Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan negara seharusnya melakukan asesmen bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pemaknaan Ideologi Pancasila. Pasalnya, selama ini hanya kalangan awam yang disurvei pemahamannya terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Harus Lakukan Asesmen ASN terkait Pemaknaan Ideologi Pancasila

“Ada nggak survei yang terkait khusus untuk aparatus negara. Lembaga negara semacam PPIM UIN punya nggak survei tentang itu,” ujar Rumadi saat berbicara sebagai narasumber bersama Direktur PPIM UIN Ciputat Dr Jamhari Ma’ruf pada bedah buku Revolusi Pancasila karya Yudi Latif Jakarta, Senin (22/5).

Dalam kegiatan bedah buku yang diinisiasi Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kemenag di Hotel A-One tersebut, Rumadi melempar pertanyaan kepada pembedah kedua, Jamhari Ma’ruf, lantaran pernah menerima informasi bahwa salah seorang pegawai Kementerian Keuangan diduga pro Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Bagi saya, pro HTI itu bukan Pancasila. Kalau dia pro negara khilafah berarti bukan Pancasila. Info ini jelas mengejutkan. Ada aparatus negara yang punya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara. Dugaan saya, ini semakin meluas ke mana-mana,” tegasnya.

Tak hanya di Kemenkeu, lanjutnya, tapi juga telah masuk ke TNI dan Polri. Bahkan dikabarkan ada jenderal purnawirawan yang sepertinya sudah mulai ‘masuk angin’ soal ideologi seperti ini. “Termasuk Kemenag. Maka, menurut saya Kemenag perlu melakukan asesmen terhadap aparatusnya,” tekan Rumadi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dosen STAINU Jakarta ini menambahkan, jika dia warga negara biasa, bukan penyelenggara negara mungkin kita masih bisa agar longgar. “Tetapi kalau ideologi ini sudah merasuk ke dalam unsur negara yang mengelola birokrasi, maka jangan sampai dibiarkan,” tegasnya.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut pria kelahiran Jepara ini, Pancasila lahir dari kompromi politik. Bahkan, negara ini juga lahir dari kompromi politik. “Kalau tidak ada kompromi politik mungkin nggak ada Indonesia. Jadi, negara dan ideologi negara lahir dari kompromi,” tandas Rumadi.

Kompromi politik, bagi dia, memiliki kekurangan sekaligus kelebihan. Pada satu sisi terlihat baik, namun juga lembek. Perdebatan apapun dalam politik, ujung-ujungnya akan kompromi. Misalnya, saat pembahasan UU APBN. Ketika pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah sebesar 15 ribu per dolar, sementara DPR mengasumsikannya 12 ribu, pasti akan disepakati ketemu di tengah.

“Jadi, seluruh bangunan kenegeraan ini semuanya lahir dari kompromi. Baiknya melahirkan kesepakatan bersama. Tapi sisi negatifnya adalah menjadikan identitas negara ini cair. Jadi jika ada yang meledek Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler ya salah satunya karena adanya kompromi ini,” kata Rumadi.

Terhadap buku tersebut, Rumadi mengaku tertarik atas sub judul ‘musuh revolusi’. “Saya senang dengan istilah ini. Saya juga jadi penasaran siapa sebenarnya musuh Kang Yudi. Di sini, disebutkan unsur-unsur anti dan kontra revolusi Pancasila, lalu kekuatan kapitalisme hitam menjadi salah satu musuhnya,” ulasnya.?

Selain Yudi Latif selaku penulis buku, hadir dalam acara yang dibuka resmi oleh Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud ini, Kepala Puslitbang Penda Amsal Bakhtiar, Kepala Pusdiklat Teknis Mahsusi, para pejabat Eselon III di lingkungan Balitbang Diklat, serta para Kepala Balai Litbang Agama (BLA) dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) seluruh Indonesia. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Aswaja, Nahdlatul, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 04 Maret 2018

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final

Kediri, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulunggung? dan kesebelasan pesantren An-Nur 2 Turen Malang berhasil maju ke babak final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur? II. Mereka menyisihkan sejumlah kesebelasan lainnya di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

DaTa lolos ke final setelah dalam babak semifinal kemarin sore berhasil menundukkan tim Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dengan skor 3-0. Gol itu diciptakan Dimas Alamanda pada menit ke-59, Nando Hendra di menit ke-62, dan M Alfin pada menit ke-68. Dengan skor ini kesebelasan DaTa bisa lolos ke babak final dan akan bertemu dengan tim An-Nur 2.

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Darut Taibin dan An-Nur 2 Lolos ke Babak Final

Sementara kesebelasan Pesantren An-Nur Turen 2 Malang bisa lolos ke Final setelah melibas kesebelasan Pesantren Darul Ulum Ploso Peterongan Kabupaten Jombang dengan skor 3-2 setelah adu penalti.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jalannya pertandingan antara kesebelasan DaTa dan Quen berlangsung menarik. Selain Quen didukung oleh ratusan pendukungnya, permainan kedua tim juga bisa dinikmati.

Pada babak pertama kedua tim bermain taktik. Mereka menggunakan permainan umpan pendek dari? kaki ke kaki yang sering dipertontonkan para pemain. Namun karena rapatnya pertahanan bola jarang bisa masuk sampai kotak penalti. Kalau ada yang bisa masuk langsung? disapu bersih para pemain belakang. Sampai menit terakhir babak pertama skor tetap imbang 0-0.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pada babak kedua Agus pelatih DaTa mengubah taktik permainan anak asuhnya. Kalau sebelumnya banyak permainan dari kaki ke kaki melalui umpan-umpan pendek, di babak kedua mereka justru bermain bola-bola lambung untuk menghemat energi.

Setiap bola yang datang ke belakang langsung disapu ke depan. Sehingga aliran bola ke depan sangat deras. Teknik ini membuahkan hasil. Pada menit ke-59 Dimas Alamanda, pemain belakang DaTa berhasil membobol gawang Quen Al-Falah.

Mengetahui tekniknya jitu, para pemain DaTa terus menekan yang membuat pertahanan belakang Quen Al-Falah kocar-kacir. Dua gol tercipta lagi melalui Nando Hendra pada menit ke-62 dan 2 menit sebelum pertandingan berakhir. M Alim Alvin melesatkan bola ke gawang Quen Al-Falah. Dengan demikian pertandingan berakhir dengan skor 3-0.

Sedangkan di partai sebelumnya yang mempertemukan antara kesebelasan Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang? dan tim Pesantren An-Nur 2 permainan tampak monoton. Tidak ada aliran bola yang akurat. Sehingga peluang menciptakan gol ke gawang lawan nyaris? tidak ada. Sampai turun minum kedua tim tidak ada yang menyarangkan bola ke gawang lawan.

Di babak berikutnya dua tim tampak sama-sama kehabisan stamina. Serangan-serangan yang dibangun kurang power dan greget sehingga mudah dimentahkan lawan. Begitu juga sebaliknya. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap 0-0. Karena itu dilakukan perpanjangan waktu 15 menit. Namun, hasil tetap imbang tanpa gol.

Akhirnya Pipin Indra wasit yang memimpin jalannya pertandingan meminta pelatih untuk mempersiapkan masing-masing lima algojo. Namun karena stamina pemain memang sudah terkuras, lima yang disiapkan An-Nur bisa menyarangkan bola. Sedangkan kesebelasan Darul Ulum hanya mendapatkan dua bola. Karenanya kesebelasan An-Nur berhak maju ke babak final. Di babak ini kesbelasan An-Nur nanti akan ketemu dengan tim DaTa pada Rabu (31/8). (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 25 Februari 2018

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Probolinggo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sedikitnya 100 orang pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/11).

Badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj Endang Astuti mengatakan Muslimat dan Fatayat NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang sangat strategis karena memiliki struktur dari cabang hingga ranting.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Pertemuan yang dilakukan bersifat rutin dan sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa menjadi media yang sangat efektif untuk merubah mindset, khususnya orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Menurut Endang, melalui Muslimat NU dan Fatayat NU ini diharapkan orang tua bisa mendapatkan dampaknya. Sebab kebanyakan banyak pernikahan dini di usia muda yang berakhir dengan perceraian karena dilakukan karena kehendak orang tua.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Minimal pengurus Muslimat dan Fatayat NU menjadi contoh yang paling awal untuk memperhatikan usia yang ideal bagi anggota keluarganya. Harapannya, mereka tidak hanya melakukan syiar agama Islam, tetapi juga merespon isu-isu kekinian tentang permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati menyambut baik upaya dari Pemkab Probolinggo yang mau merangkul Muslimat dan Fatayat NU agar bisa bersama-sama mensosialisasikan PUP kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan sebuah kepercayaan yang sangat besar. Mudah-mudahan kami mampu menjalankan amanah ini dengan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang ideal,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 14 Februari 2018

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan

Malang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Sabtu (2/6) mengunjungi korban luka tembak warga Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Hasyim juga menyempatkan menjenguk korban kecelakaan truk yang menelan 15 korban meninggal di Sedaeng, Pasuruan.

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi Kunjungi Korban Bentrok Pasuruan

"Keluarga yang ditinggalkan maupun yang menjadi korban bentrok antara warga dengan aparat TNI AL harap bersabar. Ini merupakan sebuah tindakan kezaliman," ujarnya di sela menjenguk korban di ruang 13 atau ruang akut bedah RSSA.

Hasyim datang dengan rombongan sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung masuk ke ruang 13. Dalam kunjungannya, Hasyim langsung bertanya pada salah satu korban Erwanto (21) tentang keadaannya, didampingi petugas dan pihak RSSA.

Dalam dialognya dengan Erwanto, ditanyakan seputar kejadian bentrok di Alas Tlogo yang menewaskan empat orang dua diantaranya perempuan. Selain itu, minta penjelasan dari pihak RSSA terkait dengan kondisi kedua korban.

"Kasihan sekali, warga yang selama ini membayar pajak untuk kepentingan negara, malah dijadikan korban terutama ibu-ibu dan anak-anak," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Hasyim, peristiwa bentrok antara warga dengan aparat TNI AL seharusnya bisa dicegah, asalkan melalui prosedur yang jelas. Dalam kunjungan pada korban luka tembak di RSSA, ia juga memberikan bantuan pada dua korban, yaitu Choirul anwar (3) dan Erwanto (21) serta berdoa bersama di ruang 13 RSSA. (sbh/sm)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Aswaja, Kiai Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 12 Februari 2018

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran

Tulungagung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) Ir H Alfa Isneini mengingatkan kesatuannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan GP Ansor dan lingkungan sekitarnya. Karenanya GP Ansor juga harus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Alfa juga mengapresiasi kehadiran sejumlah Fatayat Serbaguna yang menjadi peserta Pendidikan Terpadu Dasar (DTD), Jumat-Ahad (2-4/9).

Acara pelatihan diikuti sekitar 150 peserta dari ranting di sekitar Pimpinan Anak Cabang Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Yang istimewa dari 150 peserta ada sembilan orang anggota Fataya NU yang bergabung untuk mengikuti latihan.

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Fatser Ikuti Pendidikan Kebanseran

“Kami sendiri atas nama pelatih ibaratnya makan buah simalakama. Tidak diterima mereka ngeyel. Diterima, belum ada aturan yang baku tentang Fatser. Sambil menunggu aturan, maka biar mereka ikut,” ungkap Kasatkorcab Banser Tulungagung Drs Yoyok Mubarok.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara Alfa mengimbau, “Lingkungan di mana anggota Banser berada harus aman dari berbagai gangguan. Stabilitas harus mantap. Jangan sampai di lingkungan Anda semua ada teroris.”

Tugas Banser selain itu adalah menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturahmi sesama anggota Banser dan GP Ansor dan komponen masyarakat yang lain. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Jadwal Kajian, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 11 Februari 2018

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Majalengka, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Masyarakat menyambut baik Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digagas Pemkab Majalengka di desa Tanjung Sari kecamatan Sukahaji, Majalengka, Jumat-Sabtu (26-27/9). Masyarakat mendukung penggunaan internet secara sehat untuk mengakses informasi yang menunjang peningkatan SDM warga desa.

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Salah satu tokoh masyarakat Apip Saepudin mengatakan, keberadaan teknologi, informasi, dan komunikasi di tiap desa diharapkan membangkitan warga untuk melek infomasi.

“Semoga dengan adanya TIK di tiap desa membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat setempat. Jangan sampai niat baik pemerintah disalahgunakan dengan mengakses yang tidak bermoral,” kata Apip yang seharinya mengajar di madrasah diniyah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pentingnya melek infomasi untuk mengimbangi keilmuan yang sudah serba cepat dan sebagai pembelajaran pendidikan yang moral, tandas Apip, relawan TIK.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Festival Desa Teknologi  Infomasi dan Komunikasi di desa Tanjung Sari ini terselenggara atas kerja sama dengan Kominfo bertajuk “Membangun Desa TIK yang Terintegrasi”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Majalengka Sutrisno.

“Pemkab Majalengka berkomitmen menanggulangi kemiskinan masyarakat di desa dengan TIK ini,” kata Sutrisno. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Nusantara, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Peringatan maulud Nabi Muhammad SAW di wilayah Nusantara biasa diselenggarakan melalui beragam kegiatan. Selain pengajian akbar dan pembacaan Diba, ada pula yang merayakan dengan maulud dengan balutan tradisi lokal, seperti Grebeg Mulud hingga khitanan massal.

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Masyarakat Dukuh Kranji, Kedungwuni, Pekalongan memperingati kelahiran Nabi Muhammad khitanan massal. Hal itu berlangsung tiap tahun.

Sabtu (2/12), sebanyak 36 anak usia SD/MI menjadi peserta khitanan massal tahun ini. Sejak usai Shalat Subuh, didampingi para orang tuanya, mereka berkumpul di aula umum Yayasan Nurul Anam Kranji yang bersebelahan dengan Masjid Jami Kranji. Raut muka anak-anak tersebut beragam, ada yang terlihat ceria, ada pula yang waswas takut lantaran akan disunat.

Muhammad Mumakhis (9), siswa kelas 4 di MI Walisongo Nurul Anam Kranji yang berasal dari dukuh tetangga misalnya, di balik senyumnya pagi itu tersembunyi rasa tegang. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dapat giliran nomor 7, deg-degan," ujarnya malu-malu.

Sekira pukul 05.30 WIB, satu per satu peserta pun dipanggil oleh petugas yang bakal mengkhitan untuk disuntik bius terlebih dahulu. Sebagian dari mereka ada yang menangis karena tak kuasa menahan rasa sakitnya disuntik jarum di bagian kemaluannya. 

"Aduh! Bapak...," teriak salah satu peserta, Muhammad Adly Anwar (9) sambil menangis kesakitan.

Sontak, tangisan dari anak-anak itu pun membuat riuh suasana di sekitar lokasi. Warga pun makin banyak yang datang ke lokasi untuk menyaksikan anak-anak disunat.

Ketua RW setempat, Maftuh, mengatakan untuk maulud tahun ini peserta khitanan massal cukup banyak, yakni 36 peserta. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Awal yang daftar ada 40 anak, tapi ada yang mundur karena ada yang takut, ada yang pilih menunda tahun depan," ungkap Maftuh yang juga panitia acara.

Para peserta khitanan massal ini sama sekali tidak dipungut biaya. Oleh panitia, peserta justru diberikan baju koko, sarung, dan peci secara gratis.





Sejak tahun 60-an

Pengurus Masjid Jami Kranji, Kiai Afnan Chafidh, mengatakan tradisi khitanan massal ini sudah berlangsung sejak tahun 60an. Bahkan, Dukuh Kranji termasuk perintis tradisi khitanan massal di wilayah Pekalongan. 

"Sudah ada sejak sekitar tahun 60an. Peserta pertamanya sekarang sudah meninggal. Dan di Pekalongan, ini termasuk yang merintis," jelasnya.

Usai khitanan, kegiatan berlanjut dengan pengajian Maulid Nabi di Masjid Jami Kranji. Biasanya masyarakat dari berbagai desa hadir pula lantaran Kranji termasuk daerah santri yang dijadikan rujukan pendidikan agama oleh masyarakat. 

"Yang ikut sunat di sini itu kan biasanya ada ikatan darah atau sosial dengan Kranji. Misalnya, bapaknya dulu orang sini, atau anaknya sekolah di MI, Madrasah Diniyah, atau TPQ Kranji, terus diikutkan sunat di sini untuk makin merekatkan dengan Kranji," kata alumnus pondok pesantren Leteh, Rembang ini.

Di Pekalongan, lanjut Kiai Afnan, Kranji memang dikenal sebagai daerah santri. Oleh karena itu dengan tradisi khitanan massal di momen Maulud Nabi ini, anak-anak yang ikut dikhitan juga dikenalkan dengan tradisi keislaman yang baik.





Melestarikan Gotong-royong

Meski untuk khitanan massal tidak dipungut biaya, biasanya para orang tua peserta secara suka rela ikut membantu memberikan suguhan berupa nasi berkat (ambeng) yang disediakan untuk para jamaah yang hadir di pengajian Maulid Nabi. 

"Dari pengurus masjid sudah menyampaikan ke panitia agar tidak mengajukan proposal ke masyarakat. Biar tidak ada kecemburuan. Jadi semuanya saling membantu semampunya," ungkapnya.

Gotong-royong semacam ini menjadi penting lantaran bisa menjadi penguat nilai-nilai positif di masyarakat. Selain itu juga makin merekatkan masyarakat dengan Dukuh Kranji yang menjadi pilar pendidikan keislaman yang telah mengakar sejak lama.

Di tengah fenomena mulai memudarnya nilai gotong-royong di era modern, lewat berbagai kegiatan tradisi yang diselenggarakan, Dukuh Kranji juga mampu menjadi contoh bagi daerah lain agar mengaplikasikan salah satu maqalah yang masyhur di lingkungan Nahdliyyin, yakni almuhafadhatu ala alqadimish shalih, wal akhdzu bi aljadidil ashlah, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. (Ahmad Rodif Hafidz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Hadits, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 30 Januari 2018

MA Maarif Keputran Borong 12 Piala KSM dan Aksioma Pringsewu

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Madrasah Aliyah Maarif NU Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Lampung berhasil memborong 12 piala pada ajang bergengsi Pelajar Madrasah yaitu kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tingkat Kabupaten Pringsewu tahun 2017.

MA Maarif Keputran Borong 12 Piala KSM dan Aksioma Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Borong 12 Piala KSM dan Aksioma Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Borong 12 Piala KSM dan Aksioma Pringsewu

Prestasi ini diraih oleh siswa Madrasah setempat setelah menyisihkan 482 Pelajar Madrasah lainnya pada Kompetisi yang digelar di Kampus MTsN 2 Pringsewu, Rabu (26/4).

Dari raihan prestasi tersebut, MA Maarif NU Keputran berhasil meraih 3 trofi Juara I sehingga dapat mendudukkan 3 siswanya mewakili Kabupaten Pringsewu untuk berlaga pada Kompetisi serupa ditingkat Provinsi Lampung. Ketiga siswa tersebut adalah Fitri Dwi Yunita Juara I KSM Biologi, Agus Zainudin Ahsan Juara I English Speech Contest dan Siti Mustika Sari Juara I Tenis Meja Putri.

Raihan keberhasilan ini melengkapi prestasi MA Maarif NU Keputran yang merupakan Madrasah Aliyah Favorit di Kabupaten Pringsewu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Semoga Ketiga Siswa yang akan mewakili Kabupaten Pringsewu dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat mewakili Propinsi Lampung dalam ajang serupa di Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Propinsi Yogyakarta," harap Pendamping Lomba Madrasah setempat Zulian Tri Muhardi.

Lomba yang dipertandingkan pada ajang ini terdiri dari KSM Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi. Sementara untuk Aksioma memperlombakan Lomba MTQ, Pidato Bahasa Inggris, Kaligrafi, Madrasah Singer, Bulu Tangkis dan Tenis Meja untuk Putera dan Puteri serta Futsal Putra.

Adapun hasil yang di raih oleh para kontingen kebanggaan MA Maarif NU Keputran ini adalah sebagai berikut :

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

KSM (Kompetisi Sains Madrasah)

1. Juara 1 Biologi Fitri Dwi Yunita X MIA 1

2. Juara 3 Fisika, Ahmad Khoirul Anwar XI MIA 1

3. Juara 3 Matematika, Nur Anisa XI MIA 1

Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah)

1. Juara 1 Speech Putra, Agus Zainudin Ahsan XI MIA 1

2. Juara 1 Tenis Meja Putri Siti Mustika Sari XI IIS 1 

3. Juara 2 Solo Song Putra, Imam Khanafi XI MIA 2.

4. Juara 2 Solo Song Putri, Mega Fatma XI MIA 2

5. Juara 2 MTQ Putra, Muhammad Hariri XI IIS 3

6. Juara 2 Badminton Putra, Riki Wahyudi XI MIA 1

7. Juara 2 Badminton Putri, Syarifah Al Fauziyah XI MIA 1

8. Juara 2 Speech Putri, Muslikah X MIA 2

9. Juara 3 Tenis Meja Putri, Milla Rahmawati Dewi X MIA 1

(Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pahlawan, Olahraga, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 19 Januari 2018

2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

Surabaya, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sebagai media cetak Nahdlatul Ulama, majalah Aula siap menghadapi tahun 2014 dengan penuh optimisme. Bahkan diharapkan tahun depan akan ada peningkatan signifikan dari oplah dan sejumlah pendapatan.

Tekad itu mengemuka para rapat gabungan perusahaan yang diselenggarakan di kantor Majalah Aula jalan Masjid al-Akbar Timur no 9 Surabaya Jawa Timur.

2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu (Sumber Gambar : Nu Online)
2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu (Sumber Gambar : Nu Online)

2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

"Dengan perubahan menjadi PT Aula Media NU, maka hal mendesak yang harus dilakukan adalah kerja profesional," kata H Abdul Wahid Asa (28/12).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dikatakannya, profesionalitas itu memiliki indikasi pada kinerja dan proyeksi media dari waktu ke waktu. "Karena itu semua pihak harus belajar agar bisa memiliki pola fikir dan kinerja yang profesional," tandas Ketua Dewan Pakar Majalah Aula ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menghadapi tahun 2014, Majalah Aula telah menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP. "Diantara yang ingin diraih adalah peningkatan oplah majalah menjadi dua puluh ribu eksemplar," kata Trisnohadi.

Bapak yang dipercaya sebagai manager keuangan ini teklah menghitung dengan cermat penambahan oplah itu dari yang semulka masih sekitar lima belas ribu eksemplar.

"Tentu saja peningkatan oplah ini harus diimbangi dengan strategi pemasaran dan konten tulisan serta perwajahan yang lebih baik," ungkap Tris, sapaan kesehariannya.

Pada saat yang sama, jumlah iklan di media yang telah berusia 35 tahun ini juga harus ada pencapaian. "Peningkatan iklan yang akan dimuat majalah Aula setiap penerbitan ditetapkan sebanyak dua belas halaman," ungkapnya.

Dengan proyeksi ini, tentu saja akan banyak hal yang harus dilakukan baik di tingkatan marketing dan sirkulasi serta redaksi.

"Kita berharap semua pihak bersinergi untuk meraih angka tersebut," terangnya. Tris masih optimis bahwa andai pangsa pasar yang ada digarap secara serius, peluang penambahan omset dan jumlah pelanggan bisa diraih.

Untuk mendongkrak itu, sejumlah event akan selalu diselenggarakan baik pada mementum hari besar agama maupun kegiatan lain.

"Kita telah mempersiapkan momentum maulid, pameran umrah dan haji, pemilihan putri hijab, bazar Ramadhan, bazar Muharram serta pameran pendidikan muslim untuk mendukung peningkatan oplah dan pemasukan bagi perusahaan," ungkapnya.

Diharapkan dengan sejumlah kiat dan tentunya berbagai kreasi baik dari pihak pemasaran dan redaksi, maka proyeksi itu dapat terlampaui. "Tapi saya optimis dalam bulan keempat di tahun 2014 nanti, proyeksi itu akan terlampaui," sergahnya. "Namun itu semua sangat bergantung kepada kekompakan semua kru majalah," pungkasnya. (Syaifullah/Anam)

2014, Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 16 Januari 2018

Ketua LP Ma’arif NU Pringsewu Paparkan 3 Prinsip Beragama

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Islam terlahir bukan hanya mengurusi masalah sholat, zakat dan permasalahan seputar ibadah saja. Namun Islam juga membahas dan membawa misi penting lainnya yaitu muamalah yang berkaitan dengan kemaslahatan hidup bersama orang lain di dunia.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Ahmad Rifai, MPd, Ketua LP Maarif NU Kabupaten Pringsewu yang juga salah satu Anggota Komisi Fatwa MUI Pringsewu pada Dialog Perdana Safari Ramadhan MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Pagelaran Utara, Senin (22/06).

Ketua LP Ma’arif NU Pringsewu Paparkan 3 Prinsip Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LP Ma’arif NU Pringsewu Paparkan 3 Prinsip Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LP Ma’arif NU Pringsewu Paparkan 3 Prinsip Beragama

Rifai mengatakan, untuk mewujudkan itu, setiap muslim haruslah memiliki 3 prinsip dalam beragama. Prinsip prinsip tersebut adalah Ruhuddin yaitu semangat beragama, Ruhuddinul adabi wal hadoroh yaitu Semangat membangun agama, adab dan budaya serta Ruhul Wathoniyyah Spirit kecintaan kepada tanah air.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Rifai Islam menyebar ke seluruh dunia untuk menjadi rahmatan lil alamin bagi seluruh manusia tanpa membedakan ras, budaya dan tempat tinggal. "Oleh sebab itu, ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, beliau tidak membentuk Darul Islam atau Negara Islam namun mendirikan Darus Salam atau Negara Kedamaian," terangnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rifai mengatakan, bahwa Islam bukanlah agama pemberontak, agama Teroris dan agama Pembuat masalah. Islam datang dengan kedamaian. Kalaupun ada orang Islam yang melakukan teror dan sebagainya hal tersebut hanyalah kebetulan saja karena oknum tersebut tidak bisa mengartikan makna Jihad.

Menurutnya, teror bersifat merusak sedangkan jihad bersifat memperbaiki. Oleh karena itu, jika ada yang mengatasnamakan jihad namun merusak dan merugikan orang lain, maka itu dikategorikan sebagai teror. "Kewajiban kita untuk memperbaiki dan membangun negara, bukan malah merusaknya," tegasnya.

Rifai mengingatkan, bahwa Tanah air Indonesia merdeka tidaklah dengan gratis. "Indonesia merdeka dengan menumpahkan darah para pejuang. Indonesia merdeka dengan perjuangan. Adalah kewajiban bagi kita untuk berjihad mempertahankan Negara kita sebagaimana resolusi jihad yang di kumandangkan oleh para Ulama Pejuang pendahulu kita," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Hadits, Internasional, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

‘Syarat Tambahan’ dan Status Hukumnya dalam Fiqih Transaksi

Lagi-lagi dalam kesempatan tulisan kali ini, pengaji menunda pembahasan terkait dengan akad tawarruq dalam dunia perbankan syari’ah. Sebenarnya bukan maksud pengkaji untuk menghilangkan kesempatan mengkaji bab tersebut, akan tetapi ada beberapa dasar yang harus dipahami terlebih dahulu oleh pembaca agar permasalahan tawarruq dalam bank syari’ah bisa diterima oleh semua pihak. Kali ini, pengkaji menghadirkan sub tema syarat tambahan dalam kasus fiqih transaksi.

(Baca: Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram?)

‘Syarat Tambahan’ dan Status Hukumnya dalam Fiqih Transaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Syarat Tambahan’ dan Status Hukumnya dalam Fiqih Transaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Syarat Tambahan’ dan Status Hukumnya dalam Fiqih Transaksi

(Baca: Mengenal Konsep ‘Hilah’, Menyiasati Hukum Fiqih)Untuk memahami tema tersebut, berikut saya hadirkan sebuah ilustrasi permasalahan. 

Ada sebuah kasus, seorang penjual mengumumkan bahwa suatu barang yang dibeli bisa dipesan dan diantarkan ke rumah pembeli. Dalam kasus yang lain, sebuah produsen komputer mengumumkan bahwa setiap pembelian komputer baru kepada perusahaannya, akan ada jaminan garansi selama 2 tahun. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tanggapan dari seorang konsumen terhadap pengumuman itu adalah, bahwa jasa mengantarkan barang yang dibeli oleh konsumen ke rumah adalah merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh penjual. Dan bila si penjual tidak memenuhi syarat tersebut, pihak pembeli berhak untuk melakukan claimed atas layanan yang diberikan oleh seller serta membatalkan akad /transaksi. 

Tanggapan konsumen terkait garansi, bahwa bila dalam jangka waktu 2 tahun terdapat kerusakan dalam komputer yang dibelinya, maka pihak produsen harus bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

Syarat sebagaimana dimaksud di atas, penulis sebut dalam kesempatan tulisan kali ini sebagai additional transaction (syarat tambahan). Syarat tambahan ini biasanya diberikan dengan maksud “memberi manfaat lebih” kepada salah satu pihak seller-buyer. Dan dalam lingkungan perdagangan biasanya dikenal dengan istilah “memanjakan konsumen”.

Yang menjadi objek permasalahan adalah, syarat tambahan yang diberikan produsen tersebut termasuk kategori akad apa dalam syariat? Bolehkah seorang konsumen membatalkan suatu akad bilamana produsen ternyata tidak bisa memenuhi syarat tambahan/janji kemudahan yang ditawarkan? Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan tersebut, terlebih dahulu mari kita ulas soal akad dan syarat dalam fiqih transaksi. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebagaimana diketahui bahwa, Allah SWT telah berfirman di dalam QS al-Maidah: 1 yang berbunyi:

? ? ? ? ? ?

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akadmu.”

Nabi Muhammad SAW juga bersabda, bahwa: ? ? ?, orang Islam itu harus senantiasa memperhatikan syaratnya (janjinya). Dalam kitab Fathul Bari, Syeikh Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits ini juga diriwayatkan oleh ‘Amru bin ‘Auf dengan tambahan lafadh: ? ? ? ? ? ? ? , yang artinya, kecuali syarat mengharamkan perkara halal atau menghalalkan perkara haram”. Walhasil, seorang muslim wajib hukumnya memperhatikan syarat /janji yang telah ia utarakan.

Apakah “Syarat Tambahan” Bisa Mengubah Status Hukum Akad?

Terkait dengan persoalan apakah syarat tambahan bisa mengubah status hukum akad, maka para ulama empat madzhab berbeda pendapat mengenai status hukumnya. Misalnya menurut pandangan ulama Madzhab hanbali. 

Menurut kalangan madzhab Hanbali, syarat tambahan sebagaimana yang dimaksud dalam contoh di atas, dengan maksud mengistimewakan kepada konsumen/pelanggan, adalah diperbolehkan oleh syariat secara mutlak. Ulama Hanabilah hanya memberi catatan saja yakni kecuali “jika syarat tambahan tersebut bertentangan dengan kaidah syar’iyah.”

Lebih lanjut, mereka memberikan ilustrasi, misalnya bila suatu pernikahan, ada seorang calon mempelai perempuan memberi syarat dalam akad nikah kepada calon suaminya bahwa jika telah sah menjadi suami isteri, si suami tidak boleh memaksa kepada si istri untuk tinggal di luar kampung kelahirannya, maka syarat semacam ini adalah dipandang sah. Atau misalnya contoh lain, adalah sah bagi calon mempelai perempuan memberi syarat kepada calon suami bahwa ia mau menikah dengan laki-laki tersebut, dengan catatan ia tidak boleh menikah lagi dengan wanita lain. 

Dalam kasus sebagaimana contoh ini, maka ulama Hanabilah menetapkan bahwa jika ternyata di kemudian hari didapati suami perempuan tersebut memaksa ia untuk tinggal di luar tanah kelahirannya, atau si suami melakukan nikah lagi tanpa persetujuan dari istrinya, maka si isteri berhak untuk membatalkan/memfasakh nikah. Ini merupakan konsekuensi logis dari pendapatnya ulama Hanabilah dalam memandang syarat tambahan. 

Keyakinan mereka ini didasarkan pada Dalil yang dipergunakan oleh kalangan Hanabilah ini adalah QS al-Maidah: 1 yang mana didalam ayat tersebut ada bentuk amar yang menunjukkan makna wajib menepati akad. Ayat ini ditangkap mereka sebagai dalil kemutlakan syarat bisa mengubah status akad.

Adapun pandangan kalangan Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi’iyah, terkait dengan status syarat tambahan bisa mengubah status akad atau tidak, maka para ulama dari ketiga madzhab ini memiliki cara pandang yang berbeda dari kalangan Hanabilah. Ketiga madzhab ini sama memiliki konsepsi yang sama dalam memandang syarat. Umumnya, dalam memandang akad, mereka membagi syarat dalam akad menjadi tiga, yaitu: ada (1) syarat sah, ada (2) syarat-syarat tidak sah dan ada (3) syarat-syarat batal.

Seperti misalnya menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu : 5/3317, beliau menyatakan: 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Yang dimaksud syarat sah adalah perkara yang diharuskan realisasinya sehingga akad dipandang sah secara syara’, dan bila tidak terealisasi maka batal suatu akad.

Kurang lebih maksud dari pernyataan Syekh Wahbah Al-Zuhaily ini adalah sebagai berikut:

Pertama, syarat sah, merupakan syarat yang bisa memperkuat akibat (sangsi hukum) dalam syariat. Sebuah contoh misalnya penjual tidak akan menyerahkan barang sampai si pembeli membayar harganya. Maka, dalam hal ini membayarnya pembeli merupakan sangsi hukum yang harus terjadi agar akad jual beli bisa berlangsung.

Kedua, syarat sah merupakan syarat yang secara eksplisit diakui oleh syariat. Misalnya, hak menentukan diteruskannya akad atau tidak (khiyar) yang ditetapkan oleh produsen kepada konsumen selama tiga hari. Maka dalam waktu tiga hari tersebut, pihak konsumen boleh memutuskan pembatalan akad atau melanjutkan akadnya, karena dalam syariat telah ditetapkan bolehnya untuk melakukan khiyar al-syarthi dan khiyar al-ru’yah (inspeksi barang). 

Ketiga, setiap syarat, “mutlak harus adanya hubungan dengan akad.” Misalnya, saya akan antarkan barang yang kamu beli ke rumahmu, dengan catatan jika kamu membelinya melebihi nominal sekian-sekian. Syarat seperti ini diperbolehkan oleh syariat. Sementara itu syarat, sepertimisalnya: Saya akan jual rumah ini kepadamu, asalkan kamu mau menikahi anakku. Untuk syarat yang terakhir tidak dibenarkan dalam syariat karena tidak ada hubungannya dengan akad atau bahkan memperkuat akad.

Keempat, terkadang suatu syarat boleh ditetapkan berdasarkan ‘adat mutharid, atau adat kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Misalnya, pihak produsen menetapkan garansi selama 1 tahun untuk pembelian jenis alat elektronik. Garansi seperti ini diperbolehkan, karena umumnya jual beli barang elektronik di pasaran adalah disertai dengan garansi. Kalangan madzhab Hanafi, secara tegas malah menyebutkan kebolehannya. 

Dengan memahami rincian syarat sah di atas, maka suatu syarat bisa dipandang menjadi tidak sah bilamana syarat tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan transaksi. 

2. Tidak ada hubungannya sama sekali antara syarat dan akad transaksi

3. Tidak dibenarkan oleh syariat

4. Tidak diperbolehkan oleh adat mutharid atau adat kebiasaan yang berlaku di masyarakat

5. Memberikan keuntungan yang tidak semestinya kepada salah satu pihak

Bila suatu syarat tambahan dipandang tidak sah, maka seluruh akibat hukum terkait dengan transaksi menjadi tidak sah pula, namun keberadaannya tidak mampu mengubah status akad menjadi batal. Dengan demikian, perlu adanya syarat bisanya melakukan pembatalan akad. Bilamanakah suatu syarat bisa membuat batalnya akad transaksi? 

Syarat batalnya suatu transaksi adalah ditentukan apabila dalam syarat tersebut terdapat hal yang secara langsung menyalahi hukum syariat. Ketentuan ini berangkat dari kaidah:

? ? ? ? ? ?

Semua syarat yang menyalahi prinsip-prinsip dasar syariat adalah batal

Berangkat dari kaidah ini, maka status pemberian garansi dan mengantarkan suatu dagangan oleh seorang pedagang ke rumah konsumennya, adalah bukan termasuk kategori yang menentang syariat. Persoalannya kemudian, apakah syarat/fasilitas tambahan yang diberikan oleh pedagang kepada konsumennya tersebut termasuk yang “diperbolehkan” oleh syara’ atau tidak? 

Sebuah syarat/fasilitas tambahan adalah boleh hukumnya diberikan oleh seorang pedagang kepada konsumennya, sebagaimana kaidah:

? ? ? ? ?

“Prinsip dasar dalam penetapan akad dan syarat adalah dibolehkan.”

Apabila syarat tersebut merupakan ketetapan yang diutarakan oleh salah satu pihak dalam proses transaksinya, atau memang sudah diumumkan secara pribadi oleh pedagang, maka berlaku kaidah:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Prinsip dasar dalam ketetapan akad adalah saling ridlanya dua orang yang bertransaksi dan sangsi hukum yang keduanya tetapkan selama bertransaksi”

Berangkat dari dua kaidah ini, maka status hukum memberi syarat/fasilitas tambahan hukumnya adalah boleh dengan catatan adanya saling ridla di antara kedua pihak, atau bahkan oleh salah satu pihak yang bertransaksi (penjual). 

Permasalahan selanjutnya, wajibkah pedagang atau produsen memenuhi syarat tambahan (janji) sebagaimana ia umumkan sendiri? Jawab dari permasalahan ini, adalah bahwa menjaga syarat (janji) harus diupayakan sebisa mungkin oleh pihak pedagang/produsen kepada konsumennya. Sebagaimana kaidah:

? ? ? ? ?

Wajib hukumnya memperhatikan syarat, sebisa mungkin/sekuat daya

Kewajiban ini tentunya berlaku bagi yang mengucapkan syarat (pedagang dan produsen) dengan catatan bilamana kriteria mutlak dipenuhinya janji dipenuhi oleh pembeli.

? ? ? ? ? ? ?

“Segala perkara yang berkaitan dengan syarat maka wajib berlakunya ketika terpenuhinya kriteria syarat tersebut”

Syarat yang digantungkan dengan sejumlah kriteria ini dikenal dalam istilah perdagangan sebagai “kriteria gantung”. Sahnya “kriteria gantung” ini selain bila tidak menyelisihi syara’, adalah juga bila kriteria tersebut bukan merupakan sesuatu yang mustahil. Bila ternyata hal tersebut merupakan sesuatu yang mustahil terjadi, maka sebuah akad bisa dihukumi batal. Namun, bila tidak mustahil, maka sebuah syarat wajib ditepati, dan bila tidak ditepati, tetap tidak bisa mengubah sebuah akad yang telah berlaku. Hanya saja akadnya menjadi akad yang fasid (akad rusak), karena syarat sah akad terpenuhi, namun syarat pembatalan dengan adanya kemustahilan tidak terpenuhi. 

Dengan demikian, bila dalam jual beli komputer sebagaimana kasus di awal-awal pembahasan, ternyata ada sebuah kerusakan total komputer akibat jatuh misalnya, maka hukumnya masih dibenarkan bila pihak produsen tidak menepati syarat garansinya. Karena faktor kerusakan karena jatuh, sehingga berujung pecahnya komputer yang tidak memungkinkan untuk diperbaiki, dan melainkan harus diganti, merupakan bagian dari kemustahilan berlakunya “kriteria gantung” garansi tersebut. 

Demikian juga, bagi pedagang, meskipun sudah menetapkan kriteria gantung bahwa ia akan mengantarkan suatu barang kepada konsumennya dengan syarat bila konsumen membeli barang tersebut dengan nominal tertentu, namun karena ia berlokasi yang cukup jauh dari pedagang, maka si pedagang tidak wajib memenuhi apa yang sudah dijanjikannya kepada konsumen. Suatu misal, Penjual berlokasi di Surabaya, sementara pembeli berlokasi di Jakarta. Padahal barang yang ia beli berupa beras 1 kuintal. Bagaimana menurut pandangan anda bila anda sebagai pedagangnya?

Wallahu a’lam





Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri, Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Berita, Sejarah, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 12 Januari 2018

NU-Maarif Jombang Kirim Bantuan

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sebagai solidaritas untuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana Gunung Merapi, pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama LP Ma’arif NU Jombang pada Sabtu (13/10) malam, mengirimkan bantuan senilai Rp 40 juta ke Yogyakarta.



NU-Maarif Jombang Kirim Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Maarif Jombang Kirim Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Maarif Jombang Kirim Bantuan

Bantuan ini dikoordinasikan oleh LP Ma’arif NU dan dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar. “Saya berharap pemberian bantuan ini jangan sampai salah sasaran. Tapi, saya kira, LP Ma’arif sudah memiliki komunikasi langsung dengan PWNU Yogyakarta”kata KH Isrofil, Sabtu (14/11).

Menurut H Salmanudin, Ketua LP Ma’arif NU Jombang yang juga koordinator penggalangan bantuan, bahwa bantuan yang dikirim ini merupakan bantuan spontanitas dari seluruh lembaga pendidikan se Jombang yang berada di lingkungan LP Ma’arif Jombang.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Banyak desakan dari lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif agar LP Ma’arif Jombang mengkoordinir bantuan, karena mereka merasa kesulitan dalam menyalurkan bantuan yang mereka terima selama ini. Baik dari siswa maupun wali murid,”ujar Gus Salman ini.

Bantuan tersebut sebanyak satu truck colt diesel terdiri dari; selimut, pakaian anak-anak, sabun mandi dan sabun cuci, air mineral, makanan bayi, roti dan mie instan. “Juga terdapat uang dan seluruhnya berjumlah sekitar Rp 40 juta,”tutur Gus Salman.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam pengiriman bantuan ini juga diikutsertakan sekitar 17 relawan dari LP Ma’arif NU Jombang, yang akan membantu proses distribusi di lapangan. (mus)Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Hadits, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 08 Januari 2018

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. The Wahid Institute bersama Google Indonesia menggelar workshop untuk menyebarkan informasi untuk perdamaian, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta. Kegiatan bertajuk ‘Pitch for Peace’ ini digelar untuk memberikan langkah-langkah strategis dalam menyerap maupun menyebarkan informasi melalui berbagai media di dunia maya.

Hadir dalam kegiatan ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid, penulis buku Biografi Gus Dur Greg Barton, aktivis gender Hussein Muhammad, dan para aktivis media sosial, serta blogger.

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian

Shinto Nugroho, Manajer Kebijakan Publik Google Indonesia mengatakan, bahwa sosial media yang saat ini menjadi basis penyebaran informasi mempunyai peran yang sangat strategis.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Bisa dikatakan para pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda sudah berada pada tingkat Digital Native (pengguna yang sudah mahir, red),” ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara itu, Yenny Wahid dalam sambutannya menuturkan, bahwa peran generasi muda untuk menyebarkan informasi yang damai dan mendidik sangatlah penting. Menurutnya, berbagai ancaman yang berbau intoleransi sangat mudah menyebar di dunia maya.?

“Sebab itu, banggalah menjadi anak Indonesia, karena peran anak muda yang mencintai negara dan bangsanya sangat penting dalam penyebaran informasi damai di internet,” terang Putri Ke-2 Gus Dur ini.

Senada dengan Yenny Wahid, Lukman Hakim Saifuddin juga menerangkan, bahwa untuk menyebarkan informasi damai, para aktivis media sosial harus mengubah cara pandang, dari melawan tindakan radikal melalui informasi ke pendekatan merangkul mereka dengan informasi yang baik dan benar.

“Internet memang mimbar bebas, sebab itu kita yang mewarisi kearifan luhur dari guru dan orang tua kita sangatlah penting dalam menghadapi radikalisme di dunia maya,” tuturnya.

Lukman menandaskan, bahwa Google juga harus mempunyai kebijakan terkait konten-konten keras dan tidak mendidik dalam mesin pencariannya. “Kebaikan atau kebajikan Google sangat membantu kita dalam mencari sesuatu, tetapi mestinya hal ini diimbangi dengan kebijakan yang serius terkait konten-konten radikal dengan tidak menampilkan konten tersebut di urutan paling atas, misalnya,” tandas Menag. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Kajian Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Warga NU di Cigadung, Kota Bandung, Jawa Barat, mengisi malam tahun baru hijriah dengan kegiatan positif. Selain pawai obor, mereka juga menggelar majelis shalawat dan pengajian yang dihadiri sejumlah tokoh setempat.

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat



Kota Bandung sejak sore hingga malam diguyur hujan yang cukup deras. Meski demikian, dinginnya udara pada Rabu (20/9) malam itu tidak menyurutkan mereka untuk memenuhi jalan-jalan, masjid, dan lapangan. Nahdliyin Cigadung juga mengadakan "Kecamatan Bershalawat" dengan menghadirkan KH Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung) dan Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



KH Maftuh Kholil dalam pidato sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya baik Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski tradisi ini kerap mendapat tuduhan bidah oleh sebagian kelompok.



Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia juga bercerita tentang masa kecilnya yang akrab dengan bubur Syura tiap memasuki bulan Muharram. Namun, belakangan tradisi pembuatan bubur itu terasa tak dikenal lagi.



"Kita harus tahu penyebab hilangnya kegiatan Syura dan bubur tersebut. Para, penjual bubur sudah ada dimana-mana, mereka berjualan sepanjang siang dan malam, maka tidak heran bubur Syura tidak laku lagi. Tapi penyebab kedua adalah penyebab yang lebih penting dan patut kita sampaikan pada umat, hilangnya membuat bubur Syura itu diakibatkan karena banyaknya orang yang secara sistematis ingin menghapus budaya islami di Nusantara," tuturnya. (Red: Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 03 Januari 2018

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Tampilnya berbagai kelompok kesenian yang tergabung dalam Aliansi Budaya untuk Masyarakat Urutsewu adalah model yang jarang terjadi dalam konteks kesenian dan konflik agraria di Indonesia dewasa ini.

Pada malam penggalangan dana yang sudah dilangsungkan sebanyak empat kali di Yogyakarta, berbagai kelompok seni seperti teater, sanggar tari, sanggar rupa seni, dan sastra, bahu-membahu memobilisir sumberdaya dari masyarakat Yogyakarta untuk membiayai Arak-Arakan Budaya yang akan diadakan di Urutsewu, Kebumen, 16 April 2014.

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu

Dari berbagai jenis kesenian itu, melihat lebih jauh keterlibatan kelompok tari adalah hal yang sangat menarik. Dua di antara tarian yang tampil dalam acara solidaritas budaya itu adalah Tari Saman dari Aceh dan Tari Cakalele dari Maluku.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Orang Aceh memiliki sejarah konflik yang panjang. Tari Saman biasanya ditampilkan oleh masyarakat Aceh dalam berbagai upacara adat. Dalam berbagai kesempatan, Tari Saman juga dipakai oleh pemerintah Indonesia untuk mengkonstruksi citra Indonesia di panggung global. Bahkan pada masa Aceh masih menjadi Daerah Operasi Militer (DOM), Tari Saman pernah dipakai oleh militer sebagai alat untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

Menyimak sejarah Tari Saman seperti di atas, Rachmi Diyah Larasati, pengajar di Jurusan Theatre Arts and Dance di University of Minnesota Minneapolis, menilai bahwa keterlibatan Tari Saman dalam acara Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu adalah hal yang lebih bermakna ketimbang penghargaan internasional yang justru menjauhkan Tari Saman dari konteks tari itu sendiri.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Fungsi Tari Saman di sini menjadi sumber aliansi ketubuhan estetik praktik. Ketika Saman dikooptasi militer, ia telah menjadi siimbol/representasi militer, dengan keterlibatan ini maka ia menjadi representasi rakyat yang berkeinginan memediasi penindasan yang dalam konteks Urutsewu dipelopori oleh militer,” demikian komentar Rachmi.

Sementar Tari Cakalele memiliki cerita lain. Menurut Muhammad Ismul Azham, salah seorang penari dari Sanggar Nusantara yang ikut berpartisipasi dalam Tari Cakalele yang ditampilkan, sejak dulu bagi orang Maluku, Tari Cakalele merupakan tarian perlawanan atas penjajahan.

Ikat kepala berwarna merah yang dipakai para penari, demikian Ismul yang juga Presidium Forum Mahasiswa Sula Yogyakarta (FORMSY) Maluku Utara ini, melambangkan keberanian dan kepahlawanan. Dalam konteks Solidaritas Budaya untuk Masyrakat Urutsewu, kehadiran Tari Cakalele juga memiliki semangat yang sama yaitu sebagai simbol perlawanan atas pengklaiman tanah Petani di Urutsewu. Sementara teriakan keras para penari menjadi simbol protes terhadap sistem pemerintahan yang tidak memihak pada rakyat.

Konflik tanah di Urutsewu adalah konflik panjang yang masih berlangsung hingga sekarang. Suasana konflik semakin memanas belakangan ini karena pada akhir 2013 yang lalu TNI AD mengklaim tanah rakyat dan memagarnya untuk dijadikan sebagai lapangan tembak militer.

“Ini adalah tindakan semena-mena dari aparat kemanan. Pemagaran sepihak yang tidak beradab. TNI yang seharusnya bertugas menjadi ‘satpam’ penjaga untuk menyediakan keamanan bagi warga, sekarang justru berbalik memakan rakyat. Pemerintah harus menarik TNI dari Urutsewu,” tanggap Heru Prasetia dari Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam mengenai konflik tanah ini. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

?

Keterangan gambar: Penari Cakalele dalam Acara Penggalagan Dana Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Lomba, AlaSantri, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 01 Januari 2018

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja

Pamekasan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Saat mengisi acara Daurah Aswaja di Auditorium STAIN Pamekasan, Kiai Marzuqi Mustamar mengapresiasi semangat Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pamekasan dalam menjalankan roda organisasi, Ahad (22/1). Kiai Marzuki mendoakan semoga para pelajar NU terus berkiprah dalam mencerdaskan diri dan bangsa ini.

"Kalian harus jadi generasi emas Aswaja, yaitu generasi yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemoderatan, toleransi, adil, dan selalu menebar kebaikan dengan cara yang santun,"? tegas Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang tersebut.

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Generasi Emas Aswaja

Menurutnya, NU insyaallah akan terus jaya mana kala para pelajarnya terus berada pada garis perjuangan ulama. Karenanya, pelajar NU harus fokus belajar keagamaan yang berhaluan Aswaja, tidak perlu nyelenih dengan aliran-aliran yang tidak jelas sanad keilmuannya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Marzuki membagikan ratusan kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat kepada hadirin. Pihaknya berpesan agar kitab karangannya tersebut dikaji.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Jika isinya baik, amalkanlah. Jika ada yang perlu diluruskan, kami selalu terbuka pada kritikan," tukas Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Pamekasan Kadarisman mengungkapkan, peserta Dauroh Aswaja terdiri dari para pelajar NU se-Kabupaten Pamekasan. Selain itu, hadir pula para kiai, pimpinan kampus, sesepuh NU, dan petinggi NU di Kabupaten Pamekasan.

"Alhamdulillah acara ini mendapat sambutan hangat dari seluruh elemen warga nahdliyin," ujar pemuda asal Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan tersebut.

Usai acara, tambah Kadarisman, nanti pengurus akan menindaklanjutinya dengan melangsungkan kajian kitab yang diberikan oleh Kiai Marzuki. Itu dipandang perlu supaya kegiatan PC IPNU-IPPNU Pamekasan tidak berhenti di seremonialnya saja. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 31 Desember 2017

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Alunan shalawat Nabi mengiringi peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan PBNU, Rabu (16/3) di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Puluhan Habib Se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) turut hadir meramaikan kegiatan tersebut.?

Setelah pembacaan shalawat burdah, acara disusul dengan sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan perwakilan Habaib se-Jabodetabek Habib Husein bin Hamid Al-Attas.

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU

Kiai Said mengatakan bahwa banyak orang yang salah paham terhadap konsep Islam Nusantara. “Banyak yang salah paham, tapi mereka tidak mau bertabayun (minta penjelasan atau konfirmasi, red) ke PBNU,” jelas Kang Said.

Kang Said menjelaskan bahwa Islam Nusantara adalah Islam yang menggabungkan Islam dengan budaya, Islam yang bersatu dengan nasionalis, dan Islam yang bersatu dengan kebangsaan. Ia menerangkan bahwa Wali Songo-lah yang menjadi panutan dalam mengembangkan Islam Nusantara yang melebur dengan budaya, toleran, dan ramah.?

Adapun puncak konsep Islam Nusantara, imbuh Kang Said, adalah dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari dengan konsep penggabungan Islam dan kebangsaan. ? ?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi tipologi, mumayyizaat, khashais,” terangnya.

Demikian, Kang Said menegaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah Islam yang anti-Arab dan Islam yang benci Arab. “Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak, dan berperadaban. Inilah Islam Nusantara,” tegasnya.

“Setuju dengan Islam Nusantara silakan, tak setuju tidak apa-apa,” pungkasnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah tersebut mengaku kalau istilah dan konsep Islam Nusantara adalah gagasan PBNU. Ia membeberkan bahwa konsep ini dibahas di rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriyah PBNU sebelum akhirnya menjadi tema Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Sejauh ini, banyak pihak yang tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang konsep Islam Nusantara, diantaranya adalah Laurent Booth (adik ipar Tony Blair), Dubes Perancis, Dubes Austria, Dubes Australia, Dubes Inggris, Mufti Ankara, dan Rektor Dar Al-Quran Sudan. ?

Acara tersebut dihadiri juga oleh Habib Abdurrahman Al-Attas, Habib Mahdi, Habib Muhsin Al-Habsyi, Sayyid Abu Bakar Al-Hamid, Habib Zein bin ? Hamid Al-Attas. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Sejarah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 24 Desember 2017

KUPI adalah Ruang Strategis Perjumpaan Ulama Perempuan

Cirebon, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Steering committe Badriyah Fayyumi mengungkapkan kegembiraanya atas diselenggarakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini, karena menurutnya, acara ini merupakan cita-cita dan impian bersama sebagai tempat berkumpulnya semua pihak.

KUPI adalah Ruang Strategis Perjumpaan Ulama Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
KUPI adalah Ruang Strategis Perjumpaan Ulama Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

KUPI adalah Ruang Strategis Perjumpaan Ulama Perempuan

“Kupi ini adalah rumah dan ruang perjumpaan kita semua,” kata Badriyah saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Selasa (25/4) malam.

Ia mengungkapkan, kehadiran KUPI ini harus menjadi ruang strategis bagi ulama perempuan sebagai media berkumpul dan berjumpa dari berbagai latar belakang, baik secara internal untuk mengonsolidasikan diri, dan juga secara eksternal untuk merespon persoalan kekinian.

“Insyaallah ulama perempuan juga akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses kita merespon dan memberi solusi permasalahan keperempuanan, keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan,” terangnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pada kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan tentang keberadaan KUPI yang merupakan ruang perjumpaan semua pihak, dan bukan partai politik tertentu.

“KUPI ini bagian dari gerakan intelektual, kultural, gerakan sosial,” katanya.

Nampak hadir pada acara tersebut Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Katib Syuriyah PBNU KH Zamzami Amin, Bupati Cirebon Sunjaya Sunjaya, Bupati Brebes Idza Priyanti, dan segenap tokoh masyarakat Cirebon. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Amalan, Kajian Sunnah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 20 Desember 2017

LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat?

Sejak Sabtu (24/9) lalu, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZISNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendirikan posko peduli korban banjir bandang Garut, Jawa Barat. Hingga saat ini, bantuan atau donasi berupa uang yang sukses dikumpulkan Pengurus LAZISNU mencapai Rp25.486.600.?

"Total penerimaan akhir donasi uang Garut-Sumedang Rp. 25.486.600," kata Didin Ahmad Solahudin, Ketua LAZISNU Jombang kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Jumat (30/9/2016) saat dihubungi via WhatsApp.?

LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut

Dikatakan Didin, sapaan akrabnya, selain donasi uang, puluhan bantuan dalam bentuk barang juga sudah terkumpul di Kantor Lazisnu setempat. "Ada puluhan kardus, seperti obat-obatan, sabun dan perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, mie instan dan makanan ringan, alat kebersihan, seragam sekolah, serta pakaian layak pakai," imbuhnya Didin.?

Sejumlah bantuan tersebut, rencananya akan diantar langsung ke lokasi besok, Sabtu (1/10/2016) pagi. "Ya, besok Sekretaris Lazisnu, Nasrullah Fahrudin dan tiga relawan, berangkat pukul 09 pagi naik KA Pasuruan, bergabung dg PP LAZISNU di Posko Bantuan PCNU Garut," ujarnya.?

Ia berterimakasih kepada segenap pihak yang sudah membantu dan menjalin kerja sama dengan baik. "Matur nuwun (terimakasih, red) atas semua bantuan, donasi. Mohon doanya, semoga senantiasa amanah dan istiqomah," ucap dia.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk diketahui, Posko peduli Garut yang dibangun Pengurus Lazisnu, dipusatkan di Jl Sisimangaraja Gg II Jagalan, Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Jombang. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Sejarah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Pondok Pesantren, Pertandingan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock