Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Mimika, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Hari Ahad pagi (02/10) yang cerah di pegunungan Tembagapura, Mimika Papua, sinar matahari menghangatkan badan para muslimin dan muslimat warga Tembagapura, Ridge Camp dan rombongan jamaah dari dataran rendah untuk melangkahkan kaki menghadiri shalawat akbar dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah 1438 H.

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Shalawat akbar dilaksanakan di Masjid Baiturrahman - Ridge Camp (RC), komplek tempat tinggal karyawan dari perusahaan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara pengurus Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh area PTFI dan MWC NU Tembagapura, Papua dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.?

Acara dihadiri oleh muslimin dan muslimat kurang lebih 700 orang jamaah YMM dan Warga Nahdliyin di Tembagapura dan Mimika

Acara dimulai tepat pukul 10:00 WIT dengan pembuka lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ust Asep Maosul. Sambutan dari YMM disampaikan oleh H Zulfallah dengan menekankan pentingnya acara seperti ini selain untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjalin silaturahim antar jamaah YMM. Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh para Ust YMM dan diiringi oleh tiga grup shalawat, yaitu grup shalawat Syifaul Qolbi dari DKM Darus Saadah TPRA dengan vokalis Pengurus MWC NU Tembagapura, Ust Hasyim Asari, Asyiqol Musthofa dari DKM Baiturrahman RC dan dari DKM Baiturrahim Kuala Kencana.

Waktu shalat Dhuhur tiba, acara dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat barjamaah dan makan siang bersama. Waktu menunjukkan pukul 13:00 WIT, acara dilanjutkan dengan ceramah akbar oleh Ust Al-Habib Alwi Bin Ahmad bin Shahab dari Hadratulmaut Yaman dan Al-Habib Alawi Abdullah Hussein Al Aidrus dari Jakarta. Mereka berdua mengkisahkan bagaimana para sahabat Rasulullah mencintai Nabi Muhammad SAW dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Dikisahkan juga bagaimana unta dan bahkan tumbuhan mencintai Rasulullah dan ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

H Ernanto selaku Ketua YMM, dan Mustasyar MWCNU Tembagapura mengharapkan acara seperti ini dapat istikomah dijalankan untuk ajang silaturahim warga YMM dan warga NU di area kerja PTFI. Ia menyampaikan bahwa YMM saat ini sedang berusaha untuk membukukan sejarah dan dakwah YMM di tanah Papua bersama tim PCNU Kab Mimika (Akhyar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, News Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 13 Februari 2018

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini”

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus MWCNU Pringsewu kabupaten Pringsewu mendirikan SPBU yang sudah beroperasi 3 bulan di jalan KH Gholib Pringsewu, salah satu jalan strategis di kabupaten setempat. SPBU yang dikenal “Pertamini” ini dibuka untuk membangun perekonomian organisasi MWCNU Pringsewu.

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencoba Mandiri, MWCNU Pringsewu Buka SPBU “Pertamini”

Pendirian SPBU yang dibantu sejumlah investor ini, berawal dari inisiatif Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu KH Hambali. Menurutnya, hasil dari sebagian keuntungan penjualan bahan bakar di Pertamini itu diperuntukkan bagi pendanaan kegiatan-kegiatan MWCNU Pringsewu.

Ke depan, MWCNU Pringsewu berencana membuka Pertamini lainnya di beberapa titik strategis di Pringsewu. "Dari hari ke hari grafik peningkatan penjualannya sangat baik, jadi nanti akan dirikan lagi di kecamatan Pringsewu dan beberapa kecamatan lain," tambahnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI kabupaten Pringsewu ini yakin bahwa kemapanan finansial akan meringkankan organisasi ke depannya ketika ingin membuat gerakan-gerakan sosial.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal ini diamini oleh Ketua MWCNU Pringsewu Ustadz Sodiqin di sela lailatul ijtima yang digelar rutin selapanan (36 hari), Sabtu, (14/3).

Menurut Ustadz Sodiqin, kegiatan-kegiatan MWCNU Pringsewu selama ini sudah berjalan baik. “Dan tentunya dengan inovasi Pertamini ini, program kerja MWCNU yang memerlukan pendanaan dapat terlaksana dengan maksimal.”

Sekarang ini MWCNU Pringsewu, kata Ustadz Sodiqin, sedang berupaya mengadakan lokasi tanah yang diperuntukkan kantor pusat kegiatan NU di kecamatan Pringsewu. “Di samping pengadaan tanah melalui infaq dan wakaf dari warga NU, jenis usaha seperti Pertamini ini juga dapat mendukung terealisasinya kantor MWCNU Pringsewu itu.” (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Olahraga, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 30 Januari 2018

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Mantan Pelaku Terorisme Kurnia Widodo mengaku mengenal dunia radikalisme dan jihad ekstrem sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada awal-awal tahun sembilan puluhan.

Ia menceritakan, awalnya temannya memberikan dia buku-buku tentang jihad ekstremis, tauhid, dan lainnya. Ia juga mengaku pernah bergabung dengan beberapa kelompok Islam radikal seperti Negara Islam Indonesia (NII), HTI, dan ISIS. 

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

“NII itu masih ada sel-selnya,” kata Kurnia saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Merawat Keindonesian dengan tema Tolak Radikalisme, Lawan Terorisme, di Jakarta, Ahad (23/7).

  

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Lulusan Teknik Kimia Institur Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku belajar untuk merakit bom saat ia berada di ITB. Ia merancang bom dan mencari bahan-bahannya dari bacaan yang ada di perpustakaan.

“Membuat bom itu tidak sulit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendeteksi apakah anaknya terkena paham radikal. Pertama, awasi anak dan jangan abaikan. Kalau orang tua abai dengan anaknya, maka itu adalah peluang yang bagus untuk para radikalis.

“(Kemudian) Ajak dialog anak. Kalau ada indikasi, maka orang tua harus selidiki dari mana anak mendapatknya paham radikal itu,” tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Terakhir, kalau seandainya anak sudah terpapar dengan paham radikal, maka ia harus dibawa kepada para tokoh agama yang memiliki pemahaman yang moderat. 

Peran istri

Kurnia menjelaskan, para istri pelaku terorisme dengan pelaku kriminal lainnya itu memiliki sikap yang berbeda saat menjenguk suami mereka yang sedang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Ketika menjenguk suami di Lapas, istri pelaku kriminal selain teroris biasanya minta cerai. Namun, hal itu tidak berlaku pada istri-istri pelaku terorisme. 

“Istri kasus terorisme minta cerai itu tidak terjadi (saat mereka menjenguk suaminya di penjara). Mereka setia,” ungkapnya.

Senada dengan Kurnia, Direktur The Asian Muslim Action Network Indonesia (AMAN Indonesia) Ruby Kholifah menyatakan, istri para pelaku teror biasanya mendukung apa yang dilakukan oleh suami mereka.

 

Bahkan mereka memiliki keyakinan bahwa rahim mereka adalah rahim yang akan melahirkan para jihadis-jihadis yang membela dan menegakkan Islam.

“Banyak yang percaya bahwa itu adalah cara untuk mengabdi kepada agama,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian Sunnah, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 24 Januari 2018

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.

“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.

Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.

“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.

Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:

Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon

Hubbul wathon minal iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu alal wathon





Indonesia biladi

Anta ‘unwanul fakhoma

Kullu may ya’tika yauma

Thomihay yalqo himama

Artinya: 

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Habib, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Kudus, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan Refleksi Akhir Tahun (Membaca Masa Lalu Merancang Masa Depan) yang dilaksanakan Gedung YM3SK Jl. Menara Kudus No. 149 (Eks Manggala), Rabu (30/12).

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kudus Adakan FGD Akhir Tahun

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PC GP Ansor Kabupaten Kudus, PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, PC IPNU Kabupaten Kudus, PC IPPNU Kabupaten Kudus, dan PC PMII Kabupaten Kudus. Kegiatan ini membicarakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Antara lain sosial, pendidikan, politik, kesehatan, dan lain sebagainya yang belum sepenuhnya terealisasi di Kabupaten Kudu. Peserta yang hadir dalam acara tersebut berhak mengutarakan pendapat-pendapat untuk membenahi Kabupaten Kudus di tahun 2016 nanti.

Berbagai elemen masyarakat turut datang dalam acara tersebut. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Kudus KH Ulil Albab Arwani, para kiai, tokoh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Anggota DPRD Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain sebagainya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua PC Lakpesdam NU Kabupaten Kudus Drs H Asyrofi Masyitho mengatakan, dengan diadakan FGD ini masyarakat bisa mengeluarkan unek-unek terhadap kebijakan-kebijakan publik yang belum maksimal dan mereview kembali persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Kudus.

“Hal ini dilakukan agar di tahun 2016 nanti kita bisa merancang agar Kabupaten Kudus agar lebih baik lagi daripada tahun 2015, sehingga di tahun 2016 nanti Kabupaten Kudus agar lebih baik,” tuturnya. (Dedi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, PonPes Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 20 Januari 2018

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Musyawarah Fathul Qorib (MFQ) Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng berupaya membangkitkan kembali tradisi bahtsul masa’il bagi santri. Mereka mengadakan pendidikan dan pelatihan bahtsul masa’il di aula utama Perpustakaan A. Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng.

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Mudir Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Ustadz Su’udi, yang hadir pada kegiatan (22/09) mengungkapkan kebanggaanya dan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Dia berharap diklat bahtsul masa’il pertama MFQ akan berlanjut menjadi majelis yang berkompeten dan menelurkan para musyawirin yang menguasai keilmuaan Islam khususnya di bidang fiqih.

Sementara Ustad Sigit dalam sambutan berpendapat, musyawarah itu sangat penting untuk mengembangkan kemampuan santri memahami kitab kuning.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia juga menaruh harapan besar agar forum ini adalah titik awal kebangkitan kajian keilmuan Islam di Tebuireng yang akan mencetak pakar bahtsul masail yang berkompeten. “Semoga kalian benar-benar jadi ulama’-ulama’ masa depan,” doanya mengakhir sambutan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua MFQ, M. Rudik mengatakan, Tebuireng adalah pondok pesantren besar. Kajian yang sudah lama hilang ini perlu dihidupkan kembali. “Ingin sekali membawa MFQ menjadi organisasi atau wadah para musyawirin di lingkup Pesantren Tebuireng,” tutur santri asal Sidoarjo ini.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 santri yang terdiri santri Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng ini, mendatangkan pemateri seorang pakar bahtsul masa’il  dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ustadz Arif Ridlwan Akbar.

Arif mengajak para peserta untuk terus mentradisikan bahtsul masa’il di lingkungan pesantren. “Kalau tanpa bahtsul masa’il, bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan masyarakat”, ungkap beliau di tengah-tengah memberikan materi. (Abror/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Nahdlatul Ulama, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 11 Januari 2018

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Nahdlatul Ulama bagian dari sejarah nasional Republik Indonesia. Peranannya dalam mengisi perjuangan dan kemerdekaan negeri ini besarnya tak terkira. Waktu demi waktu jatuh bangun dilalui dengan segala bentuk cerita yang tiada tara. Kawan dan musuh silih berganti membuat bendera hijaunya semakin berani berkibar di angkasa.

Di balik kebesaran NU itu, ada banyak tokoh yang menghabiskan tenaga dan pikiran. Tanpa mental yang kuat dan tangguh, tentu NU tak akan bisa sejaya ini. Kita mengenal sosok Hadratussyekh M. Hasyim Asy’ari sebagai pendirinya, didampingi KH. Wahab Hasbullah dan kiai-kiai lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, bendera NU tidak mungkin dipegang terus oleh Pendiri Pesantren Tebuireng tersebut. Pada 1947, Hadratussyekh meninggal. Meninggalkan Indonesia, meninggalkan NU. Masa Mbah Hasyim akhirnya habis.

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Memoar Tokoh NU yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Memoar Tokoh NU yang Terlupakan

Tongkat estafet diwariskan dari masa ke masa dengan semangat yang sama. Ketokohan silih berganti dengan berbagai corak. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan hidup mengagumkan. Dari kalangan pesantren hingga organisatoris. NU banyak melahirkan manusia pilihan, tetapi tidak semua dikenal. Untungnya, Pustaka Tebuireng diberkati inisiatif untuk memperkenalkan kembali tokoh-tokoh yang terlupakan itu.?

Buku Membuka Ingatan berisi sejarah hidup beberapa tokoh NU yang tidak banyak dikenal, bahkan oleh kalangan pemuda NU sendiri. Enam tokoh NU yang lahir pada tahun 1960-an itu ialah Fahmi Dja’far Saifuddin, Asmah Sjahruni, Mohammad Zamroni, Prof Dr KH M. Tolchah Mansoer, HM. Subchan Z.E, H. Mahbub Djunaidi. Dari deretan nama tersebut, mungkin sebagian kita tidak mengenalnya, atau mengenal namanya saja tanpa tahu sejarah hidupnya yang inspiratif.

“Dalam perjalanannya, Nahdlatul Ulama memiliki dan melahirkan tokoh-tokoh hebat yang layak dijadikan teladan. Misalnya, Fahmi D. Saifuddin. Selain karena kecakapan pengetahuan yang dimiliki dan kelincahannya dalam bergerak, juga totalitasnya dalam mengabdi. Dengan landasan keikhlasan seringkali menjadi tameng yang ampuh baginya untuk menghindarkan diri dari godaan ingin populer. Mereka berjuang sungguh-sungguh tanpa ingin diberi hadiah, gelar, jabatan, dan popularitas.” (hal. vi)

Menurut KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dalam pengantarnya, buku ini diterbitkan untuk menumbuhkan kembali ingatan warga NU akan adanya sejumlah tokoh NU yang terlupakan, bahkan mungkin sudah tidak banyak lagi yang ingat nama mereka. Padahal, mereka tokoh yang layak diteladani karena prestasi juga integritas. Mereka mempunyai karakter yang berbeda-beda, tetapi punya satu hal yang sama, semangat pengabdian untuk Indonesia dan Islam serta NU. (hal. xii)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan menikmati buku setebal 498 halaman ini, kita jadi tahu para tokoh yang mencatatkan namanya dalam tinta emas perjalanan NU. Generasi muda utamanya dari kaum NU sebagai pewaris perjuangan pendahulunya, penting untuk mengambil pelajaran dari kehidupan tokohnya. Tidak patut kita melupakan begitu saja tokoh-tokoh pejuang sebelum kita. Dari buku ini, pembaca akan lebih mengetahui perkembangan organisasi NU dalam kurun waktu 1960-1990, suatu masa yang cukup panjang dan penuh perubahan.

Data Buku

Judul: Membuka Ingatan: Memoar Tokoh NU yang Terlupakan Jilid I

Penulis: Tim Pustaka Tebuireng

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Cetakan: I, Maret 2017

ISBN: 978-602-8805-47-6

Tebal: xiii + 498 halaman

Peresensi: Hilmi Abedillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Internasional, Kajian Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 10 Januari 2018

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

Jember, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kemampuan anak-anak SMK Nuris, Antirogo, Jember dalam membuat? “Moris” mendapat apresiasi dari ulama asal Lebanon, Syekh Fadli Ilmuddin Al Hasani. Bahkan belum lama ini, saat berkunjung ke pesantren yang terletak di Jalan Sarangan, sekitar 5 kilometer ke arah utara kota Jember itu, ia berkenan menaiki mobil bertenaga? listrik tersebut.

Menurutnya, Pondok Pesantren Nuris sebagai lembaga pendidikan agama cukup menarik. Sebab, Nuris mampu menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren salaf. Dan pada saat yang bersamaan, Nuris juga tak ketinggalan di bidang sains dan teknologi.

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

“Ini menarik sekali, Pesantren Nuris Jember selain mempertahankan tradisi salaf dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga modern sehingga mampu memproduksi mobil mini ini, ” tuturnya dalam bahasa Arab usai mencoba Moris. Nama Moris sendiri adalah singkatan dari Mobil Nuris.

Sebelumnya, Bupati Jember, Faida, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dan Menteri BUMN, Rini Sumarno, juga berkenan mencoba menaiki kendaraan? tipe mobil golf tersebut.

Sebelum mencoba Moris, Syaikh Fadli mengadakan dialog dengan para santri di Masjid Baitunnur, Kompleks Pondok Pesantren Nuris. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para santri agar tak pernah kendor dalam menuntut ilmu, dan terus berjuang untuk menyebarkan aqidah Aswaja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Santri harus selalu haus akan ilmu, khususnya ilmu agama. Setelah menguasai ilmu agama, tetaplah teguh dengan akidah yang telah diamanahkan oleh ulama salaf terdahulu, yakni Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.

Dialog tersebut juga menjadi ajang mengetes kemampauan berkomunikasi bagi para santri, khususnya yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan? Bahasa Arab (LPBA). Mereka ternyata fasih mengajukan sejumlah pertanyaan dan berdialog dengan ulama asal Timur Tengah tersebut. Salah seorang di antara mereka adalah Hidayatulloh.

“Saya bangga bisa mengetes kemampuan bahasa Arab saya selama belajar di LPBA Nuris. Alhamdulillah mendapat apresiasi dari beliau setelah saya bertanya beberapa hal tentang menuntut ilmu dan akhlak kepada guru” ucap siswa MA Unggulan Nuris Jember itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dialog tersebut dipandu oleh Ustadz Wahyudi dan Ustadz Harun, didampingi Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Syariah, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 09 Januari 2018

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Konsentrasi pendidikan pesantren yang banyak tercurah pada disiplin keislaman tak lantas membuatnya selalu tertinggal. Buktinya, selain serius mengkaji kitab-kitab klasik, pensantren sekarang mampu bersikap terbuka dengan pengetahuan umum dan teknologi modern.

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas

“Pesantren telah menunjukkan banyak perkembangan dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia modern,” ungkap Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Amin Haedari, Kamis (3/5). 

Menurut Amin, melalui gejala ini pandangan sebagian orang tentang pesantren menjadi perlu diluruskan. Termasuk dalam hal ini, pemetaan corak pesantren kepada dua jenis, yakni pesantren modern (ashriyah) dan pesantren salaf (salafiyah).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sesungguhnya, tambahnya, klasifikasi yang relevan adalah klasifikasi antara pesantren yang mendirikan sekolah formal dan pesantren yang tidak mendirikan sekolah formal. Sebab fakta yang terjadi adalah demikian, meskipun tanpa mengurangi etos penguasaan terhadap unsur-unsur modern. 

“Pesantren salafiyah di Kediri, misalnya, tidak membuka sekolah formal, tetapi mampu terbuka terhadap pengetahuan umum. Keterbukaan terhadap IT (Information Technology) juga luar biasa,” ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari kurang lebih 14.000 pesantren di Indonesia, sebagian besar lulusannya bisa bersaing dengan lembaga-lembag pendidikan lain. Kendati diakui, untuk meningkatkan itu semua dibutuhkan perjuangan yang cukup berat.

“Pesantren ini kan sudah lama sekali termarjinalkan, sementara sekolah-sekolah umum sudah lama dimanjakan. Tapi dengan kerja keras, insyaallah, kita bisa mengatasi ini semua,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Meme Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 05 Januari 2018

Kontroversi Pemimpin Non-Muslim, Ini Klarifikasi Pernyataan Kang Said

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Belakangan ini Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) disorot sejumlah pihak soal pernyataannya yang membolehkan umat Islam memilih pemimpin non-Muslim. Pernyataan Kang Said oleh sebagian masyarakat dinilai menyalahi pandangan politik sekelompok masyarakat yang melarang umat Islam mengangkat pemimpin non-Muslim.

“Pernyataan Kang Said ini mesti dilihat secara utuh bagaimana pernyataannya terlontar,” kata Wasekjen NU H Masduki Baidlawi (Cak Duki) di Jakarta, Selasa (26/4) malam.

Kontroversi Pemimpin Non-Muslim, Ini Klarifikasi Pernyataan Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontroversi Pemimpin Non-Muslim, Ini Klarifikasi Pernyataan Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontroversi Pemimpin Non-Muslim, Ini Klarifikasi Pernyataan Kang Said

Cak Duki menambahkan, pernyataan Kang Said itu bukan dalam rangka mendukung calon pemimpin non-Muslim. Kang Said lebih menekankan aspek kejujuran dan keadilan dalam memilih pemimpin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Karenanya pemimpin non-Muslim yang adil dan jujur dalam konteks khususnya Indonesia masih lebih baik daripada pemimpin muslim yang berbuat aniaya. Pasalnya unsur primer yang dibutuhkan dalam kepemimpinan baik pusat maupun daerah di Indonesia saat ini adalah kejujuran dan keadilan.

“Jujur dan adil ini sifat yang mungkin saja melekat pada diri muslim dan non-Muslim,” kata Cak Duki.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pernyataan Kang Said juga bukan tanpa dasar. Itu sebenarnya pernyataan Sayidina Ali Ra yang dikutip Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa negara yang adil akan kekal sekalipun ia negara kafir. Sebaliknya, negara yang zalim akan binasa sekalipun ia negara Islam.

“Yang benar itu ya pemimpin Muslim yang jujur dan adil. Tetapi kalau tidak ada, secara darurat dan terpaksa kita boleh memilih pemimpin non-Muslim yang memiliki integritas,” kata Cak Duki.

Kalaupun sampai terjadi, kekuasaan pemimpin non-Muslim tetap terpantau. Karena memang kekuasaan zaman sekarang sudah terdiferensiasi. Pemimpin dipantau lembaga legislatif, yudikatif, dan juga masyarakat. Berbeda dengan raja-raja zaman dahulu yang memiliki kekuasaan tunggal tanpa kontrol.

Dari sini kemudian pemimpin non-Muslim dan perempuan dimungkinkan. Perihal ini juga sudah diputuskan dalam bahtsul masail pada forum Muktamar NU di Pesantren Lirboyo Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur tahun 1999.

“Memilih pemimpin non-Muslim bersifat boleh, bukan pilihan utama. Yang benar itu ya tadi, pemimpin Muslim yang jujur dan adil,” tandas Cak Duki.

Sebagaimana diketahui, Kang Said menyatakan bolehnya seorang muslim memilih pemimpin non-Muslim saat ditanya wartawan di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (16/4) lalu. “Siapa saja yang mampu dan dipercaya rakyat, pemimpin yang adil meski itu non-Muslim tapi jujur, itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi zalim. Di mana saja dan siapa saja,” jawab Kang Said seperti dilansir di sejumlah media. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Budaya Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 28 Desember 2017

PWNU Jatim: Pilgub 2013 Bukan Prioritas

Surabaya, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Meski pemilihan Gubernur Jawa Timur sudah mulai menghangat, namun PWNU Jatim dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah tidak memprioritaskan utama dalam agenda NU.



PWNU Jatim: Pilgub 2013 Bukan Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim: Pilgub 2013 Bukan Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim: Pilgub 2013 Bukan Prioritas

Bagi NU Jatim saat ini prioritas utama menggarap bidang-bidang andalan seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan penguatan organisasi.

Seliain itu, PWNU Jatim bakal punya gawe besar yakni akan melaksanakan konferensi wilayah (konferwil) pada Mei 2013 mendatang. Dalam konferwil ada beberapa agenda penting yang bakal dibahas di antaranya adalah evaluasi kepengurusan PWNU Jatim periode 2008-2013, memilih kepengurusan baru dan menyusun program PW NU untuk lima tahun mendatang. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Konferwil mendatang berdekatan dengan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawatimur 2013, maka NU jatim sangat hati-hati dalam menyiapkan tempat dan pengurus NU se jatim.  Kemungkinan disusupi isu-isu pilgub Jatim sangat kental.  Namun, seperti komitmen NU tidak akan pernah ikut campur soal politik praktis karena perjuangan NU sebenarnya pada politik sosial masyarakat," kata Humas PWNU Jatim Nurhadi dalam rilis pers yang diterima Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Senin (10/12).

Menurutnya, tempat konferwil sudah pasti diadakan di Pondok Pesantren, sedangkan yang sudah mengajukan untuk ditempati dan siap menggelar kegaitan ini seperti Jember, Bangkalan,  Tuban, Pacitan, Blitar, Jombang dan Malang.

"Untuk itu, sudah pasti agenda pemilihan gubernur bukan lagi prioritas utama bisa saja agenda ke Sembilan bagi NU Jatim. Bidang garap NU terlalu luas apabila hanya disangkutkan ke persoalan pilgub saja," katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ditambahkan, yang terpenting bagi PWNU adalah menyatukan langkah para ulama dan warga dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. "NU adalah bagian dari agama Islam yang selalu menjadi rahmat  bagi seluruh alam karena ajarannya mendorong kegiatan para pemeluknya untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat," pungkasnya.

 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 21 Desember 2017

Berdayakan Umat, Saudagar Nahdliyin Terus Lakukan Konsolidasi Bisnis

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) terus melakukan konsolidasi bisnis untuk memperkuat gerakan dalam memberdayakan umat, khususnya warga NU. Kegiatan yang juga rutin untuk menjaring para pengusaha Nahdliyin itu berupaya memetakan potensi bisnis serta membangun lahan-lahan bisnis baru.

Berdayakan Umat, Saudagar Nahdliyin Terus Lakukan Konsolidasi Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdayakan Umat, Saudagar Nahdliyin Terus Lakukan Konsolidasi Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdayakan Umat, Saudagar Nahdliyin Terus Lakukan Konsolidasi Bisnis

Sekretaris Jenderal HPN Luqmanul Hakim mengatakan, koordinasi dan konsolidasi bisnis rutin ini mempunyai peran strategis guna menjaring anggota baru. Sebab itu, Luqman memberikan penekanan kepada seluruh anggota HPN yang hadir untuk membangun bisnis riil dalam rangka memberdayakan umat.

“Kita akan terus melakukan koordinasi secara maksimal,” ujar Luqman yang menggeluti bisnis travel ini, Rabu (9/11) di Gedung PBNU Jakarta.

Semanetara itu, salah satu Ketua 2 Dewan Pengurus Pusat HPN, Dripa Sjabana menegaskan kekagumannya bahwa NU mempunyai barisan pengusaha. Ia menjelaskan, yang paling penting dalam membangun bisnis ialah, meluruskan terlebih dahulu bahwa sebuah bisnis tidak sekali seumur hidup.

“Artinya kita bisa membangun usaha dengan memberdyakan warga NU sehingga mereka memiliki lahan penghidupan. Apalagi nahdliyin di desa-desa sebagian besar warga kurang mampu,” jelas Dripa.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dokter yang aktif berbisnis ini juga menekankan bahwa dunai bisnis bukan dunia teori, tetapi praktik. Konsolidasi penting, tetap aksi nyata dan langsung jauh lebih penting karena hal ini berkaitan dengan penghidupan sehari-hari.

“Berbisnis juga bukan menggurui, tetapi berpartner. Bukan pula hal-hal teknis, tetapi strategis,” imbuh Dripa.

Para peserta rapat konsolidasi sepakat bahwa warga NU yang tersebar di berbagai daerah memiliki ? potensi bisnis yang besar. Hal ini perlu pemberdayaan. HPN memiliki tugas penting dan strategis dalam memberikan berbagai akses seperti seperti pengembangan produk, distribusi, pemasaran atau marketing, dan penyediaan modal. (Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Humor Islam, Daerah, Hikmah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 10 Desember 2017

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba

Brebes, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) yang dirangkai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dilaksanakan selama dua hari yaitu pad 24-25 September 2016 di Gedung MI Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Wanasari Brebes, Jawa Tengah yang diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari utusan komisariat dan ranting se-Kecamatan Wanasari.

Edi Purwanto selaku ketua panitia dalam sambutan di acara pembukaan menyampaikan bahwa ini merupakan rangkaian dari program PAC IPNU-IPPNU Wanasari sebelum Konferensi Anak Cabang yang akan diagendakan bulan Desember termasuk Ziarah wisata. "Ini semata-mata untuk regenerasi di masa yang akan datang," terang Edi.

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba

Ketua PAC IPNU Wanasari Wiharjo menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wahana untuk mencetak kader penerus bangsa yang berakhlakul karimah serta bertanggung jawab atas tegaknya aqidah Ahlussunah wal Jamaah dalam bingkai NKRI. Ketika berbicara kader penerus bangsa tentunya harus faham akan bahaya penyalahgunaan narkoba.?

"Kita berupaya menjadikan pelajar NU yang peka akan musuh bangsa kita salah satunya Narkoba," tutup Edi

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara Lukman Suyanto, Kasi Pencegahan BNK Brebes saat menyampaikan materi menjelaskan bahwa Narkoba hari ini merupakan sesuatu yang haru kita lawan. Ketika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pernah berucap bahwa Indonesia Darurat Narkoba ini yang harus disikapi oleh seluruh elemen masyarakat seperti Pemerintah, TNI/Polri, BNN tanpa terkecuali organisasi pelajar seperti IPNU-IPPNU.?

"Kami berharap bahwa peserta sosialisasi bahaya narkoba bisa menjadi agen yang membawa informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ke masyarakat," lanjut Lukman.

Materi lain yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain Ke-IPNU-IPPNU-an, ke-Aswaja-an, menangkal Radikalisme dan materi dasar kepemimpinan serta keorganisasian.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PW IPNU Jawa Tengah Amir Mustofa Zuhdi, Ketua PC IPNU Brebes Ferial Farkhan,Ketua PC IPPNU Brebes Ade Melly Seftiana, Pengurus MWCNU Wanasari H. Ahmad Sururi, dan segenap pembina serta alumni. (Bayu/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Berita, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 01 Desember 2017

GP Ansor Sidoarjo Bantu Korban Angin Puting Beliung

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Rumah Sholakhudin salah satu korban kekuatan angin puting beliung yang roboh beberapa hari lalu, Ahad kemarin diperbaiki secara swadaya oleh Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo.

Bantuan rehab rumah yang pengerjaannya langsung ditangani Tim Banser Kabupaten Sidoarjo, dibawah komando ketua GP Ansor Sidoarjo H Agus Ubaidillah ini, dilakukan sejak pukul 08.00 pagi, dengan pengerjaan bagian atap depan rumah yang ambruk dihajar angin.

GP Ansor Sidoarjo Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Bantu Korban Angin Puting Beliung

Ketua GP Ansor Sidoarjo H Agus Ubadililah saat ditemui di lokasi menegaskan, pengerjaan rehab rumah ini, merupakan inisiatif dari keluarga besar GP Ansor Sidoarjo, setelah mendengar adanya bencana angin putting beliung.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

”Setelah kita mendengar ada korban angin putting beliung di Ngingas dan Kepuh Kiriman Waru, langsung kita tugaskan Korcab Setempat untuk melakukan invetarisasi bagian mana saja yang roboh. Selanjutnya setelah dapat data, kita langsung bergerak untuk melakukan rehabilitasi rumah itu,” ujar Agus.

Menurut, Gus Ubaid, panggilan akrabnya, pelaksanaan rehab rumah ini, merupakan wujud nyata dari kewajiban sosial GP Ansor terhadap masyarakat Sidoarjo.”Kita tidak bisa hanya melihat dan berpangku tangan saja, ketika ada bencana terjadi di Sidoarjo,” tandasnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk seluruh biaya rehab baik tenaga maupun material, GP Ansor berupaya mengumpulkan solidaritas dari anggotanya. “Ada tiga belas titik yang kita bantu dan ini merupakan bantuan murni dari Ansor,” tambah Agus Ubaidillah.

Kapala Satkorwil Banser Jawa Timur, Imam Kusnin Ahmad dan Ketua PW GP Ansor Jatim, Alfa Isnaini, sangat mengapresiasi aktifitas GP Ansor  Kabupaten Sidoarjo tersebut.

“Ini bentuk kepedulian Ansor dan Bansernya kepada masyarakat sekitar. Tingkat kepedulian ini harus dipupuk terus oleh Ansor dan Banser,” ungkap Imam Kusnin Ahmad.

Menurutnya, Ansor dan Banser  sebagai  ormas kepemudaan harus memiliki empat sikap. Yakni siap, tanggap, akurat dan bertanggung jawab. Siap dalam arti siap melaksanakan tugas organisasi misalnya bakti sosial membantu sesama. Tanggap, terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Misalnya masyarakat membutuhkan bantuan maka Ansor harus peduli membantu. Akurat, apa yang dilakukan Ansor harus benar-benar nyata sasarannya. Contohnya apa yang dilakukan Ansor Sidoarjo ini, yakni merehap rumah warga. Bertanggung jawab, dalam artian apa yang dilakukan Ansor dan Banser harus bisa dipertanggung jawabkan.

Di Sidoarjo  ratusan rumah dan sekolah rusak akibat disapu angin putting beliung. Kerusakan itu diantara terjadi di Desa Brebek ada 112 rumah, Desa Segoro Tambak (5), Tambak Oso (113), Ngingas (64), Kepuh Kiriman (60), Brebek (10), Pabean Sedati (60), dan Semambung

(55).

Selain dari GP Ansor, korban juga menerima bantuan dari Pemkab Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto,SH MM memberikan bantuan untuk para korban di SDN Ngingas, Waru. Nilai bantuan bervariasi, bergantung kerugian dan kerusakan bangunan. Bantuan diberikan kepada korban puting beliung di Kecamatan Waru, Gedangan, dan Sedati.

Pemkab telah mendata mereka sejak 2–11 April untuk memastikan jumlah korban luka dan kerusakan rumah maupun fasilitas umum. Bantuan berupa uang tunai untuk 479 rumah warga yang rusak ringan, sedang, dan berat. Yang rusak ringan mendapatkan Rp 300 ribu, rusak sedang Rp 1 juta, dan rusak berat Rp 2 juta. (ahm)Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Bahtsul Masail, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 23 November 2017

Lebihi Target, GP Ansor Banjit dan Dinkes Way Kanan Khitan Puluhan Anak

Way Kanan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Pengurus GP Ansor Banjit Kabupaten Way Kanan memperingati isra mi’raj dan harlahnya yang Ke-82. Selain pengajian oleh KH Muhammad Nuh dari Pesantren Miftahul Huda 407, mereka menyelenggarakan khitanan massal bagi anak-anak di daerah setempat.

"Sebagai unsur Pemerintah Kabupaten Way Kanan, tentu kami mengapresiasi kegiatan positif GP Ansor semacam khitanan massal. Memang target mengkhitan hanya lima puluh anak, tapi saya saksikan sendiri, kemarin realisasinya delapan puluh lebih. Kami juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Raden Adipati Surya karena tidak bisa menghadiri kegiatan ini karena ada tugas lain," ujar Camat Banjit Zulfikri di hadapan ratusan hadirin, Ahad (24/4).

Lebihi Target, GP Ansor Banjit dan Dinkes Way Kanan Khitan Puluhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebihi Target, GP Ansor Banjit dan Dinkes Way Kanan Khitan Puluhan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebihi Target, GP Ansor Banjit dan Dinkes Way Kanan Khitan Puluhan Anak

Ketua PAC GP Ansor Banjit Yudi Hudtri Winata didampingi Wakasatkorcab Banser Ponimin menjelaskan, awalnya ragu target mengkhitan 50 anak bisa terpenuhi.

"Ternyata antusiasnya luar biasa, bahkan kami juga menolak beberapa anak yang ingin dikhitan karena habisnya persediaan obat yang dibawa oleh tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan. GP Ansor menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terlaksananya kegiatan kami, termasuk Dinkes yang berkenan menggelar khitanan massal bersama kami," ujar Yudi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kepala Dinkes Way Kanan dr Farida Ariyani menyatakan, kegiatan Pemuda Ansor sangat membantu. Beberapa kegiatan yang dilakukan sangat menyentuh ke masyarakat hingga berhubungan dengan lingkungan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Selamat Harlah Ke-82 Ansor. Semoga kegiatan-kegiatan dilakukan terus bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat dan mendapat limpahan anugerah dan pahala dari Allah SWT," ujar dr Farida. (Dian Firasta/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Ahlussunnah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kembangkan Aswaja, Global University Lebanon Gandeng Staimafa

Pati, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dalam rangka menjalin kerja sama, Global University (GU) Beirut, Lebanon, berkunjung ke Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa) Pati, Jawa Tengah, , Kamis (28/5). Hadir tiga delegasi senior dari GU Dr. Abdul Rahman Bleik, Dr. Saad eddine El-Ajouz dan Dr. Muhammad Ali al-Atrah.

Kembangkan Aswaja, Global University Lebanon Gandeng Staimafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Aswaja, Global University Lebanon Gandeng Staimafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Aswaja, Global University Lebanon Gandeng Staimafa

GU dan perguruan tinggi rintisan KH MA Sahal Mahfudh itu sepakat bekerja sama dalam tiga hal,? yakni pengembangan kurikulum berbasis ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), pertukaran dosen, dan pertukaran mahasiswa.

El-Ajouz dalam sambutannya menyatakan bahwa ajaran Ahlussunah wal Jamaah yang dalam fiqih berpegang pada salah satu empat madzhab dan dalam akidah pada Asyariyah atau Maturidiyyah merupakan ajaran yang benar. Terorisme, kekerasan, dan sikap suka memvonis kafir yang menyebabkan umat Islam terpecah-belah adalah akibat dari ditinggalkannya ajaran Ahlussunah wal Jamaah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kunjungan GU akan berlangsung selama seminggu dengan sejumlah agenda penting lain terkait dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Pati termasuk di antaranya Madrasah Mathaliul Falah Kajen, Pondok Pesantren Maslakul Huda, PAUD An-Nismah, dan lembaga-lembaga lain di Jawa Tengah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam rangkaian kunjungan tersebut akan diselenggarakan seminar-seminar internasional yang akan dihadiri para delegasi dari pondok pesantren di Jawa Tengah. Kerja sama ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI yang sudah memiliki hubungan kerjasama baik dengan pihak GU sebelumnya. (Isyrokh/Mahbib)

?Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Aswaja, Daerah, Nasional Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 08 November 2017

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama

Kudus, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Emha Ainun Nadjib, budayawan asal Jombang melontarkan pertanyaan kepada Nea, siswi SMPN 1 Dawe, Kudus. Pertanyaan yang disampaikannya terkait mata pelajaran (Mapel) yang tergolong pelajaran agama.?

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama

“Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Baca Tulis Alquran (BTA).” Begitu jawaban Nea siswi kelas 9 tersebut.?

Mendengarkan jawaban Nea, budayawan yang kerap disapa Cak Nun itu menjelaskan bahwa semua Mapel tergolong pelajaran agama. Bahkan ia menyebut Matematika juga bagian pelajaran agama dan ilmu paling suci.?

“4 dikali 5 hasilnya 20, dalam kondisi apapun,” katanya dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang berlangsung di SMPN 1 Dawe, Kudus dalam rangka Reuni Perak 25 Tahun Alumni SMPN 1 Dawe Tahun 1991, Jumat (7/4) lalu.?

Menurut Cak Nun di dalam kondisi hujan angin sekali pun atau politik dan sosial yang tidak stabil perkalian itu tidak berubah. Suami dari Novia Kolopaking itu mencontohkan apabila ada orang disuap dengan uang banyak juga tidak akan ada yang mau mengubah jumlah perkalian tersebut.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Itulah salah satu bentuk kesucian,” terangnya.?

Begitu juga lagu, lanjutnya, musik dan lagu tergolong religi atau tidak tergantung nada lagu melainkan bathin sampai kepada Allah atau tidak. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 05 November 2017

Pengurus Ansor Diimbau Rajin Sowan Sesepuh NU

Lamongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Gerakan Pemuda Ansor adalah motor penggerak Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus wadah kaderisasi para calon pemimpin-pemimpin NU. Karena itu, perluasan jaringan dan komunikasi perlu diupayakan untuk meningkatkan mutu organisasi.

Demikian disampaikan Nursali selaku perwakilan dari Pengurus Cabang GP Ansor Lamongan saat membuka rapat kerja (raker) Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Turi, Lamongan, di di Hotel Pringgosari, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, akhir pecan kemarin (17/4).

Pengurus Ansor Diimbau Rajin Sowan Sesepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ansor Diimbau Rajin Sowan Sesepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ansor Diimbau Rajin Sowan Sesepuh NU

“Kita (GP Ansor) harus intens berkomunikasi, silaturahim kepada para sesepuh NU dan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) di semua tingkatan. bahkan komunikasi dengan pemerintah setempat harus dimaksimalkan, dalam rangka turut serta menjaga dan membangun NKRI tercinta,” katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Peserta raker yang berlangsung hingga Senin (18/4) itu berangkat ke lokasi acara di Tawangmangu dengan satu armada bus. Raker mengangkat tema "Meneguhkan Eksistensi Gerakan, Merajut Sejarah Perjuangan" dan diikuti sekitar 50 orang dari unsur perwakilan Pengurus Cabang Lamongan, Pengurus Harian PAC GP Ansor, Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor dan anggota.

Ketua PAC GP Ansor Turi Miftach Alamudin menegaskan bahwa raker ini menjadi langkah awal pihaknya dalam mewujudkan gerakan sebagaimana tema yang diangkat. “Kebersamaan dan kekompakan seluruh kader PAC GP Ansor Turi, harus tetap terjaga dari awal hingga akhir masa khidmah 2019 nanti," tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Raker menetapkan sejumlah program kerja Pengurus Harian serta membentuk lima lembaga, antara lain Lembaga Kaderisai dan Keanggotan, Lembaga Dakwah, Kajian dan Keislaman, Lembaga Perekonomia, Kesejahteraan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana, Lembaga Infokom dan Hubungan Antarlembaga, Lembaga Hukum/HAM dan Otoda. Raker ini juga menyepakati pemebentukan lembaga semi otonom ditingkat PAC, yakni Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor serta Satkoryon Banser. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaNu, Daerah, Warta Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 03 November 2017

Menag: Persiapan Haji 2017 Hampir 100%

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat?

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1438H/2017M hampir 100%.

"Persiapan haji kita di Saudi sudah final. Seluruh hotel, baik yang di Madinah maupun yang di Makkah sudah seluruhnya disewa untuk 204 ribu jemaah haji reguler," terang Menag di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (6/6) sebagaimana disiarkan kemenag.go.id.

Menag: Persiapan Haji 2017 Hampir 100% (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Persiapan Haji 2017 Hampir 100% (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Persiapan Haji 2017 Hampir 100%

Menag menambahkan, kebutuhan jemaah haji yang terkait dengan angkutan udara, bus shalawat, perusahaan katering, dan lainnya juga telah dipersiapkan seluruhnya.

"Semua hal kebutuhan jemaah haji di Tanah Suci sudah final semua. Yang belum selesai, tinggal beberapa hal di dalam negeri seperti paspor, visa, pemeriksaan kesehatan, dan lain sebagainya yang dalam proses penyelesaian," imbuh Menag.

Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jemaah haji reguler yang dibuka dalam tahap II telah ditutup Jumat (02/06), pukul 15.00 WIB. Sebanyak 188.389 jemaah melunasi BPIH pada masa pelunasan tahap I. Sedangakn 13.047 jemaah melakukan pelunasan BPIH pada tahap II.

Sampai dengan saat ini masih ada 1.082 jemaah haji yang belum melunasi BPIH reguler. Sisa kuota ini akan dimanfaatkan oleh jemaah cadangan yang sudah melunasi pada tahap I sesuai dengan daftar antrian di masing-masing provinsi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebanyak 5.075 orang telah melakukan pelunasan BPIH dengan status sebagai jemaah cadangan. Mereka melunasi BPIH pada tahap I dengan catatan akan diberangkatkan jika masih ada sisa kuota pada penutupan pelunasan tahap kedua.

Keputusan Menteri Agama (KMA) No 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438H/2017M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 yang terdiri dari kuota haji reguler (204.000) dan kuota haji khusus (17.000). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 202.518 untuk jemaah haji dan 1.482 untuk petugas haji daerah.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I rencananya mulai diberangkatkan pada tanggal 28 Juli - 11 Agustus 2017 langsung menuju Madinah. Adapun gelombang II, rencananya diberangkatkan pada tanggal 12 26 Agustus 2017 dengan tujuan Jeddah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Habib, Aswaja Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 01 November 2017

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketika penjajah Jepang menguasai Indonesia, para kiai melawan dengan berbagai cara. Salah satu kiai tersebut adalah Pengasuh Pesantren Situbondo, KHR. Asad Syamsul Arifin. Sebelum menggelorakan perang melawan Jepang, Kiai Asad membaca Ratibul Haddad sejak tengah malam hingga subuh.

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Diwiridkan KH Asad Syamsul Arifin saat Hadapi Penjajah

Hal tersebut diceritakan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramah agama pada peringatan Haul Majemuk pendiri dan pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, yang digelar di Pesantren Al-Wathaniyah 43 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (17/9) siang. 

"Suatu ketika, Mbah Asad memasuki wilayah Jember. Sepanjang malam, beliau komat-kamit. Hingga penduduk setempat tanya, gerangan apakah yang dilafalkan beliau. Lalu, beliau cerita kalau sedang mewiridkan Ratibul Haddad," ujar Kiai Azaim.

Menjelang subuh, lanjut Kiai Azaim, wiridan Kiai Asad baru selesai. Konon, wirid tersebut diijazahkan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan yang juga guru Hadratussyekh Hasyim Asyari Jombang. "Jadi, karomah wirid ini sungguh luar biasa. Jepang lari tunggang langgang menghadapi pasukan Mbah Asad," tutur santri lulusan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sejak saat itu, tambahnya, Kiai Asad terus membaca Ratibul Haddad ketika menghadapi persoalan genting. "Wiridan ini oleh beliau kemudian diijazahkan kepada para santri Pesantren Sukorejo," jelas putra pasangan KH Dhofier Munawar dan Nyai Hj Zainiyah Asad ini.

Menurut Ra Azaim, sapaan akrabnya, wirid Ratibul Haddad memiliki banyak keutamaan. Suatu ketika, di jazirah Arab ada seseorang yang sedang dikejar perampok Badui. Kemudian, ia membuat garis di tanah sembari merapal Ratibul Haddad.

"Sungguh aneh tapi nyata, para perampok itu tidak melihatnya padahal dilewati beberapa kali," ungkapnya.

Cucu Kiai Asad ini berpesan, agar alumni dan para santri untuk melanggengkan wirid Ratibul Haddad. "Agar istiqomah membaca wirid ini. Selain telah menjadi tradisi sejak di pesantren, Insyaallah banyak manfaat dan berkahnya," pungkas Ra Azaim. (Cha Sholehah/Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Meme Islam, Pertandingan, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock