Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Santri Tidak Perlu Diajak Berpolitik

Kediri, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, KH. Abdul Aziz Manshur menyatakan keberatannya jika unsur pesantren, terutama para santrinya dilibatkan dalam urusan partai politik.

Kepada wartawan di Kediri, Rabu (30/8), Kiai Aziz menganggap, tidak etis jika seorang kiai membawa lembaga pendidikan pondok pesantren ke dalam politik praktis.

"Saya juga bagian dari keluarga besar Pesantren Lirboyo, tetapi ketika terjun ke politik saya tidak membawa-bawa nama pondok ini," kata kiai yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim pro Muktamar Semarang itu.

Santri Tidak Perlu Diajak Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Tidak Perlu Diajak Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Tidak Perlu Diajak Berpolitik

Ia mengaku tidak takut dimarahi oleh anggota keluarga besar Ponpes Lirboyo lainnya akibat berseberangan sikap dengan pengasuh utama Pesantren Lirboyo KH. Idris Marzuqi yang secara terang-terangan berpihak pada DPP PKB versi Muktamar Surabaya.  

"Saya tidak ada masalah dengan Mbah Idris (KH Idris Marzuqi), karena bagi kami terlibat dalam partai politik bukan untuk bersaing. Saya hanya menginginkan agar santri tidak diseret untuk kepentingan partai politik tertentu," ujarnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Meski MA memutuskan menolak kasasi yang diajukan DPP PKB versi Muktamar Surabaya, namun dia tetap meminta DPW PKB pro Muktamar Semarang tidak mengeluarkan ancaman recall terhadap anggota DPRD dari unsur PKB yang berseberangan dengannya.

"Pada intinya dalam berpolitik ini bukan untuk mencari musuh, tetapi mencari teman-teman sebanyak-banyaknya. Kalaupun ada gesekan merupakan bagian dari ikhtiar demi kemaslahatan umat," kata saudara ipar KH Idris Marzuqi itu.

Sebelumnya salah satu tokoh utama kiai sepuh yang tergabung dalam Poros Langitan, KH Idris Marzuqi di Ponpes Lirboyo menyatakan para kiai sepuh sepakat membentuk partai politik baru menyusul putusan MA.

Dalam membentuk partai politik baru itu, menurut Kiai Idris, para kiai sepuh menginginkan keterlibatan tiga unsur utama, yakni kalangan ulama ponpes, politisi yang setia kepada ulama ponpes, dan warga nahdliyyin sejati. (bin/ant)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Internasional, Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 02 Februari 2018

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Hadits Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menyelenggarakan peluncuran perdana Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/28).

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Acara ini bersamaan dengan pembukaan Jambore Pelajar dan Santri  Nusantara. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Mudarris SM, serta Ketua PWNU Sumsel Amri Siregar.

Peluncuran perdana menandai resminya Kongres IPNU-IPPNU yang dihelat 30 November hingga 4 Desember 2012, di Asrama Haji Palembang dengan tema “Pendidikan Untuk Semua Menuju Kemandirian Bangsa”.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi menyatakan, tema kemandirian relevan diangkat di tengah keterpurukan kondisi bangsa di hampir semua level kehidupan. Indonesia terpuruk karena belum mampu independen dalam mengelola nasibnya sendiri.

“Di kongres, kami mengundang para elit pemimpin bangsa ini. Hal ini semata-mata agar permasalahan dan nasib pendidikan, pelajar dan santri benar-benar diperhatikan. Bukan hanya oleh kalangan masyarakat, melainkan juga oleh segenap elit bangsa,” kata Syauqi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Syauqi berharap, Kongres IPNU-IPPNU menjadi penyampai pesan bahwa pendidikan di Tanah Air masih jauh dari ideal. Perhatian serius mesti dilakukan karena akses pendidikan dinilai belum merata ke semua pihak dan hasil yang dicapai belum mendukung pembentukan karakter pelajar.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Makam, Pemurnian Aqidah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 21 Januari 2018

NU Jawa Barat Bahas Tarekat di Mata Mbah Hasyim Asy’ari

Bandung, NU Onlinie. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Lakpesdam NU Jawa Barat menggelar kajian perihal tarekat dalam pandangan Mbah Hasyim Asy’ari. Kegiatan yang melibatkan banyak pakar ini berlangsung di ruang rapat NU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung nomor 09 Bandung, Sabtu, (23/4).

Tampak hadir Sekretaris NU Jawa Barat H Imron, Bendahara NU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh, dan Wakil Bupati Bandung Barat H Yayat Turochmat Soemitra. Kegiatan ini dibuka oleh H Imron.

NU Jawa Barat Bahas Tarekat di Mata Mbah Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jawa Barat Bahas Tarekat di Mata Mbah Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jawa Barat Bahas Tarekat di Mata Mbah Hasyim Asy’ari

H Imron mengapresiasi kegiatan peringatan Harlah Ke-93 NU yang diinisiasi oleh Pergunu, Lakpesdam, dan Lesbumi NU Jawa Barat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“NU Jawa Barat sangat mengapresiasi kegiatan peringatan Harlah Ke-93 NU ini. Ini merupakan salah satu bukti dinamika organisasi di NU Jawa Barat,” kata H Imron.

H Kurtubi Abdulloh berharap kegiatan diskusi ini dapat terus berlanjut, bahkan menjadi kegiatan rutin bulanan di kantor NU Jawa Barat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kegitan diskusi ini harus diteruskan secara berkelanjutan. Mudah-mudahan menjadi wahana silaturahmi antara lembaga dan banom NU di Jawa Barat,” kata H Kurtubi.

Narasumber dalam diskusi ini adalah Guru Besar Tasawuf UIN SGD Bandung Prof Dr H Mukhtar Solihin, Katib Syuriyah NU KH Zamzami Amin, Rais Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat Dr KH Sarkosih Subki, dan Dr KH Ajid Thohir. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 19 Januari 2018

"Sunan Kalijaga Berpikir Global Bertindak Lokal"

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Perjalanan hidup Sunan Kalijaga, salah seorang wali yang sukses menyebarkan Islam di Nusantara, terbagi dalam 3 periode. Masing-masing periode terdapat nilai-nilai atau prinsip.

Demikian disampaikan Mohammad Damami, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam seminar nasional dengan tema “Sunan Kalijaga dan Budaya Bangsa” di convention hall kampus, Kamis (10/10).

Sunan Kalijaga Berpikir Global Bertindak Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sunan Kalijaga Berpikir Global Bertindak Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Sunan Kalijaga Berpikir Global Bertindak Lokal"

“Pertama, adalah masa remaja. Beliau dari kalangan darah biru atau ningrat. Tapi pribadinya sangat memperhatikan wong cilik. Dia memang dilatih oleh ayahnya, bersama adiknya untuk turba. Dia juga memiliki watak Robin Hood,” ungkapnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia menuturkan, dalam periode ini prinsip yang dapat diambil adalah prinsip kerakyatan dan pemberdayaan ekonomi.

Periode kedua adalah periode belajar agama. Pada saat Sunan Kalijaga belajar pada Sunan Bonang, terdapat satu prinsip hidup yang dijalaninya, yaitu integrasi ilmu keislaman eksoteris (lahir) dan esoterik (batin).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sedangkankan prinsip selanjutnya yaitu dapat disarikan pada saat Sunan Bonang menyuruh Sunan Kalijaga untuk belajar ke Mekah dan pada saat sampai di Malaysia bertemu dengan Sunan Maghribi lalu Sunan Kalijaga berguru kepadanya.  

“Sunan Kalijaga pada saat itu telah mengalami globalisasi atau belajar ke luar negeri. Prinsipnya di sini adalah berpikir global tapi bertindak lokal,” ujar Damami.

Periode ketiga adalah ketika Sunan Kalijaga kembali berdakwah di tanah air. Dalam proses dakwahnya, dapat diambil satu prinsip yaitu prinsip perjuangan atau pendekatan kultural.

Demikian pula saat Sunan Kalijaga menjadi penasehat di kerajaan Demak. Ada suatu prinsip yang dapat pula diambil, yaitu prinsip perjuangan atau pendekatan struktural.  (Nur Hasanatul Hafshaniyah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Halaqoh, Tokoh, Jadwal Kajian Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 14 Januari 2018

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren

Oleh M. Rikza Chamami



Dunia pesantren mengenal rabithah (hubungan guru-murid) yang sangat kuat. Guru selalu menjadi inspirasi para santri-santrinya yang pernah mengaji. Demikian pula guru, selalu senang jika melihat para santrinya sukses berkhidmah di tengah masyarakat luas. Tugas sebagai guru seakan tuntas memiliki generasi penerus. Santri juga merasa gembira karena dapat meneruskan manfaat ilmu dari para guru-gurunya.

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren

Demikian pula tampaknya yang dirasakan oleh guru-murid yang sama-sama berjuang meraih kemerdekaan Republik Indonesia dan mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Siapakah dia? KHR Asnawi Kudus (1861-1959 M) dan KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971). Dua tokoh pesantren ini dikenal sebagai sosok guru dan murid yang saling mendukung satu dan lainnya dalam segala hal perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

KHR Asnawi adalah salah seorang guru dari KH Abdul Wahab Chasbullah ketika mencari ilmu di Makkah bersama KH Bisri Sjansuri Jombang, KH Dahlan Pekalongan, KH Kamal Hambali Kudus, KH Mufid Kudus dan KH Ahmad Muchid Sidoarjo (Minan Zuhri: 1983). KHR Asnawi sangat lama bermukim di Makkah menjadi guru di Masjidil Haram dan mengajar ilmu agam di rumah pondokannya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Demikian pula KH Abdul Wahab Chasbullah disebutkan mulai belajar di Makkah sejak usia 27 tahun dan mukim selama lima tahun (Ubaidillah Sadewa: 2014). Di antara guru Mbah Wahab selain KHR Asnawi selama belajar di Makkah adalah Syaikh Mahfudz Termas (tasawwuf dan ushul fiqih), Syaikh Mukhtaram Banyumas (Fathul Wahab), Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (fiqih), Syaikh Baqir Yogyakarta (manthiq), Syaikh Asy’ari Bawean (ilmu hisab), Syaikh Sa’id Al Yamani (nahwu), Syaikh Sa’id Ahmad Bakry Syatha (nahwu), Syaikh Abdul Karim Al Daghestany (Kitab Tuhfah), Syaikh Abdul Hamid Kudus (ilmu ‘arudl dan ma’ani) dan Syaikh Umar Bajened (fiqih).

Dari sisi nasab, kedua Kiai ini sama-sama keturunan dari Walisongo. KHR Asnawi keturunan dari Sunan Kudus Sayyid Ja’far Shodiq dan KH Abdul Wahab Chasbullah adalah keturuan dari Maulana Ishaq (ayahanda Sunan Giri). Sehingga sangat wajar, dalam bidang perjuangan dan keilmuan antara keduanya sangat memiliki kemiripan. Semangat dalam mencari ilmu dan ketegasan dalam menjalankan hukum agama juga menjadi komitmen keduanya.

Salah satu perjuangan yang tidak pernah dilupakan oleh kedua Kiai ini adalah dalam mengusir penjajah. Kekuatan ilmu dan santri yang dimilikinya, baik di Kudus dan Jombang digerakkan untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kedaulatan Indonesia sangat dibela mati-matian. Apalagi penjajah hadir di bumi Indonesia sangat mengganggu hak asasi manusia dan membawa misi menghanguskan Islam yang sudah dipeluk oleh penduduk Indonesia.

Sejak masih ada di Makkah, KHR Asnawi dan KH Abdul Wahab Chasbullah sudah merancang bagaimana Indonesia yang terjajah oleh Belanda itu bisa merdeka. Mbah Asnawi bersama dengan Mbah Wahab, KH Abbas Jember dan KH Dahlan Kertosono mendirikan Sarekat Islam (SI) Cabang Makkah. Gerakan nasionalisme sudah digaungkan dari tanah haram dengan menguatkan eksistensi SI dalam merespon pergerakan nasional. Sepulangnya ke Indonesia, dua Kiai ini masih menggelorakan cinta tanah air dan bertekad mengusir penjajah.

KHR Asnawi yang merupakan Penasehat SI Cabang Kudus dengan gagah berani membuat fatwa: “Haram hukumnya menyamai pakaian Belanda (bercelana, berjas, berdasi dan bertopi)”. Fatwa ini diindahkan oleh semua penduduk Kudus dan sekitarnya. Dalam memperjuangkan hak muslim di Kudus, KHR Asnawi pernah dipenjara oleh Belanda, karena fitnah penjajah “geger pecinan”.

Dan justru dari balik jeruji penjara, dakwah KHR Asnawi semakin kuat dan semua santri membala mati-matian dengan membenci penjajah dan minta KHR Asnawi dibebaskan. Semangat kebangsaan ditanamkan oleh KHR Asnawi kepada murid-muridnya. Mbah Asnawi mendirikan organisasi dan madrasah sebelum kemerdekan: Jam’iyyatun Nashihin, Nahdlatul Ulama dan Madrasah Qudsiyyah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Organisasi SI masih digeluti selama berada di Surabaya. Gerakan nyata Mbah Wahab dalam mendukung kemerdekaan sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Kemerdekaan dan hengkangnya penjajah menjadi komitmen Mbah Wahab yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Indonesia, Islam dan kerukunan bangsa Indonesia perlu diwujudkan.

Persinggungan dan keakraban Mbah Wahab dengan Agus Salim, Ki Hadjar Dewantara, W. Wondoamiseno, Hendrick Sneevliet, Alimin, Muso, Abikusno Tjokrosujono dan Soekarno membuatnya semakin kuat merancang pergerakan cinta tanah air. Termasuk peran Mbah Wahab dalam mendirikan Islam Studie Club bersama Dr Soetomo pada 1920. Termasuk Mbah Wahab mulai mendirikan organisasi? dan madrasah sebelum kemerdekaan: Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan dan Nahdlatut Tujjar.

Karya Lagu Pesantren



Di antara wujud kebanggaan dan kecintaan KHR Asnawi dan KH Abdul Wahab Chasbullah ditunjukkan dengan karya seninya. Dua kiai ini dikenal sebagai sosok yang ‘alim dalam agama dan ahli membuat syi’ir (lagu khas pesantren berbahasa Arab). Apalagi dalam catatan sejarah, Mbah Wahab belajar ilmu ‘arudl (membahas cara membuat sya’ir berbahasa Arab) dengan KH Abdul Jalil sejak di Makkah. Dan dunia pesantren memang tidak pernah melupakan ilmu ‘arudl dan ilmu balaghah (badi’, ma’ani dan bayan).

Karya pesantren berupa syi’ir kemerdekaan yang dikarang oleh KHR Asnawi sudah sangat masyhur di kalangan santri Kudus. Syi’ir kemerdekaan (mudah disebut sebagai Lagu Kemerdekaan khas pesantren) itu adalah:

? ? ? * ? ? ?

? ? * ? ? ?

? ? ? * ? ? ?

? ? ? * ? ?

? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? * ? ?

? ? ? * ? ? ? ?

? ? * ? ?

? ? * ? ?

? ? ? * ? ?

? ? * ? ?

Sungguh kemerdekaan telah jelas bagi bangsa Indonesia

Seluruh bangsa bergembira selamanya

Karena untuk mendapatkan itu dibutuhkan perjuangan total

Dibawah jajahan kolonial Jepang dan Belanda

Ada yang diasingkan di Digul Irian Jaya

Ada juga yang dipenjara dengan penuh kepedihan

Sungguh mereka benar-benar ikhlas mengkhidmahkan diri untuk negara

Jiwa kebangsaan menggerakkan mereka berjuang secara nyata

Demi bangsa dan negara

Semoga Tuhan membalas perjuangan mereka

Dengan menjaga kemerdekaan berpendapat yaitu demokrasi

Menuju kemakmuran keadilan sosial

Adapun lagu kebangsaan yang dikarang oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sudah sangat masyhur dan akan menjadi “Lagu Perjuangan Nasional”, yaitu:

? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

? ?

? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa dibawah dulimu!”

Karya Mbah Wahab ini ada yang menyebutkan dikarang sejak 1916 (versi Cak Anam) dan digemakan sejak 1934 (versi Ubaidillah Sadewa). Keduanya jelas menunjukkan bahwa karya lagu pesantren ini berada pada posisi sebelum kemerdekaan. Dalam buku “Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1830-1945” karya Zainul Milal Bizawie (2016: 55) terdapat kalimat tambahan dalam karya Mbah Wahab, yakni:

Jangan kalian menjadi orang terjajah

Sungguh kesempurnaan dan kemerdekaan

Harus dibuktikan dengan perbuatan

Karya pesantren dari dua Kiai ini menjadikan nyata, bahwa komitmen Kiai dalam mendorong kemerdekaan dan merayakannya menjadi bagian yang utuh. Maka rasanya terharu sekaligus bangga mendengar "Yahlal Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah Jombang menjadi Lagu Nasional. Dan guru Kiai Wahab bernama KHR Asnawi Kudus juga memiliki Syiir Proklamasi Kemerdekaan, Shalawat Kebangsaan dan Syiir Nasionalisme menyambut IR Soekarno sebagai Presiden RI.

Zainul Milal Bizawie menegaskan bahwa: “Setiap langkah Mbah Wahab yang dinamis, beliau selalu meminta nasehat dan saran dari Kiai Asnawi Kudus. Apalagi dengan keberadaan KH Hasyim Asy’ari yang selalu hati-hati dan penuh pertimbangan. Dalam kedinamisan dan pergerakannya, Mbah Wahab selalu minta saran Mbah Asnawi yang lebih aktif dan dinamis”. Disinilah titik temu Mbah Asnawi dan Mbah Wahab. Keduanya menggambarkan isi hati dan muatan dakwah Islamnya dalam lagu-lagu yang isinya hampir memiliki kesamaan.

Hubungan guru & murid ini kompak dalam mendarmabaktikan ilmu arudl-nya untuk Indonesia dengan lagu-lagu kemerdekaan khas Pondok Pesantren. Mbah Asnawi dan Mbah Wahab adalah sosok Kiai yang benar-benar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu harus pandai dan harus dihibur dengan lagu khas pesantren untuk menyemangati cinta bangsa sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Semoga lahir Asnawi dan Wahab baru di bumi Nusantara ini. Wallahu a’lam.

Penulis adalah alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus, Pjs Ketua Umum IPNU tahun 2009 & Dosen UIN Walisongo



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Anti Hoax, Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis

Kediri, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim II di Stadion Brawijaya Kota Kediri (29/8) dipastikan berlangsung ketat. Selain mewakili pesantren masing-masing, peserta kompetisi ini juga sekaligus mewakili nama daerah. Sehingga empat kesebelasan yang? akan bertanding mempertaruhkan gengsinya masing-masing.

Mereka yang melenggang? ke semifinal ini sudah presentasi daerah. Misalnya Pesantren An-Nur 3, Turen, Malang, Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, Darut Taibin Tulungagung, dan Quen Al-Falah, Ploso Mojo Kabupaten Kediri. Dengan begitu mereka akan tampil lebih ngotot dibanding pada babak sebelumnya.

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis

“Target awal masuk final. Setelah itu, bila menang bisa lolos melenggang ke Jakarta. Untuk mengikuti kompetisi nasional bersama pemenang dari region lain di Jatim,” ungkap Gus Iing salah satu Panitia Pelaksana LSN Region Jatim II di Kediri.

Karena menjaga gengsi pesantren dan daerah itulah, bisa dibilang setiap tim nantinya bersaing? ketat. “Dari babak? penyisihan saja sampean lihat tingkat persaingannya. Antartim sudah tinggi. Namun tetap menjaga jujur dan sportif,” ungkapnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sementara itu kesebelan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung sudah siap bertanding? di semifinal. Jeda sehari dimanfaatkan Agus pelatihnya untuk mempersiapkan kerangka dan teknik agar bisa tampil bagus di arena pertandingan. “Tentunya empat tim yang bisa lolos ke semifinal ini semua tim yang lumayan. Semua tidak bisa diremehkan,” ujar Agus, pelatih Darut Taibin Tulungagung.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jeda sehari selain dimanfaatkan untuk berlatih strategi bagaimana bisa lolos ke babak final. “ Anak-anak hanya latihan ringan. Cuma strategi serangan dan pertahanan kita pertajam,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh pemain Quen Al-Falah Polosa Mojo Kediri. Untuk persiapan tanding dalam babak semifinal beberapa strategi telah dipersiapakan.

“Teknik sudah diberikan. Cuma stamina anak-anak? yang harus dijaga. Mengingat kami hanya jeda sehari. Setelah bertarung ketat sama tim Mahir Ar-Riyadh? Ringinagung,” ungkap Ahmad salah satu pemain Quin Al-Falah. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Internasional, Berita Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 12 Januari 2018

Memikir Ulang Kurikulum Pesantren Salaf

Syawal merupakan bulan dimulainya aktifitas di pesantren salaf. Setelah libur selama sebulan penuh dari aktifitas pesantren, khususnya bagi yang tidak ikut ngaji posoan, para santri kembali menelaah kitab-kitabnya, termasuk para santri baru yang mulai belajar dan mengenal kehidupan pesantren. Berbeda dengan sekolah umum yang jadwal kegiatannya ditentukan berdasarkan bulan Masehi, seluruh aktifitas pesantren salaf mengikuti penanggalan Hijriah. Awal tahun ajaran pada bulan Syawal, libur pertengahan tahun pada bulan Maulid, dan tahun ajaran berakhir menjelang bulan puasa, yang disebut imtihan.

Sejauh ini, pesantren telah teruji oleh zaman akan kemampuannya untuk terus memberi pencerahan dan pendidikan Islam kepada masyarakat. Jika dulu pesantren hanya berupa pondok-pondok sederhana dengan metode pengajaran yang sederhana pula, kini pesantren telah bertransformasi dengan berbagai unit pendidikan. Beberapa pesantren besar memiliki beragam unit pendidikan seperti unit pengajian salaf, madrasah diniyah, PAUD, bahkan sudah mulai banyak yang pendirikan perguruan tinggi. Unit pesantren salaf inilah yang tetap konsisten menggunakan kitab kuning sebagai materi pengajaran.

Melalui pesantrenlah Indonesia ini bisa menjadi negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada masa lalu, setelah dianggap mumpuni dan lulus dari pesantren, para santri mencari daerah-daerah baru untuk berdakwah. Hal inilah yang dilakukan oleh KH Hasyim Asyari yang membuka pesantren di Tebuireng yang konon waktu itu merupakan sarang kemaksiatan. Kisah-kisah seperti itu jamak ketika kita membaca biografi para ulama besar di Nusantara. Kelompok santri, yaitu mereka yang memahami ajaran Islam secara mendalam dan melaksanakan ajaran Islam dengan baik, mampu mewarnai eksistensi perjalanan bangsa ini dengan baik. Seiring dengan tumbuhnya kelas menengah dari kelompok santri, peran tersebut kini semakin membesar. Tak susah untuk menemukan pejabat tinggi negara yang akrab bicara tentang kitab kuning. Kalangan pesantren juga merambah berbagai bidang yang terkait dengan dunia usaha, sains dan teknologi, dan bidang-bidang lain yang dulu masih jarang ditekuni.

Memikir Ulang Kurikulum Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Memikir Ulang Kurikulum Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Memikir Ulang Kurikulum Pesantren Salaf

Materi yang diajarkan di pesantren salaf sejauh ini ? masih didasarkan pada kitab-kitab kuning atau kitab klasik yang ditulis oleh para ulama besar dunia Islam ratusan tahun lalu. Dengan cepatnya perkembangan kondisi masyarakat yang tentunya sudah jauh berbeda saat kitab-kitab tersebut ditulis, tentu menjadi relevan untuk memikirkan ulang apakah perlu adanya perubahan kurikulum di lingkungan pesantren. Ini persoalan sangat penting karena para santri di pesantren salaf diharapkan mampu menjadi ulama yang menjadi panutan masyarakat. Kondisi ini berbeda dengan para santri yang belajar mengaji sambil sekolah umum dalam lingkup pesantren, yang orientasinya lebih pada pemahaman agama secukupnya untuk amalan individu, sementara mereka memproyeksikan diri untuk menggeluti bidang kehidupan lain.

Selama ini penentuan kurikulum di pesantren bersifat mandiri. Antara satu pesantren dengan pesantren lainnya berbeda. Tetapi biasanya, kurikulum yang dipakai mengikuti atau dari modifikasi yang dilakukan ketika pengasuh pesantren tersebut nyantri. Jika kiainya lulusan pesantren Lirboyo atau Tebuireng, maka kurikulum pesantren yang diasuhnya juga tak jauh-jauh pesantren tersebut. Jadi dalam tingkat tertentu ada keseragaman pada kitab-kitab yang dikaji. Selama beberapa puluh tahun terakhir, kitab yang dikaji tidak banyak berubah. Untuk bidang fiqih, maka digunakan Sullam Taufiq, untuk materi nahwu-sharaf, digunakan Imriti atau Alfiyah untuk tingkat lanjutnya sedangkan untuk materi tafsir, digunakan Tafsir Jalalain.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kesetiaan pesantren untuk tetap menggunakan materi tersebut karena adanya keyakinan bahwa kitab-kitab tersebut memiliki berkah karena para pengarangnya memiliki keikhlasan yang tinggi guna menyebarkan ilmunya. Tingkat keikhlasan ini dinilai berbeda atas kitab-kitab putih, untuk menyebut buku yang ditulis oleh ulama masa kini, di mana para penulisnya dinilai memiliki motif-motif tertentu seperti keinginan untuk mencari popularitas atau mendapatkan keuntungan dari penjualan buku tersebut. Akibatnya, kitab-kitab baru tersebut keberkahannya dianggap kurang.

Tentu saja hal tersebut harus menjadi pertimbangan, tetapi kebutuhan santri ketika akan bermasyarakat juga harus menjadi perhatian utama bagi pesantren. Untuk menghatamkan Alfiyah, seorang santri harus menghafalkan 1000 bait syair, yang bisa memerlukan waktu yang panjang sementara tuntutan kekinian membutuhkan metodologi pembelajaran yang efektif dan efisien dari sisi waktu. Maka lahirlah metode Amsilati dan sejumlah metode lain yang mirip yang mampu mengajarkan tata bahasa Arab secara cepat, tetapi banyak pesantren masih menggunakan kitab klasik dengan alasan keberkahan tersebut.?

Tafsir tentang perempuan yang ada dalam berbagai kitab kuning juga menjadi tantangan besar dalam konteks kehidupan sosial saat ini. Tentu saja saat kitab tersebut ditulis, kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, keamanan, dan lainnya berbeda jauh dengan keadaan saat ini. Belum lagi ketika mempertimbangkan faktor budaya dan kondisi ? alam antara Indonesia dan Timur Tengah di mana kitab-kitab tersebut di tulis. Pada abad pertengahan, perempuan tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan, kondisi ? lingkungan yang tidak aman, dan sejumlah tantangan lain yang menghambat kemajuannya. Institusi negara yang kuat dan stabil juga telah mampu menjaga keamanan relatif baik dibandingkan dengan abad pertengahan. Saat ini perempuan memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi, yang dari situ membuka kesempatan menjadi pemimpin berbagai institusi negara atau mengelola lembaga-lembaga yang memiliki peran penting dalam masyarakat. Dengan demikian perempuan harus keluar rumah untuk bisa menjalankan berbagai aktifitas tersebut atau melakukan berbagai aktifitas yang tidak terbayangkan dilakukan oleh para perempuan abad pertengahan. Tafsir klasik menempatkan perempuan harus tinggal di dalam rumah atau jika ingin keluar rumah harus disertai dengan muhrim yang menemaninya menjadi pertanyaan akan kontekstualitasnya saat ini. Ada jarak yang jauh dari apa yang diajarkan dan realitas yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian juga dalam hal tafsir agama terhadap perilaku ekonomi. Dalam kitab klasik, yang wajib dibayar zakatnya hanya hasil-hasil pertanian tertentu saja karena basis ekonomi masyarakat saat itu memang pertanian. Saat ini, ketika basis ekonomi sudah beralih ke sektor industri atau jasa sementara sektor pertanian kontribusinya sudah sangat berkurang maka perlu ada tafsir baru tentang pembayaran zakat. Jika yang digunakan referensi adalah kitab klasik untuk menentukan pembayaran zakat, maka profesi-profesi saat ini dengan gaji besar tidak ada kewajiban membayar zakat, sedangkan sektor pertanian yang kini merupakan profesi marginal, diwajibkan membayar zakat. Ini tentu sebuah ketidakadilan.?

Jika Imam Syafii semasa hidupnya saja memiliki kaul jadid dan kaul kadim karena ia melihat adanya perubahan kondisi sosial, tentu menjadi sangat relevan untuk memperbaharui kurikulum di pesantren karena pesantren juga harus melayani masyarakat, maka pesantren harus benar-benar memahami masyarakat, bukan hanya saat ini saja, tetapi mengantisipasi perubahan masyarakat di masa mendatang dan menyiapkan para santri sebagai pemandu masyarakat dalam bidang keagamaan dalam perubahan tersebut.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di sini, Rabithal Ma’ahid Islamiyah (RMI) lah yang paling pas mendampingi. Banyak pula para intelektual NU yang sudah mengglobal dan mengetahui berbagai praktik pengajaran Islam di berbagai negara Muslim. Kita dapat mengambil praktik-praktik terbaik dari berbagai negara untuk diaplikasikan di pesantren. Kita berharap pesantren bukan hanya mampu bertahan dalam kehidupan, tetapi mampu mewarnai peradaban Muslim di masa mendatang. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 02 Januari 2018

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (3/12) mempertemukan tim sepak bola pesantren Darunnajah Garut melawan tim dari pesantren Al-Asyariah Tangerang. Pertandingan berakhir dengan skor 6-0 untuk tim sepak bola pesantren Al-Asyariah. Kemenangan ini mengantarkan tim Al-Asyariah pada putaran final.

Tim pesantren Al-Asyariah unggul lebih dulu pada menit ke-8 yang disunting M Sopyan. Gol kedua dicetak oleh M Janisahri di menit ke-13 lewat tendangan jarak jauhnya sehingga mampu merobek gawang tim sepak bola pesantren Darunnajah.

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Unggul 6-0 atas Darunnajah, Tim Sepak Bola Al-Asyariah Masuk Babak Final

Wasit M Agus Muslim akhirnya harus memberikan ganjaran kartu merah kepada pemain dari kubu tim pesantren Darunnajah Asep Syahri karena melakukan pelanggaran.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tak berselang lama, tim sepak bola Al-Asyariyah mendapatkan hadiah penalti yang mampu dimanfaatkan oleh Afrisal dengan baik sehingga tendangan itu membobol gawang tim pesantren Darunnajah. Pertandingan bertahan dengan skor 3-0 hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua pemain pesantren Al-Asy-ariah mampu menambahkan tiga poin yang dihasilkan oleh Khairul, M Aruiyan lewat sundulannya, dan Afrisal sehingga skor akhir pada babak kedua menjadi 6-0.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya, pesantren Al-Asyariah akan bertemu dengan tim sepak bola pesantren Nurul Islam Jember pada babak final yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (6/12) mendatang.

Pelatih tim sepak bola pesantren Al-Asyariah H Agus Suparman mengaku, dengan hasil akhir 6-0 yang mampu dihasilkan oleh anak asuhnya pihaknya tetap akan memfokuskan anak asuhnya pada kosentrasi. Kemenangan yang dihasilkan itu merupakan gaya dari para pemain pesantren Al-Asyariah dan bukan terpengaruh oleh pemain lawan.

"Kita imbang dengan pemain dari Jember. Namun, kita harus juara. Karena sebelum sampai Surabaya kami selalu latihan rutin seminggu tiga kali. Mohon doanya sehingga kami mendapatkan juara," pinta Agus.

Salah satu pemain sepak bola Al-Asyariah Afrisal Dwi Salgani mengaku senang bisa lolos ke babak final. Hal itu ditegaskan Afrisal karena kerja sama tim yang cukup bagus.

"Kami sangat senang karena baru pertama main di stadion Gelora Delta Sidoarjo dan bisa lolos ke babak final. Hari ini permainan kami cukup bagus. Nanti ada yang diperbaiki lagi sehingga menambah finishing dan kondisional saja," kata Afrisal dengan nada gembira. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Pahlawan, Ulama Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 15 Desember 2017

Inilah Makna Logo Universitas NU NTB

Mataram, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat yang resmi berdiri beberapa waktu lalu kini sudah siap menerima mahasiswa baru. Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan dalam rangka menyambut tahun pertama proses akademik ini.

Inilah Makna Logo Universitas NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Makna Logo Universitas NU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Makna Logo Universitas NU NTB

Jamiluddin, pagawai bagian tata usaha UNU NTB, mengatakan, salah satu kegiatan yang sudah dilakukan ialah sosialisasi ke pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta.

Di sela-sela kesibukannya di kantor UNU NTB, Jalan Pendidikan Nomor 6 Mataram, Jumat (17/4), Jamiludin juga memperkenalkan logo UNU NTB? dan situs resmi UNU NTB (unu-ntb.ac.id). Terkait logo, ia memaparkan makna yang terkandung dalam lambang ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Logo itu terdiri dari “lingkaran” yang membentuk lima sudut yang di dalamnya terdapat tulisan UNU, lambang NU, dan simbol arsitektur rumah adat setempat. Sementara tulisan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat terbentang melingkar memagari ketiga gambar tersebut. Seluruh gambar berwarna hijau dengan warna dasar putih.

Menurutnya, logo UNU Nusa Tenggara Barat memiliki makna sebagai berikut:

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pertama, lima sudut dalam logo ini melambangkan rukun Islam dan Pancasila.? Kedua lambang NU menunjukkan bahwa UNU Nusa Tenggara Barat didirikan untuk mewujudkan visi dan misi NU.

Ketiga, arsitektur rumah adat menunjukkan identitas daerah. Keempat, tulisan UNU merupakan singkatan dari Universitas Nahdlatul Ulama.

“Kelima, warna hijau melambangkan kedamaian dan kemakmuran; dan keenam, warna dasar putih melambangkan kesucian dan ketulusan,” tutupnya. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Makam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Dua malam akhir pekan lalu pusat Kota Yogyakarta 22 Maret 2014, para seniman yang beraliansi di “Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu” berkumpul di Alun-Alun Kidul. Mereka mepertunjukan Tari Melayu, Tari Cakalele dan Toki Gaba-Gaba dari Maluku, pembacaan puisi dan pertunjukan teaterikal.

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seniman Dukung Kedaulatan Tanah Petani Urutsewu

Malam berikutnya pada 23 Maret 2014, acara dipindahkan ke Titik Nol Malioboro. Kali ini para seniman menampilkan pertunjukan Tari Saman, pembacaan cerpen Eduardo Galeano, pembacaan puisi, permainan Toki Gaba-Gaba dan Tarian Cakalele.

Aliansi ini terdiri dari 12 lembaga gabungan dari berbagai macam kelompok dengan latar belakang seperti seniman, intelektual, aktivis, petani, dan LSM. Mereka adalah Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS), Urutsewu Bersatu (USB), Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA), Sanggar Rupa Seni Rangka Tulang, Teater 42, Sanggar Nusantara, Mantra Merah Putih, Yayasan Desantara, Etnohistori, Komunitas Wayang Sampah Sanggar Lereng Kendeng, Gerakan Literasi Indonesia, dan Teater GERAK STAINU Kebumen.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Angga Palsewa Putra, koordinator umum Aliansi, tujuan utama Aliansi ini adalah “untuk menegaskan kedaulatan petani Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, atas tanah mereka”.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Angga yang berasal dari kelompok Teater 42 ini, kedaulatan petani dalam konteks ini diartikan sebagai kepemilikan tanah oleh petani, hak penggunaan lahan di tangan petani, hak mendapatkan dan menikmati hasil panen, serta keamanan dalam menggarap tanah-tanah pertanian.

Konflik di wilayah Urutsewu telah berlangsung sejak 1920, tanpa memeroleh perhatian masyarakat luas. TNI AD mengklaim tanah petani Urutsewu sebagai hak milik TNI. Pada 16 April 2011, terjadi penembakan terhadap para petani yang mencoba merebut kembali tanah-tanah mereka.

Akibat peristiwa ini, 6 petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka (6 di antaranya terkena peluru karet tentara), 12 sepeda motor dirusak, serta handphone, handycam, dan data digital dirampak paksa. Sejak itu eskalasi konflik di Urutsewu terus naik. TNI AD sempat memberikan izin penambangan pasir besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang. Belakangan, sejak akhir 2013, TNI AD melakukan pemagaran sepihak terhadap tanah-tanah petani Urutsewu.

Menurut Angga, acara di Yogyakarta bertujuan untuk menggalang dana yang akan digunakan sebagai biaya untuk mengadakan Arak-arakan Budaya di Urutsewu pada 16 April 2014 yang alan datang. “Kami akan mengadakan satu kali lagi malam pertunjukan berbagai jenis tarian dan pembacaan puisi di Alun-Alun Kidul Yogyakarta pada 24 Maret 2014. Sehabis itu, kami akan ke Urutsewu untuk bersama-sama dengan masyarakat mempersiapkan Arak-arakan Budaya. Kami melakukan ini karena kami gerah dengan ketidakadilan yang terjadi dimana-mana di Indonesia. Dan sebagai pelaku seni, bagi kami seni adalah seni yang membela kaum tertindas,” tambah Angga.

Selain mengadakan rangkaian malam penggalangan dana, aliansi ini juga melakukan kampanye simpatik di media sosial seperti Twitter. Kata kunci #Urutsewu dipakai sebagai simpul kampanye. Dalam akun aliansi, @Satu4Urutsewu, terlihat foto para pengunjung malam pertunjukan dengan memegang poster kampanye bertuliskan “Selamatkan #Urutsewu”.

Untuk acara 16 April 2014, Sunu, Kepala Desa Wiromartan, salah satu desa di kebumen yang terlibat dalam Aliansi, mengatakan bahwa pada dasarnya Aliansi ini memiliki beberapa tuntutan, salah satunya adalah mereka menginginkan agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Arak-Arakan Budaya pada 16 April 2014. “Pak Gubernur Ganjar perlu datang ke Urutsewu untuk menghadiri Arak-Arakan Budaya Petani Urutsewu, agar beliau mengerti penderitaan rakyatnya,” tutup Sunu. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Doa, Bahtsul Masail, Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 14 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rembang Giat Lakukan Kaderisasi

Rembang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam beberapa bulan terakhir, pelajar yang tergabung dalam Pimpinan Cabang (PC)? Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah giat melakukan kaderisasi.

IPNU-IPPNU Rembang Giat Lakukan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Giat Lakukan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Giat Lakukan Kaderisasi

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya berhasil melakukan re-organisasi kader yang telah habis masa khidmahnya di beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR).

Salah satu PAC yang giat melakukan kaderisasi di ranting-ranting adalah Kecamatan Sumber, setelah vakum dalam 3 tahun terakhir. "Kegiatan tersebut dilakukan secara berlanjut, bahkan dalam beberapa hari terakhir mereka telah melakukan pembentukan ranting di 6 desa," jelasnya saat dijumpai di rumahnya, Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Selasa (16/2).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber juga berhasil membentuk ranting baru yang selama ini belum pernah terbentuk, pihaknya berhasil merekrut kader baru dengan jumlah yang cukup banyak.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dalam pembentukan ranting baru di Kecamatan Sumber, kita juga berhasil merekrut kader baru dengan jumlah yang cukup banyak. Di Desa Sambong Kecamatan Sumber misalnya, kita berhasil membentuk ranting baru dengan jumlah kader hingga 60 orang," pungkasnya.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Rembang sendiri telah merencanakan beberapa kegiatan kaderisasi dan pelatihan. Di antaranya adalah melakukan re-organisasi di PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pamotan dan Gunem pada akhir bulan ini, serta kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada awal bulan depan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Pahlawan, Amalan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 03 Desember 2017

Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur Muda

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat . Peringati haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Majalah Bangkit NU DIY menyajikan edisi khusus bertemakan Gus Dur Muda. Bangkit dalam edisi mencoba mengetengahkan gerakan Gus Dur di lapangan sosial dan pemikiran.

Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur Muda

Demikian disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Bangkit M Nasrudin di kantor redaksi, Krapyak Panggungharjo Sewon, Bantul, Yogyakarta, Jumat (13/12).

“Tema ini menyajikan Gus Dur agar kembali menjadi refleksi kaum muda NU,” tegas Nasruddin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dengan tema ini, Bangkit berupaya mengetengahkan bacaan alternatif kaum muda dan semua kaum muda di Yogyakarta dan sekitarnya, tambah Nasruddin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dalam laporan utama, redaksi menurunkan tulisan Kiai Mustafid yang mengulas sosok Gus Dur sebagai pemuda haus ilmu dan haus riyadhoh. Sedangkan Nur Kholik Ridwan mengulas Gus Dur sebagai sosok muda yang berjuang dalam gerakan sosial masyarakat.

Redaksi juga menurunkan wawancara eksklusif dengan putri bungsu Gus Dur Inayah Wahid. Wawancara ini lebih mengungkap bagaimana kesan Inayah terhadap Gus Dur sebagai orang besar dan pejuang kemanusiaan. (Amrullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, News, Fragmen Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 02 Desember 2017

Kang Said Setuju Hukum Mati Bandar dan Pengedar Narkoba

Bogor, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj secara gamblang menyatakan dukungan terhadap penetapan hukum vonis mati untuk terhadap para bandar dan pengedar narkoba. Menurut Kiai Said, pengedar dan bandar mesti dihukum jauh lebih dibanding sekadar penyalahguna narkoba.

Demikian pernyataan kiai yang lazim disapa Kang Said dalam Tadarus NU yang berbarengan dengan pelantikan PCNU kabupaten Bogor, Selasa (6/1) lalu.

Kang Said Setuju Hukum Mati Bandar dan Pengedar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Setuju Hukum Mati Bandar dan Pengedar Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Setuju Hukum Mati Bandar dan Pengedar Narkoba

“Pada bandar dan pengedar narkoba harus dihukum mati, karena mereka merusak moral bangsa. Dan itu berarti telah mengancam NKRI. Bagi NU, segala yang mengancam NKRI merupakan hal yang harus diperangi,” tegas Kang Said.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Untuk mereka yang terlanjur pengguna sebagai korban, pemerintah berkewajiban merehabilitasi mereka. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dukungan ini juga dinyatakan Kang Said saat bertemu dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Kantor PBNU. (Akhsan Ustadhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Habib Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 29 November 2017

Ganggu NKRI, Jenderal Gatot: Prajurit TNI Juga Siap Berjihad

Medan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan akan mengawal dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, termasuk upaya makar yang dilakukan beberapa kelompok organisasi.

"Prajurit saya juga siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila, bersama masyarakat, kita bersama-sama mempertahankan Pancasila," katanya usai mengikuti istighosah bersama ulama dan masyarakat Sumatera Utara, di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sabtu, (1911).

Dia mengatakan, TNI menghargai setiap proses demokrasi, termasuk demonstrasi oleh warga Indonesia.

Ganggu NKRI, Jenderal Gatot: Prajurit TNI Juga Siap Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganggu NKRI, Jenderal Gatot: Prajurit TNI Juga Siap Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganggu NKRI, Jenderal Gatot: Prajurit TNI Juga Siap Berjihad

Namun TNI memiliki kewajiban untuk berperan jika ada upaya yang berniat untuk merusak dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketika ditanya terkait sikap dalam menyahuti rencana-rencana unjuk rasa pada 2 Desember, dia menyatakan TNI lebih banyak berdoa untuk kebesaran dan keutuhan bangsa. "Kesiapan kita berdoa, siapapun yang menghancurkan negara ini, tidak bisa kalau kita berdoa," katanya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut dia, pihak-pihak yang memiliki niat menghancurkan NKRI dinilai sebagai orang tidak beragama sehingga akan berhadapan dengan TNI, Kepolisian Indonesia, dengan seluruh masyarakat.

Dari pengalaman sejarah selama ini, Gatot menegaskan tidak ada satu pun pengkhinat bangsa yang bisa hidup di Indonesia. "Tidak ada yang bisa, mau menantang, silakan," katanya.

Ia mencontohkan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di bawah pimpinan Kartosuwiryo, gerakan yang dipimpin Kahar Muzakkar, termasuk gerakan komunis yang selalu musnah di Indonesia. "(Semua musnah) karena kita selalu berdoa pada Allah SWT," kata Gatot. (Antara/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Nasional, Tokoh, Kajian Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 23 November 2017

PBNU Bawa Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di Munas dan Konbes

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Komisi Bahtsul Masail Qonuniyah Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pra-Munas dan Konbes tentang Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

Pada acara yang membicarakan Hoaks, Hate Speech, dan Penyebarannya sebagai Pelanggaran Hukum ini menghadirkan pembicara Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Abdul Moqsith Ghozali, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) H Rumadi Ahmad, dan Direktur Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Fadil Imron dan dimoderatori oleh Wakil Sekertaris (LBM NU) H. Mahbub Maafi.

PBNU Bawa Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di Munas dan Konbes (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bawa Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di Munas dan Konbes (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bawa Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di Munas dan Konbes

Hadir juga pada kesempatan ini Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) periode 2010-2020 KH Zaky Mubarok, Sekretaris LBMNU Sarmidi Husna, dan lain-lain. 

KH Zaki Mubarok saat membuka diskusi ini mengatakan, tema yang diangkat pada diskusi ini sangat relevan dengan keadaan yang terjadi akhir-akhir ini apalagi perubahan media yang sangat cepat. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Namun itu, katanya, Al-Quran telah memberikan panduan dalam berdakwah, yakni kalau bicara dengan qoulan layyina (kalimat yg lemah lembut qoulan marufa (kalimat yang sangat baik), qoulan syadida (kalimat yang lurus), dan qoulan baligho (kalimat yang sangat mendalam dan memengaruhi dalam perilaku seseorang). 

"Kita sudah punya Rancangan-rancangan bagi kaidah Dakwah," kata Kiai Zaki. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ia mengatakan, kalau para dai NU berceramah itu jauh dari ujaran kebencian. Namun demikian, diskusi ini penting dalam memberikan berdakwah supaya berdakwah tidak sebagai melepas unek-unek tapi dengan ikhlas.

"Sehingga kita penting untuk memagari dari Hate Speech untuk dakwah agar tidak terjerumus," ujarnya.

(Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Anti Hoax, Tokoh, Cerita Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 19 November 2017

Fatayat NU Dampingi Kesehatan 104 Desa

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pimpinan Pusat Fatayat NU telah melakukan pendampingan terhadap 104 desa/kelurahan yang tersebar di delapan provinsi perihal peningkatan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat melalui Program Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.

Jumlah tersebut terhitung sejak organisasi pemudi NU ini menandatangani notakesepahaman dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI pada 2010 lalu. Sasaran provinsi, antara lain Bali, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Banten.

Fatayat NU Dampingi Kesehatan 104 Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Dampingi Kesehatan 104 Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Dampingi Kesehatan 104 Desa

“Di antara 10 indikator PHBS, kami memprioritaskan pada tiga hal, yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, dan menimbang berat balita setiap bulan. Target, minimal 80 persen warga sasaran memenuhi harapan ini,” kata koordinator program, Umi Wahyuni di sela acara rapat konsolidasi terkait program tersebut dengan sejumlah pengurus PP Fatayat NU di Jakarta, Kamis (13/11).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Fatayat NU, misalnya, mendorong masyarakat desa untuk merujuk ke Puskesmas tiap menjalani persalinan. Program ini melibatkan para dukun bayi yang biasanya justru menjadi tempat rujukan warga ketika hendak melahirkan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kita memang melakukan pendekatan persuasif. Karena bagaimanapun profesi dukun itu kan menjadi adat dan kearifan lokal, termasuk sumber ekonomi. Tidak bisa jika langsung dilarang. Caranya merangkul dan memberikan upah mereka Rp 30.000 hingga Rp 50.000 untuk tiap persalinan yang berhasil di alihkan ke pusat kesehatan setempat,” tambahnya.

Selain tiga hal tersebut, Fatayat NU juga memperluas gerakan mengunakan jamban sehat, mencuci tangan dengan bersih, mengonsumsi sayur dan buah, dan mengurangi kegiatan merokoh di dalam rumah tangga.

Umi mencontohkan, di Lebak, Banten, pihaknya berhasil memfasilitasi 60 rumah tangga membangun jamban untuk buang air besar yang sebelumnya di lakukan di kali atau area perkebunan. Fatayat menggunakan strategi “arisan jamban” untuk meringankan warga bisa memilikinya.

Hingga kini, Fatayat NU terus bergerak dari desa ke desa untuk melakukan pelatihan, sosialisasi, dan pemberian motivasi demi tumbuhnya budaya bersih dan sehat pada masyarakat yang mayoritas kelas menengah ke bawah. Selain memanfaatkan jaringan kader yang ada di tingkat cabang hingga ranting, Fatayat NU juga bekerja sama dengan aparat desa setempat. (Mahbib Khoiron)

 

Foto: Fatayat NU mempelopori senam jasmani bersama warga desa sebagai salah satu indikator PHBS

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ulama, Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 17 November 2017

Masalah PLTN Akan Dibahas Lagi dalam Bahtsul Masail PBNU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Forum pembahasan masalah keagamaan (bahtsul masa’il) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) di Cibubur, Jakarta, Kamis (6/9) malam, belum bisa mengambil penilaian final mengenai rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, Jawa Tengah. Pembahasan akan dilajutkan secepatnya dengan melibatkan para ahli.

Para delegasi LBMNU dari beberapa wilayah dan pesantren di Indonesia dan delegasi khusus dari LBMNU Jepara dalam forum bahtsul masail telah mengambil kata sepakat mengenai kebolehan pengadaan PLTN, hanya saja terkait rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria perlu dilakukan kajian secara lebih mendalam.

Masalah PLTN Akan Dibahas Lagi dalam Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Masalah PLTN Akan Dibahas Lagi dalam Bahtsul Masail PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Masalah PLTN Akan Dibahas Lagi dalam Bahtsul Masail PBNU

Sebenarnya, soal PLTN tidak diagendakan dalam bahtsul masail Rakernas LBMNU, namun diusulkan untuk dibahas menyusul keluarnya fatwa haram dari LBMNU Jepara. Karenanya pembahasan dirasa kurang mendalam dan ditangguhkan untuk sementara waktu (mauquf).

Menurut Ketua Panitia Rakernas LBM HM Kholil Nafis, hasil bahtsul masail dari LBMNU Jepara akan menjadi pertimbangan utama dalam bahtsul masail berikutnya. “Hal terpenting, bahtsul masail harus berbasis riset yang mendalam,” katanya.

Ditambahkan, soal kekhawatiran masyarakat semata tidak cukup menjadi alasan diperbolehkan atau tidak semua aktifitas hukum. Perlu bahtsul masail secara lebih mendalam dan sosialisasi yang benar kepada masyarakat.

Hasil-hasil bahtsul masail yang akan dilakukan oleh LBMNU selanjutnya akan disampaikan kepada PBNU untuk diumumkan sebagai sikap bersama warga NU secara nasional.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Mengutip Imam As-Suyuti, bahwa tidak semua ahli hukum bisa mengeluarkan fatwa karena menyangkut kompleksitas masalah,” kata Kholil Nafis bersama Katib Syuriah PBNU KH Syadid Djauhari saat menerima sekitar 250 warga Jepara yang hadir ke lokasi Rakernas ditemani anggota DPR RI Badriyah Fayumi dan beberapa aktifis LSM.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Ubudiyah, Tokoh, Quote Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 12 November 2017

Kali Keempat, Unnes Bershalawat Digelar

Semarang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di tahun akselerasi inovasi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggemakan shalawat dengan khidmat bersama Al Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dari Pekalongan, Al Habib Umar bin Ahmad Al Muthohar dari ? Semarang, dan Al Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dari Pekalongan di Auditorium Unnes pada Sabtu (16/04). Alunan suara merdu dari grup rebana Al-Musyidin dari Pekalongan juga turut hadir.

?

Kali Keempat, Unnes Bershalawat Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kali Keempat, Unnes Bershalawat Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kali Keempat, Unnes Bershalawat Digelar

Sebanyak kurang lebih 7000 hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serentak dalam pembukaan Unnes Bershalawat. Acara kali ini mengambil tema Refleksi Sejarah Bangsa, Perkuat Semangat Bela Negara di Kampus Konservasi dengan harapan mahasiswa Unnes menyadari dan mengetahui betapa pentingnya melihat sejarah serta mengokohkan persatuan dan kerukunan dalam perbedaan di antara keyakinan dan tujuan.

Acara yang sudah diadakan keempat kalinya ini juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa atas limpahan rahmat yang telah diberika kepada kampus konservasi atas banyak prestasi yang telah dicapai di usia 51, diantaranya mencetak rekor MURI kategori penyelenggaraan seminar dengan jumlah kabupaten/kota/provinsi terbanyak.?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Keberkahan semakin menebal apabila kita bersyukur, rasa syukur akan memudahkan untuk mencapai cita-cita, hal yang paling utama dalam kemajuan peradaban adalah rasa syukur yang kemudian dikembangkan melalui ilmu dan prestasi,“ ungkap Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum.(Lulu Musthofia/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 10 November 2017

Ramadhan, Bulan Keberkahan, Bulan Muhasabah

Alhamdulillah, Ramadhan, bulan suci yang penuh keberkahan kini telah tiba. Hari-hari yang sebelumnya disibukkan dengan urusan duniawi, kini bisa rehat sejenak. Umat Islam, selama bulan puasa ini menjadi lebih religius dengan memperbanyak ibadah, baik ibadah kepada Allah atau yang berhubungan secara sosial, seperti menolong mereka yang membutuhkan atau meningkatkan silaturrahim.

Tuntutan dan tekanan hidup pada zaman modern ini semakin lama semakin berat. Kompetisi yang semakin ketat menyebabkan tiada masa untuk mengambil jeda. Jika kita lengah, maka pesaing akan mengalahkan. Begitulah hukum yang berlaku saat ini. Manusia sebagai pengelola perusahaan atau institusi, mendapat tekanan yang sangat berat, sekadar untuk bisa bertahan pada posisinya. Ramadhan menjadi kesepakatan bersama untuk menurunkan intensitas kompetisi tersebut guna mengisi ulang ranah batin yang mengalami kekeringan.

Ramadhan, Bulan Keberkahan, Bulan Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Keberkahan, Bulan Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Keberkahan, Bulan Muhasabah

Hidup sesungguhnya adalah untuk mencapai tujuan keilahian, untuk mencapai kebahagiaan. Sayangnya, tekanan-tekanan material tersebut menyebabkan esensi yang ingin dicapai terkalahkan oleh sesuatu yang sebenarnya bersifat profan. Puasa, merupakan upaya untuk mengingatkan? kembali akan makna keberadaan kita di dunia yang hanya sebentar saja, tetapi kini disibukkan dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak penting.

Berbagai kemudahan hidup akibat perkembangan teknologi ternyata tidak menyebabkan kita semakin mendekatkan diri kepada yang menciptakan semesta. Mari kita melakukan muhasabah, dalam sehari, berapa jam waktu yang kita gunakan untuk bermain-main dengan gawai. Media sosial membuat kita semakin terhubung dengan sesama. Tetapi sesungguhnya kita semakin asing, semakin egois. Dalam berbagai kesempatan, silaturrahmi tatap muka semakin kurang maknanya ketika masing-masing individu sibuk dengan perangkat elektroniknya. Entah untuk sekadar berbincang dengan teman di media sosial atau untuk sekadar mencari hiburan. Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan sesamanya, sedang menuju era baru dengan pertemanan di dunia maya. Seolah nyata, akrab, tapi sesungguhnya minim komitmen.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Hal yang mengemuka dengan perkembangan media sosial adalah maraknya berita hoaks. Kita tanpa sadar dengan entengnya membagi berita yang belum terverifikasi kebenarannya kepada orang lain. Berita palsu beredar dari grup ke grup lainnya secepat kilat dan menimbulkan kegaduhan masyarakat.? Caci maki dengan entengnya diucapkan kepada siapa saja. Etika sosial sudah menurun jauh dalam dunia baru ini. Seolah-olah kita bisa menumpahkan seluruh kejengkelan tanpa perlu merasa khawatir melanggar norma-norma masyarakat karena belum adanya panduan berperiaku yang baik di dunia maya di mana, mereka yang melanggarnya akan menerima hukuman sosial.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kita sedang mengalami revolusi dalam cara kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan adanya media sosial ini. Di antara sekian banyak manfaat yang kita peroleh, ada banyak tantangan yang harus diselesaikan. Dan banyak di antara kita yang terjebak dalam ruang yang liar itu.

Agama dan nilai-nilai moral dapat memberikan panduan kita dalam berperilaku di mana saja, dengan cara apa saja. Agama mengajarkan kepada kita untuk bersikap santun kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja. Di dunia nyata atau di dunia maya. Ramadhan ini, bisa menjadi wahana untuk mengevaluasi diri kita bagaimana perilaku kita, apakah ikut arus hiruk-pikuk ini atau mampu memanfaatkan dengan baik teknologi baru ini untuk kemaslahatan bersama.

Atau, jangan-jangan media sosial semakin menenggelamkan kita dalam jurang informasi yang sebagian besar remeh-temeh. Kita berusaha melupakan lapar dan dahaga dengan menyibukkan diri di depan gawai. Tradisi mengaji, atau berbagai ritual yang dulu marak semakin tergerus oleh teknologi yang menyilaukan ini. Berkat peningkatan keahlian dan teknologi, semuanya kini ditampilkan dengan lebih indah, seolah-oleh tampak lebih religius, tetapi sesungguhnya hanya wujud permukaan saja karena motif sebenarnya bukan untuk mengajak kita mendekatkan kepada yang Maha Esa, tapi sekadar untuk berjualan barang dan jasa atau sekadar untuk pamer.

Ramadhan bulan untuk bermuhasabah, jika dulu tantangannya adalah kesulitan-kesulitan fisik berupa beratnya menahan lapar karena berbagai keterbatasan pangan dan kesederhanaan teknologi. Kini, tantangannya adalah keberlimpahan dan kemudahan-kemudahan tetapi melenakan. Beratnya hidup bisa semakin mendekatkan kita kepada Allah, kemudahan hidup, tanpa kita sadari dapat menjauhkan kita kepada yang Maha Kuasa. Semoga kita dapat melampaui berbagai bentuk ujian itu dengan baik. (Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tokoh, Makam, Santri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock