Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Malang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Para kiai tarekat mulai merespon kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait renovasi Masjidil Haram dan Masjid An-Nabawi serta perluasannya. Akibat dari renovasi yang dilakukan itu adalah digusurnya tempat-tempat bersejarah umat Islam dan berubahnya sanana ibadah haji dan umrah.

Para kiai dan pengamal tarekat yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah membahas mengenai kebijakan-kebijakan di negara Hejaz itu dalam rapat koordinasi persiapan bahan kajian Musyawarah Nasional, Senin (6/1) di Pondok Pesantren Al-Hidayah Donowarih Karangploso Malang.

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi yang dibahas dalam rapat Idaroh Aliyah adalah pelestarian situs-situs sejarah Islam yang berkaitan dengan Nabi dan Sahabatnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Disinyalir situs-situs itu akan dimusnahkan. Juga masalah tempat thawaf (ma’thaf) dan sa’i (mas’a) yang rencannya akan diganti dengan lantai bergerak (eskalator). Sehingga meskipun harus mengelilingi Ka’bah dan berjalan dari Shafa-Marwa para peziarah haji tidak perlu berjalan. Jatman akan membahas hukumnya dalam Munas Kaltim nanti.

Isu lainnya mengenai rencana pembuatan Hidrolift untuk Maqam Ibarahim oleh pemerintah Saudi. Dimana dengan dipasangnya hidralif maka Maqam Ibrahim bisa disimpan di dalam tanah jika dikehendaki dan bisa dimunculkan kembali ke permukaan pada saat musim haji. Dalam masalah ini Jatman akan menentukan sikap.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kalau mengenai tempat thawaf dan Sa’i selama ini kami hanya mendengar bahwa itu sekedar wacana. Akan tetapi masalah Maqam Ibrahim katanya dalam waktu dekat ini akan direalisasikan,” kata seorang Kiai utusan dari Probolinggo.

"Kami sudah meneliti masalah ini bersama Gus Yusuf kemarin lalu. Dan informasi yang kami dapatkan adalah bahwa ini adalah politik Pemerintah Saudi untuk menghilangkan Maqam Ibrahim supaya tidak ada orang ziarah kesana. Jangan-jangan setelah disimpan dalam tanah akan dikunci dan tidak akan dikembalikan,” tambah sang Kiai.

Oleh karen itu, rapat menghasilkan keputusan bahwa semua yang dihasilkan dalam Munas nanti yang berkaitan dengan Pemerintah Arab Saudi akan dikirim utusan untuk menyampaikannya.

“Kita yakin bahwa Raja Saudi akan mempertimbangkan aspirasi kita untuk menentukan kebijakannya,” kata Kiai Zaenal Pimpinan rapat. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 19 Februari 2018

Memaknai Sejarah ala Gus Dur

Oleh Mh. Nurul Huda*? Belum lama ini penulis mengirimkan esai berisi pokok pikiran Kiai Abdurrahman Wahid Allahu yarham (selanjutnya disebut Gus Dur saja) mengenai falsafat sejarah spekulatifnya. Inti pokoknya, Gus Dur melihat kemungkinan sebuah trayek sejarah (historical trajectory) peradaban Islam yang sifatnya eklektik dan kosmopolitan di masa mendatang.?

Peradaban yang diprediksikan membentang dari Asia Tenggara hingga kawasan Morokko ini terwujud bila umat Islam mampu menjawab tantangan demi tantangan. Diantara tantangan itu ialah kemampuan mereka memahami sejarah secara arif dan bijaksana. Maksudnya, menurut Gus Dur, umat Islam dapat menjadi semakin “dewasa” dan tambah “matang” pada masa kini dan masa depan, karena berhasil belajar dari sejarah masa lampaunya juga sejarah bangsanya. Disitu sejarah menjadi keberkahan.?

Memaknai Sejarah ala Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Sejarah ala Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Sejarah ala Gus Dur

Mengingat pentingnya memahami sejarah, perlulah kiranya penulis esainya ini menghadirkan kembali pokok-pokok pikiran kiai kita ini. Selain dimaksudkan untuk mengetahui pandangan beliau mengenai sejarah, esai ini menjadi bahan renungan “(re)generasional” yang hanya karenanya semata esai ini terbit.

Apa itu Sejarah

Ada beragam definisi sejarah diberikan oleh para sejarawan. Diantara definisi itu memandang sejarah sebagai kajian mengenai kejadian-kejadian yang telah lewat atau telah lalu, kita lampaui. Namun sejarah tidak hanya soal apa yang telah terjadi, tetapi cerita tentang apa yang telah terjadi. Maka kajian sejarah berarti juga interpretasi terhadap kejadian-kejadian masa lampau yang diceritakan kembali. Sejarawan mengkaji sederet fakta-fakta, yang bisa jadi tidak dikaji sejarawan yang lain atau dikaji sebagian kecil saja dari fakta-fakta itu. Hal mana lalu memungkinkan adanya beragam versi cerita menyangkut kejadian yang sama oleh mereka.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Bagi Gus Dur sendiri, sejarah tidaklah “semata” kegiatan ilmiah seperti dipraktekkan para sejarawan atau penulis dan pengumpul fakta-fakta. Sejarah terutama adalah humaniora, yakni pengetahuan yang bertujuan mengantarkan manusia lebih manusiawi, membuat manusia lebih berbudaya dan berprikemanusiaan, lebih arif dan bijaksana. Bukan sebaliknya, untuk memupuk prasangka dan kecurigaan atau mereproduksi dendam dan sikap negatif bagi generasi selanjutnya. Dan hal itu dapat dimungkinkan bila sejarah dilihat sebagai “kejadian demi kejadian (yang) tidak merupakan tahap-tahap yang berdiri sendiri, melainkan suatu rangkaian utuh dari masa yang sangat panjang untuk mencapai kedewasaan dan kematangan”. Dengan memandangnya sebagai humaniora, maka proses sejarah membawa berkah. (Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat, 84-88).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jadi, ada tiga hal yang dapat kita garis bawahi dari pandangan Gus Dur. Pertama, fakta-fakta kejadian sangatlah penting untuk mencapai pemahaman akurat mengenai kebenaran peristiwa sejarah secara apa adanya. Kedua, penting pula meletakkan peristiwa sejarah itu dalam rangkaian narasinya yang utuh, sedemikian rupa sehingga pelajaran atau moral kejadian demi kejadian dalam cerita sejarah itu dapat sekaligus dipetik. Dan ketiga, sejarah menambah “kedewasaan dan kematangan” masyarakat untuk memosisikan diri dan mengorientasikan masyarakat secara tepat dan benar ke arah masa depan. Baru bila ketiga hal ini dicapai, sejarah dan buku-buku sejarah menjadi berkah.

Adakah sejarah yang tidak membawa berkah dan mengapa hal itu terjadi? Jawabannya ada. Gus Dur menunjukkan tiga macam hal atau sebab yang membuat sejarah tidak berkah. Pertama, tiadanya kejujuran intelektual dan konsistensi (dalam mencari kebenaran) dari para sejarawan sendiri. Ketidakjujuran itu diperlihatkan dari enggannya menerima sejarah secara apa adanya. Kelekatannya dengan lingkungan kepentingan kekuasaan, mengakibatkan mereka sulit mengambil jarak dengan objek sejarah yang diselidiki. Ada perselingkuhan antara proses produksi pengetahuan sejarah dengan produksi kekuasaan itu sendiri.?

Kedua, ketidakakuratan pemahaman sejarah dapat berkaitan dengan kekeliruan dalam memberikan penjelasan kausalitas (sebab-akibat) kepada peristiwa demi peristiwa. Kekeliruan macam ini kerap terjadi di kalangan sejarawan atau pihak lain yang memanfaatkan catatan sejarah, akibat dari pengambilan kesimpulan yang dideduksikan berdasarkan satu sudut pandang, atau secara induktif berasal dari satu sudut kenyataan saja. Bisa jadi klaimnya ilmiah, tapi sesungguhnya berpikirnya ideologis. Padahal, kata Gus Dur, “kenyataan sejarah dan rasio tidaklah bisa disamakan begitu saja... Keruwetan sejarah sendiri menunjukkan kekalangkabutan sejarah itu juga” (Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman, 60). Kiranya yang disebut “rasio” disini adalah rasio-murni atau rasio matematis yang membentuk ideal-ideal pikiran sejarahwan sendiri dalam obsesinya untuk memanipulasi, mengontrol dan menjelaskan kompleksitas kehidupan.?

Ketiga, bagi aktor sejarah itu sendiri atau propagandis ideologi yang memanfaatkan data-data sejarah (fakta-fakta yang lalu) untuk kepentingan justifikasi diri, mereka berbangga-bangga terhadap kelompoknya sendiri hingga melupakan kejujuran dan objektivitas. Mereka mengagung-agungkan pandangannya sendiri yang celakanya disertai sikap merendahkan orang lain dan bersikap eksklusifyang tidak menghargai pihak lain. Dalam pandangan Gus Dur, sikap bangga disertai merendahkan pihak lain dalam sejarah itu mencerminkan apa yang dinyatakan dalam kitab suci Al-Qur’an “kullu hisbin bima ladaihi farihin”, bahwa setiap kelompok bersikap bangga atas apa yang dimilikinya. Padahal, lanjut Gus Dur, sikap mental bangga dan angkuh yang disertai merendahkan orang lain justru dikecam dan ditolak oleh Islam. “Itu tidak lain adalah sikap eksklusif… sebagaimana dibuktikan oleh sejarah, menjadi pangkal bencana bagi masyarakat apapun, di kawasan manapun di dunia ini” (“Kesabaran dan Kemurahan Hati”, Duta Masyarakat, 10 Januari 2003).

Maka hanya dengan memahami sejarah secara holistik dan jujur, kita akan dapat mengambil pelajaran. Memahami sejarah berarti juga menyangkut keterbukaan diri untuk mengambil aneka wawasan dalam kehidupan. Ia mendorong kita untuk “dengan sungguh-sungguh dan hati-hati agar semua pihak tidak mengulang kesalahan demi kesalahan sebelumnya” dan untuk selanjutnya menyongsong masa depan (“Arah Dua Pola Kehidupan [1]”, 10 Nopember 2003). Ini senada dengan ungkapan Ortega y Gasset, bahwa tanpa sejarah manusia laksana berenang di tengah samudera kebingungan. Hanya dengan mengingat masa lampau, manusia dapat bicara tentang masa depan.

Tandem “rasionalitas-dan-spiritualitas”: sejarah masa depan

Kiranya bukanlah suatu kebetulan belaka bila lima bulan setelah dimakzulkan Gus Dur segera menulis kolom-kolom sejarah nusantara. Pikirannya mengalir deras meskipun dirinya berada di atas pembaringan kamarnya di rumah sakit dan pada tahun-tahun menjelang wafatnya. Menulis sejarah lama memiliki arti khusus. Gus Dur mencari ritme sejarah bangsanya.

Dengan membaca kembali dan merefleksikan sejarah lama, Gus Dur menemukan ritme itu atau hukum-hukum sejarah (Gus Dur juga menyebutnya “hukum alam”). Peristiwa-peristiwa penting dalam epos sejarah masa lampau yang bersifat partikular dicermati dan dianalisis. Lalu suatu bagian ideal tertentu diambilnya dari ayunan bandul dari dua aspek yang saling antagonistik (bertentangan) yang berlangsung dalam kehidupan sejarah itu. Berikutnya, telaah ritme-ritme itu dipertahankan atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan hidup dari sejarah masa kini.?

Gus Dur melakukan suatu analisis meta-historis. Dengan membaca kembali sejarah lama, ia menampilkan bagaimana orang-orang/aktor-aktor sejarah pada masa lalu beradaptasi dengan lingkungannya berdasarkan “program hidup” mereka (misalnya: raja-raja dalam kerajaan Hindu dan kerajaan Budha, Kerajaan Hindu-Budha dan Kerajaan Islam, Islam dan Nasionalisme, keserba-rasionalistik-modern dan keserba-tradisionalan, Islam Moderat dan Islam ekstrem, keserba-liberal-an dan keserba-nonliberal-an, dan lain-lain). Dari kenyataan sejarah itu, lalu memperlihatkan bahwa hal-hal tertentu tidak mungkin bisa jalan, dan bahwa cara adaptasi tertentu suatu program ternyata tidak sesuai lagi dengan jaman atau sifat manusia yang hidup dalam tradisi itu.

Sejarah memiliki ritme. Dapat ditelaah dalam buku Membaca Sejarah Nusantara (2010) dan juga “Musuh Dalam Selimut” (Pengantar buku Ilusi Negara Islam), Gus Dur melakukan usaha keras untuk menyingkap dan menangkap ritme sejarah dalam epos-epos sejarahnusantara. Ritme sejarah bergerak sebagai manifestasi “pertarungan”antar aspek-aspek antagonistik (saling bertentangan) dalam kehidupan nyata yang sifatnya metafisik: yakni antara “al-nafs al-muthmainnah” (jiwa-jiwa yang tenang dan damai) dan “al-nafsal-lawwamah” (jiwa-jiwa yang resah dan penuh benci)dalam aneka manisfetasinya yang berbeda di setiap jaman. Dan seiring proses modernisasi, ritme sejarah memuat tarik menarik atau dialektika antara tuntutan hidup yang serba rasionalistik (termasuk hadirnya ragam ideologi) dan kehidupan nyata baik sejarah hidupmasyarakat, ruang batinnya maupun spiritualitas setempat yang telah berkembang.?

Dalam dialektika sejarah yang sebagian diwarnai oleh tragedi demi tragedi (perang, pengkhianatan, pemberontakan, pembunuhan, dan lain-lain), Gus Dur menemukan insight (wawasan) atau semacam “cahaya pengetahuan”, yang lalu ia proyeksikan bagi kehidupan masa depan. Perjalanan sejarah ke masa depan kiranya harus dibimbing oleh cahaya pengetahuan itu agar tragedi demi tragedi serupa tak berulang, dan sekaligusmisi masa depan (demokrasi, keadilan dan kesejahteraan) dapat dicapai. Insight itu adalah berupa pentingnya “sikap berperhitungan alias sikap rasional, yang tidak membuang spiritualitas dan menggunakannya di samping rasio.…(sebagai) ‘pengarah hidup’ dalam menjalani kehidupan yang serba sulit ini”. Kita, lanjut Gus Dur, harus bersatu dalam spiritual seperti ini (“Bersatu Dalam Penderitaan”, Proaksi, 25 Januari 2005).?

Menurut hemat penulis, pernyataan Gus Dur itu telah menyingkap apa yang disebut “rasio sejarah”(historical reason), yang ia temukan dalam perspektif tradisi kesejarahan yang dihidupinya. Yakni suatu “struktur halus” yang matang dalam perkembangan sejarah, yang manifes dan menggerakkan proses kehidupan. Maksud “tradisi kesejarahan yang dihidupi” adalah bahwa rasio sejarah itu ditangkap oleh Gus Dur dari pembacaan terhadap rangkaian tradisi panjang nusantara masa lampau dan masa kini dalam persinggungannya dengan peradaban-peradaban yang beragam (termasuk peradaban Barat) yang turut membentuk kehidupan suatu bangsa masa kini dan masa depan (masa depan sebagai proyeksi).

Rasio-sejarah temuan Gus Dur ini adalah tandem“rasionalitas-dan-spiritualitas” yang akan membimbing dan menggerakkan generasi selanjutnya dan peradaban manusia di masa-masa mendatang. “Kedewasaan dan kematangan” kita dalam menghadapi perkembangan kehidupan jaman akan juga ditentukan oleh manifestasi tandem tersebut dalam sejarahnya.

Akhirul kalam, sejarah adalah pelajaran. Masa lampau berguna bagi kita untuk “meramu berbagai pandangan dan ajaran yang sebenarnya saling bertentangan” pada masa lalu dan mencari keunggulan-keunggulan dari pandangan orang dan peradaban bangsa lain. Semua itu menjadi bagian dari bentuk pengembangan dengan gaya dan cara kita sendiri, yang digerakkan rasio sejarah itu untuk menerangi kehidupan dan membangun “program hidup” bagi generasi masa masa depan. Sejarah mengajarkan kesinambungan: memelihara apa-apa yang baik dari masa lalu dari manapun datangnya dan mengambil yang lebih baik dari masa kini untuk generasi di masa mendatang. []



*Mh. Nurul Huda, dosen STAI Al-Aqidah AL-Hasyimiyah, Jakarta, peneliti Tankinaya Institute?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian Sunnah, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 12 Februari 2018

Wapres JK Berharap Pesantren Bisa Terus Membawa Kebaikan

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Jusuf Kalla berharap Pesantren bisa terus membawa dan mendidik santrinya ke arah yang lebih baik. Hal ini disampaikan Wapres saat mengisi seminar di Pondok pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur, Ahad (29/10).

Wapres JK Berharap Pesantren Bisa Terus Membawa Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Berharap Pesantren Bisa Terus Membawa Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Berharap Pesantren Bisa Terus Membawa Kebaikan

"Kita punya modal jumlah umat Islam yang banyak tetapi tidak diiringi oleh akhlak yang baik dan benar. Semoga pesantren bisa terus membawa santrinya ke arah yang lebih baik. Data yang saya punya kita punya 800 ribu lebih masjid," jelasnya.

JK menambahkan, ia menemukan banyaknya pejabat yang korupsi. Ini tentu tidak sejalan dengan kuantitas pemeluk Agama Islam dan peribadatan yang tinggi. Dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, mengalahkan negara-negara timur tengah seharusnya Indonesia lebih baik akhlaknya.

JK menyebutkan, di pusat juga banyak anak buahnya yang terjerat praktek korupsi. Sikap korup ini menjadi fenomena unik di negara Indonesia yang agamis.

"Anak buah Pak Karwo kemarin banyak yang tertangkap KPK ya, Alhamdulilah Pak Karwo tidak. D Jakarta juga banyak, Anak buah Pak Gubenur juga anak buah kita," bebernya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Bahagia menurut JK yaitu bahagia dunia akhirat, bukan hanya akhirat saja, apa lagi hanya bahagia dunia. Sehingga nanti bisa menumbuhkan kemakmuran dan keadilan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

JK juga meminta generasi muda dan sarjana tidak mengharapkan jadi PNS semata. Disebabkan jumlah yang lulus dari bangku kuliah tidak sebanding dengan lowongan PNS. Kebutuhan untuk PNS hanya puluhan ribu orang, sedangkan yang lulus sarjana hampir 1 juta orang.

"Dulu PNS diterima 120 ribu, sekarang hanya 30 an ribu saja. Sedangkan setiap tahun ada 900 ribu lebih lulusan kampus," bebernya.

Menurut JK, kunci sukses berada pada diri sendiri. Tentang bagaimana setiap individu meningkatkan kualitas diri dan kemampuan masing-masing. Tidak ada kesuksesan yang jatuh dari langit.

"Bagaimana mau berhasil?, ya tergantung diri kita masing-masing," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 11 Februari 2018

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Majalengka, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Masyarakat menyambut baik Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digagas Pemkab Majalengka di desa Tanjung Sari kecamatan Sukahaji, Majalengka, Jumat-Sabtu (26-27/9). Masyarakat mendukung penggunaan internet secara sehat untuk mengakses informasi yang menunjang peningkatan SDM warga desa.

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Desa Teknologi-Informasi Diharap Bangun Moral Warga

Salah satu tokoh masyarakat Apip Saepudin mengatakan, keberadaan teknologi, informasi, dan komunikasi di tiap desa diharapkan membangkitan warga untuk melek infomasi.

“Semoga dengan adanya TIK di tiap desa membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat setempat. Jangan sampai niat baik pemerintah disalahgunakan dengan mengakses yang tidak bermoral,” kata Apip yang seharinya mengajar di madrasah diniyah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pentingnya melek infomasi untuk mengimbangi keilmuan yang sudah serba cepat dan sebagai pembelajaran pendidikan yang moral, tandas Apip, relawan TIK.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Festival Desa Teknologi  Infomasi dan Komunikasi di desa Tanjung Sari ini terselenggara atas kerja sama dengan Kominfo bertajuk “Membangun Desa TIK yang Terintegrasi”. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Majalengka Sutrisno.

“Pemkab Majalengka berkomitmen menanggulangi kemiskinan masyarakat di desa dengan TIK ini,” kata Sutrisno. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Nusantara, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 06 Februari 2018

Bupati Bogor: Peningkatan Kesejahteraan Bagian dari Pemenuhan HAM

Bogor, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan adalah bagian dari pemenuhan hak-hak manusia yang paling dasar. Hal ini disampaikan pada kegiatan “Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar” yang digelar Muslimat NU di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Desa Kalong 1, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8) siang. 

“Peningkatan kesejahteraan juga menjadi jalan pemecahan masalah bagi masyarakat untuk hidup mandiri dan berkualitas serta terpenuhi hak-hak mereka sebagai sumber daya pembangunan yang potensial,” katanya dalam sambutan yang dibacakan oleh Camat Leuwisadeng, Pepep Hamdi.

Bupati Bogor: Peningkatan Kesejahteraan Bagian dari Pemenuhan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bogor: Peningkatan Kesejahteraan Bagian dari Pemenuhan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bogor: Peningkatan Kesejahteraan Bagian dari Pemenuhan HAM

Upaya peningkatan kesejahteraan itu, lanjutnya juga dilindungi UU Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial yang kemudian dijabarkan dalam Perda Kabupaten Bogor Nomor 7 tahun 2016 tentang Kesejahteraan Sosial.

“Berbagai ketentuan yuridis tersebut dimaksudkan sebagai panduan dalam mengembangkan komitmen untuk membantu perjuangan masyarakat yang belum sejahtera. Sehingga masyarakat mampu membangun kualitasnya sebagai keluarga-keluarga yang mandiri dan sejahtera dengan ketahanan sosial yang tangguh,” imbuhnya.

Penyelenggaraan program peningkatan kesejahteraan lanjut Bupati, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta program dalam memberikan layanan sosial dasar untuk kemajuan desanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Dan pada gilirannya dapat meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan indikator adanya peningkatan indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi desa,” tandasnya.

Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar diselenggarakan atas kerjasama antara PP Muslimat NU dengan Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Diikuti sedikitnya 80 orang yang merupakan kader Muslimat NU dan perempuan di wilayah Desa Kalong 1 dan sekitarnya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam kegiatan selama tiga hari yakni 7-9 Agustus, para peserta dibagi dalam empat kelompok dan mempelajari peningkatan usaha gizi keluarga dan pelatihan kader kesehatan; pengadaan APE dan pelatihan guru PAUD; peningkatan usaha ekonomi produktif melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kearifan lokal; dan peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan IT dan keorganisasian.(Kendi Setiawan/Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 05 Februari 2018

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji

Klaten, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Puncak perayaan tradisi Syawalan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten berlangsung di puncak Bukit Sidoguro, Kamis (15/8). Pada acara ini hanya dimeriahkan dua gunungan ketupat, berbeda dengan Syawalan pada tahun lalu yang dimeriahkan 37 gunungan ketupat.

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji (Sumber Gambar : Nu Online)

Mubadzir, Tradisi Rebutan Ketupat Diganti Paket Siap Saji

Penurunan jumlah gunungan ketupat itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Sugeng. Dia mengatakan gunungan ketupat memang sengaja dikurangi pada puncak perayaan tradisi Syawalan tahun ini. Menurutnya, penggunaan banyak gunungan ketupat yang diperebutkan ribuan warga malah membuatnya mubazir.

“Dulu ketupat itu banyak yang mubazir karena setelah diperebutkan warga justru tidak dimakan,” terang Sugeng.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kendati hanya ada dua gunungan ketupat, sambung Sugeng, panitia menyediakan sekitar 6.000 paket makanan berisi ketupat dengan lauk-pauknya. Paket makanan itu dibagikan kepada pengunjung yang memadati Bukit Sidoguro.?

“Semua pengunjung dibagi paket makanan siap saji itu. Mereka bisa menyantap di lokasi atau dibawa pulang. Jadi semua paket makanan itu tidak akan mubazir,” terangnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berbeda dengan tahun lalu, dua gunungan ketupat yang berjenis kelamin lanang dan wadon hanya akan dikirab dari Rawa Jombor menuju Bukit Sidoguro. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kirab gunungan ketupat biasa dimulai dari Alun-Alun Klaten menuju Bukit Sidoguro.?

“Start kirab nanti ada di bawah pohon beringin di kompleks Rawa Jombor menuju atas bukit. Tidak perlu jauh-jauh karena hanya ada dua gunungan ketupat,” paparnya.

Tak berbeda dengan yang dilakukan warga di desa Krakitan, masyarakat di Desa Jimbung juga merayakan Lebaran Ketupat dengan meriah. Acara dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB dimulai kirab dari Balai Desa Jimbung tepatnya di desa Jiwan diarak menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Setelah proses penyebaran ketupat, beberapa warga terlihat tengah asyik saling melempari ketupat. “Bukan emosi tetapi sebagi wujud senang alias gembira,” kata Tri Subagyo, salah satu warga.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Kyai, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 02 Februari 2018

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Jember, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Rais Syuriah PCNU Kencong KH Khoiruz Zad Maddah menyerukan agar NU terus meneguhkan komitmennya dalam berkebangsaan dan keragaman sekaligus menjadi contoh dalam bernegara. Sebab, komitmen kebersamaan dalam keragaman, bekangan ini semakin mengkhawatirkan. 

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Penegasan tersebut  diungkapkan kiai yang akrab disapa Gus Ya pada Taushiyah Kebangsaan di aula kantor PCNU Kencong, Selasa (15/8).

Menurutnya, para ulama (NU) cukup memahami arti kebersamaan dalam keragaman. Bagi NU, katanya, keragaman budaya, suku, agama dan sebagainya adalah sunnatullah yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga diharapkan keragaman itu tidak memberangus kebersamaan dan kerukunan.

"Bagi kiai dan ulama (NU), keragaman itu sudah biasa. Tidak ada masalah. Sikap  ini pula yang dipegang warga NU dalam bermazhab kepada beragam imam. Sehingga terasa aneh kalau ada orang Islam mempertanyakan, bahkan tidak setuju terhadap keragaman," ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara itu, Ketua PC Lakpesdam NU Kencong, Mohammad Dasuki menyatakan betapa pentingnya bangsa Indonesia menghargai pluralitas. Sebab, tanpa saling menghargai dan menghormati, mustahil Indonesia bisa aman. 

"Kita semua perlu belajar dari  sejarah bahwa betapa keragaman mampu meluluhlantakkan suatu bangsa, jika tidak ada penghargaan terhadap keragaman itu sendiri," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Mantan Ketua Umum PBNU KH M Hasyim Muzadi menyatakan bahwa negara harus dipimpin oleh orang yang mengerti akan pondasi Islam kultural yang direperesentasikan oleh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus oleh orang yang berjiwa nasionalis. Dia menuturkan bahwa oleh jiwa-jiwa merekalah Indonesia dapat ditegakkan dan dibangun dari dulu hingga sekarang.

“NU tidak menolak nasionalisme, itulah yang diajarkan oleh para pendiri NU, bahkan hanya orang NU lah yang dapat mengislamkan nasionalis,” tuturnya sebagai narasumber dalam Pleno V Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede  Jakarta, Kamis (29/5) siang.

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Hanya NU yang Dapat Mengislamkan Nasionalis

Kita, lanjut Hasyim, tidak dapat mengandalkan Islam-Islam mereka yang hanya mengandalkan caci maki, menebar kebencian dengan mengumbar paham keagamaan yang meresahkan masyarakat. “Modal caci maki hanya melunturkan semangat persatuan dan kesatuan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren al-Hikam ini yang mendapat tema “Kriteria Pemimpin untuk Mengantarkan Indonesia Bermartabat”.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurutnya, orang NU harus menjadi pemimpin. Oleh karena itu, kata Hasyim, dia akan menerbitkan buku tentang mengapa orang NU harus menjadi seorang pemimpin. “Penerbitan buku ini sedang saya persiapkan, di Jawa Timur,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Sementara itu, Prof Dr Hamdi Muluk MSi sebagai narasumber lain yang mendapat tema, “Telaah terhadap Sistem Ketatanegaraan yang Bisa Menjamin Lahirnya Pemimpin Ideal” menjelaskan bahwa pada intinya ketatanegaraan yang baik timbul dari perilaku seorang pemimpin yang baik pula.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Semua terkait perilaku pemimpin, entah itu penyimpangan maupun kebaikan,” ujar Guru Besar Psikologi Politik UI yang mengaku sangat mengagumi kepemimpinan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ini.

Hamdi menjelaskan bahwa pemimpin adalah yang dekat dengan keseharian kita sebagai pemimpin publik bukan pemimpin partai atau kelompok, sehingga kita paham dan dapat mematuhi atau tidak. 

“Kalau dalam teori minang, “ditinggikan seranting, didahulukan selangkah”, maksudnya yaitu seorang pemimpin ditinggikan kedudukannya dipatuhi perintahnya, karena telah dipilih secara mufakat,” jelas Hamdi.

Pleno V ini dihadiri sekitar 1200 peserta Rakernas dan Mukernas Muslimat NU, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa beserta pimpinan pusat lain. Acara dilanjutkan dengan Tanya jawab dengan dimoderatori oleh Hj Yenny Wahid dan notulen Susianah Affandi. (Fathoni/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Cerita, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 20 Januari 2018

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Musyawarah Fathul Qorib (MFQ) Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng berupaya membangkitkan kembali tradisi bahtsul masa’il bagi santri. Mereka mengadakan pendidikan dan pelatihan bahtsul masa’il di aula utama Perpustakaan A. Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng.

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tebuireng Bangkitkan Tradisi Bahtsul Masa’il

Mudir Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Ustadz Su’udi, yang hadir pada kegiatan (22/09) mengungkapkan kebanggaanya dan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Dia berharap diklat bahtsul masa’il pertama MFQ akan berlanjut menjadi majelis yang berkompeten dan menelurkan para musyawirin yang menguasai keilmuaan Islam khususnya di bidang fiqih.

Sementara Ustad Sigit dalam sambutan berpendapat, musyawarah itu sangat penting untuk mengembangkan kemampuan santri memahami kitab kuning.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia juga menaruh harapan besar agar forum ini adalah titik awal kebangkitan kajian keilmuan Islam di Tebuireng yang akan mencetak pakar bahtsul masail yang berkompeten. “Semoga kalian benar-benar jadi ulama’-ulama’ masa depan,” doanya mengakhir sambutan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua MFQ, M. Rudik mengatakan, Tebuireng adalah pondok pesantren besar. Kajian yang sudah lama hilang ini perlu dihidupkan kembali. “Ingin sekali membawa MFQ menjadi organisasi atau wadah para musyawirin di lingkup Pesantren Tebuireng,” tutur santri asal Sidoarjo ini.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 santri yang terdiri santri Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng ini, mendatangkan pemateri seorang pakar bahtsul masa’il  dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ustadz Arif Ridlwan Akbar.

Arif mengajak para peserta untuk terus mentradisikan bahtsul masa’il di lingkungan pesantren. “Kalau tanpa bahtsul masa’il, bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan masyarakat”, ungkap beliau di tengah-tengah memberikan materi. (Abror/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Daerah, Nahdlatul Ulama, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 17 Januari 2018

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Banyumas, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas, Jawa Tengah, mengadakan lomba menulis karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Hal ini didorong oleh keinginan agar masyarakat turut menyumbang pemikiran terhadap berbagai problematika umat.

Secara khusus, ISNU Banyumas menantang peserta lomba untuk menulis dari tema besar yaitu “Rekonstruksi Kinerja NU di Era Global” dengan panjang tulisan 15-20 halaman.

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Tulisan dapat dikirim ke email rohman.boys@gmail.com atau dikirim langsung ke sekretariat panitia di Pesantren Mahasiswa An-Najah, Jalan Moh Besar Kutasari Purwokerto, paling lambat tanggal 7 September 2015 (cap pos). Tentang persyaratan peserta dan hadiah, informasinya dapat diakses di situs www.isnubanyumas.org.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua panitia, Suparjo, mengatakan ke depan kegiatan ini merekomendasikan konsep dan instrumen teknis penting dalam mendukung kemajuan kesejahteraan bangsa. Hasil lomba ini akan dibukukan dan diseminarkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Jadi tidak sekadar lomba memenuhi syarat kepentingan formal semata, namun ada spirit untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lebih baik. Kami tunggu partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang memang ditujukan umum untuk semua kalangan," imbuhnya, Rabu (8/7).

Humas panitia LKTI Nasional, Ulul Huda, berharap melalui kegiatan ini banyak sumbangan pemikiran kaum intelektual untuk kemajuan sumber daya manusia khususnya warga NU di Banyumas.

"Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum intelektual untuk berkontribusi untuk memberikan edukasi dan pengawasan sosial di sekitarnya. Dengan pemikiran mereka, kami yakin dapat diperoleh berbagai alternatif pemecahan masalah," jelasnya. (Susanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 13 Januari 2018

Kader NU Genuk Gelar Apel Kemerdekaan

Semarang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Segenap kader NU mulai dari IPNU, IPPNU, hingga GP Ansor mengikuti apel kemerdekaan ke-69 RI lapangan sepak bola kelurahan Karangroto kecamatan Genuk, kabupaten Semarang, Ahad (17/8) pagi. Mereka masuk dalam barisan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang dipimpin Camat Genuk Sumarjo.

“Kemerdekaan adalah persatuan. Meski hasil sengketa pemilu belum ditetapkan, marilah kita tetap menjaga keutuhan NKRI,” kata Sumarjo dalam amanah upacara.

Kader NU Genuk Gelar Apel Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Genuk Gelar Apel Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Genuk Gelar Apel Kemerdekaan

Sementara Ketua GP Ansor Genuk Muslimin menegaskan kembali sikap kebangsaan GP Ansor. Ia menengarai hadirnya paham radikal menyesatkan sebagai salah satu faktor pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Maraknya paham radikal itu berusaha memecah keutuhan bangsa ini,” kata Muslimin.

Selepas upacara bendera, mereka beralih ke aula kelurahan Karangroto. Mereka menikmati nasi kuning dan sejumlah makanan tradisional sebagai suguhan tasyakuran kemerdekaan. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Syariah, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 04 Januari 2018

Syarat dan Urutan yang Berhak Jadi Wali Nikah

Keberadaan wali merupakan satu dari lima rukun nikah. Wali sendiri ialah sebutan untuk pihak lelaki dalam keluarga atau lainnya yang bertugas mengawasi keadaan atau kondisi seorang perempuan, khususnya dalam bab nikah.

(Baca juga: Lima Rukun Nikah dan Penjelasannya)

Definisi tersebut senada dengan pernyataan Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, hal. 60:

Syarat dan Urutan yang Berhak Jadi Wali Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat dan Urutan yang Berhak Jadi Wali Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat dan Urutan yang Berhak Jadi Wali Nikah

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

? ? ?: ? ? ? ?. …? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Perwalian secara bahasa bermakna cinta atau pertolongan…perwalian secara syariat ialah menyerahkan perkataan pada orang lain dan pengawasan atas keadaannya”

Mengenai siapa saja yang diprioritaskan menjadi wali, Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 31, menjelaskannya sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?…?

“Wali paling utama ialah ayah, kakek (ayahnya ayah), saudara lelaki seayah seibu (kandung), saudara lelaki seayah, anak lelaki saudara lelaki seayah seibu (kandung), anak lelaki saudara lelaki seayah, paman dari pihak ayah, dan anak lelaki paman dari pihak ayah. Demikianlah urutannya. Apabila tidak ada waris ‘ashabah, maka…hakim.”

Dari penjelasan  di atas, bisa kita pahami bahwa yang berhak menjadi wali adalah para pewaris ‘ashabah dari calon mempelai wanita. Urutan penyebutan dalam keterangan Abu Sujak itu merupakan urutan prioritas yang berhak menjadi wali nikah. Urutannya adalah:

1. Ayah

2. Kakek. Kakek yang dimaksud dalam hal ini ialah kakek dari pihak ayah.

3. Saudara lelaki kandung. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah dan ibu. Ia bisa merupakan kakak maupun adik.

4. Saudara lelaki seayah. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah namun beda ibu.

5. Paman. Paman yang dimaksud di sini ialah saudara lelaki ayah. Baik yang lebih tua dari ayah (jawa: pak de), ataupun lebih muda (jawa: pak lik), dengan memprioritaskan yang paling tertua diantara mereka.

6. Anak lelaki paman dari pihak ayah.

Jika ternyata keenam pihak keluarga  di atas tidak ada, maka alternatif terakhir yang menjadi wali ialah wali hakim.

Syarat Wali dan Saksi

Tidak sembarang orang bisa menjadi wali dan saksi dalam pernikahan. Ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Dikutip pula dari Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb:

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

“Wali dan dua saksi membutuhkan enam persyaratan: islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil”.

Dari pemaparan di atas, bisa kita pahami bahwa wali dan dua orang saksi dalam pernikahan harus memiliki 6 persyaratan sebagai berikut:

Pertama, Islam. Seorang wali ataupun saksi nikah harus beragama islam. Dengan demikian apabila wali tersebut kafir, maka pernikahan tidak akan sah, kecuali dalam beberapa kasus yang akan diterangkan di tempat terpisah.

Kedua, baligh. Arti mendasar wali ialah seseorang yang dipasrahi urusan orang lain, yang dalam hal ini adalah perempuan yang akan menikah. Adalah tidak mungkin menyerahkan urusan tersebut pada anak yang masih kecil dan belum baligh. Oleh karena itu syariat mewajibkan wali dan dua orang saksi dalam pernikahan haruslah orang yang sudah baligh

Ketiga, berakal. Berakal di sini pengertiannya sama seperti kriteria “berakal” dalam bab lainnya semisal bab shalat.

Keempat, lelaki. Dengan persyaratan ini, maka pernikahan dianggap tidak sah apabila wali atau saksi adalah perempuan atau seorang waria yang berkelamin ganda.

Kelima, adil. Adil yang dimaksud di sini ialah sifat seorang muslim yang menjaga diri dan martabatnya. Kebalikan dari adil ialah fasiq.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 03 Januari 2018

Pak Idham Bantah Republik Indonesia Kafir

Wilayah Nusantara pasca kemerdekaan tidak kalah genting dengan masa penjajahan Belanda dan Jepang. Lantaran tidak semua kelompok lantas bersatu membangun Indonesia merdeka. Ada di antara kita yang ingin memisahkan diri dari kesatuan, termasuk dari kelompok Islam.

Kelompok Islam ini melontarkan tuduhan: Republik Indonesia (itu) kafir. Kelompok Islam ini ingin membubarkan Republik Indonesia dan menggantinya dengan Darul Islam (DI) tahun 1950-an.

Kartosuwiryo memimpin DI Jawa Barat, Kahar Mudzakar di Sulawesi Selatan, Ibnu Hajar mengomandani pemberontakan di Kalimantan Selatan.

Pak Idham Bantah Republik Indonesia Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Idham Bantah Republik Indonesia Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Idham Bantah Republik Indonesia Kafir

KH Dr. Idham Chalid, atau biasa dipanggil Pak Idham dibuat sibuk oleh kelompok Islam ini. Sebab, tuduhannya serius, yakni menyangkut perkara teologi. Mereka membawa-bawa dalil agama untuk menjalankan misinya. Pak Idham yang waktu itu menjabat Wakil Perdana Menteri II dan Kepala Badan Keamanan tentu tak akan main-main, tentu juga karena ia sendiri adalah seorang ulama.

Sebelum menyikapi Kartosuwiryo dan kawanannya, Pak Idham meminta kaum ulama membahas Darul Islam. “Ini tugas saya yang paling berat,” tulis Pak Idham autobiografinya.

Dalam sebuah sidang di badan keamanan, Pak Idham bertanya, “Bagaimana menurut Bapak-bapak kiai,apa betul mereka berjuang memakai senjata menghadapi negera Republik Indonesia? Di Jawa Barat mereka menyebut Rebuplik Indonesia sebagai ‘RIK’ (Republik Indonesia Kafir). Apakah hal ini kita biarkan?”

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sidang kaum ulama memutuskan bahwa Kartosuwiryo dan tentaranya tidak bisa dibenarkan. DI itu, kata Pak Idham, bukan perjuangan, tapi pemberontakan. Kartosuwiryo tidak sesuai dengan negara yang berdasarkan Pancasila. Cita-cita Islam yang luhur tidak bisa didapat dengan cara kekerasan seperti yang dilancarkan DI.

“Aksi DI/TII bukannya menguntungkan umat Islam, tetapi merugikan. Banyak umat Islam yang menjadi korban kekejaman mereka. Mungkin di Aceh tidak terjadi perbuatan seperti di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Di dua daerah ini DI membakari madrasah dan masjid-masjid yang tidak sependapat dengan paham mereka.”

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sikap tegas Pak Idham pada DI/TII nyaris bikin dirinya tewas diterjang timah panas, yakni ketika Idul Adha DI/TII menyerang Bung Karno saat shalat Id.

“Peluru yang ditembakkan anggota DI/TII yang menyusup ke Jakarta itu juga menyerempet saya. Terasa benar panasnya peluru ditengkuk saya,” cerita Pak Idham.

Pak Idham sudah tiada, pulang ke Rahmatullah Juli tahun lalu di usia 88 tahun. Tapi, jasa dan perjuangannya masih dapat dinikmati hingga sekarang, dan Indonesia mendatang. Negeri Pancasila yang mengedepankan persatuan di tengah berbedaan agama, suku, bahasa, golongan, masih berlangsung, meski di sana-sini masih direcoki. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Internasional, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 30 Desember 2017

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

Surabaya, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meluncurkan diskusi “Cangkir Sembilan”, Rabu (10/5). Acara peluncuran diiringi diskusi perdana yang mengangkat tema “HTI Undercover: Membongkar Jaringan dan Strategi HTI di Balik Jargon Khilafah”.

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

Forum tersebut mendatangkan mantan aktivis HTI Ainurrafiq dan pengamat Timur Tengah KH Imam Ghozali Said sebagai narasumber. Diskusi yang diperkirakan dihadiri 100 peserta itu mencapai 500 peserta.

"Mungkin karena momentumnya yang pas. Karena baru kemarin Senin pemerintah membubarkan HTI," kata Ahmad Najib AR, Ketua PW LTN PWNU Jatim Rabu (10/5) dini hari.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari forum Cangkruk Fikir (Cangkir) Sembilan ini, menyimpulkan ada sembilan poin yang nantinya akan menjadi rekomendasi bersama. Sembilan poin ini dibacakan oleh Wakil Ketua PW LTN PWNU Jatim Wasid Mansyur.? "Berdasarkan data dan fakta-fakta kesejarahan dan teoritis serta kondisi sosial," kata Wasid.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berikut adalah sembilan kesimpulan juga rekomendasi tersebut:

1. Hizbut Tahrir/HT yang didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin Al-Nabhani, selanjutnya berkembang menjadi HTI, lahir dari proses ketidakberdayaan dalam merespon kondisi politik umat Islam, khususnya pasca runtuhnya Turki Usmani di satu sisi dan hingga eksodusnya Yahudi di beberapa daerah di Timteng, hingga melahirkan Israel.

2. Atas fakta tersebut, maka sulit HTI mengelak hanya sebagai gerakan dakwah. Berbagai kasus di beberapa negara konsep Khilafah Islam selalu dipasarkan, dengan anggapan konsep ini adalah solusi atas dominasi asing/Barat. Ketika kuat, kudeta berdarah dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, pastinya selalu membawa simbol-simbol agama.

3. Hanya untuk memasarkan konsep khilafah, HTI seringkali plin plan dan menghalalkan segala cara untuk mencari klaim massa. Di satu pihak dia menolak aksi demo karena lahir dari tradisi berdemokrasi. Tapi, di pihak yang berbeda seiring perjalanan waktu, HTI sering turun jalan memasarkan ideologinya dengan ragam model, misalnya long march, aksi sosial bahkan terakhir aksi menggunakan isu masirah panji Rasulullah.

4. Itulah HTI. Tidak salah hanya untuk kepentingan di atas, HTI seringkali mengelabui masyarakat yang tidak tahu. Misalnya, aksi masirah di Jatim baru-Baru ini, telah mengelabui banyak pihak, dengan berdalih ziarah ke makam Sunan Ampel, tapi setelah itu mereka yang lugu dan tidak tahu apa-apa diajak ikut aksi HTI.

5. Lebih dari itu, mengelabui konsep juga dilakukan. Misalnya, dengan mencatut tokoh-tokoh sepuh NU untuk menggiring publik bahwa beliau-beliau juga setuju konsep khilafah. Padahal, beliau-beliau sejak awal ikut melibatkan diri, baik jiwa maupun harta untuk kedaulatan NKRI.

6. Maka bagi kita, khilafah atau imamah adalah bagian dari proses ijtihadi dari setiap bangsa. Tidak ada sampai sekarang negara di dunia yang menganut konsep politik khilafah islamiyah, termasuk Saudi, Tunisia dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit negara di dunia Islam yang melarang.

7. Pembubaran HTI, sebenarnya telah terlambat. Tapi, dari pada tidak sama sekali. Sulit mengelak sebab berbagai fakta menunjukkan perlawanan HTI terhadap NKRI, dan falsafah pancasila.

8. Kita sebagai anak bangsa, kita bangga hidup dalam kultur kebangsaan Indonesia yang damai dan islami. Maka, Siapapun yang merusak sendi sendi NKRI, maka harus berhadapan dengan NU dan Muhammadiyah; berhadapan dengan GP Ansor dan Banser.

9. Cangkir 9 merekomendasikan agar pemerintah dan ormas cinta NKRI untuk menginisiasi Taubat NKRI dan kembali ke pangkuan Negara Pancasila bagi semua anggota HTI dari berbagai status sosial.



(Rof Maulana/Mahbib)


Baca: Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kajian Islam, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah masih menjadi primadona dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014. Beberapa lembaga survei memberikan perhatian khusus pada dua ormas ini. Namun hasil survei menunjukkan kecenderungan yang berbeda di kalangan warga dua ormas ini.

Hasil survey yang dilakukan oleh Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menemukan kecenderungan berbeda antara komunitas NU dan Muhammadiyah dalam menentukan calon presidennya. Dalam hal ini, Jokowi menang di komunitas NU (46.20% versus 40.20%). Prabowo menang di komunitas ? Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).

Demikianlah salah satu analisis riset Lingkaran Survei Indonesia. Survei dilakukan di awal Juni 1-9, 2014. Metode penelitian dijalankan ? secara standard dengan teknis multistage random sampling. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2%. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis, seperti dilansir oleh situs? lsi.co.id.

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Menurut lembaga survey ini, tiga belas hari menjelang pemilu presiden ? 9 Juli 2014, total pemilih yang “GALAU” masih 32.2%. ? Istilah galau mengacu kepada jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya, ditambah dengan pemilih Jokowi-Jusuf Kalla yang masih ragu dan pemilih Prabowo-Hatta yang juga masih ragu. Sementara selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6.3% saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran 32.2% pemilih galau ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari hasil survei ini, Jokowi dipilih oleh 45% responden. Namun sebanyak 8.1 % dari 45% itu yang masih ragu, dan masih mungkin berubah pandangan. Sementara Prabowo didukung oleh 38.7% publik. Namun sebesar 7.8% dari 38.7% itu juga dihinggapi ragu dan masih mungkin “pindah ke lain hati.” Sedangkan massa mengambang sebesar 16.3%. ? Dalam momen 13 hari ini mereka akan mengambil sikap

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jika ? pemilih dipilah ke dalam aneka segmen masyarakat, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta saling mengalahkan. ? Pasangan Jokowi menang di pemilih perempuan ? ( 48.10% versus 33.8%). Sementara pasangan prabowo menang di pemilih pria (43.20% versus 42.70%)). Jokowi menang di pemilih dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah ( 45-48% versus 34-42%). Prabowo menang di pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%).?

Prabowo mengimbangi Jokowi dalam ? pemilih muslim (40.90% versus 43.30%). Namun untuk ? non-muslim, pemilih lebih banyak di ? Jokowi (67.60% versus 15.50%). ? Jokowi juga masih menang di pemilih Jawa (47.60% versus 35.20%). Namun Prabowo menang di pemilih Sunda (51.60% versus 40.90%). Kini Prabowo menang di propinsi Jabar (51.20% vs 42.60%). Tapi Jokowi menang di 6 propinsi besar lainnya: Banten, DKI, jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel, dengan selisih sekitar 5%-10%.

Jokowi dianggap lebih peduli dengan rakyat (84.6% versus 64.2%) dan lebih jujur (76.5% versus 61.3%). Namun ? Prabowo dianggap pemilih lebih pintar (85.2% versus 81.1%) dan lebih tegas (78% versus 69.7%).

Dalam dua bulan terakhir, pendukung Jokowi banyak yang lari dari kandangnya. Jumlah dukungan Jokowi menurun mencolok di kantong besar suara: di komunitas NU, berpendidikan tinggi, beragama Islam, pemilih lelaki, propinsi Jawa Barat. ? Prosentase pemilih Jokowi yang “pindah ke lain hati” sebesar sekitar 5_10 persen. Di komunitas itu, Prabowo mengalami kenaikan sekitar ? 5-10% juga.

Bagaimana akhir pertarungan dua pasang capres yang semakin ketat ini? Kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan. Jokowi akan tetap menang jika ia bisa mengambi kembali pendukungnya yang “pindah ke lain hati,” pindah ke Prabowo. Sebaliknya Prabowo akan menyalip Jokowi jika ia bisa menaikkan dukungannya sekitar 5-15 persen lagi segmen pemilih besar yang kini ia masih kalah: segmen perempuan, wong cilik, komunitas NU, ? pemilih ? berpendidikan rendah, pemilih muslim, dan pemilih di propinsi Jawa Timur.

Tiga belas hari menuju 9 Jui 2014, kedua pasangan capres-cawapres harus menyiapkan pendukungnya untuk menerima baik kemenangan ataupun kekalahan. Dengan membaca trend petumbuhan dukungan capres dan cawapres, selisih kemenangan pada 9 Juli 2014 potensil hanya kecil saja,. Sangat mungkin selisih kemenangan itu hanya di bawah 5%, siapapun pemenangnya. Jika Jokowi tetap menang, atau jika ia dilewati Prabowo, selisih dukungan capres-cawapres potensial ? dibawah 5% saja, antara 51-53% ? versus 47-49. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Doa, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 13 Desember 2017

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir

Bekasi, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi melaksanakan penyembelihan kurban di kantor PCNU setempat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/9), atau pada hari tasyriq terakhir, 13 Dzulhijjah 1436 H. Hewan yang disembelih terdiri dari 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing.

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir

Dari jumlah hewab tersebut terkumpul 694 kantong daging yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar dengan melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom NU. Distribusi daging dilaksanakan pada hari tasyrik ketiga lantaran banyaknya pengurus NU yang menjadi tokoh dan sekaligus terlibat dalam kepanitiaan kurban di lingkungan rumah masing-masing. Pelaksanaan kurban pada akhir pekan dipandang lebih efektif dan efisien.

Ketua Panitia Kurban H. Ahmad Mirza menjelaskan, amanah kurban yang disalurkan melalui PCNU berasal dari Walikota Bekasi, PT Riung, dan iuran bersama KH Nandi Naqsabandi, KH Zamakhsyari Abdul Majid, Sri, Hj Itut, dan H. Abdul Manan. Sementara kambing berasal dari H. Rahmat Ukar, Edy Wagiana, Sriyono bin Prayitno, Herman, H. Suwartono, Hj. Nur Hayati, Arie Wibowo, dan Polresta Bekasi Kota.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Termasuk kita juga mendapat bantuan operasional penyembelihan dari Baznas Kota Bekasi, Kemenag Kota Bekasi, DKM Grand Metropolitan, serta sejumlah donatur dari pengurus dan simpatisan NU. Kita juga melakukan inventarisir jumlah kurban dari masjid, mushala, ponpes, serta yayasan yang berada di bawah naungan NU, dengan total quban mencapai 656 yang terdiri dari 446 ekor kambing dan 210 ekor sapi, ” ujar H Ahmad Mirza.

Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Zamaskhsyari Abdul Majid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada segenap pengurus dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan kurban 2015 M/ 1436 H. Dia menuturkan, di tengah kondisi perekonomian yang sulit, PCNU Kota Bekasi masih dapat melaksanakan kurban dengan jumlah sapi dan kambing tak berbeda jauh dari tahun kemarin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Itulah pentingnya kita tetap optimis, sebagaimana optimisme dan keyakinan yang ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sebab, orang yang optimis akan diberikan reward oleh Allah. Insya Allah mulai awal tahun depan PCNU Kota Bekasi akan membuka rekening kurban, tempat di mana kita bisa menabung, supaya tumbuh kemandirian dalam tubuh NU. Semoga kurban kita semua diterima oleh Allah SWT,” ujarnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaSantri, Nahdlatul Ulama, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 10 Desember 2017

Ketika Menpora ‘Dites’ Ngaji Kitab Kuning di Pesantren Inggris

Bogor, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendapat tantangan dari para kiai Bogor untuk membaca kitab Ayuhal Walad karya Syaikhul Islam Imam Ghozali, Menpora yang juga alumni pesantren menyanggupi tantangan itu dan langsung membaca lancar bagian awal kitab yang dijadikan salah satu kitab wajib di pesantren Inggris Assalam Bogor.

Ketika Menpora ‘Dites’ Ngaji Kitab Kuning di Pesantren Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Menpora ‘Dites’ Ngaji Kitab Kuning di Pesantren Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Menpora ‘Dites’ Ngaji Kitab Kuning di Pesantren Inggris

Selesai membaca bagian awal kitab itu, ia lantas secara simbolis menyerahkan kitab itu kepada santri.? Ia juga memberikan kamus besar bahasa Inggris dan sebuah raket badminton kepada santri sebagai simbol pembukaan kelas baru. Hal ini terjadi kemarin, Kamis, (28/7) di Pesantren Inggris Assalam, Bogor, Jawa Barat.

Imam Nahrawi datang ke pesantren asuhan Kiai Ali Qohar ini dalam rangka membuka kelas baru sekaligus meletakkan batu pertama untuk pembangunan asrama putra. Pria kelahiran Bangkalan, Madura ini mengaku tidak asing dengan dunia pesantren, karenanya ia langsung menyetujui undangan untuk datang ke pesantren Assalam Bogor.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Karakter santri ini terlihat jelas, saat mereka main bola di liga santri misalnya, dikartu kuning sama wasit bukannya marah, tetapi malah sungkem dan berterima kasih. Hanya santri yang bisa begini,” ujarnya menceritakan perhelatan final liga santri nasional tahun lalu.

Ia pun memuji fasilitas yang ada di pesantren yang dirintis sejak 2010 ini. Meski masih sangat sederhana, namun pesantren yang kerap dikenal dengan sebutan “santri gugel” (gunung Geulis, red) ini memiliki kolam renang, lapangan sepak bola, dan lapangan badminton.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Inisiatifnya bagus sekali ini, saya lihat ini kolam renangnya sudah standar internasional,” katanya sambil menunjuk kolam renang yang biasa digunakan latihan renang santri.

“Lapangan badmintonnya juga sudah bagus itu. Pas saya lihat diundangan ada jadwal maen badminton, saya sudah tahu, ini minta dibangunin lapangan. Oke oke,” katanya lagi sambil manggut-manggut. Pernyataannya ini langsung disambut tepuk tangan dari para santri dan para kyai serta pejabat daerah yang datang pula di perhelatan ini.

Dan benar saja, Menpora Imam Nahrawi bersedia meladeni tantangan santri untuk bertanding badminton. Sayang, dalam pertandingan ini, Menpora berhasil dikalahkan dua set langsung. (Khoirul Anam/Abdullah Alawi)? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Makam, Nahdlatul Ulama, Cerita Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 07 Desember 2017

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Keraton Yogyakarta menggelar upacara Grebeg Syawal, Kamis (8/8). Ratusan warga yang mengikuti acara tersebut berebut Gunungan Lanang yang merupakan sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Pihak Keraton mengeluarkan tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga Gunungan Lanang (putra), dan tiga Gunungan Estri (putri) serta satu Gunungan Awohan (buah). Tujuh gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan hasil bumi lainnya dihantarkan dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kepatihan mulai pukul 10.00 WIB.

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Selanjutnya gunungan yang dikenal dengan nama Gunungan Lanang ini akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir. Menurut kepercayaan, mereka yang berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan akan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Diantara warga yang hadir, Jaya, menuturkan dia rutin mengikuti acara ini setiap tahunnya. "Saya selalu mengajak anak dan istri saya agar nanti tetap bisa nguri-uri kebudayaan dan bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya juga," ungkapnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun ini tidak lepas dari pengaruh Islam di Jawa. Grebeg ini merupakan wujud ucapan terima kasih pada Tuhan karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan, juga sebagai ritual dalam menyambut tahun baru Hijriah atau Islam.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 29 November 2017

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Temanggung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Madrasah Tsnawiyah Al-Hidayah Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal-Jama’ah kepada peserta didiknya. Hal itu dibuktikan dengan tetap mempertahankan mata pelajaran ke-NU-an dan kerifaiyahan.

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Rifaiyah adalah nama organisasi keagamaan di beberapa wilayah Jawa Tengah yang terbentuknya dilatarbelakangi solidaritas keislaman dari santri-santri KH Ahmad Rifai, salah seorang ulama pengarang puluhan kitab berbahasa Jawa tulisan pegon. Ia pahlawan nasional kelahiran Kaliwungu, Kendal yang wafat di Ambon, Maluku zaman penjajahan Belanda.

Secara akidah, jam’iyah Rifaiyah bepaham Aswaja, syariahnya juga menganut salah satu madzhab empat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Baik mapel ke-NU-an maupun ke-Rifaiyahan dalam KBM-nya yang ditekankan memang sebatas sisi historis atau aspek kesejarahannya. Hal itu lantaran materi syariah dan akidah baik dari NU maupun Rifaiyah kebanyakan sudah diajarkan di madrasah diniyah tiap-tiap desa di mana murid berasal," kata Kepala MTs Al-Hidayah Wonoboyo Supriyanto kepada NU online Selasa (26/1).

Supriyanto menambahkan, walaupun? MTS Al-Hidayah Wonoboyo Temanggung secara institusi atau yayasan tidak lagi bernaung di bawah LP Maarif NU, tetapi kegiatan belajar mengajar serta penyelenggaraan pendidikannya masih terus menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif Temanggung, di antaranya soal-soal untuk mid semester dan semester. "Hanya saja seperti SK guru dan karyawan sudah mandiri, tidak lagi terikat dengan LP Ma’arif," imbuh Supriyanto.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Banyak program kegiatan telah dibuka untuk menjaga dinamisasi dan relevansi pembelajaran di MTs al-Hidayah untuk tetap menarik minat para siswa. Untuk itu, kata Supriyanto, kegitan kepramukaan selalu diintensifkan. Juga ekstrakulikuler seperti drum band, pembelajaran seni baca Al-Quran, dan pelatihan komputer.

Madrasah tingkat menengah pertama yang berdiri sejak 1983 ini terletak di jalan Candiroro-Wonoboyo dan merupakan satu-satunya MTs yang berada di kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung. Sejak 2013 MTs ini sudan berakreditasi B. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama, Sejarah, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 27 November 2017

Ansor Surabaya Bantu Kenyamanan Warga dengan Buka Posko Selama Idul Fitri

Surabaya, NU Onine



Sebanyak 25 orang personel Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Pandugo dikerahkan untuk menjaga posko Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di Jalan Ir. Soekarno (MERR).

Ansor Surabaya Bantu Kenyamanan Warga dengan Buka Posko Selama Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Surabaya Bantu Kenyamanan Warga dengan Buka Posko Selama Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Surabaya Bantu Kenyamanan Warga dengan Buka Posko Selama Idul Fitri

"Pembukaan posko Idul Fitri ini merupakan sebagian tugas Banser untuk menjamin kenyamanan warga disekitar MERR," kata Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Alaika S. Hadi pada Pembukaan Posko Banser Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

GP Ansor membuka posko Lebaran sampai jelang arus balik warga Kota Surabaya. Lokasi yang dipilih oleh GP Ansor terletak di lokasi strategis, Masjid At-Tanwiir Pandugo. "Kebetulan, kami memilih pendirian posko di di masjid karena akan memudahkan melakukan pemantauan, mengingat Jalan Ir. Soekarno adalah Jalan padat lalu lintas" katanya.

Posko ini untuk membantu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga kota Surabaya yang tidak mudik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Setiap giliran jaga posko akan diisi oleh 5-7 personel Banser. Mereka akan bergiliran menjaga posko, terutama diintensifkan pada malam hari yang dianggap rawan tindakan kriminalitas dan kecelakaan," katanya.

Posko ini juga bisa digunakan oleh para pemudik yang mengarah ke Surabaya. Bagi para pemudik yang letih, kata dia, bisa memanfaatkan pelayanan posko tersebut untuk beristirahat. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nahdlatul Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock