taqwa bisa diterima seluruh lapisan masyarakat, karena Jamu Taqwa adalah pembenahan hati dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi obat hati.

"Di Jamu Taqwa sendiri, kita membenahi hati untuk membela NKRI yang menggunakan ediologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah diajarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama. Jamu Tawqa juga menjadi benteng arus yang menyerang kaum atau generasi bangsa baik serangan melalui media sosial atau kenakalan remaja," ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 31 Januari 2018

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama A. Helmy Faishal Zaini membeberkan, jumlah dana yang berputar di Indonesia adalah sekitar 9 triliun. Namun demikian, ia menyayangkan karena perputaran uang terbesar hanya dikuasai oleh segelintir orang saja.

“Delapan puluh lima persennya dari sembilan triliun ini hanya dikuasai oleh tiga puluh lima orang saja,” kata Helmy. Hal itu ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara Tasyakuran Harlah Fatayat NU yang Ke-67 di Gedung Serbaguna RJA DPR RI Jakarta, Jumat (28/4) sore.?

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

85 Persen Kekayaan Indonesia Dikuasai 35 Orang

Mengutip data dari World Bank, Helmy mengungkapkan, satu persen orang kaya menguasai lima puluh dua persen lebih kekayaan yang ada di Indonesia. “Atau sepuluh persen orang kaya menguasai tujuh puluh empat persen aset nasional,” tegasnya.

Menurut dia, jarak ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. “Ini lampu merah bagi perekonomian kita,” ucapnya.?

Al-Qur’an, jelas Helmy, sudah memberikan peringatan agar kekayaan tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Namun, ia menilai, peringatan Al-Qur’an tersebut sudah terjadi di Indonesia.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk itu, dia mendorong Fatayat NU untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar nanti Nahdliyin memiliki kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing terutama dalam hal perekonomian, baik secara nasional maupun global.

“Tugas Fatayat NU adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia dan skill Nahdliyin,” tukasnya.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berdasarkan data Global Wealth Report tahun 2016, Indonesia menduduki urutan ke-4 sebagai negara paling timpang di dunia. Sedangkan, Badan Pusat Statistik merilis bahwa jumlah masyarakat miskin Indonesia adalah 27,76 juta orang per September 2016. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kepergian KH Ahmad Warsun Munawwir, Kamis 18 April kemarin, menyajikan banyak kisah ihwal kehidupannya. Satu per satu santri dan kiai saling berkisah ihwal cerita dan kenangan dengan almarhum. Semua merasa sedih dan kehilangan, tetapi kisah-kisahnya dapat menjadi spirit masyarakat santri untuk terus berkhidmat dan berkarya.?

Salah satu santri dekat beliau, Suhadi Khozin yang sekarang menjadi Wakil Katib Syuriah PWNU DIY, mengisahkan bahwa Kiai Warson sejak kecil sudah memperlihatkan kecerdasannya. Bahkan sejak usia 13 tahun, Gus Warson sudah mendapatkan mandat dari sang guru, KH Ali Maksum, untuk mengajarkan kitab Alfiyah Ibn Malik, sebuah teks tentang ilmu Nahwu yang dirangkai dalam seribuan bait syair.? Uniknya, usia sebagian besar murid yang mengikuti pengajiannya justru telah dua kali lipat umur gurunya.

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Usia 13 Tahun Dipercaya Mengajar Alfiyah

Kiai Warsun memang tidak nyantri ke mana-mana. Beliau digembleng secara khusus oleh kakak iparnya, tak lain adalah KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU, 1982-1984). Mbah Ali memang dikenal sosok yang sangat cerdas dalam membaca talenta santrinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan penuh kedisiplinan, siang malam mereka (para santri yang juga adik ipar Mbah Ali) dipaksa mengunyah dan menelan berbagai metodologi dan teks ilmu keislaman ala pesantren. Sangat disiplin, bahkan cenderung keras. Karena tidak jarang Kiai Ali Ma’shum memberi hukuman berdiri bila salah satu adiknya tidak mampu mengerjakan PR menghafal atau mensyarah kitab yang diberikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Muhammadun

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 22 Januari 2018

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dua ratus pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap mengamankan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 14-17 September mendatang. 

Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurahman di kantor Pagar Nusa, gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/9).

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Pendekar Pagar Nusa Siap Mengamankan

“Kami akan menurunkan 200 pendekar. Mereka adalah pasukan inti yang akan mengamankan Munas dan Konbes,” ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Ketua Pagar Nusa yang biasa disapa Gus Aiz ini, pasukan inti berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Jawa Barat, ditambah Ansor dan Banser. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan bisa dipastikan ada pasukan yang suka rela datang. Jadi, jumlahnya bisa lebih 200,” tambahnya. 

Sebenarnya, sambung Gus Aiz, 200 orang, tidak cukup untuk mengamankan acara sebesar Munas dan Konbes. “Tapi, saya mengharapkan, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.  

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 21 Januari 2018

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sedikitnya 270 orang pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari empat kecamatan yaitu Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kraksaan, MWCNU Pajarakan, MWC NU Krejengan dan MWC NU Besuk, Senin (7/1) mengikuti kegiatan workshop managemen organisasi dan pemahaman tentang Aswaja di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Kraksaan.

Kegiatan yang digagas oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kraksaan ini merupakan agenda rutin yang akan digelar di 13 MWC NU se PCNU Kraksaan selama bulan Januari 2013. Setiap Ahad, kegiatan ini diikuti oleh pengurus ranting NU dari 4 (empat ) MWC NU.

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

270 Pengurus Ranting NU Ikuti Workshop Managemen Organisasi

Dalam workshop ini, PC Lakpesdam NU Kraksaan mendatangkan dua orang pemateri. Mereka adalah Musafik selaku pengurus Aswaja Center Probolinggo dengan materi terkait keaswajaan dan Anas Naskhin yang menyampaikan materi terkait organisasi dan managemen ke-NU-an yakni mengupas seputar kontribusi NU dalam kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hadir dalam workshop ini Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Ahmad Suja’i beserta segenap pengurus dan Ketua PC Lakpesdam NU Kraksaan Drs. Bahar MM beserta segenap pengurus.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Koordinator Departemen Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) SDM pada PC Lakpesdam NU Kraksaan Muslimin Saba’ mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan tentang managemen organisasi NU terutama terkait administrasi dan surat menyurat oleh pengurus NU baik yang berada di tingkat MWC maupun ranting.

“Selama ini penyusunan administrasi maupun surat menyurat yang dilakukan pengurus NU sudah sangat bagus. Namun semua itu masih perlu ditingkatkan lagi. Oleh karenanya kami mencoba melakukan penguatan dan pemantapan agar lebih baik,” ungkapnya.

Muslimin yang memimpin langsung proses pelaksanaan pelatihan juga memberikan buku panduan administrasi (surat-menyurat) yang menjadi rujukan adminitrasi pengurus NU. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemahaman tentang keaswajaan yang merupakan ruh dari perjuangan para ulama NU.

Peserta workshop terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan dengan sangat kritis kepada kedua pemateri.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Humor Islam, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 14 Januari 2018

Taqarub Tidak Mesti Hari Tertentu

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Taqarub, aktivitas mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu menunggu hari-hari tertentu seperti hari besar Islam. Taqarub kepada Allah merupakan kewajiban umat Islam yang mesti dilakukan setiap waktu dan di mana pun.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Wildatus Sururoh, mengatakan perihal itu kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat per telepon, Jumat (7/6) petang.

Taqarub Tidak Mesti Hari Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Taqarub Tidak Mesti Hari Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Taqarub Tidak Mesti Hari Tertentu

“Mendekatkan diri kepada Allah dapat dilakukan tanpa harus menunggu hari peringatan Islam. Karena, ketergantungan terhadap hari-hari itu hanya akan membatasi aktivitas taqarub,” tambah Wildatus Sururoh.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Taqarrub, lanjut Wildatus Sururoh, dapat dilakukan dengan aneka bentuk amal ibadah. Ia tidak mengambil bentuk-bentuk ibadah wajib. Ibadah sunah justru memberikan kesempatan lebih besar umat Islam untuk taqarub.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Wildatus Sururoh menunjuk sejumlah ibadah sunah yang kerap diamalkan masyarakat di Indonesia. Beberapa di antaranya ialah ziarah kubur, pengkhataman Alquran, zikir, sembahyang sunah, sedekah, meringankan beban orang lain, atau sekurangnya berempati atas musibah atau kesulitan yang dialami sesama manusia.

Pemahaman seperti ini menjadi penting untuk diperhatikan, tertutama oleh para pelajar. Dengan begitu, siapa saja akan mengisi setiap waktunya sebagai momentum pendekatan diri kepada-Nya, pungkas Wildatus Sururoh.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Humor Islam, Berita, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak”

Way Kanan - Lampung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengajak barisan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah tersebut untuk berpikir dan bergerak demi mewujudkan kemandirian kader dan organisasi.

"Darah organisasi itu kader. Jika darah bagus, maka organisasi diumpamakan tubuh juga akan sehat dan kuat. GP Ansor Way Kanan mendorong tumbuhnya kader yang berani berpikir dan bertindak untuk membuat organisasi pemuda NU di Way Kanan ini menjadi organisasi energi, organisasi ibadah, organisasi gerakan yang memiliki bobot sebagaimana namanya, bukan organisasi mulut atau No Action Talk Only alias NATO," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (4/12).

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak”

Gatot yang terpilih memimpin Ansor Way Kanan pada 7 Oktober 2014 itu menambahkan, sejumlah kegiatan sejak Oktober 2014 terus dilakukan di Way Kanan, dari menjaga sejumlah pengajian, pelatihan anti perdagangan orang bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, menggelar acara untuk guru dari berbagai tingkatan, mengikuti pelatihan bela negara dihelat Kodim 0427. Termasuk meluncurkan usaha madu sebagai upaya melancarkan roda organisasi juga dilakukan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Terima kasih untuk energi, semangat, senyum, keringat yang diberikan seluruh sahabat Nahdliyin muda dan para benteng ulama untuk GP Ansor Way Kanan yang merupakan rumah bersama, rumah yang dipinjamkan kader, generasi Ansor mendatang kepada pengurus yang sekarang," tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Namun demikian, ujar Gatot yang menggagas Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) di Way Kanan itu, pekerjaan rumah masih banyak. "Seluruh jajaran pengurus cabang GP Ansor Way Kanan mengajak kader untuk senantiasa merawat rumah bersama. Ghirah atau semangat harus selalu berkobar, kader Ansor jangan lungkrah. Bersama kita berpikir dan bergerak," kata Gatot yang memiliki? gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Berkaitan dengan itu, dalam waktu dekat, PC GP Ansor Way Kanan akan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke IX dan Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor IV di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Way Kanan, yakni di Kecamatan Bahuga.

"Setelah ada kegiatan serupa di tiga kecamatan yang berada di Dapil II, yakni di Buay Bahuga, Bumi Agung dan Way Tuba, menjelang akhir Desember tahun ini giliran Bahuga supaya lengkap dan tahun depan bisa bergeser ke Dapil yang lain. Kepastian tempatnya masih dijajaki, tapi yang pasti berlangsung di areal pondok pesantren," kata Gatot menjelaskan.

Sejumlah Diklatsar dan PKD telah dilakukan PC GP Ansor Way Kanan sejak daerah itu berpisah dari Kabupaten Lampung Utara. Karena itu, sejumlah kelemahan akan ditutup dan konten tambahan positif yang mendorong tumbuhnya kader handal akan diberikan pada kegiatan tersebut. "Ada kata gerakan pada nama Ansor, hal itu harus menjadi inspirasi Nahdliyin muda untuk berpikir untuk bertindak. Jadikan organisasi pemuda NU ini sebagai kawah candradimuka bagi para calon pemimpin. Tapi jangan pernah jadikan Ansor organisasi mulut," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Habib Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 27 Desember 2017

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas

Mataram, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Kota Mataram. Menurutnya suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut tak hanya kegembiraan bagi peserta dan penyelenggara, tapi juga bagi masyarakat.

"Malam penutupan ini kita dapat bersama berkumpul. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah yang membuat hati kami senang bergembira," katanya pada sambutan penutupan di Islamic Center Kota Mataram pada Sabtu (6/8).

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQN Lahirkan Gairah Beragama dan Solidaritas

Ia juga mengungkapkan rasa syukur, sebagai tuan rumah, MTQ Nasional berjalan dengan ;ancar sejak pembukaan sampai penutupan.

MTQ, menurutnya, melahirkan gairah keberagamaan, semangat, dan antusias yang luar biasa. MTQ? melahirkan hal-hal yang positif seperti solidaritas dan kebersamaan di NTB. “Dan Al-Qur’an membawa berkah,” katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Gubernur yang menjabat pada priode kedua ini mengucapan terima kasih atas amanah pelaksanaan MTQN di pulau seribu masjid. "NTB akan selalu siap dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini," katanya di hadapan Mentri Agama serta puluhan ribu hadirin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pihaknya juga minta maaf kepada semua peserta kalau ada salah dan khilaf atas penyelenggaraan MTQ Nasional tersebut. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 26 Desember 2017

Nahdlatul Atfal Raih Juara LSN Regional Kalimantan 3

Pontianak, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat -

Pondok Pesantren Nahdlatul Atfal berhasil menjadi juara dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Wilayah Kalimantan 3. Nahdlatul Atfal berhasil mengalahkan Darun Nasyiin dalam partai puncak LSN wilayah Kalimantan 3 dengan skor 4-1, Rabu (7/9/2016).

Pelatih Nahdlatul Atfal, Usman, sangat bahagia tim yang dibinanya menjadi juara LSN. "Pertama saya ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena tim kita juara," ujarnya.

Nahdlatul Atfal Raih Juara LSN Regional Kalimantan 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdlatul Atfal Raih Juara LSN Regional Kalimantan 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdlatul Atfal Raih Juara LSN Regional Kalimantan 3

Dalam partai final tersebut diakuinya kalau dirinya merubah strategi permainan, dimana pada pertandingan sebelumnya menggunakan formasi 4-4-2, namaun kali ini dirinya memakai formasi 4-5-1.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Saat ini saya ubah strateginya, karena kita melihat lawannya sangat baik, dengan formasi 4-5-1, pemain kita berhasil memainkan ritme pertandingan di lapangan tengah," ungkapnya. Usman juga mengapresiasi para pemainnya yang berhasil menjadi juara.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kapten Nahdlatul Atfal, Mustakim (17), juga menyambut dengan gembira kemenangan timnya menjadi juara LSN. "Sangat senang sekali kita bisa juara, ini berkat kerja tim yang bagus," ujar kapten tim tersebut.(Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Santri, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Pondok Pesantren, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 13 November 2017

NU “Jihad” Melawan TBC

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Nahdlatul Ulama (NU) menaruh perhatian terhadap penyakit menular tuberculosis (TBC). Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini mendeklarasikan diri untuk “berjihad” melawan dan memberantas salah satu penyakit paling mematikan di dunia itu.

Hal itu terungkap dalam acara Sosialisasi Pencanangan dan Penanggulangan TBC yang digelar Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK) NU, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (10/1). Acara tersebut merupakan hasil kerja sama LPKNU dengan Departemen Kesehatan (Depkes) RI dan Global Fund.

NU “Jihad” Melawan TBC (Sumber Gambar : Nu Online)
NU “Jihad” Melawan TBC (Sumber Gambar : Nu Online)

NU “Jihad” Melawan TBC

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menandatangani surat pernyataan sebagai tanda dukungan terhadap program tersebut. Ketua PBNU Rozy Munir, Ketua LPKNU Dr Syahrizal Syarif PhD, Wakil Direktur P2ML Departemen Kesehatan dr Karmelia juga turut membubuhkan tanda tangan pada pernyataan tersebut.

KH Hasyim Muzadi dalam sambutannya mengatakan, penanggulangan penyakit TBC juga merupakan tanggung jawab NU, tidak saja pemerintah. Oleh karenanya, NU juga akan berperan serta mencegah meluasnya penyakit yang umumnya menjadi masalah utama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Sementara, Wakil Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Depkes RI dr Karmelia menyatakan, dukungan terhadap program yang akan melibatkan sejumlah pondok pesantren di lingkungan NU itu juga juga merupakan upaya membantu rakyat miskin. Pasalnya, penyakit berbahaya tersebut umumnya diderita oleh rakyat miskin. “80 sampai 90 persen penderita TBC adalah rakyat miskin,” tandasnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurutnya, hal itu terjadi karena minimnya akses rakyat miskin terhadap pelayanan kesehatan dan pengetahuan akan pencegahan serta penanggulangan TBC. Karenanya, melalui program tersebut, ia berharap pesantren mampu mengatasi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

“Pesantren, melalui fasilitas kesehatan yang dimiliki, nantinya bisa menjadi tempat pengobatan bagi para penderita TBC yang berada di sekitar pesantren itu. Kemudian, para santrinya, minimal bisa menjadi PMO(Pengawas Minum Obat)-nya,” terang? Karmelia.

Program yang yang akan berlangsung selama satu tahun tersebut akan melibatkan sekitar 27 ponpes NU di Pulau Jawa dan Bali. Di antaranya meliputi 5 ponpes di Riau, 5 ponpes di DKI Jakarta, 5 ponpes di Jawa Tengah, 7 ponpes di Jawa Timur dan 5 ponpes di Bali.

Masing-masing ponpes nantinya diharapkan memiliki setidaknya lima orang fasilitator yang terdiri dari satu orang dokter dan 4 orang PMO. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nasional, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 10 November 2017

Dakwah Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia

Oleh Adi Candra Wirinata



Agama merupakan pedoman hidup yang dianut seluruh manusia di muka bumi. Para ahli perbandingan agama mengenalkan pengetahuannya bahwa ada agama dakwah dan agama non-dakwah. Penentuan ini berdasarkan ada tidaknya tuntutan penyebaran ajaran dalam doktrinnya. Agama dakwah ialah agama yang memiliki kepentingan suci untuk menyebarkan kebenaran dan menyadarkan orang kafir sebagaimana yang dicontohkan sendiri oleh penggagas agama itu dan diteruskan oleh para penggantinya (Arnold, 1970: 25).

Dakwah Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia

Islam adalah agama dakwah, karena di dalam kitab sucinya sering diungkapkan dan telah dibuktikan oleh jejak pembawanya, Rasulullah SAW. Sebagai kebenaran, Islam harus tersebar luas dan penyampaian kebenaran tersebut merupakan tanggung jawab umat Islam secara keseluruhan. Dakwah Islam bukan sebuah propaganda (Ismail, 2011: 12), baik dalam cara, niat, dan tujuannya. Sekalipun mewajibkan umatnya menyiarkan agama, namun Islam tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Islam adalah kebenaran, maka sebuah penistaan jika disampaikan dengan kelicikan.

Dakwah merupakan segala bentuk aktivitas penyampaian ajaran Islam kepada orang lain dengan berbagai cara bijaksana agar memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan kehidupan. Islam harus disampaikan secara terbuka, bebas, dan jujur. Maksud kata terbuka dalam berdakwah, cenderung kepada sikap rendah hati, mengakui keterbatasan, dan menerima kritikan dan perbaikan dari luar. Dakwah harus disampaikan secara jujur, tanpa adanya unsur kebohongan, apalagi manipulasi. Juga disampaikan secara bebas, tanpa adanya paksaan. Karena hakikatnya mengislamkan adalah tugas Tuhan (memberi hidayah), manusia hanya diperintah untuk mengingatkan. Jika dipandang lebih manusiawi, pada prinsipnya kebenaran itu sangat jelas dan jiwa manusia sendiri condong kepada kebenaran. Oleh karena itu, dakwah kebenaran harus dilandaskan kepada keyakinan, bahwa kebenaran ini hanya dapat diterima manusia dalam keadaan bebas tanggung jawab.

Dakwah Nusantara: Berbudaya

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, tidak begitu saja menggantikan kebudayaan yang telah ada. Sebagaimana yang telah tercatat dalam sejarah, bahwa Nusantara kaya akan budaya. Oleh karena itu tidak bisa dipertentangkan antara budaya dan agama. Dakwah Islam di Nusantara pertama kali lebih mementingkan keamanan dan kenyamanan rakyat daripada langsung menyebarkan agama. Karena langsung menyebarkan agama tanpa memperhatikan budaya (kemanusiaan) adalah kecerobohan. Dalam sejarah dakwah di Nusantara yang harus didahulukan adalah memenuhi kebutuhan dasar manusia daripada langsung mengajarkan apa itu Islam.

Sebenarnya sejak abad ke-7 M, masyarakat Nusantara telah dipengaruhi oleh ajaran agama Hindu dari India. Namun bagi masyarakat yang telah memiliki hubungan sangat erat dengan budaya mereka, perubahan keyakinan Animisme ke Hindu tidak terlalu banyak membawa perubahan yang berarti. Kepercayaan Animisme tetap kekal meskipun secara formal mereka telah beragama lain. Nusantara sejak abad ke-13 diwarnai oleh konsep Hindu atau sebelumnya telah dipenuhi konsep dewa-raja. Konsep dewa-raja meyakinkan masyarakat bahwa raja adalah orang istimewa dan memiliki unsur-unsur keistimewaan serta kemuliaan tertentu yang terpilih. Manusia terpilih harus diterima sebagai raja dan berhak serta layak menduduki tempat tertinggi dalam masyarakat. Kelayakan menduduki tempat tertinggi ini dilegitimisasi oleh kepercayaan bahwa raja adalah penjelmaan dari dewa yang dalam agama Hindu setaraf dengan Tuhan (Maharsi, 2011: 227).

Kehadiran agama Islam dalam kehidupan masyarakat Nusantara sama sekali tidak menghapus yang berkaitan dengan konsep dewa-raja. Bahkan dalam beberapa segi, Islam terlihat menguatkan lagi pengesahan kedudukan raja itu dengan sedikit perubahan. Raja-raja tidak lagi berasal dari para dewa tetapi merupakan khalifah atau wakil Allah di dunia. Mereka memiliki gelar sebagai bayangan Allah dan berperan memberi perlindungan kepada masyarakat. Raja tetap merupakan orang terpilih karena memiliki sifat-sifat yang lebih daripada manusia biasa. Di samping itu ia memiliki kuasa-kuasa yang khusus dianugerahkan Allah kepadanya. Keyakinan yang muncul melalui agama Hindu tentang kedudukan raja di masyarakat, diperkukuh lagi dengan diperkenalkannya istilah sultan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal ini menandakan bahwa Islam Nusantara telah berhasil menginterpretasikan istilah Islam rahmatan lil alamin dengan sempurna. Islam yang berguna tidak hanya kepada penganutnya, melainkan bagi seluruh ciptaan. Menyebarkan agama bukan berarti menjajah tradisi yang telah ada sebelumnya, melainkan mengingatkan bahwa ada agama yang benar. Islam yang diciptakan sebagai bekal kehidupan manusia inilah yang dimaksud dengan Islam rahmatan lilalamin atau agama yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Karena konsep kemanusiaan yang tidak memandang secara parsial harkat dan martabat umat manusia, baik secara individu maupun kelompok.

Memahami Sejarah

Sebagian besar umat Islam di belahan dunia memahami dengan baik bahwa Islam adalah agama yang membawa perdamaian. Penerimaan Islam di seluruh wilayah Nusantara terkesan damai karena disebarkan malalui cara-cara yang sangat adaptif, antara lain dengan mengadopsi dan mempertahankan adat-istiadat penduduk setempat, menguasai bahasa masyarakat setempat dan membebaskan budak-budak belian (Arsyad, 2006: 107). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika agama Islam pada umumnya menembus wilayah pedalaman dengan cara-cara damai.

Secara lahir, perjalanan dakwah yang telah tercatat dalam sejarah tentunya sangat tidak relevan dengan kondisi sekarang, namun yang harus dihidupkan kembali dalam peradaban modern ini adalah nilai-nilai dakwahnya, yang lebih mengedepankan pembangunan dan keterbukaan daripada pemaksaan, apalagi kekerasan. Untuk zaman modern ini, para pendakwah –di Indonesia- yang lebih mengedapankan memberi pemahaman tentang keimanan walau harus dengan ujung pedang dan cenderung mengabaikan keamanan adalah pendakwah yang buta akan sejarah. Bagi manusia, keamanan adalah segalanya.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Aqidah dan filsafat Fakultas Ushuluddin dan pemikiran islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sebagian besar umat Islam di belahan dunia memahami dengan baik bahwa Islam adalah agama yang membawa perdamaian. Penerimaan Islam di seluruh wilayah Nusantara terkesan damai karena disebarkan malalui cara-cara yang sangat adaptif, antara lain dengan mengadopsi dan mempertahankan adat-istiadat penduduk setempat, menguasai bahasa masyarakat setempat dan membebaskan budak-budak belian (Arsyad, 2006: 107). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika agama Islam pada umumnya menembus wilayah pedalaman dengan cara-cara damai.

Secara lahir, perjalanan dakwah yang telah tercatat dalam sejarah tentunya sangat tidak relevan dengan kondisi sekarang, namun yang harus dihidupkan kembali dalam peradaban modern ini adalah nilai-nilai dakwahnya, yang lebih mengedepankan pembangunan dan keterbukaan daripada pemaksaan, apalagi kekerasan. Untuk zaman modern ini, para pendakwah –di Indonesia- yang lebih mengedapankan memberi pemahaman tentang keimanan walau harus dengan ujung pedang dan cenderung mengabaikan keamanan adalah pendakwah yang buta akan sejarah. Bagi manusia, keamanan adalah segalanya.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Aqidah dan filsafat Fakultas Ushuluddin dan pemikiran islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 25 September 2017

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pelaksanaan ibadah haji lebih dari sekali baik, sudah jelas mubah menurut agama. Namun pelaksanaan haji lebih dari sekali di tengah keterbatasan kuota haji, jelas memasukkan pelakunya ke dalam daftar mereka yang berperilaku tercela. Pasalnya, pelaksanaan haji lebih dari sekali jelas mengurangi kuota calon haji wajib.

Isu ini mengemuka dalam forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diadakan PBNU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3).

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Antrean Panjang, Haji Lebih Dari Sekali Cacat Moral

Beberapa kiai mendasarkan perilaku tercela ini pada ghosob yang secara otomatis hukumnya haram. Menurut mereka, orang yang melaksanakan ibadah haji lebih dari sekali merampas secara nyata hak kuota orang lain.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Salah satu peserta forum ini KH Muzammil menerangkan bahwa ibadah haji kedua atau ketiga hukumnya sunah. Ini sudah maklum. Tetapi hukum haji tidak wajib (kedua atau ketiga kali) yang menghalangi orang lain menunaikan haji wajib ialah haram baik dilarang pemerintah atau tidak. Karena dasarnya, merugikan orang lain.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Alasan kedua, secara moral orang yang berhaji dua kali mencederai muru’ahnya (harga diri) karena menghamburkan harta (isrof). Menurut Imam Ghozali, termasuk orang yang terpedaya ialah infaq untuk keperluan haji beberapa kali sementara ia meninggalkan tetangga dalam keadaan lapar,” kata Ketua LBM PWNU Yogyakarta mengutip nukilan dari Ihya Ulumiddin di hadapan sedikitnya 40 kiai NU.

Kiai Muzammil juga mengutip qaul Ibnu Masud RA, “Di akhir zaman banyak orang haji tanpa sebab”. Karena itu, Dirjen Haji Kemenag RI perlu membuat aturan penundaan keberangkatan untuk mereka yang pernah melaksanakan haji.

Sedangkan mereka yang pernah ibadah haji perlu menyadari untuk menunda pendaftaran demi memberi kesempatan ibadah haji bagi saudara lain yang belum menunaikannya. Alangkah baiknya ia mengalokasikan dananya untuk kesejahteraan tetangga di sekitarnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat News, AlaNu, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 12 September 2017

Jumat dan Ramadhan Tutup, Warung Makan Justru Laris Manis

Sekitar lima belas tahun lalu, Pak Mustaqim (bukan nama sebenarnya) memulai buka warung makan dengan menu tradisional mie thoprak dan dawet gempol. Pada awalnya, warung itu berukuran kecil dan sangat sederhana karena memang merupakan warung pedagang kali lima (PKL) yang menempati bibir kali di pinggir jalan. Dari waktu ke waktu warung itu menunjukkan perkembangannya yang baik yang ditandai dengan semakin banyaknya pelanggan. Namun demikian, Pak Mustaqim sejak awal memilih libur di hari Jumat dan tutup total selama bulan Ramadhan untuk istirathat dan memperbanyak ibadah kepada Sang Khalik. 

Di Solo sangat sedikit atau nyaris tidak ada warung makan libur di hari Jumat. Apalagi tutup sepenuhnya selama bulan Ramadhan. Pak Mustaqim memang memilih libur di hari Jumat karena ingin merayakan dan memuliakan hari besar umat Islam ini dengan banyak beribadah seperti membaca Al-Quran, bersih-bersih, serta datang ke masjid lebih awal untuk i’tikaf, dzikir atau memperbanyak shalat sunnah di masjid. Hal ini sejalan dengan nasehat Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab beliau berjudul Risalatul Muawanah wal Mudhaharah wal Muwazarah (Dar Al-Hawi, 1994, Cet. II, hal. 102) sebagai berikut:

Jumat dan Ramadhan Tutup, Warung Makan Justru Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jumat dan Ramadhan Tutup, Warung Makan Justru Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jumat dan Ramadhan Tutup, Warung Makan Justru Laris Manis

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Artinya: “Hendaklah pada hari Jumat engkau meliburkan diri dari kesibukan-kesibukan duniawi. Dan jadikan hari yang mulia ini sepenuhnya untuk kepentingan akhiratmu.”

Bagi Pak Mustaqim, libur di hari Jumat tidak ada ruginya, bahkan lebih baik karena dapat memuliakan hari itu dengan berbagai ibadah, baik di rumah maupun di masjid. Secara ekonomi, libur hari Jumat dan buka di hari Ahad ternyata lebih menguntungkan bagi Pak Mustaqim karena beberapa warung tutup pada hari Ahad sehingga warung Pak Mustaqim menjadi salah satu harapan di hari itu. Beginilah Allah mengatur rezeki untuk orang-orang yang senatiasa berikhtiar dan berserah diri pada-Nya.

Kepasarahan diri kepada Allah SWT dalam persoalan rezeki, membuat Pak Mustaqim tidak ragu-ragu untuk meninggalkan warungnya dan segera berangkat ke masjid setiap kali mendengar adzan Dzuhur dan Ashar. Bahkan selama Ramadhan Pak Mustaqim menutup warungnya sebulan penuh dan baru buka lagi 1 Syawal. Libur sepenuhnya di bulan suci ini membuat Pak Mustaqim dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah tanpa kesibukan mengurus warungnya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Keikhlasan menutup warung selama Ramadahan tersebut ternyata mendapat ganti untung dari Sang Pemberi Rezeki, yakni selama minggu pertama di bulan Syawal warung Pak Mustaqim dipadati orang-orang yang mudik ke Solo karena saat itu kebanyakan warung di kota ini tutup total. Omzet penjualan selama seminggu pertama lebih besar jika dibandingkan dengan omzet sebulan di bulan Ramadhan seandainya dipaksakan buka, misalnya di malam hari. Tetapi hal ini tidak dilakukan Pak Mustaqim karena lebih memilih memperbanyak ibadah seperti jamaah shalat tarawih dan tadarus dari pada mengurus warung.  

Pelanggan warung makan Pak Mustaqim adalah masyarakat umum dan para pegawai kantor yang tak sempat sarapan pagi di rumah, atau sengaja memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang  terutama sejak kepindahan warung ini ke tempat yang lebih layak dan luas. Di tempat yang disebut terakhir ini warung makan Pak Mustaqim–meski berstatus kontrakan—lebih diperhitungkan masyarakat luas termasuk dari kalangan kelas mengengah ke atas yang datang dengan berkendara mobil pribadi.

Dari hasil warungnya yang buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB, Pak Mustaqim memperoleh keuntungan yang dapat mengantarkannya menjadi orang cukup mampu. Pak Mustaqim sudah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama sang istri beberapa tahun lalu. Selain itu Pak Haji Mustaqim juga telah memiliki rumah sendiri yang cukup besar untuk ukuran kota meski berada di tengah kampung. Pendidikan anak-anaknya juga mencapai pendidikan tinggi dan bergelar sarjana. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surat Ath-Thalaaq, ayat 3: 

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.”

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pendidikan, Berita, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 05 September 2017

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Pamekasan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Peringatan maulid nabi oleh Remaja Masjid (Remas) Agung Asy-Syuhada Pamekasan penuh kebahagiaan bercampur duka mendalam, Ahad (17/12). Bahagia karena memeriahkan momentum kelahiran Muhammad SAW, dan duka sebab dibayang-bayangi kesengsaraan umat Islam di Al-Aqsha Palestina.

Acara pun juga dikemas dengan doa bersama untuk sesaudara Muslim di Palestina. Setelah itu, siraman rohani diberikan oleh pengasuh Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan KH Idris Hamid.

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Remas Pamekasan Gelar Doa Bersama untuk Palestina

Peserta acara ini adalah delegasi dari remas yang ada di Kabupaten Pamekasan. Mereka terhimpun dalam Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM) Kabupaten Pamekasan.

Ketua Umum Remas Asy-Syuhada Muhammad Nadir menegaskan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai apresiasi rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita untuk selalu memakmurkan masjid.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Serta, menjadi penggerak kegiatan-kegiatan keagamaan yang dapat digemari oleh remaja sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemakmuran masjid," terang Nadir.

Di samping itu, tambahnya, sesama saudara Muslim kita merasa wajib turut serta mendoakan mereka di Palestina. Diterangkan, Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari masjid umat Islam sedunia.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kami sebagai remas tidak rela melihat tempat suci kita dikotori oleh manusia-manusia laknatullah. Maka dari itu, di masjid agung ini kita berdoa bersama untuk kebebasan masjid Al-Aqsa dan saudara-saudara kita," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Ulama, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 19 Juni 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Ulama yang Wafat Saat Sujud

Solo,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ribuan jamaah ikut menghadiri peringatan Haul Habib Abdul Qadir As-Segaf di Kompleks Masjid As-Segaf Pasar Kliwon Solo, akhir pekan lalu. Habib tersebut merupakan ayah dari pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa (Habib Syech).

Habib Abdul Qadir dikenal sebagai seorang ulama yang hidup sezaman dengan Habib Anis Al-Habsyi. Ia juga dikenang umat Islam Solo karena pada masa akhir hayatnya, ia mengembuskan napas terakhir ketika bersujud waktu mengimami shalat Jum’at.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Ulama yang Wafat Saat Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Ulama yang Wafat Saat Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Ulama yang Wafat Saat Sujud

Dalam kesempatan tersebut, para jamaah mendengarkan mauidoh hasanah yang disampaikan KH Sa’dullah. Kiai asal Pasuruan itu mengajak mereka untuk dapat meniru kebaikan yang dicontohkan Habib Abdul Qadir.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Habib Abdul Qadir wafat ketika sujud. Lalu bagaimana dengan kita? Apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi maut,” kata KH Sa’dullah dengan suara lantang yang menjadi khasnya pada haul Ahad (7/6) lalu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Lebih lanjut dia mengatakan, Kota Solo dikenal dunia karena ilmu. “Solo dikenal dunia bukan karena batik atau yang lainnya, tapi di sini dikenal karena menjadi salah satu pusat ilmu,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengingatkan pentingnya untuk senantiasa mencari ilmu. “Jangan pernah tinggalkan ilmu. Apa enaknya hidup kaya serba kecukupan, tapi masyarakat tidak mau menghormati ilmu,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 08 Juni 2017

Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Persatuan Sepakbola Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo tampil sebagai juara I Liga Santri Nusantara (LSN) Regional III Jawa Timur 2017. Ia lolos sebagai juara usai mengalahkan tim dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan melalui drama adu pinalti 4-3 di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Rabu (6/9) sore.

Tim Nurul Jadid Paiton langsung menguasai lapangan sejak wasit meniup pluit tanda dimulainya pertandingan. Permainan dari kaki ke kaki yang dimainkan oleh para santri dari Nurul Jadid membuat pertahanan tim Al-Yasini sempat kedodoran. Tim lawan juga merepotkan pertahanan tim Nurul Jadid.

Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim

Meskipun sama-sama menyerang dan bertahan secara bergantian, tetapi tendangan kedua tim belum mampu menghasilkan gol dan skorpun tetap 0-0. Akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan drama adu pinalti dan dimenangkan oleh tim Nurul Jadid Paiton dengan skor 4-3.

Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid menyatakan sangat bersyukur atas prestasi dan capaian yang telah dipersembahkan oleh santri-santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton di kancah LSN Regional III Jawa Timur.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Alhamdulillah, pembinaan olahraga di Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat menyumbangkan prestasi. Semoga ini menjadi bibit lahirnya prestasi-prestasi selanjutnya yang dapat menopang lahirnya atlet profesional di Indonesia,” harapnya.

Atas keberhasilan ini, tim sepakbola Nurul Jadid Paiton akan mewakili LSN Regional III Jawa Timur untuk berlaga di jenjang antar-Regional se-Jawa Timur yang rencananya akan berlangsung di Lirboyo, Kediri.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Turnamen ini memang sangat bagus karena tujuannya adalah untuk lebih memasyarakatkan olahraga sepakbola, khususnya kepada kaum santri. Dengan demikian, maka nantinya ada bibit-bibit olahraga sepakbola yang lahir dari pondok pesantren,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pondok Pesantren, Khutbah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock