Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta, AE Priyono mengatakan, Islam politik di Indonesia sudah mengalami kegagalan.

Menurutnya, Islam-politik telah kehilangan elan vitalnya sebagai kekuatan transformatif bahkan menjadi bagian dari kombinasi konservatisme politik dan konservatisme agama.

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

“Akibatnya, cita-cita Islam untuk emansipasi sosial tidak mendapat tempat, under-represented, bahkan non-exist, dalam demokrasi Indonesia," paparnya dalam acara Diskusi bertajuk "Civic-Islam: Sebuah Keharusan" di Kantor Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/1).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Islam politik yang dimaksud AE Priyono adalah kelompok Islam yang bermain politik melalui partai politik berbendera agama. Kegagalan Islam-politik itu menurutnya mengarungi dua karang antara neoliberalisme dan fundamentalisme agama.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Islam-politik bukanlah alternatif terhadap kebuntuan demokrasi elektoral yang hanya melahirkan plutokrasi dan plutonomi. Sebagai contoh, PKS (Partai Keadilan Sejahtera-Red) di Indonesia – seperti halnya AKP di Turki – justru menjadi bagian dari masalah," papar peneliti senior Indonesia itu.

Dalam presentasi makalah Civic-Islam di hadapan para intelektual dan aktivis gerakan Islam di Bandung itu, AE Priyono juga memberikan catatan bahwa gagalnya gerakan Islam Politik tak lepas dari fakta umum di mana Indonesia selama ini sedang mengalami kemunduran dalam demokratisasi.?

"Demokratisasi di Indonesia mulai macet sejak tahun 2007 akibat menguatnya elit politik berpikiran konservatif, misalnya dengan melemahkan lembaga Komisi Pemilihan Umum, perlawanan terhadap gerakan anti korupsi, dan provokasi konflik horizontal," paparnya.

Akibat dari kemacetan demokrasi itu, politik nasional Indonesia menurut AE Priyono sedang mengalami regresi, atau mundur ke belakang. Hal ini oleh AE Priyono dibuktikan oleh fakta bahwa sejak 2012 mulai terlihat gejala pembalikan (reversi) menuju rekonsolidasi otoritarianisme, misalnya dengan disahkannya UU Ormas, dan diterapkannya Perpu Kamnas.

"Sekarang demokrasi liberal menimbulkan antitesa-antitesanya yang buruk seperti oligarki, masyarakat yang apatis terhadap politik, privatisasi ruang publik, kesenjangan antara kepentingan rakyat dengan elit, dan bahkan menunjukkan predatorianisme dalam ekonomi dan kekuasaan."

Indonesia perlu Civic-Islam

Selain kegagalan Islam politik, AE Priyono juga menyampaikan fakta penelitian bahwa di luar politik formal kepartian, yakni Islam-Informal yang bergerak di luar politik juga banyak yang terperosok ke dalam fundamentalisme,? konservatisme anti-politik, atau eskapisme anti-sosial. "Radikalisme, gerakan anti demokrasi atas nama Islam dan sektarianisme Islam adalah hal yang cukup memperlihatkan kemunduran itu," ujarnya.

AE Priyono melihat bahwa kegagalan Islam-politik dan juga menguatnya fundamentalisme Islam itu karena disebabkan umat Islam di Indonesia selama ini imajinasi politik dan sosialnya hanya terkonsentrasi pada entitas keluarga, lalu bergerak ke entitas negara.

"Trayektorinya adalah dari keluarga, melalui umat, menuju negara. Islam-politik pada dasarnya hanya memperjuangkan Islam di tingkat keluarga dan negara. Ia bersikap ambigu pada entitas bangsa," terangnya.

Namun bersamaan dengan itu AE Priyono percaya bahwa masih ada peluang untuk demokratisasi dan peradaban di Indonesia dengan kemungkinan membuka pemikiran dan pergerakan melalui jalur civic-Islam yang memiliki cara pandang baru dalam berimajinasi tentang kewarganegaraan dan kebangsaan sehingga Indonesia modern yang dihuni mayoritas muslim ini mengalami kemajuan. (Yus Makmun/Mahbib)

?

Islam-Politik di Indonesia Dinilai Gagal

?

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta, AE Priyono mengatakan, Islam politik di Indonesia sudah mengalami kegagalan.

Menurutnya, Islam-politik telah kehilangan elan vitalnya sebagai kekuatan transformatif bahkan menjadi bagian dari kombinasi konservatisme politik dan konservatisme agama.

“Akibatnya, cita-cita Islam untuk emansipasi sosial tidak mendapat tempat, under-represented, bahkan non-exist, dalam demokrasi Indonesia," paparnya dalam acara Diskusi bertajuk "Civic-Islam: Sebuah Keharusan" di Kantor Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/1).

Islam politik yang dimaksud AE Priyono adalah kelompok Islam yang bermain politik melalui partai politik berbendera agama. Kegagalan Islam-politik itu menurutnya mengarungi dua karang antara neoliberalisme dan fundamentalisme agama.

"Islam-politik bukanlah alternatif terhadap kebuntuan demokrasi elektoral yang hanya melahirkan plutokrasi dan plutonomi. Sebagai contoh, PKS (Partai Keadilan Sejahtera-Red) di Indonesia – seperti halnya AKP di Turki – justru menjadi bagian dari masalah," papar peneliti senior Indonesia itu.

Dalam presentasi makalah Civic-Islam di hadapan para intelektual dan aktivis gerakan Islam di Bandung itu, AE Priyono juga memberikan catatan bahwa gagalnya gerakan Islam Politik tak lepas dari fakta umum di mana Indonesia selama ini sedang mengalami kemunduran dalam demokratisasi.?

"Demokratisasi di Indonesia mulai macet sejak tahun 2007 akibat menguatnya elit politik berpikiran konservatif, misalnya dengan melemahkan lembaga Komisi Pemilihan Umum, perlawanan terhadap gerakan anti korupsi, dan provokasi konflik horizontal," paparnya.

Akibat dari kemacetan demokrasi itu, politik nasional Indonesia menurut AE Priyono sedang mengalami regresi, atau mundur ke belakang. Hal ini oleh AE Priyono dibuktikan oleh fakta bahwa sejak 2012 mulai terlihat gejala pembalikan (reversi) menuju rekonsolidasi otoritarianisme, misalnya dengan disahkannya UU Ormas, dan diterapkannya Perpu Kamnas.

"Sekarang demokrasi liberal menimbulkan antitesa-antitesanya yang buruk seperti oligarki, masyarakat yang apatis terhadap politik, privatisasi ruang publik, kesenjangan antara kepentingan rakyat dengan elit, dan bahkan menunjukkan predatorianisme dalam ekonomi dan kekuasaan."

?

Indonesia perlu Civic-Islam

Selain kegagalan Islam politik, AE Priyono juga menyampaikan fakta penelitian bahwa di luar politik formal kepartian, yakni Islam-Informal yang bergerak di luar politik juga banyak yang terperosok ke dalam fundamentalisme,? konservatisme anti-politik, atau eskapisme anti-sosial. "Radikalisme, gerakan anti demokrasi atas nama Islam dan sektarianisme Islam adalah hal yang cukup memperlihatkan kemunduran itu," ujarnya.

AE Priyono melihat bahwa kegagalan Islam-politik dan juga menguatnya fundamentalisme Islam itu karena disebabkan umat Islam di Indonesia selama ini imajinasi politik dan sosialnya hanya terkonsentrasi pada entitas keluarga, lalu bergerak ke entitas negara.

"Trayektorinya adalah dari keluarga, melalui umat, menuju negara. Islam-politik pada dasarnya hanya memperjuangkan Islam di tingkat keluarga dan negara. Ia bersikap ambigu pada entitas bangsa," terangnya.

Namun bersamaan dengan itu AE Priyono percaya bahwa masih ada peluang untuk demokratisasi dan peradaban di Indonesia dengan kemungkinan membuka pemikiran dan pergerakan melalui jalur civic-Islam yang memiliki cara pandang baru dalam berimajinasi tentang kewarganegaraan dan kebangsaan sehingga Indonesia modern yang dihuni mayoritas muslim ini mengalami kemajuan. (Yus Makmun/Mahbib)

?

(foto: Direktur Eksekutif LP3ES, AE Priyono sedang memaparkan hasil risetnya tentang Islam dan demokrasi di Indonesia)

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Pahlawan, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 13 Februari 2018

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran

Makassar, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar bersama Pecinta Warkop Gonrong memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Kadea Makassar, Senin (25/5).

Ahmad Ahsanul Fadhil, Sekretaris Ansor Kota Makassar mengatakan, Ansor bersama-sama warga memberikan bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran.

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Makassar dan Pecinta Warkop Bantu Korban Kebakaran

Herman, Owner Warkop Gondrong mengapresiasi Ansor Kota Makassar yang mengajak Komunitas Pecinta Warkop Gondrong untuk menggalang bantuan terhadap korban kebakaran.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pecinta Warkop Gondrong, selaku koordinator pengumpul bantuan, Alwi Ainullah mengungkapkan, bahwa dirinya memang belum bisa membantu secara pribadi. “Namun, saya hanya bisa menggerakkan warga untuk ? mengumpulkan bantuan bagi para korban kebakaran,” katanya.

Ahsanul Fadhil mengapresiasi kinerja Alwi sebagai Koordinator yang sekuat tenaga mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Jika dilihat dari penampilan, saya tidak yakin dengan kepedulian yang ditunjukkan saudara Alwi, penampilan seperti preman tapi hatinya ternyata mulia," terang mantan Ketua PMII UNM Makassar dengan nada becanda.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan 1 dus Indomie per kepala rumah tangga serta pakaian bekas layak pakai. Adapun jumlah kepala rumah tangga yang mendapatkan bantuan sebanyak 42 kepala rumah tangga. (Rahman Hasanuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Rembang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rembang memberikan penghargaan kepada tiga peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan tiga kategori di antaranya peserta tertua, peserta termuda, dan peserta terbaik.

Penghargaan tersebut disampikan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro usai pembaiaatan 99 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dinyataakan lulus pada Diklatsar yang selenggarakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, Jawa Tengah, Senin (28/3).

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rembang Beri Penghargaan Tiga Peserta Diklatsar Kaliori

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai penghargaan dari pimpnan cabang atas partisipasi yang diberikan kepada mereka dan juga prestasi selama mengikuti Diklatsar.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kami sangat mengapresiasi kepada Sahabat semua yang sudah mau bersedia menjadi bagian dari dari Ansor dan Banser. Kami berharap, bukan hanya pada Diklatsar kali ini saja, tetapi juga pada Diklatsar yang akan datang dan juga semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ansor dan Banser selanjutnya,” tuturnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam kesempatan itu penerima penghargaan sebagai peserta termuda adalah Muhammad Ainul Huda dari Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Babadan dengan usia 15 tahun. Sedangkan penghargaan peserta tertua diberikan kepada Sumijan asal Pimpinan Ranting GP Ansor Karangsekar dengan usia 58 tahun, serta peserta terbaik diberikan kepada Dwi Hasan Basyari dari Kecamatan Sedan. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Hikmah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 24 Januari 2018

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat ? . Ibu hamil, selain harus memperbanyak konsumsi asam folat, nutrisi, menjaga kesehatan juga perlu dilakukan agar tubuh tetap bugar dan sehat selama mengandung. Salah satunya dengan melakukan senam bellydance.

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Ibu Hamil Senam Bellydance di RSI Siti Hajar

Dengan rileks dan penuh keceriaan, ratusan ibu hamil yang sengaja datang ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar mengikuti senam bellydance yang dipimpin Umi Faridah, instruktur senam bellydance, di ruang pertemuan lantai 3, RSI Siti Hajar Sidoarjo, Sabtu (11/3).

Menurut Umi Faridah, senam bellydance sangat berfungsi untuk menguatkan otot panggul, pinggang dan organ reproduksi ibu hamil. Pasalnya, dengan menggerakkan perut, panggul, pinggang sama paha, badan menjadi tambah sehat dan bisa memperlancar di saat melahirkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senam bellydance ini bisa dilakukan siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Untuk ibu hamil yang ingin mengikuti senam tersebut, minimal usia kandungannya tiga bulan ke atas. Karena lebih aman mengingat perkembangan bayi sudah sempurna dan tidak terlalu berbahaya bagi janin ketika dibuat bergerak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kalau bisa sekitar 3 bulan sampai 8 bulan ke atas. Kalau dilakukan di bawah tiga bulan, dikhawatirkan kondisi ibu dan bayi belum sempurna. Biasanya janin kan belum sempurna kalau tiga bulan, masih dalam pertumbuhan dan perkembangan," kata wanita yang akrap disapa Miss Iit itu.

Ummatul Khoiriyah, salah satu peserta senam bellydance mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan mengikuti senam badannya menjadi tambah sehat, lebih lentur dan kandungannya juga sehat. "Ketika senam enak-enak saja, lebih santai dan baik-baik saja," ucapnya singkat.

Senada juga diungkapkan Yolanda yang usia kandungannya saat ini berjalan 30 minggu atau 7 bulan itu. Menurutnya, senam bellydance enak karena banyak manfaatnya. "Semoga ke depan ada lagi senam seperti ini. Karena gerakannya tidak sulit bagi ibu hamil, lebih rileks dan menyenangkan," tutupnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 10 Januari 2018

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

Jember, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kemampuan anak-anak SMK Nuris, Antirogo, Jember dalam membuat? “Moris” mendapat apresiasi dari ulama asal Lebanon, Syekh Fadli Ilmuddin Al Hasani. Bahkan belum lama ini, saat berkunjung ke pesantren yang terletak di Jalan Sarangan, sekitar 5 kilometer ke arah utara kota Jember itu, ia berkenan menaiki mobil bertenaga? listrik tersebut.

Menurutnya, Pondok Pesantren Nuris sebagai lembaga pendidikan agama cukup menarik. Sebab, Nuris mampu menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren salaf. Dan pada saat yang bersamaan, Nuris juga tak ketinggalan di bidang sains dan teknologi.

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Asal Lebanon Apresiasi Mobil Listrik Karya Siswa SMK Nuris

“Ini menarik sekali, Pesantren Nuris Jember selain mempertahankan tradisi salaf dan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga modern sehingga mampu memproduksi mobil mini ini, ” tuturnya dalam bahasa Arab usai mencoba Moris. Nama Moris sendiri adalah singkatan dari Mobil Nuris.

Sebelumnya, Bupati Jember, Faida, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, dan Menteri BUMN, Rini Sumarno, juga berkenan mencoba menaiki kendaraan? tipe mobil golf tersebut.

Sebelum mencoba Moris, Syaikh Fadli mengadakan dialog dengan para santri di Masjid Baitunnur, Kompleks Pondok Pesantren Nuris. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para santri agar tak pernah kendor dalam menuntut ilmu, dan terus berjuang untuk menyebarkan aqidah Aswaja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Santri harus selalu haus akan ilmu, khususnya ilmu agama. Setelah menguasai ilmu agama, tetaplah teguh dengan akidah yang telah diamanahkan oleh ulama salaf terdahulu, yakni Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.

Dialog tersebut juga menjadi ajang mengetes kemampauan berkomunikasi bagi para santri, khususnya yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan? Bahasa Arab (LPBA). Mereka ternyata fasih mengajukan sejumlah pertanyaan dan berdialog dengan ulama asal Timur Tengah tersebut. Salah seorang di antara mereka adalah Hidayatulloh.

“Saya bangga bisa mengetes kemampuan bahasa Arab saya selama belajar di LPBA Nuris. Alhamdulillah mendapat apresiasi dari beliau setelah saya bertanya beberapa hal tentang menuntut ilmu dan akhlak kepada guru” ucap siswa MA Unggulan Nuris Jember itu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dialog tersebut dipandu oleh Ustadz Wahyudi dan Ustadz Harun, didampingi Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Syariah, Daerah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 07 Januari 2018

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah

Jepara, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. KH Muchlisul Hadi, Syuriyah MWCNU Kecamatan Kalinyamatan mengingatkan, puasa belum sempurna jika belum mengeluarkan zakat fitrah. Hal itu dikemukakannya dalam Tahtiman Ngaji Posonan di Beranda Masjid Al-Falah desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jum’at (2/8) sore.

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Tak Sempurna Sebelum Zakat Fitrah

Menurutnya, zakat yang dikeluarkan sebaiknya dalam bentuk beras 2.5 Kg. Kemudian diberikan kepada yang berhak. Tujuannya, sebut pengasuh pesantren Roudlotul Huda agar terjalin hubungan nan harmonis antara orang yang mampu dan tidak mampu. “Jangan sampai Idul Fitri ada orang kurang mampu tidak bisa makan karena belum menerima zakat,” imbaunya. 

Zakat lanjutnya tak perlu diberikan kepada kiai. Hal itu Kiai Muchlis alami saat masih mondok di Tegalrejo Magelang. Usai posonan kiai sepuh itu ta’jil zakat kepada romo kiai. Sontak romo kiai menolaknya. “Romo kiai menolak menerima zakat untuk dirinya tetapi menerima yang nantinya disalurkan kepada fakir-miskin,” sambungnya. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sikap romo kiainya, tambahnya sebagaimana Bani Hasyim yang tidak boleh dizakati. Karena itu, sebagai solusi kiai baiknya tidak dizakati tetapi diberi Tunjangan Hari Raya (THR) dan sejenisnya. Hal itu diberikan kepada kiai sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang mengabdi kepada umat. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Redaksi       : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Syariah, Hadits, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 06 Januari 2018

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

Jakarta,Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (3/12) malam. Didampingi Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa, Kang Said mengungkapkan apresiasinya terhadap pengabdian Muslimat NU untuk kemaslahatan umat maupun warga NU.

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Resmi Buka Rakernas Muslimat NU

“Faktor kepemimpinan yang disertai dengan pengembangan program membuat saya sangat mengapresiasi Hj Khofifah, semoga kader lain bisa mewarisi dan meniru beliau,” ujar Kang Said di depan ratusan kader Muslimat NU dari berbagai wilayah.

Muslimat NU yang memiliki cabang istimewa di negara Saudi Arabia, Malaysia, maupun di negara-negara lain juga membuktikan, bahwa semangat berkhidmah ibu-ibu NU ini tidak diragukan lagi meskipun berada jauh di negeri seberang.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya, Kang Said mengungkapkan, bahwa konsep kembali ke pesantren sebagai representasi jati diri NU perlu dikembangkan oleh Muslimat NU. “Misal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Muslimat bisa memanfaatkan pesantren sebagai simbol kultural kebanggam NU yang penuh dengan komitmen dan ketuma’ninahan,” jelasnya.

Sebelum Kang Said memberikan sambutannya, Khofifah lebih dulu memberikan arahan kepada para peserta Rakernas. Selain melibatkan seluruh pengurus wilayah di Indonesia, beberapa cabang Muslimat dari luar negeri juga hadir mengikuti kegiatan bertajuk ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’ ini. (Fathoni)?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 31 Desember 2017

Kisah Lahirnya Madrasah Miftahul Ulum di Bali

Denpasar, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kampung Wanasari merupakan satu kampung di Denpasar dengan mayoritas warga beragama Islam. Kampung yang berada di Kecamatan Denpasar Utara ini secara umum aktivitas perekonomian masyarakatnya ditopang oleh kegiatan perdagangan. Sebagian besar penduduknya tergolong warga kurang mampu.

Kisah Lahirnya Madrasah Miftahul Ulum di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Lahirnya Madrasah Miftahul Ulum di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Lahirnya Madrasah Miftahul Ulum di Bali

Ketidakmampuan ini lambat laun berdampak terhadap keberlangsungan masa depan pendidikan anak. Tak ayal, banyak anak usia sekolah tidak dapat melanjutkan pendidikannya lantaran terbentur biaya. Di sisi lain, kebutuhan akan pendidikan tingkat SMP/MTs sangat mendesak mengingat di Wanasari telah berdiri Madrasah Ibtidaiyah sejak 1970-an dan dua pondok pesantren.

Menurut keterangan Kepala MTs Miftahul Ulum Jarod Sudarmaji, M.Pd.I., pada 1999 masyarakat di daerah itu masih sulit mencari sekolah muslim. Meski sudah ada MI untuk tingkat dasar, namun masih belum ditemukan Madrasah Tsanawiyah. “Jadi, anak-anak sekolahnya keluar Bali, seperti ke Asembagus, Situbondo. Dan beberapa pesantren di Jawa Timur.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Akhirnya, lanjut Jarod, para tokoh masyarakat sini bersepakat untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah. Tepatnya pada 16 Januari 1999 para tokoh masyarakat Wanasari merumuskan langkah merapatkan barisan untuk mencari solusi bagi kelanjutan pendidikan anak-anak yang tidak sekolah, yakni dengan mendirikan MTs Miftahul Ulum di bawah naungan Yayasan Miftahul Ulum yang beralamat di Jl A Yani 35 B Wanasari, Denpasar. Yayasan ini dipimpin H Mohammad Hasan Ishaq, SH.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Saat itu, tantangannya berat. Masyarakat juga belum tahu apa itu madrasah. Mereka juga belum yakin akan kemampuan MTs dalam keilmuan. Nah, tahun 99 itu cuma 9 siswa aja yang masuk. Alhamdulillah, karena komitmen para pendiri dari 9 siswa itu lama-lama makin hari makin meningkat,” ungkap Jarod.

Menurut Jarod, untuk pendiri atau tokoh tidak mengacu kepada satu orang. Hal ini dikarenakan banyak tokoh yang terlibat dalam pembangunan dan pengajaran di Mitahul Ulum.

Kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Kepala MTs Miftahul Ulum Jarod Sudarmaji M.Pd.I mengatakan, madrasah yang dipimpinnya pada mulanya merupakan pondok pesantren. Dalam perkembangannya, pesantren tersebut di-merger dengan pesantren Darun Najah di Desa Dauh Puri Kaja, sebelah timur kampung Wanasari, lantaran kian menyusutnya jumlah santri. Namun, sekolahnya tetap ke MTs Mifathul Ulum Jl Ahmad Yani 35-B Wanasari, Denpasar Utara, Kota Denpasar.

Dengan berdirinya MTs Miftahul Ulum, telah memberikan banyak pengaruh positif terhadap kesinambungan pendidikan warga Wanasari. Selain dapat menampung kelanjutan sekolah para alumni MI dan Pesantren di kampung Jawa tersebut, keberadaan MTs Miftahul Ulum juga telah memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar madrasah. Banyak di antara mereka menjadi penjual makanan ringan serta alat tulis bagi kebutuhan siswa.

“Pada awalnya, sekolah ini dipandang masyarakat sebagai sekolah yang memberikan pembelajaran agama saja tanpa adanya unsur pendidikan umum. Hal ini dapat dilihat dari input siswa yang masuk sebagian besar adalah alumni MI saja.? Pandangan semacam ini bisa dimaklumi mengingat nama madrasah belum terlalu akrab di masyarakat umum, termasuk juga oleh sebagian warga muslim sendiri,” tutur Kepala MTs Jarod Sudarmaji, M.Pd.I.

Namun, lanjut Jarod, seiring dengan semakin eksisnya MTs Miftahul Ulum dalam pencapaian prestasi di berbagai bidang menyebabkan animo masyarakt terhadap Madrasah Tsanawiyah pertama di Kota Denpasar ini makin meningkat, yaitu dengan bertambahnya jumlah siswa yang berasal dari berbagai lulusan MI dan SD Negeri maupun Swasta. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 30 Desember 2017

Kisah Kiai Sahal Mahfudh yang Hobi Baca Buku

Adik sepupu almarhum KH MA Sahal Mahfudh, Pengasuh Ponpes Putri Raudlah al Thahiriyah Kajen, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Muadz Thohir, punya cerita tentang keistimewaan sang kakak. Menurutnya, Rais Am PBNU dan Ketua MUI yang wafat pada Januari 2014 lalu, itu seorang yang sangat hobi membaca. Kegiatan Mbah Sahal kalau tidak mengajar atau menemui tamu, ya membaca. Tak hanya membaca kitab klasik yang memang dikoleksinya, tetapi juga buku-buku terbaru terutama yang terkait pendidikan atau keagamaan.

Kiai Muadz pernah merasa "sakit hati" karena merasa sudah membaca buku terbaru, ternyata kalah duluan dengan kakaknya tersebut.

Kisah Kiai Sahal Mahfudh yang Hobi Baca Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Sahal Mahfudh yang Hobi Baca Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Sahal Mahfudh yang Hobi Baca Buku

Suatu hari ia punya acara di Jakarta. Saat hendak pulang, ia melihat buku baru di etalase Bandara Soekarno-Hatta. Dibelilah buku di kios Bandara tersebut. Tidak terlalu tebal, maka dia baca dengan target khatam dalam perjalanan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Di Bandara itu selalu ada buku baru yang dijual di kios. Saya beli buku tentang Pendidikan anak. Langsung saya baca di ruang tunggu. Saya lanjutkan kala duduk di dalam pesawat ke Semarang. Sampai mendarat di Semarang, buku itu rampung saya baca," ujar ketua PCNU Pati ini dalam rapat Majma Buhuts an-Nahdliyah di Solo, Selasa (17/11) malam.

Dari buku itu dia merasa ada hal baru, dan ingin didiskusikannya dengan sang kakak. Selang sehari dari kepulangannya dari Jakarta, Kiai Muadz pun bertandang ke rumah Mbah Sahal. Ia tak bercerita kalau sudah beli dan baca buku tersebut, hanya bertanya dan meminta penjelasan saudara tuanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Kak, menurut jenengan pendidikan anak itu dimulai sejak kapan,?" tanya dia.

Mbah Sahal tidak langsung menjawab melainkan menimpali tanya.

"Yang kamu inginkan konsep menurut ulama atau menurut ilmuwan modern?"

"Nggih kalih-kalih ipun (Ya dua-duanya)," sahut Kiai Muadz.

"Kalau menurut ulama, ada yang bilang pendidikan anak dimulai sejak sebelum nikah."

"Nggih to?"

"Ya iya. Kalau nikahnya menurut Islam, itu modal pendidikan yang baik untuk anak. Kalau tidak sesuai ajaran Islam, ya jadi investasi yang buruk," tutur Mbah Sahal.

Mbah Sahal melanjutkan; "Menurut ulama lain, pendidikan anak dimulai sejak sebelum jimak (berhubungan intim). Yakni jika jimaknya baik menurut tuntunan Kanjeng Nabi, ya Insyaallah hasilnya baik. Lantas ulama lain bilang dimulai dari sejak janin di kandungan ibu."

Kiai Muadz manggut-manggut tanda paham. Ia lalu menunjukkan gelagat ingin bertanya tentang pendidikan anak menurut ilmuwan moden. Mbah Sahal tahu gelagat itu, bukan meneruskan memberi penjelasan, melainkan masuk ke ruang tengah rumahnya, tempat perpustakaan pribadinya berada. Lalu sang kakak kembali ke ruang tamu sambil membawa sebuah buku.

"Kalau kamu ingin tahu bagaimana pendidikan anak menurut ilmuwan modern, ya baca buku ini," ucap Mbah Sahal sambil menaruh buku di meja agar dilihat sang adik.

Deg! Kiai Muadz terperanjat. Ternyata buku yang diberikan sang kakak itu persis buku yang kemarin ia baca selama perjalanan naik pesawat dari Jakarta. Rupanya sang kakak telah lebih dulu membacanya. “Padahal buku itu baru terbit 10 hari lalu. Bahkan sepertinya beliau sudah tahu kalau saya habis baca buku itu," tuturnya takjub.

Ketika ia buka, Kiai Muadz melihat bukti khas buku yang dibaca sang kakak. Mbah Sahal, menurutnya, selalu memberi catatan kecil dengan aksara Arab, di setiap buku atau kitab yang dibaca. Coretan yang ditulis di pinggir halaman buku/kitab tersebut merupakan tafsiran atau komentar Mbah Sahal.

Kiai Muadz pun pamit pulang sambil membaca buku permberian kakaknya tersebut. "Biarlah punya dua buku, yang ini istimewa karena ada coretan tulisan tangan Mbah Sahal," pungkasnya.

Ilâ hadlrati rûhi KH MA Sahal Mahfudh, al-Fâtihah. (Moch. Ichwan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Olahraga, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 21 Desember 2017

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberi dukungan dan arahan kepada pasangan suami istri dari Malang, Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) warga Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang akan bersepeda keliling dunia dengan membawa pesan perdamaian.?

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dukung Hakam-Rofingatul Bersepeda Keliling Dunia Bawa Pesan Perdamaian

Dalam arahannya Mensos menyampaikan pada Hakam dan Rofi bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Khofifah berpesan agar keduanya menyiapkan fisik, perlengkapan, perijinan, dan perencanaan perjalanan yang matang.

"Mereka akan membawa misi perdamaian dan kerukunan antaumat beragama ke sejumlah negara. Sampai hari ini mereka sedang berproses untuk mendapatkan surat keterangan dari Kementerian Luar Negeri. Aspek legalitas ini penting disamping juga persiapan fisik dan rencana perjalanan yang matang supaya tujuan mereka tercapai," terang Khofifah, Rabu (11/1).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengatakan, di setiap negara yang dikunjungi, Hakam dan Rofi rencananya akan bertemu para tokoh-tokoh perdamaian. Mereka ingin mengetuk hati para tokoh dan warga dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan kerukuran ? antar sesama manusia.?

Perjalanan panjang Hakam bersama istri telah dimulai dari Indonesia menuju Malaysia, Thailand, Nepal, India, Oman, Uni Emirat, Arab, Jordan, Israel, dan berakhir di Mesir. Diperkirakan seluruh rangkaian perjalanan ini akan menempuh waktu 8 bulan.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Mereka telah mengawali perjalanan pada 17 Desember 2016 dari kota Malang menuju Jakarta. Dalam perjalanan mereka singgah di makam Wali Songo, serta berjumpa dengan tokoh-tokoh lintas agama sepanjang perjalan dari Malang menuju Jakarta.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Misi Hakam dan Rofi sesungguhnya sejalan dengan salah satu tugas dan program Kementerian Sosial yaitu Program Keserasian Sosial yang bertujuan membangun harmonisasi di antara manusia agar menjauhi berbagai konflik sosial. Entah itu konflik yang diakibatkan oleh persoalan suku, agama, ras dan kepentingan lainnya," kata Mensos.?

?

Sementara itu Hakam mengatakan perjalanan ini merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan dan keberagaman namun tetap satu dalam kebhinnekaan.?

"Kami ingin dunia tahu bahwa orang Indonesia benar-benar toleran," demikian Hakam. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, AlaNu, Berita Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 20 Desember 2017

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

Mataram, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian di Mataram, Kamis (3/8). Kegiatan ini diadakan untuk menstimulasi kelompok perempuan memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme di lingkungannya.

Kepala Badan Kesbangpol NTB Lalu Muhammad Syafii dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, kelompok perempuan sengaja dipilih sebagai peserta karena posisinya yang memiliki aktivitas lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme

"Ibu-ibu ketika melihat ada aktifitas mencurigakan di sekitar rumah, segera laporkan ke Babinsa, laporkan ke Babinkamtibmas, laporkan ke Linmas," kata Syafii.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Beberapa tanda ancaman terorisme yang harus diwaspadai, lanjut Syafii, antara lain aktivitas kelompok yang? cenderung tertutup dan penyebarluasan ajaran Islam yang menjurus ke ideologi radikal terorisme.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang Dulung turut menyampaikan dorongan yang sama. Peran serta masyarakat, termasuk kelompok perempuan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan terorisme.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"BNPT tidak bisa sendirian melakukan pencegahan terorisme. Keterlibatan masyarakat, tidak terkecuali ibu-ibu di sini sangat kami harapkan," kata Andi Intang.

Memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme, lanjut Andi Intang, penting dimiliki oleh kelompok perempuan tidak hanya untuk turut serta dalam pencegahan. Disebutkannya, perempuan juga memiliki kerentanan terpapar ideologi radikal terorisme. "Sudah banyak kasus keterlibatan perempuan dalam jaringan terorisme. Kenali ciri-ciri terorisme bisa menghindarkan ibu-ibu dari jaringan mereka," urainya.

Akan tetapi Andi Intang juga menyampaikan permohonan maaf karena jumlah perempuan yang bisa dijadikan peserta dalam kegiatan tersebut sangat terbatas.

"Harapan kami ibu-ibu yang hadir sekarang bisa membagikan apa yang diterima di sini ke tetangga, ke komunitas dan ke kelompok-kelompok lainnya. Semakin banyak ibu-ibu yang bisa bersikap waspada, akan menghambat penyebarluasan ideologi radikal terorisme," pungkas Andi Intang.

Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Workshop BNPT Video Festival,? sebuah pelatihan pembuatan video bagi pelajar peserta kegiatan lomba video pendek BNPT. Kegiatan ini sudah dan akan diselenggarakan di 32 provinsi se-Indonesia. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat RMI NU, IMNU, Khutbah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Bandung Raya mengadakan silaturahmi dan diskusi dengan Majelis Alumni IPNU. Hadir pada kesempatan itu IPNU Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Sumedang.

Kegiatan bertema "Membangun kader, mengembangkan jaringan di atas kebersamaan yang kokoh" tersebut berlangsung di Gedung PW NU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung, Kota  Bandung Jumat 26 September.

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkokoh Silaturahim, Pengurus-Alumni IPNU se-Bandung Raya Bertemu

Menurut siaran pers yang dikirim PC IPNU Kota Bandung, Senin (29/9) kegiatan tersebut adalah sarana pertemuan pengurus IPNU se-Bandung Raya dengan para alumni IPNU demi memperkokoh barisan “barisan” pelajar NU, di Bandung khususnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pada kesempatan tersebut beberapa alumni IPNU yang hadir adalah H. Basukhi, Ahmad Satari, Abdussani Ramdhani, Abdul Rozak, Ganjar, H. Asep Mamun, Rekan Fauzul.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pada kesempatan tersebut hadirin sepakat untuk tetap berjuang dan beristikomah dalam kaderisasi serta mempertahankan ajaran wali Allah, guru-guru dan pendahulu. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Anti Hoax, Internasional, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 19 Desember 2017

Jebakan Orang yang Bertakwa

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? . ? ? ?

Jebakan Orang yang Bertakwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jebakan Orang yang Bertakwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jebakan Orang yang Bertakwa

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hampir tiap Jumat minimal kita mendengarkan anjuran dari sang khatib untuk senantiasa meningkatkan takwa: memupuk kesadaran ilahiyah yang manifestasinya adalah melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Anjuran itu mengandung pesan agar kita semua meningkatkan bukan hanya amal ubudiyah kepada Allah melainkan juga kebaikan bermuamalah dengan sesama manusia. Juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjauhi maksiat-maksiat, mulai dari yang paling ringan seperti membuang sampah sembarangan sampai yang terberat seperti syirik atau memakan harta anak yatim.

Kita semua tentu bersyukur bila pesan rutin sang khatib itu dapat dipenuhi secara konsisten. Artinya, ada penambahan kualitas takwa dari waktu ke waktu. Kalau pun belum terpenuhi, semoga kita termasuk orang-orang yang sedang berikhtiar memenuhi pesan tersebut sebagai wujud pelaksanaan bunyi Surat Ali ‘Imran ayat 102:

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Ayat tersebut menekankan tentang usaha menjalani takwa secara maksimal. Kata-kata haqqa tuqâtihi mengasumsikan adanya kerja keras dalam beragama untuk meraih puncak kemuliaan sebagai manusia paling bertakwa. Sebab, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum (sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa). Di sini sangat jelas bahwa ukuran kemuliaan adalah takwa, bukan jabatan, kekayaan, garis keturunan, klaim keunggulan ras, atau sejenisnya.

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Namun demikian, yang mesti dicatat adalah bahwa saat orang menjalani ketakwaan, saat itu pula ia mengemban tanggung jawab yang lebih berat. Ia bertanggung jawab untuk selalu istiqamah (konsisten) terhadap amalnya, bertanggung jawab untuk tidak angkuh atas prestasi ibadah atau amal kebaikannya. Syekh Ibnu Athai’illah as-Sakandari dalam al-Hikam mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Engkau lebih membutuhkan belas kasih-Nya ketika taat daripada ketika bermaksiat."

Sudah pasti ketaatan tetap lebih utama daripada kemaksiatan. Ketaatan lebih memberi jaminan tentang kebahagiaan hidup daripada kemaksiatan. Ketaantan juga lebih membawa maslahat bagi masyarakat ketimbang kemaksiatan. Namun, apakah kelebihan-kelebihan itu lantas mengantarkan manusia pada level aman? Tidak. Tugas tak ringan ternyata dipikul setelah itu.

Dengan menelaah kata bijak Syekh Ibnu Athai’illah tersebut, dapat dikatakan bahwa orang yang taat lebih memerlukan pertolongan Allah karena ia berada pada kondisi yang rawan tergelincir. Karena merasa sangat saleh, seseorang bisa saja punya kecenderungan untuk mengabaikan bahaya dosa-dosa kecil. Karena merasa banyak ibadah, seseorang kadang punya tendensi meremehkan orang lain. Dan seterusnya. Demikianlah, ketaatan membawa jebakan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam perasaan ‘ujub (bangga diri), angkuh, atau sombong.

Dikatakan tanggung jawab orang yang taat lebih berat ketimbang orang yang bermaksiat karena orang yang bermaksiat punya potensi untuk insaf, introspeksi, tobat, hingga pembenahan diri. Tapi bukan berarti maksiat lebih baik dari taat. Sebab, yang dibicarakan di sini adalah tentang olah rohani, suasana batin, yang sering diterlewatkan dari pikiran manusia lantaran tak terlihat oleh kasat mata. Kebanggaan atas prestasi ibadah kerap muncul samar-samar di dalam hati, dan justru di sinilah tantangan terberatnya.

Pernyataan Syekh Ibnu Atha’illah tersebut mengingatkan kita semua bahwa semakin bertakwa seseorang seharusnya semakin takut ia terperosok pada takabur. Beribadah atau berbuat baik mungkin adalah hal yang susah, tapi jelas lebih susah beribadah dan berbuat baik namun tanpa merasa lebih baik daripada orang yang tak beribadah atau berbuat baik. Karena itu prestasi ketakwaan secara lahiriah harus diimbangi dengan terus-menerus koreksi diri secara batiniyah.

Dalam al-Hikam Syekh Ibnu Athai’illah juga menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah."

Dalam hidup ini kualitas usia manusia tidak diukur panjang-pendeknya, melainkan sejauh mana umur itu berfaedah untuk menuju atqâkum (hamba paling bertakwa). Perbaikan diri berjalan maju: dari yang bermaksiat menjadi taat, dan yang taat mesti senantiasa bermuhasabah agar tak terseret kepada kemaksiatan baru yaitu takabur. Semoga kita semua selalu dalam lindungannya, terhindar dari jebakana-jebakan itu, untuk menjadi orang benar-benar diridhai Allah subhânahu wa ta‘âlâ.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Jadwal Kajian, IMNU, Nusantara Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 07 Desember 2017

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta

Brebes, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Meski pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah baru berlangsung pada 16-19 September 2014, tetapi pembinaan terhadap peserta terus dilakukan. Sebagai tuan rumah, Brebes berupaya keras meningkatkan prestasi pada ajang tersebut melalui pembinaan sejak dini.

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menjelaskan, pembinaan secara bertahap untuk kafilah (kontingen) Brebes dilakukan dengan mendatangkan pelatih dari luar daerah yang berkelas Nasional.

“Kami sengaja mendatangkan pelatih dari luar daerah untuk meningkatkan kualitas kafilah,” kata Imam Hidayat disela pembinaan, di Islamic Center, Brebes, Senin (12/5) malam.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pembinaan diberikan kepada 40 orang hasil seleksi tingkat Kabupaten. Namun akan dijaring menjadi 25 orang dan selanjutnya yang mewakili Kafilah Brebes hanya 16 orang. “Mereka akan berebut piala pada caban Tilawah, Tahfidz dan Tafsir,” terangnya.

Selama tiga hari, mereka digembleng oleh KH Abdullah Faqih dari Pati, KH Abdul Ghoni (Pekalongan), KH Ibnu Athoillah (Brebes) dan KH Ahmad Khoeron Al Khafidz (Brebes). Mereka yang dibina antara lain untuk mewakili Brebes pada cabang Tilawah golongan anak-anak putra dan putri, dan golongan Dewasa Putra dan Putri.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selain itu, untuk cabang tahfidz golongan 1 juz dan tilawah putra dan putri, golongan 5 juz, golongan 10 juz, golongan 20 juz dan golongan 30 Juz.

Pembinaan akan terus berlanjut sampai pelaksanaan STQ. “Bila waktunya sudah dekat, kami akan mengadakan karantina untuk mendapatkan peserta yang berkualitas.

STQ tingkat Jateng akan digelar di Brebes pada 16-19 September 2014. Tiap Kabupaten/kota bakal mengirimkan pesertanya masing-masing 16 peserta. Mereka bakal mengikuti 3 cabang dan 9 majelis. Diperkirakan peserta dan pembina serta oficial mencapai 1000 orang. “Sebagai tuan rumah, Brebes diharapkan dapat sukses penyelenggaraan, sukses, prestasi dan sukses administrasi,” tandas Imam. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 05 Desember 2017

Pengurus Fatayat-Muslimat Gapura Belajar Pengobatan Herbal

Gapura, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Belasan pengurus PAC Fatayat dan Muslimat NU Gapura, Sumenep, belajar pengobatan herbal di kediaman Ny. Alimah HS, Ketua Muslimat NU Gapura, Kamis (13/12). Pelatihan sehari tersebut mendatangkan Ahli Pengobatan Herbal dari Guluk-Guluk, Sumenep, Ny. Supriyati.

Pelatihan yang diselenggarakan atas dampingan Lakpesdam NU tersebut diikuti 7 orang perwakilan dari pengurus Ranting Fatayat-Muslimat se-Kecamatan Gapura, dan 6 orang perwakilan dari pengurus PAC Fatayat-Muslimat Gapura.

Pengurus Fatayat-Muslimat Gapura Belajar Pengobatan Herbal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Fatayat-Muslimat Gapura Belajar Pengobatan Herbal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Fatayat-Muslimat Gapura Belajar Pengobatan Herbal

Fitratul Qayyimah, panitia kegiatan tersebut menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali kaum ibu-ibu terampil dalam peracik obat dari tanaman yang ada di sekeliling pekarangan rumah. Dengan demikian, diharapkan dapat menjaga kesehatan dan ketika sakit ringan tidak perlu beli obat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Ini (kegiatan) dalam rangka mempersiapkan program jangka panjang Fatayat dan Muslimat untuk membangun Balai Pengobatan Alami. Saat ini Fatayat dan Muslimat sudah menanam tanaman obat herbal. Nanti, toga itu diharapkan bisa dikelola sendiri,” katanya.

Menurutnya, pelatihan tersebut akan berkesinambungan sampai BPA berdiri. “Peserta ini akan terus dilatih hingga akhirnya bisa mendiagnosa penyakit, baik penyebab terjadinya penyakit atau letak organ tubuh,” janjinya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tiga belas peserta yang mengikuti pelatihan tersebut tampak sangat antusias. Untuk memancing pengetahuan peserta, Ibu Sup, panggilan Ny. Supriyati, meminta peserta mencari 10 jenis tanaman obat. Masing-masing peserta tidak boleh sama.

Pantauan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, setelah Ibu Sup memberikan tugas mengidentifikasi tanaman berkhasiat, ia menjelaskan satu persatu khasiat tanaman yang ada disekeliling pekarangan rumah.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti (pelatihan) ini. Ternyata, semak-semak yang hidup dipekarangan rumah banyak mengandung khasiat untuk kesehatan. Selama ini kalau melihat (semak-semak) langsung dicabut karena saya beranggapan cuma mengotori halaman rumah,” aku salah seorang peserta, Uswatun Hasanah, sambil tersenyum.

Tak hanya mendapat penjelasan khasiat toga, peserta pelatihan juga diajak untuk praktek langsung membuat jamu instan. Pada saat itu, tanaman obat yang dipraktekkan wortel, kunir, dan lidah buaya.

Peserta tampak tidak kelihat susah saat praktek membuat jamu instan. Cara membuatnya, toga (wortel dan kunir) dicuci dengan bersih setelah dikupas. Diparut. Hasil toga yang sudah diparut diperas. Hasil perasan diendapkan selama 30 menit, lalu dipanaskan. Setelah mendidih hingga separuh, dituangkan gula dan diaduk sampai mengkristal.

“Supaya tidak fatal, komposisi satu kilogram toga satu kilogram gula,” kata Ibu Sup di sela-sela membuat jamu.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Bahtsul Masail, Humor Islam, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 22 November 2017

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. “Gus Dur pasti tersenyum disana, beliau pasti bahagia karena dido’akan oleh segenap ummat, baik ummat muslim maupun non muslim”. 

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Peringati 1000 Hari Gus Dur

Demikian sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Mustasyar NU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi Saddad dalam peringatang haul 1000 hari wafatnya Gus Dur. KH Sujadi Saddad yang juga Bupati Kabupaten Pringsewu ini juga menyampaikan bahwa keberadaan NU sekarang ini tidak lepas dari perjuangan sosok seorang Gus Dur.

Oleh karena itu ia berpesan kepada  segenap warga nahdliyyin Kabupaten Pringsewu untuk meneruskan, menata NU supaya lebih eksis dalam membina ummat. Salah satu bentuk nyata penataan NU sebagai sebuah organisasi adalah tertata rapinya administrasi keorganisasian. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam kesempatan ini ia memberitahu dan menunjukkan salah satu program dari PBNU yaitu program Pembuatan Kartanu (Kartu Anggota NU) bagi seluruh warga nahdliyyin di Indonesia. Ia berpesan kepada segenap warga NU Kabupaten Pringsewu untuk ikut mensukseskan program ini yang nantinya akan bermuara kepada semakin tertibnya keorganisasian NU.

Sujadi juga memberikan apresiasi kepada segenap Pengurus LTN NU Pringsewu yang sudah memberikan kontribusi nyata dengan berbagai macam kegiatan penerbitan seperti Buletin Aswaja. Sebagai lajnah yang menangani masalah penulisan dan penerbitan, LTN NU Pringsewu juga sedang menggarap Buku tentang Qurban dan Aqiqah yang sebentar lagi akan di distribusikan kepada segenap warga NU.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 6 Oktober 2102 ini dibuka dihadiri oleh segenap jajaran Pengurus NU baik ditingkat Kabupaten maupun MWC Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Nampak Pula Hadir dalam acara ini Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali. Kegiatan yang berlangsung di Gedung NU Kabupaten Pringsewu ini diawali dengan Shalawat dan dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin, tahlil dan do’a yang dipimpin oleh KH Anwar Zuhdi.

Sementara dalam sambutannya, Ketua PCNU Pringsewu KH Mahfudz Ali menyampaikan beberapa hal mengenai kiprah Gus Dur. Ia yang juga Alumni Pesantren Tebuireng yang merupakan Pesantren yang didirikan oleh keluarga besar  Gus Dur ini menceritakan tentang keberadaan makam Gus Dur yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari segenap penjuru. Ia juga menceritakan beberapa cerita menarik mengenai sosok seorang Gus Dur yang terkenal senang membuat guyonan-guyonan yang memiliki banyak hikmah pelajaran. 

Di penghujung sambutannya, Ketua PCNU Pringsewu mengajak kepada segenap warga Nahdliyyin Kabupaten Pringsewu untuk bersama-sama membangun dan membesarkan NU di Kabupaten Pringsewu. Salah satu yang menjadi langkah PCNU Pringsewu untuk membesarkan NU yaitu membuat program-program yang dapat bermanfaat bagi warga yang salah satunya sudah dilaksanakan yaitu mendirikan Apotik NU Farma. Dengan keberadaan Apotik NU Farma ini diharapkan dapat memberi sumbangsih kepada masyarakat terutama dibidang kesehatan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU, Syariah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 21 November 2017

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim

Bojonegoro, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Memperingati Nuzulul Qur’an, Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Dzuafa’ Al-Khoir Nahdlatul Ulama (YPAYD Al-Khoir NU) Kecamatan Sumberrejo menggelar doa bersama dan santunan kepada anak yatim pada Selasa (15/07).

Kegiatan atas kerja sama dengan Kantor cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri (KCP BSM) Sumberrejo Bojonegoro tersebut merupakan program rutin dilakukan BSM melalui LAZNAS-nya. “Bersama Yayasan Al-Khoir NU, kegiatan ini sudah terlaksana untuk yang kedua kalinya sejak BSM KCP Sumberrejo hadir di kecamatan peraih Adiwita ini,” tutur Ridwan Pimpinan kantor BSM KCP Sumberrejo.

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Nuzulul Qur’an, Al-Khoir NU Sumberrejo Santuni Yatim

Kegiatan yang dipusatkan di gedung TK Nurul Umah kompleks Masjid Jami’ Walisongo desa Sumuragung ini berlangsung khusuk dan teratur. Nampak hadir puluhan anak yatim beserta pendampingnya mengahadiri kegiatan yang dimulai pukul 16.00 tersebut. Selain itu hadir juga seluruh staff BSM KCP Sumberrejo mulai dari jajaran Teller sampai satuan pengamanan (satpam).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatan yang ditutup dengan buka bersama dan pembagian bingkisan serta shalat maghrib secara berjamah? ini diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah dan Shalawat Anwar oleh salah satu anak yatim, Ragil Erni. Anak berusia 4 tahun yang belakangan ini hanya hidup bersama ibunya membawakan shalawat dengan merdu. Salah satu siswa yang memiliki bakat suara indah ini merupakan siswa dari MINU Walisongo.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami memang patut bersyukur karena mendapat giliran menyantuni anak-anak yatim ini bersama BSM KCP Sumberrejo,” tutup Mariyanto perwakilan pengurus Yayasan Al-Khoir NU tersebut. (Satria Amilina/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, IMNU, Nasional Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 14 November 2017

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Purworejo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Pemandangan tak seperti biasanya terlihat di sebuah resepsi pernikahan di Butuh, Purworejo, Senin (13/2). Zayin Al-Munadi, salah satu anggota Banser yang nekat melangsungkan resepsi pernikahan dengan menggunakan seragam Banser.

"Saya bangga jadi Banser. Ini wadah perjuangan saya, dan juga lahan untuk ibadah ghairu mahdloh. Dengan ini, saya berharap menjadi erat hubungan seluruh anggota Banser dan para keluarga Banser," kata Zayin.

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gila NU, Pemuda Ini Nekat Nikah Berseragam Banser

Hal serupa dikatakan wanita yang disuntingnya, Kholifatul Mahmudah. Kholifah bangga dengan resepsi aneh yang digagas mempelai suaminya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Saya bangga jadi istri Banser. Saya seorang bidan dan sudah lama mengenal Banser. Meskipun tak banyak yang saya tahu, tapi saya dan keluarga sangat simpati kepada Banser. Saya berharap pertalian silaturahmi dengan Banser membawa kemaslahatan untuk rumah tangga kami," kata wanita yang berprofesi sebagai bidan ini.

Salah satu tamu undangan yang hadir, Syarif Hidayatullah mengapresiasi sahabatnya Zayin.

"Dia begitu mencintai Banser dan NU. Semangat dan kebanggaan ini perlu diikuti oleh kader-kader NU yang lain," tutur Sekretaris GP Ansor Kuoarjo ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berdasarkan pantauan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, puluhan Banser masih tampak berjaga di rumah mempelai, turut merasakan kebahagiaan sampai malam hari.

Menurut Kasatkorcab Banser Purworejo Daryanto, "Ini merupakan bukti bahwa Banser telah membumi di Nusantara, dan selalu bisa tampil untuk kemaslahatan umat di situasi apapun dan di manapun," ungkapnya.

Daryanto berharap, Banser dapat menjadi penyejuk dan pemersatu rasa persaudaraan dengan siapapun di tengah-tengah masyarakat. (Ahmad Naufa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Kyai, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 09 November 2017

Muslimat NU Dukung Revisi UU Pelayanan Kesehatan

Jombang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Organisasi perempuan Muslimat Nahdlatul Ulama menyambut baik rencana revisi UU No.32 Tahun 2004 tentang Pelayanan Kesehatan, terutama menyangkut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas.

"Kita sangat mendukung UU itu direvisi," kata Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di sela-sela acara jalan sehat memperingati HUT Muslimat dan GP Ansor di Jombang, Jawa Timur, Minggu.

Sebelumnya Sekjen Depkes Syafi’i Ahmad menyatakan, dalam rencana revisi itu diusulkan agar pendapatan RSUD dan puskesmas tidak boleh lagi dijadikan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Muslimat NU Dukung Revisi UU Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Dukung Revisi UU Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Dukung Revisi UU Pelayanan Kesehatan

Pada saat dengar pendapat dengan DPR, Rabu (28/2),Menkes Siti Fadilah Supari mengeluhkan pendapatan RSUD dan puskesmas yang semestinya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan justru secara rutin disetor ke PAD.  

Kewajiban RSUD dan puskesmas menyetor pendapatannya ke PAD selama ini juga menjadi keprihatinan Muslimat NU mengingat kedua lembaga kesehatan itu merupakan harapan rakyat kecil di tengah semakin mahalnya biaya pelayanan kesehatan.

"Seharusnya RSUD dan puskesmas menjadi ujung tombak dalam

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

menyejahterakan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan," kata Khofifah.

Saat peluncuran buku "Kesehatan Ibu dan Anak" dan penandatanganan MoU antara Muslimat NU dan Depkes yang diwakili Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Sri Astuti pertengahan Februari lalu, Khofifah sempat mengimbau pemerintah daerah agar tak lagi menjadikan RSUD dan puskesmas sebagai sumber PAD.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Pemda seharusnya memandang RSUD dan puskesmas sebagai lembaga pelayanan publik yang melayani masyarakat kecil. Penekanannya mesti pada fungsi pelayanan, jangan dipandang sebagai sumber penghasilan," katanya saat itu.

Pada kesempatan itu Khofifah juga berharap agar RSUD dan puskesmas dioptimalkan perannya dalam upaya menekan tingginya angka kematian ibu melahirkan yang saat ini mencapai 307 kasus setiap 100.000 kelahiran.

Angka tersebut dua kali lipat dibanding negara tetangga yang terhitung belum lama merdeka yakni Vietnam. Bahkan 10 lipat jika dibanding Malaysia. "Pengurangan angka kematian ibu di negara kita masih merayap. Kita harus bercermin pada negara-negara tetangga yang berhasil melakukan percepatan," katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Khofifah, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama pemerintah, serta perlunya sinergi antara pemerintah dan institusi terkait. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Amalan, Aswaja, IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 01 November 2017

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) memberikan apresiasi atas ketegasan sikap Pemerintah dalam membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, semua bentuk dan upaya-upaya merongrong dan mengganti Pancasila dan NKRI harus dilawan, baik secara hukum oleh negara maupun secara sosial oleh masyarakat.

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Kata Gus Yaqut, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk di dalamnya melahirkan konsepsi Pancasila sebagai ideologi bangsa bukanlah upaya coba-coba, tetapi kristalisasi dari cita-cita, semangat dan kondisi kebangsaan Indonesia yang membentang dalam ribuan pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa, hingga puluhan agama dan aliran kepercayaan.

“Pada pondasi keberagaman inilah cita-cita hidup berbangsa dan bernegara dibangun dan mewujud sebagai NKRI yang berdasarkan Pancasila,” jelas Gus Yaqut melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/5) di Jakarta.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Atas penghayatan terhadap perjalanan sejarah, lanjutnya, pemahaman atas cita-cita para pendiri bangsa dan keprihatinan atas situasi hari inilah yang mendorong GP Ansor mengambil segala upaya untuk membangunkan kesadaran kita sebagai bangsa atas pentingnya ideologi Pancasila dan kesetiaan pada NKRI.

“Apa yang telah dilakukan oleh GP Ansor bukanlah semata-mata tentang pembubaran Ormas, tetapi sebagai bentuk konsistensi tekad pengabdian kami kepada ulama, bangsa dan negara,” tegas salah seorang keponakan Gus Mus ini.

Dia berharap, semoga langkah nyata Pemerintah menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila ini bersambut dengan kesadaran dari masyarakat bahwa---kita semua bertanggung jawab atas kelangsungan NKRI dan Pancasila demi terjaganya keberagaman dan penghormatan atas semua anak bangsa yang telah bahu membahu merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan hingga hari ini.

“Bagi GP Ansor dari dulu, sekarang hingga waktu yang tak terbilang tetap akan selalu sama, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya,” tandas Putra KH Cholil Bisri ini. (Red: Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat IMNU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock