Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Fatayat Nahdlatul Ulama agar tidak melahirkan keturunan, baik biologis maupun organisasi, yang lemah. Lemah dalam penguasaan ilmu pengetahuan umum dan agama, lemah ekonomi dan kebudayaan.

Kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut menyampaikan imbauan itu pada peringatan Hari Lahir ke-65 Fatayat NU di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (24/4).

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Fatayat Tak Lahirkan Keturunan Lemah

Karena, kata Kang Said, tantangan anak-anak yang dilahirkan Fatayat sekarang berbeda dengan tatatangan anak-anak yang dilahirkan 65 tahun lalu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di antara tantangan saat ini, lanjut dia, adalah liberalisasi informasi, ideologi, dan ekonomi. “Bagaimana kita menghadapi tantangan itu dengan percaya diri dan mampu menghadapinya,” katanya di hadapan sekitar 300 anggota dan pengurus Fatayat NU.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Generasi yang lemah secara pendidikan, Kang Said teringat waktu KH Abdurrahman Wahid menjadi presiden. Pada waktu itu, ia dan almarhum Rozy Munir hampir dua tiga minggu mencari orang NU yang layak menduduki jabatan BUMN, “Tidak ada. Ya sudah yang keluarga NU, tidak ada. Yang ada, cuma yang kenal simbol NU,” ungkapanya.

Tapi ia bersyukur, sekarang NU sudah belajar dari pengalaman itu. Dalam data Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), tercatat NU memiliki 574 doktor, 3000-an magister, dan sarjana yang dalam bahasa kang Said, satu kontainer.

Ia memperkuat pernyataan supaya tak melahirkan keturunan lemah dengan mengutip ayat Al-Quran “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”(QS.4:9.

“Supaya jangan ngandelin proposal terus,” katanya disambut tepuk tangan ibu-ibu muda NU tersebut.  

Supaya tidak melahirkan keuturnan yang lemah, Kang Said mengajak Fatayat NU untuk berpikir dan merencanakan keturunan yang akan datang. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Amalan, Santri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 02 Maret 2018

Kang Said: Harus Berkorban Untuk Islam-Negara

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berpesan agar masyarakat siap berkorban untuk keluhuran Islam dan Negara. “Makna Idul Adha adalah siap berkorban untuk izzil Islam wal wathan  yaitukeluhuran Islam dan Negara,” tegas Kang Said pada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Selasa, 16 November 2010.



Kang Said: Harus Berkorban Untuk Islam-Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Harus Berkorban Untuk Islam-Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Harus Berkorban Untuk Islam-Negara

Berkorban untuk Islam adalah dengan memlihara dan menyampaikan Islam dengan moderat dan toleran. “Para wali sudah menyontohkan kesantunan dalam dakwah dan itulah yang mestinya kita jaga bersama,”katanya.

Sedangkan perjuangan atau berkorban untuk Negara adalah bagian penting dari makna Idul Adha. “Tentunya kita ingat bagaimana para pendahulu NU berjuang untuk Negara. Sehingga Mbah Hasyim saat itu mengeluarkan Resolusi Jihad. Nah sekarang kita harus melanjutkannya dengan menjaga Pancasila dan NKRI. Itu merupakan makna lain dari Idul Adha kali ini,”tambah Kang Said.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Saat ini banyak bencana yang masih melanda Indonesia, seperti banjir di Wasior, tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi. Kang Said berpesan agar masyarakat tetap tenang dan sabar dalam menyikapi situasi saat ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Pada hari raya kurban ini saya berpesan agar masyarakat tenang dan sabar dalam menghadapi segala kondisi. Kita ini bangsa yang kuat. Kalau ada saudara kita yang sedang tertimpa musibah, kita harus bahu-membahu membantu mereka,” papar Kang Said.

Mengenai perbedaan hari raya Idul Adha yang terjadi pada tahun ini, Kang Said berpesan agar masalah ini tidak perlu diperdebatkan. “Kita (NU, red) berpedoman pada hadis. Dalam hadis itu sudah jelas disampaikan bahwa rukyah dasar untuk menentukan awal bulan Hijriah. Jika ada perbedaan, mari kita hormati perbedaan itu,” ajak Kang Said. (bil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Amalan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 18 Februari 2018

Perguruan Tinggi NU Bersaing

Pendidikan merupakan panglima kemajuan sebuah bangsa. Sebab itu, tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan pendidikan ikut menentukan kemajuan sebuah negara. Nahdlatul Ulama (NU) jauh sebelum kelahirannya telah berjasa membidani dunia pendidikan yakni pesantren. Lembaga pendidikan pertama di Indonesia ini bahkan hingga sekarang masih eksis menjaga Indonesia, menjadi benteng moral, dan mencetak generasi emas bangsa.

Hingga sekarang, NU telah berhasil mendirikan lembaga pendidikan dari berbagai jenis dan tingkatan. Terhitung, pesantren merupakan tonggak lahirnya lembaga pendidikan lain seperti madrasah dengan pelbagai namanya hingga perguruan tinggi NU. Bagi organisasi sosial kemasyarakatan ini, jihad melalui pendidikan tidak akan pernah berhenti sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus merawat pemahaman Islam yang ramah dan toleran.

Perguruan Tinggi NU Bersaing (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Bersaing (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Bersaing

Tentang perguruan tinggi NU inilah, Majalah Risalah mengangkat sebagai tema besar edisi terbarunya, Edisi 64/Tahun X/1437 H/September 2016. Semangat mendirikan dan memajukan perguruan tinggi NU menjadi agenda penting sebagai bagian dari penceradasan anak bangsa dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, NU semakin lengkap dalam memperjuangkan nilai-nilai populis pendidikan sesuai dengan semangat pencerdasan bangsa dengan mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pengantar Redaksinya, Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy mengatakan bahwa NU semakin membuktikan diri dalam persaingan global dengan mendirikan dan memajukan perguruan tingginya. Perguruan tinggi sudah lama menjadi kebutuhan masyarakat sehingga NU juga harus mengembangkannya dengan segala distingsi (kekhasan) dan ekselensi (keunggulan)-nya.

Kemajuan NU dalam mengembangkan pendidikan tinggi patut diacungi jempol, sebab sejak dimulai pembangunan UNU di berbagai daerah dari tahun 2010, sudah berdiri sebanyak 28 UNU. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyaknya kader NU yang ikut andil dalam persaingan global melalui universitas, termasuk antara lain pendidikan tinggi berbasis pesantren yaitu Ma’had Aly sebagai wadah pencetak kader ulama mumpuni.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Secara historis, NU sudah memiliki universitas sejak akhir tahun 1950-an ketika organisasi terbesar di dunia sempat menjadi partai politik. UNU Surakarta merupakan perguruan tinggi NU tertua yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958. UNU Surakarta dulu bernama Kulliyatul Qadla karena memang hanya mengkhususkan pada bidang hukum Islam dan sistem peradilan agama Islam. Lulusannya dulu banyak yang mengisi jabatan di peradilan agama serta kantor urusan agama (KUA) kala itu.

Disusul kemudian UNU Bandung yang berdiri tahun 1959 yang kini berubah nama menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) yang tercatat sudah meluluskan sarjana sekitar 40.000, baik strata 1 hingga strata 3. 

Dalam majalah setebal 66 halaman ini, dipaparkan beberapa profil UNU yang tersebar di berbagai daerah seperti UNU Surakarta, UNU Indonesia (Unusia) Jakarta, UNU Cirebon, UNU Surabaya (Unusa), Unisnu Jepara, UNU Sidoarjo, UNU Lampung, UNU Kalimantan Selatan, UNU Kalimantan Timur, Unisma Malang, dan Unisnu Bandung. Selain itu, UNU juga telah berdiri di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta UNU lainnya di beberapa provinsi.

Jumlah perguruan tinggi tersebut belum termasuk perguruan tinggi yang berbentuk sekolah tinggi (STAINU) dalam Institut Nahdlatul Ulama, seperti Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIMNU) di Kebumen, Jawa Tengah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selain mengulas tentang dinamika perguruan tinggi NU, Majalah Risalah juga menyajikan berbagai informasi dan tulisan menarik lain seperti ulasan Ma’had Aly dari Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr H Mohsen, Telaah Kitab Ihya Ulumuddin oleh KH Abdul Moqsith Ghazali (Wakil Ketua LBM PBNU), Resensi Buku Kebangkitan Santri Cendekia dari Dosen UIN Walisongo Semarang M. Rikza Chamami, Obituari Mustasyar PBNU Almaghfurlah KH Mas Subadar, serta tulisan-tulisan inspiratif lain dari para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama seperti Gus Mus dan KH Mujib Qulyubi. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pahlawan, Quote, Amalan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 11 Februari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Amalan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 09 Februari 2018

Ketika Majelis Dzikir Bersaing dengan Musik Regge

Jepara, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Majlis Zikir, Maulid dan Talim Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar Robbaniyyin Unisnu Jepara menyelenggarakan pengajian selapanan Rabu malam Kamis kliwon di Masjid Ar Robbaniyyin Kampus Unisnu Tahunan Jepara, Rabu malam (30/3).

Ketika Majelis Dzikir Bersaing dengan Musik Regge (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Majelis Dzikir Bersaing dengan Musik Regge (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Majelis Dzikir Bersaing dengan Musik Regge

Di tempat yang sama, tepatnya di depan masjid kampus, Himpunan Mahasiswa Prodi Tehnik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi juga menggelar Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa (Ikmatif 2) dengan hiburan musik band regge dan mendatangkan grup band Skawan.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Habib Abu Bakar Assegaf selaku pengasuh majlis menyayangkan kegiatan dzikir dan shalawat yang sudah rutin dilaksanakan setiap malam kamis kliwon itu harus terganggu dengan adanya hiburan band regge tersebut.

"Ini majlis sudah rutin, seharusnya hiburan band regge tersebut tidak dilaksanakan bertepatan dengan rutinan Jamuro di Masjid Kampus Unisnu, yang tercatat sebagai Kampus Islam Nahdlatul Ulama terdepan di Indonesia, seharusnya minta ijin kepada pengurus masjid kampus karena sebagai panitia pelaksana rutinan majlis zikir," kata Habib Abu Bakar.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dzikir rotib Al Hadad dan pembacaan shalawat yang dilantunkan oleh jamaah harus terganggu dan tidak khusu karena adanya alunan musik band regge yang beraliran Ska ini.

Samsul Maarif salah satu jamaah mengatakan, baru kali ini ada kegiatan zikir dan shalawat disaingi oleh band, dan berhadap-hadapan tepat di depan masjid. "Dzikir kepada Allah pun menjadi tidak nyaman dan sangat mengganggu jamaah yang hadir di majlis tersebut," kata Samsul sambil berharap kejadian ini tidak lagi. (Miqdad Syaroni/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Amalan, Sunnah, Tegal Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 17 Januari 2018

Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing”

Temanggung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Makam Kiai Subchi Parakan (wafat 1958), salah satu tokoh NU pejuang kemerdekaan, berada di kompleks pemakaman Islam Pakuncen, Kauman Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Kuburan ulama berjuluk “Kiai Bambu Runcing” ini berbaur dengan pemakaman umum desa setempat. Letaknya hanya sekitar 300 meter dari arah pasar Parakan.

Meski berada di kawasan yang cukup strategis, yakni di pusatnya kota kecil Parakan, peziarah yang belum pernah ke area makam tersebut akan kesulitan menemukan di mana letak persisnya makam kiai yang saat revolusi kemerdekaan sering didatangi Jendral Sudirman ini. Pasalnya, tidak ada penanda khusus yang membedakan makam Kiai Subchi dari makam-makam warga lainya, sebagaimana lazimnya makam para tokoh yang memiliki penanda cungkup atau bangunan khusus lainnya. Satu-satunya penanda adalah identitas nama yang tertulis di batu nisannya.

Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing” (Sumber Gambar : Nu Online)
Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing” (Sumber Gambar : Nu Online)

Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing”

Baca: KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Pada Jumat (27/5) nyaris pukul 17.00 WIB, area makam Pakuncen tampak sepi. Hanya satu dua orang sedang bersih-bersih di makam keluarganya, serta beberapa anak desa setempat sedang bermain. Berkat petunjuk warga itu pula Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat bisa menemukan letak makam Kiai Subchi, setelah sebelumnya mencoba menelusuri sendiri posisi makam Kiai Subchi tapi tidak berhasil. Menurut penuturan warga yang mengantar kami, biasanya makam Kiai Subchi ini juga kerap didatangi para peziarah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tidak begitu jauh dari Kauman Parakan, kira-kira 500 meter, berdiri pondok pesantren "Kyai Parak Bambu Runcing" yang didirikan oleh KH Muhaiminan Gunardho. Petang menjelang maghrib suasana pondok ini sedang senyap karena beberapa waktu lalu telah melangsungkan haflah akhir tahun dan kini telah memasuki waktu liburan. Cuma beberapa santri yang masih tampak.

Hubungan antara pesantren ini dengan Kiai Subchi memang sangat erat. Tapi pendiri pesantren ini bukan Kiai Subkhi, melainkan KH Muhaiminan Gunardho,? putra KH Raden Sumomihardho. Nama terakhir ini adalah tokoh dan rekan Kiai Subchi pada masa revolusi mempertahankan kemerdekaan yang merupakan penggerak laskar pejuang dari berbagai elemen kelaskaran terutama pasukan Hizbullah. Pada masa kemerdekaan itu, bersama kiai Subkhi, Kiai Raden Sumomihardho juga kerap dimintai memberi doa dan asma pada bambu runcing dari para pejuang yang datang dari berbagai daerah.

Sementara, kaitan pesantren Kyai Parak Bambu Runcing dengan Kiai Subchi dipertemukan dalam hubungan pernikahan. Istri KH Muhaiminan Gunardho merupakan putri dari Kiai Subchi. (M Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Olahraga, Kajian Islam, Amalan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 25 Desember 2017

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat

Jepara, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar-Rabbaniyyin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, sejak berdiri tahun 2007 silam sampai sekarang masih tetap eksis untuk memasyarakatkan shalawat dan menyalawatkan masyarakat.

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamuro: Memasyarakatkan Shalawat, Menyalawatkan Masyarakat

Hal itu tidak lepas dari visi Jamuro yaitu menyiarkan Islam kepada Masyarakat melalui shalawat seni hadrah.

Dalam kurun waktu tujuh tahun (2007-2014) jamiyyah yang bernaung dalam Ikatan Mahasiswa Masjid Kampus Ar-Rabbaniyyin (Immaskar) ini pernah menyambangi beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur di antaranya Jepara, Kudus, Demak, Pati, Semarang, Cilacap, Bojonegoro dan Jombang.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatannya pun beragam mulai pengajian, walimatul ursy, walimatul khitan, walimatut tasmiyah, sejumlah agenda kampus peresmian, wisuda, ospek, seminar nasional dan stadium general.

Jika dikalkulasi sudah ratusan kali tampil. Selain diundang dalam berbagai even, Jamiyyah yang pernah merilis album tahun 2013—Nyanyian Jiwa ini juga mengadakan kegiatan rutin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal itu dikemukakan Muhammad Miqdad Sya’roni. Kegiatan rutin itu meliputi latihan rutin mingguan (Rabu malam kamis), rutinan (Senin Malam selasa Pon) bersama Habib Abu Bakar Assegaf, rutinan (Rabu malam kamis kliwon) di Masjid Jami’ Ar-Rabbaniyyin Unisnu, rutinan Istighosah di Pendopo Kabupaten Jepara dan selapanan (Senin Kliwon) pengajian Al-Hikam bersama KH Imron Djamil di Masjid Agung Jepara.

Disamping itu, mantan ketua Jamuro 2011-2014 ini menambahkan pihaknya juga melaksanakan Idaroh Jamuro setiap 2 bulan sekali di rumah anggota dan Masa Ta’aruf dan Penerimaan Anggota Jamuro (Masajaro) 2 tahun sekali.

Miqdad mengharapkan dengan shalawat hidup seseorang akan mengalami kedamaian jiwa. “Bershalawat dengan niat mencintai Kanjeng Nabi Muhammad insyaAllah hidup kita diberi kedamaian jiwa, ketenangan hati, dan keberkahan hidup,” jelasnya.

Jamuro lanjut mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu ini berusaha mengaplikasikan Iman, Islam, dan Ihsan pada ajaran Nabi Muhammad SAW serta berperan aktif membumikan sholawat dengan memanusiakan manusia pada fitrahnya juga selalu mengedepankan kebersamaan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Foto; penampilan Jamuro dalam sebuah acara

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Doa, Amalan, Habib Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock