Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Khodimul Maulid Habib Muhammad Luthfy bin Yahya telah menyiapkan tidak kurang dari tujuh ribu nampan untuk menjamu puluhan ribu jamaah yang akan menghadiri kegiatan Maulidurrasul yang digelar Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu mendatang (5/2).

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Sediakan Tujuh Ribu Nampan Untuk Jamu Tamu

Jamuan dalam bentuk makanan nasi kebuli akan disajikan pada Selasa malam dan Rabu siang usai acara digelar. Untuk keperluan jamuan makan, pihak panitia telah menyiapkan 750 ekor kambing dan 6 ton beras semuanya merupakan sumbangan pribadi Habib Luthfy.

"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya yang juga Rais Aam JATMAN NU, selalu menyediakan beras dan kambing untuk menjamu seluruh jamaah yang hadir dari berbagai daerah dan nanti akan dimasak bersama sama oleh tim khusus yang telah terlatih," ujar Sekretaris panitia Sumarjo, SH kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dikatakan, meski secara resmi panitia hanya menyebarkan undangan sebanyak 2.500 buah, akan tetapi pada kenyataannya sebagaimana tahun tahun sebelumnya ada puluhan ribu ummat Islam yang hadir dari berbagai pelosok tanah air dan jamaah yang hadir semakin meningkat, sehingga panitia telah mengantisipasi jangan sampai ada jamaah tidak mendapatkan pelayanan.

Untuk menampung puluhan ribu pengunjung, rencana sepanjang Jalan dr. Wahidin akan ditutup mulai Senin siang hingga Rabu sore. Beberapa agenda kegiatan yang telah dipersiapkan antara lain Senin (3/2) nikah maulid yang akan diikuti 13 pasangan, pawai kirab merah putih, pawai panjang jimat dan pembacaan rotibul kubro. Kemudian Selasa (4/2) pembacaan Dalailul Khoirot, khotmil Quran, pengajian kitab Ihya Ulumuddin, manakib dan pentas seni Gambus El Balasyik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selanjutnya puncak acara Rabu (5/2) diawali dengan pembacaan maulid Simtud Duror, Silaturrahim Ulama, TNI dan Polri dan pelaksanaan maulidurrasul yang akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan, kemudian acara peringatan maulid akan ditutup pada malam harinya dengan pentas musik Gambus El Balasyik asal Jember Jawa Timur.

Kepada panitia Habib Luthfy selalu wanti wanti agar dapat menjadi panitia yang baik, karena seluruh tamu yang hadir adalah tamu tamu Allah yang ingin menjadi bagian dan diakui sebagai ummat Rasulillah Muhammad SAW. Karena itu, seluruh panitia diminta untuk menjadi pelayan yang ikhlas semata mata karena Allah SWT. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Ubudiyah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 09 Februari 2018

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Kehidupan manusia di dunia tidak hanya berhubungan dengan Allah (hablum minallah) semata, tetapi juga hubungannya dengan manusia (hablum minannas), dan lingkungan atau alam (hablum minal alam).

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Kasih sayang manusia terhadap sesama dan lingkungan atau alam sekitar merupakan perwujudan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil ardh).

?

Terkait perilaku welas asih (kasih sayang) tersebut dijelaskan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) bahwa setiap hamba yang penyayang, maka ia akan disayang Allah SWT.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengutip sebuah Hadis Nabi Muhammad yang dituliskan di akun twitter miliknya @gusmusgusmu pada Jumat (14/7) dalam tajuk #TweetJumat.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

? ? ? ? ? ?

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Hanya mereka, hamba-hamba Allah yang penyayang yang disayangi oleh Allah,” jelas Gus Mus dalam cuitannya yang direspon oleh ribuan pengikutnya (follower).

Ungkapan Gus Mus tersebut menerangkan bahwa ketika seorang hamba menyayangi makhluk Allah di bumi, maka penduduk langit juga akan menyayanginya. Hal ini seperti respon seorang follower bernama Abubakar (@Qabo).

“Sayangi dgn tulus seluruh makhluk ALLAH yg tercipta jgn engkau dzalimi agar ALLAH dn seluruh penghuni langit menyayangimu,” cuit Abubakar menanggapi Gus Mus yang saat ini memiliki satu juta follower di akun twitternya.

Sampai kabar ini ditulis, Tweet Jumat Gus Mus tersebut mendapat 1196 Suka, 1174 Retweet, dan 42 jawaban atau reply. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Makam, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 05 Februari 2018

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Bandung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Jawa Barat menggelar ragam pagelaran seni budaya di halaman kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, KOta Bandung, Jabar, Sabtu (21/6) malam ini.

Ragam seni dalam rangka pelantikan Lesbumi Jabar ini, di antaranya menyajikan penampilan alat musik tiup khas Sunda, karinding, dari murid-murid SMP Maarif Bandung.

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Turut memeriahkan juga aksi baca puisi oleh para seniman Bandung, di antaranya Iman Soleh, kemudian pidato kebudayaan oleh KH Maman Imanulhaq.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang golek dengan dalang Dede S Sunandar Sunarya. Ia akan membawakan lakon Budak Buncir diiringi dengan kacapai suling.

Sebelumnya, pagi, diadakan bedah buku Baban Kana karya Kh Zamzami Amin. Buku tersebut menceritakan peristiwa perang kedongdong di daerah cirebon. Selepas dhuhur diadakan upgrading seni budaya untuk menyamakan persepsi antara agama dan budaya.

Diskusi yang dipandu Ketua PW Lesbumi Jabar, Widodo Abidarda, tersebut mendaulat M Noh, mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, sebagai pembicara. Hadir pada kesempatan itu, Dinaldo, salah seorang pengurus PP Lesbumi. (Abdullah Alawi)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Habib, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 03 Februari 2018

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Pekalongan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat



Peringatan maulud Nabi Muhammad SAW di wilayah Nusantara biasa diselenggarakan melalui beragam kegiatan. Selain pengajian akbar dan pembacaan Diba, ada pula yang merayakan dengan maulud dengan balutan tradisi lokal, seperti Grebeg Mulud hingga khitanan massal.

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Tahun 1960, Dukuh Kranji Peringati Maulid Nabi dengan Khitanan Massal

Masyarakat Dukuh Kranji, Kedungwuni, Pekalongan memperingati kelahiran Nabi Muhammad khitanan massal. Hal itu berlangsung tiap tahun.

Sabtu (2/12), sebanyak 36 anak usia SD/MI menjadi peserta khitanan massal tahun ini. Sejak usai Shalat Subuh, didampingi para orang tuanya, mereka berkumpul di aula umum Yayasan Nurul Anam Kranji yang bersebelahan dengan Masjid Jami Kranji. Raut muka anak-anak tersebut beragam, ada yang terlihat ceria, ada pula yang waswas takut lantaran akan disunat.

Muhammad Mumakhis (9), siswa kelas 4 di MI Walisongo Nurul Anam Kranji yang berasal dari dukuh tetangga misalnya, di balik senyumnya pagi itu tersembunyi rasa tegang. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Dapat giliran nomor 7, deg-degan," ujarnya malu-malu.

Sekira pukul 05.30 WIB, satu per satu peserta pun dipanggil oleh petugas yang bakal mengkhitan untuk disuntik bius terlebih dahulu. Sebagian dari mereka ada yang menangis karena tak kuasa menahan rasa sakitnya disuntik jarum di bagian kemaluannya. 

"Aduh! Bapak...," teriak salah satu peserta, Muhammad Adly Anwar (9) sambil menangis kesakitan.

Sontak, tangisan dari anak-anak itu pun membuat riuh suasana di sekitar lokasi. Warga pun makin banyak yang datang ke lokasi untuk menyaksikan anak-anak disunat.

Ketua RW setempat, Maftuh, mengatakan untuk maulud tahun ini peserta khitanan massal cukup banyak, yakni 36 peserta. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Awal yang daftar ada 40 anak, tapi ada yang mundur karena ada yang takut, ada yang pilih menunda tahun depan," ungkap Maftuh yang juga panitia acara.

Para peserta khitanan massal ini sama sekali tidak dipungut biaya. Oleh panitia, peserta justru diberikan baju koko, sarung, dan peci secara gratis.





Sejak tahun 60-an

Pengurus Masjid Jami Kranji, Kiai Afnan Chafidh, mengatakan tradisi khitanan massal ini sudah berlangsung sejak tahun 60an. Bahkan, Dukuh Kranji termasuk perintis tradisi khitanan massal di wilayah Pekalongan. 

"Sudah ada sejak sekitar tahun 60an. Peserta pertamanya sekarang sudah meninggal. Dan di Pekalongan, ini termasuk yang merintis," jelasnya.

Usai khitanan, kegiatan berlanjut dengan pengajian Maulid Nabi di Masjid Jami Kranji. Biasanya masyarakat dari berbagai desa hadir pula lantaran Kranji termasuk daerah santri yang dijadikan rujukan pendidikan agama oleh masyarakat. 

"Yang ikut sunat di sini itu kan biasanya ada ikatan darah atau sosial dengan Kranji. Misalnya, bapaknya dulu orang sini, atau anaknya sekolah di MI, Madrasah Diniyah, atau TPQ Kranji, terus diikutkan sunat di sini untuk makin merekatkan dengan Kranji," kata alumnus pondok pesantren Leteh, Rembang ini.

Di Pekalongan, lanjut Kiai Afnan, Kranji memang dikenal sebagai daerah santri. Oleh karena itu dengan tradisi khitanan massal di momen Maulud Nabi ini, anak-anak yang ikut dikhitan juga dikenalkan dengan tradisi keislaman yang baik.





Melestarikan Gotong-royong

Meski untuk khitanan massal tidak dipungut biaya, biasanya para orang tua peserta secara suka rela ikut membantu memberikan suguhan berupa nasi berkat (ambeng) yang disediakan untuk para jamaah yang hadir di pengajian Maulid Nabi. 

"Dari pengurus masjid sudah menyampaikan ke panitia agar tidak mengajukan proposal ke masyarakat. Biar tidak ada kecemburuan. Jadi semuanya saling membantu semampunya," ungkapnya.

Gotong-royong semacam ini menjadi penting lantaran bisa menjadi penguat nilai-nilai positif di masyarakat. Selain itu juga makin merekatkan masyarakat dengan Dukuh Kranji yang menjadi pilar pendidikan keislaman yang telah mengakar sejak lama.

Di tengah fenomena mulai memudarnya nilai gotong-royong di era modern, lewat berbagai kegiatan tradisi yang diselenggarakan, Dukuh Kranji juga mampu menjadi contoh bagi daerah lain agar mengaplikasikan salah satu maqalah yang masyhur di lingkungan Nahdliyyin, yakni almuhafadhatu ala alqadimish shalih, wal akhdzu bi aljadidil ashlah, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. (Ahmad Rodif Hafidz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Hadits, AlaSantri Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Selasa, 23 Januari 2018

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap warga NU Jawa Timur mampu menghasilkan pemimpin dengan latar belakang Nahdliyyin dalam Pilgub Jatim yang berlangsung pada tahun 2013 mendatang.

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

“NU harus ada yang jadi lurah sampai dengan presiden, apalagi di Jawa Timur karena disana NU mayoritas,” katanya.

Namun, ia menegaskan, NU sebagai institusi tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “Jadi dalam pencalonannya tidak boleh menggunakan tanda tangan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk memperoleh dukungan,” paparnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tugas dan peran NU sebagai sebuah organisasi, lebih besar daripada sekedar alat untuk mencari rebutan jabatan. Politik NU adalah politik kebangsaan untuk menjaga cita-cita dan semangat bangsa yang mana NU merupakan salah satu founding fathernya.

Ia menambahkan, di NU tidak kekurangan calon pemimpin karena telah terjadi proses pengkaderan pemimpin di lingkungan NU dari tingkat pelajar. “Para pemimpin NU merupakan orang yang telah terbiasa memimpin orang banyak, jadi siap untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat,” tandasnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Saat ini terdapat dua orang kader NU yang digadang-gadang menjadi calon dalam Pilgub Jatim, yaitu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Mantan Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf. Sejauh ini belum ada keputusan partai mana yang akan mengusungnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Tegal, Pesantren, Kajian Islam Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 22 Januari 2018

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ratusan jamaah majelis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thariqah Syadziliyah di Masjid An-Nahdlah di gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (21/5). Dzikir thariqah dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thariqah Syadziliyah di Bekasi.

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah Ashabul Kahfi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ke-Syadziliyah-an yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat.

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thariqah Syadziliyah di masjid PBNU. Ia mengatakan, Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thariqah Syadziliyah merupakan sosok sufi istimewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang tidak umum di kalangan sufi," katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thariqah Syadziliyah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai ke-Syadziliyah-an bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

"Majelis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thariqah Syadziliyah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se-Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU," kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thariqah Syadziliyah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat (anggota resmi tarekat Syadziliyah) dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibbin alias simpatisan.

"Peserta sengaja dibatasi melihat keterbatasan tempat. Kita berterima kasih dengan pengurus takmir masjid PBNU yang bersama ikhlas untuk acara ini. Kita juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas motivasinya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thariqah Syadziliyah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

"Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai ke-Syadziliyah-an, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan," tegasnya.

Hadir dalam dzikir thariqah Syadziliyah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, di antaranya, Ustadz Nurcholis (dai dari Bekasi), Ustadz Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), Ustadz Miftahudin (pengasuh majelis Darusalam di Tangerang), serta pengurus takmir masjid PBNU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 14 Januari 2018

Doa Lengkap Keluar Masjid

Selain masuk masjid,? kita juga dianjurkan membaca doa ketika keluar masjid. Doa ini dibaca sembari melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Dengan membaca doa, setidaknya kita sudah termasuk orang menjaga etika dan memuliakan masjid. Berikut ini adalah doa yang sebaiknya dibaca saat hendak keluar dari masjid supaya Allah membimbing perilaku kita saat di luar masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Lengkap Keluar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Lengkap Keluar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Lengkap Keluar Masjid

A‘ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Red.? Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 12 Januari 2018

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial

Bogor, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor Ifan Haryanto mengatakan, kurban dimaksudkan untuk napak tilas tentang keteladanan, ketulusan hati, dan ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Media Mengasah Kesalehan Sosial

"Ritual kurban yg dilakukan oleh umat Muslim dalam peringatan Hari Raya Idul Adha bisa juga dimanfaatkan sebagai media untuk mengasah kesalehan sosial," kata Ifan usai menyerahkan hewan kurban Lazisnu Kota Bogor di kawasan Lapangan Sempit Bogor, Jumat (1/9).

Ia menyatakan, segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia di dunia ini adalah merupakan titipan dari Allah. Oleh karena itu, orang yang dmendapatkan titipan lebih banyak hendaknya berbagi dengan mereka yang kurang mampu.

"Sudah selayaknya dalam konteks kehidupan sosial kita (yang mampu) mesti ikhlas berbagi dengan kaum yang kurang mampu dan kurang beruntung," ucapnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Turut mendampingi Ifan, Ketua Lazisnu Kota Bogor Zimamul Adli dan segenap Pengurus Lazisnu Kota Bogor serta Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) IPB.

Lazisnu Kota Bogor setiap tahunnya rutin menyalurkan hewan kurban ke daerah yang masyarakatnya dianggap kurang mampu. Selain kegiatan kurban, Lazisnu dan PCNU Kota Bogor juga banyak melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan yang ditujukan untuk masyarakat umum seperti santunan fakir miskin, pemberian beasiswa kepada siswa yang kurang mampu, layanan dakwah dan keagamaan, serta kegiatan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Quote, Lomba, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 11 Januari 2018

Ini Penjelasan Ketum PBNU tentang Negara yang Dibangun Nabi Muhammad

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa Islam bukan hanya teologi, ritual saj, tapi menekankan pentingnya kemajuan di bidang moral dan ilmu pengetahuan. Dalam bahasa Arab, jika hal itu tercapai disebut tsaqofah.?

Ini Penjelasan Ketum PBNU tentang Negara yang Dibangun Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Ketum PBNU tentang Negara yang Dibangun Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Ketum PBNU tentang Negara yang Dibangun Nabi Muhammad

Namun, menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selaran, Islam juga tidak hanya menekankan kemajuan dalam bidung tsaqofah, melainkan pada bidang kesejahteraan, ekonomi. Dalam bahasa Arab, jika bidang itu tercapai disebut hadlarah.?

“Kalau dua-duanya maju, dicapai, disebut tamaddun, madaniyah. Maka negaranya Madinah,” jelasnya pada Silaturahim Kebudayaan di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7) bertema “Meneguhkan Kebudayaan, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang digelar Lesbumi PBNU.?

Jadi, lanjut kia yang pernah mengenyam pendidikan di Arab Saudi selama 13 tahun itu, Nabi Muhammad semasa hidupnya itu tidak membangun negara agama, bukan membangun negara Arab, tapi Madinah.?

Madinah, kata kiai jebolan Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut, adalah negara yang masyarakatya bermoral, berbudaya dan sejahtera berkeadilan. Bukan berdasarkan agama (Islam) dan bukan berdasarkan ras (Arab).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Jadi, tidak benar ada negara Islam, yang ada negara Madinah, negara yang masyarakatnya maju agamanya, moralnya, ilmu pengetahuannya, dan sejahtera, baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Hikmah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 06 Januari 2018

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

Mojokerto, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) angkatan ke II tahun akademik 2015-2016 digelar di Hotel New Star Trawas Mojokerto, Jawa Timur, mulai tanggal 15-17 Januari 2016.

LDKM Unusida bertajuk "Mengokohkan Pemikiran Aswaja Mencetak Pemimpin Masa Depan" itu diikuti sekitar 214 peserta dari semua fakultas.

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

LDKM Unusida Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

Menurut Presiden Mahasiswa Unusida Sofyan Pandu, LDKM tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, LDKM tahun ini semuanya ditangani Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unusida bekerja sama dengan IPNU-IPPNU serta PK PMII Unusida. Sedangkan tahun lalu, pemateri LDKM adalah trainer profesional Star Obi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Apa yang sudah panitia dapatkan di LDKM tahun lalu sangat bermanfaat sehingga di tahun ke II tidak perlu mendatangkan trainer profesional lagi," kata Pandu, Sabtu (16/1).

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pandu menjelaskan bahwa pengalaman mengikuti LDKM tahun pertama memberi manfaat di LDKM tahun ini. Karena, panitia yang dulu merupakan peserta, sekarang jadi panitia dan mempu mengonsep acara yang tidak kalah dengan trainer profesional.

BEM Unusida, lanjut dia, menyiapkan materi yang sebagian besar berisi tentang tantangan masa depan pemimpin dan pemecahan masalah.Panitia juga menyiapkan perlengkapan dan peralatan outbond. Seminggu sebelum acara, mereka sudah merancang dan membuat alat-alat untuk kebutuhan acara. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Kiai, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rabu, 03 Januari 2018

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu

Yogyakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Tampilnya berbagai kelompok kesenian yang tergabung dalam Aliansi Budaya untuk Masyarakat Urutsewu adalah model yang jarang terjadi dalam konteks kesenian dan konflik agraria di Indonesia dewasa ini.

Pada malam penggalangan dana yang sudah dilangsungkan sebanyak empat kali di Yogyakarta, berbagai kelompok seni seperti teater, sanggar tari, sanggar rupa seni, dan sastra, bahu-membahu memobilisir sumberdaya dari masyarakat Yogyakarta untuk membiayai Arak-Arakan Budaya yang akan diadakan di Urutsewu, Kebumen, 16 April 2014.

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Aceh dan Maluku Dukung Perjuangan Petani Urutsewu

Dari berbagai jenis kesenian itu, melihat lebih jauh keterlibatan kelompok tari adalah hal yang sangat menarik. Dua di antara tarian yang tampil dalam acara solidaritas budaya itu adalah Tari Saman dari Aceh dan Tari Cakalele dari Maluku.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Orang Aceh memiliki sejarah konflik yang panjang. Tari Saman biasanya ditampilkan oleh masyarakat Aceh dalam berbagai upacara adat. Dalam berbagai kesempatan, Tari Saman juga dipakai oleh pemerintah Indonesia untuk mengkonstruksi citra Indonesia di panggung global. Bahkan pada masa Aceh masih menjadi Daerah Operasi Militer (DOM), Tari Saman pernah dipakai oleh militer sebagai alat untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

Menyimak sejarah Tari Saman seperti di atas, Rachmi Diyah Larasati, pengajar di Jurusan Theatre Arts and Dance di University of Minnesota Minneapolis, menilai bahwa keterlibatan Tari Saman dalam acara Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu adalah hal yang lebih bermakna ketimbang penghargaan internasional yang justru menjauhkan Tari Saman dari konteks tari itu sendiri.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Fungsi Tari Saman di sini menjadi sumber aliansi ketubuhan estetik praktik. Ketika Saman dikooptasi militer, ia telah menjadi siimbol/representasi militer, dengan keterlibatan ini maka ia menjadi representasi rakyat yang berkeinginan memediasi penindasan yang dalam konteks Urutsewu dipelopori oleh militer,” demikian komentar Rachmi.

Sementar Tari Cakalele memiliki cerita lain. Menurut Muhammad Ismul Azham, salah seorang penari dari Sanggar Nusantara yang ikut berpartisipasi dalam Tari Cakalele yang ditampilkan, sejak dulu bagi orang Maluku, Tari Cakalele merupakan tarian perlawanan atas penjajahan.

Ikat kepala berwarna merah yang dipakai para penari, demikian Ismul yang juga Presidium Forum Mahasiswa Sula Yogyakarta (FORMSY) Maluku Utara ini, melambangkan keberanian dan kepahlawanan. Dalam konteks Solidaritas Budaya untuk Masyrakat Urutsewu, kehadiran Tari Cakalele juga memiliki semangat yang sama yaitu sebagai simbol perlawanan atas pengklaiman tanah Petani di Urutsewu. Sementara teriakan keras para penari menjadi simbol protes terhadap sistem pemerintahan yang tidak memihak pada rakyat.

Konflik tanah di Urutsewu adalah konflik panjang yang masih berlangsung hingga sekarang. Suasana konflik semakin memanas belakangan ini karena pada akhir 2013 yang lalu TNI AD mengklaim tanah rakyat dan memagarnya untuk dijadikan sebagai lapangan tembak militer.

“Ini adalah tindakan semena-mena dari aparat kemanan. Pemagaran sepihak yang tidak beradab. TNI yang seharusnya bertugas menjadi ‘satpam’ penjaga untuk menyediakan keamanan bagi warga, sekarang justru berbalik memakan rakyat. Pemerintah harus menarik TNI dari Urutsewu,” tanggap Heru Prasetia dari Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam mengenai konflik tanah ini. (Bosman Batubara/Abdullah Alawi)

?

Keterangan gambar: Penari Cakalele dalam Acara Penggalagan Dana Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Lomba, AlaSantri, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 18 Desember 2017

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

Kendal, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ulama dituntut tidak hanya paham agama tetapi juga harus bisa mengendalikan masyarakat. Untuk itu ulama harus juga memahami masalah ekonomi, budaya maupun politik.

Demikian dikatakan Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan PCNU Kendal di Pendopo kabupaten Kendal, Ahad (2/9) kemarin.

Dicontohkan, di Timur Tengah, ulama sukses memahami agama tapi gagal mengendalikan masyarakat. Akibatnya ketika terjadi krisis di Syuriah, Mesir maupun Irak, mereka tidak bisa berbuat banyak. Ini berbeda dengan di NU, yang ulamanya relatif masih mampu mengendalikan masyarakat sehingga NU sering menjadi rujukan berbagai pihak dalam menangani berbagai krisis.

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

“Ulama mempunyai tanggung jawab berat tidak hanya dalam persoalan pemahaman agama namun  juga dalam mengendalikan masyarakat. Dalam masalah agama ulama dituntut mampu memahami agama dengan benar sekaligus memberikan pemahaman yang benar tentang agama kepada masyarakat,” kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Di tengah masyarakat, ulama juga dituntut bisa mewarnai berbagai lini kehidupan. Disini ulama juga harus paham berbagai persoalan di luar bidang agama.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Ulama juga perlu tahu bursa saham, perbankan dan seterusnya, tidak hanya diberi bagian bicara pada acara yang kelima , yakni pembacaan do’a,” celetuk Kiai Said.

Ditegaskan pula ulama juga dituntut tidak sekedar bisa bicara. Sebab menurutnya saat ini jamanya ketika bicara tidak mudah dipercaya ketika belum ada bukti dan hasil penelitian yang meyakinkan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fahroji 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Warta, Pesantren, Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Berharap Menag dan Menteri Pendidikan bukan dari Parpol

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Menteri Agama dan Menteri Pendidikan yang sebentar lagi ditunjuk oleh presiden baru, bukan berasal dari partai politik.

PBNU Berharap Menag dan Menteri Pendidikan bukan dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Menag dan Menteri Pendidikan bukan dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Menag dan Menteri Pendidikan bukan dari Parpol

“Supaya mereka betul-betul menjadi pelayan umat dalam bidang agama, tidak ada kepentingan sedikitpun untuk partai politik. Karena nanti yang didahulukan kepentingan partainya, bukan umatnya, walaupun dia orang NU,” katanya kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Jum’at (17/10).

Demikian pula dengan menteri pendidikan karena mereka akan membangun konsep, ide dan terobosan bagaimana pendidikan semakin berkualitas, harus fokus di situ, jangan sampai pikirannya terpecah di partai politik. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Menteri agama, katnya, akan jadi penengah dan perekat antar agama, fungsi-fungsi yang mengayomi dari sisi keagamaan dan keimanan. “Ini betul-betul orang yang netral, sama sekali tidak ada partainya.”

Beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang menteri agama menurut Kiai Said adalah harus alim, paham agama, dekat dengan tokoh agama seperti dari NU atau Muhammadiyah, dll dan betul-betul membawa arah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang religius. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Menteri agama harus memiliki semangat toleran, tasamuh. Jangan sampai Islam Indonesia terperosok atau terkontaminasi ideologi radikal,” tandasnya.

Ia menegaskan, di lingkungan PBNU, banyak tokoh yang layak menduduki posisi tersebut.

Terkait dengan menteri dalam bidang ekonomi yang dikhawatirkan dari kelompok neolib, ia mendukung menteri-menteri yang pro rakyat.

“Saya belum bisa mengatakan si A neolib atau tidak, kita dukung yang pro rakyat, yang tetap berfikir mensejahterakan rakyatnya. Kita ngak bisa memilih salah satu pilihan dan mengesampingkan yang lain, harus kombinasi, ngak bisa sosialis mutlak atau liberalis mutlak,” tugasnya. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 10 Desember 2017

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School

Oleh Muhammad Sulton Fatoni

Para kiai se-Indonesia menyimak seksama pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada hari Selasa (5/9) bahwa Presiden Jokowi akan menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Telepon dari para kiai dari berbagai penjuru Indonesia masuk ke handphone Kiai Said Aqil. 

Mayoritas isinya senada: Maukah Pak Jokowi mendengarkan nasihat para kiai? Ya, nasihat. Meskipun dalam beberapa bulan terakhir hiruk-pikuk perdebatan tentang Permendikbud nyaris tak terlacak ujung pangkalnya, substansi protes para kiai adalah nasehat kepada Presiden Jokowi tentang indikasi kuat adanya awal proses pendangkalan karakter bangsa Indonesia. 

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School

Kiai Said Aqil melayani telepon dari para kiai satu persatu. Menjelaskan berulang-ulang dengan sabar dan perlahan hasil pembicaraannya dengan Presiden. Terkadang intonasi suara Kiai Said Aqil agak tertekan, alur suaranya terpotong. Mungkin para kiai yang menelepon itu mendesak-desak, minta kepastian, menuntut kelugasan tentang sikap Presiden Jokowi. Kiai Said Aqil selalu menutup teleponnya dengan kalimat, “semoga, semoga, mari kita doakan Pak Jokowi diberi kekuatan.” 

Kami pun di PBNU mengalami hal yang sama. Selasa itu adalah hari kecemasan bagi PBNU karena hanya Kiai Said Aqil yang mampu mengkalkulasi kecenderungan hati Pak Jokowi. Selasa itu, adalah puncak lobby Kiai Said Aqil kepada Presiden Jokowi, “Niat kami ikhlas, demi masa depan anak bangsa,” kata Kiai Said Aqil.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Memasuki hari Rabu, kami bersyukur kepada Allah Swt.  Begitu membaca lembar demi lembar isi Perpres Nomor 87/2017 yang mengakomodir nasehat para Kiai se-Indonesia. Kantor PBNU ramai. Wajah-wajah sumringah mewarnai sudut-sudut ruangan PBNU. Lenyaplah kelelahan lahir batin kami berbalas kenikmatan tiada tara. 

Kiai Said Aqil yang menyaksikan Pak Jokowi membubuhkan tanda tangan Perpres Nomor 87/2017 tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah Swt. Tamu berdatangan mengucapkan selamat. Kiai Said Aqil membalas, “Saya hanya lempeng bersikap karena permintaan para kiai, Pak Jokowi mendengarkan…ya klop wis.”

Kami pun duduk di meja tamu bercengkerama. Mengingat kembali beberapa pekan lalu saat berjibaku memeras tenaga dan pikiran akibat SK Permendikbud 23/2017 yang tiba-tiba muncul. Kekuatan wacana yang dibangun PBNU tidak kuat membendung represive state aparatus yang sedang dimainkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rupanya era reformasi yang bercirikan partisipasi masyarakat dan demokrasi diabaikan Kemendikbud. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

PBNU pun memilih untuk memperluas suara protes dari pusat hingga ke Kabupaten/Kota. PBNU memantau Kemendikbud berakrobat politik dengan cara melakukan lobby langsung ke kiai-kiai di pondok pesantren. Bertepuk sebelah tangan. Kemendikbud tidak digubris para kiai. PBNU saat itu sengaja membiarkan roadshow Kemendikbud ke pondok-pondok pesantren agar tahu fakta penolakan para kiai. 

Kami juga mengingat fase dimana Kiai Said Aqil marah karena didekati dan ditekan seseorang agar menerima Permendikbud tersebut. Di acara IKA PMII kemarahan Kiai Said Aqil ditumpahkan. Di kantor PBNU Kiai Said Aqil memberikan intstruksi, “Semua pengurus PBNU dilarang menghadiri undangan pemerintah yang temanya membahas Permendikbud atau Perpres.” 

Tak satu pun undangan kami hadiri. Kiai Said Aqil juga memantau pemberitaan media massa tentang full day school. Jika ada kader NU yang bersikap tidak tegas terhadap penolakan full day school, Kiai Said Aqil langsung meneleponnya minta klarifikasi. 

Audiensi, pernyataan sikap, aksi protes di jalan sudah menggema di penjuru negeri terutama di Jawa. Kami mendengar tim Kemenag dan Kemendikbud menemui jalan buntu. Persoalan akhirnya ditarik ke tingkat Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dari tangan Mbak Puan Maharani akhirnya draf Perpres berpindah ke Sekretariat Negara. 

Pada tahap ini Presiden Jokowi mengirimkan Pak Menteri Praktikno untuk membuka dialog dengan PBNU. Kiai Said Aqil menerima dengan hangat dan kami berdiskusi intens. Pak Pratikno ke PBNU, di lain hari kami ke kantor Sekretariat Negara. Semua komponen diajak urun rembug. Menyenangkan iklim yang dibangun Presiden Jokowi.

Di tahap akhir ini perdebatan cukup sengit tapi mengasikkan. Kiai Said Aqil memantau dinamika yang dialami delegasi PBNU. Kiai Said gigih menolak delapan jam sekolah setiap hari untuk pelajar. “Jangan kecolongan, tak ada toleransi untuk full day school.” Pesan Kiai Said Aqil. Di tahap inilah ruang demokrasi dan suara civil society terasa dijunjung tinggi. 

Pak Jokowi benar-benar menanggalkan pendekatan korporatisme otorier dalam mengelola silang pendapat muatan Perpres. Pasti Pak Jokowi memahami bahwa melakukan kontrol politik secara otoriter di era reformasi itu tindakan jadul. PBNU pun bersemangat memberikan masukan kepada pemerintah.

Perjuangan para kiai ini menjadi penggal sejarah yang terdokumentasi di PBNU. Inilah proses pendewasaan berpolitik dan berkuasa. Setelah Pak Presiden Jokowi menandatangi Perpres, beliau mengatakan, "Senang lah menatap ke depan." Ya, Pak. Kami pun lega. Di sela-sela menerima telepon dari para kiai dari berbagai daerah, Kiai Said Aqil berpesan, “Ayo kita akhiri debat hari sekolah.”

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Habib, Pesantren, Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 02 Desember 2017

Teror Bom di Paris: Catatan Singkat

Oleh Khamami Zada

--Suasana mencekam di Prancis setelah aksi penembakan, penyenderaan, dan pengeboman di Paris. Setidaknya ada sejumlah titik kejadian. Aksi ledakan bom terjadi di dekat Stade de France, restoran dekat Stade de France. Aksi penembakan terjadi di restoran dan bar Le Carillon, restoran Petit Cambodge, restoran La Belle Quipe, pusat perbelanjaan Les Halles.

Aksi penembakan dan penyanderaan terjadi di gedung teater Bataclan dalam konser group band Amerika Serikat, Eagles of Death. Dilaporkan lebih dari 150 orang tewas atas kejadian itu. Pemerintah Prancis langsung menutup perbatasan dan memerintahkan warga untuk tidak keluar rumah serta menyatakan Negara dalam keadaan darurat.

Teror Bom di Paris: Catatan Singkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Teror Bom di Paris: Catatan Singkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Teror Bom di Paris: Catatan Singkat

Disinyalir serangan terorisme di Paris ini dikaitkan dengan terbunuhnya Jihadi Jhon di Suriah oleh pasukan Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. Tak heran jika aksi terorisme di Paris dikaitkan dengan aksi balas dendam Islamic State of Iraq and Shuriah (ISIS).

Analisis ini dapat dipahami karena menurut saksi mata yang berada dalam gedung teater Bataclan, pelaku serangan meneriakan kalimat “ini untuk Shuriah”, sebuah kata yang menegaskan aksi balas dendam atas perang di Suriah atau secara lebih spesifik, pembalasan atas penyerangan Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris terhadap para jihadis Suriah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Peristiwa serangan terorisme di Paris, disebut salah satu media di Prancis sebagai perang (Le Figaro, 14/11/2015). Tentunya dapat dipahami sebagai perang global melawan terorisme karena bagaimana pun juga terorisme merupakan kejahatan internasional atas nama agama. Terorisme telah menembus batas-batas negara yang cukup jauh dengan kebangsaan yang berbeda pula.

Tak berlebihan jika terorisme diibaratkan dengan serangan dalam perang yang terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari oleh korban dan mungkin oleh otoritas negara, karena mereka berhasil menerobos system keamanan Negara tersebut. Serangan terorisme di Paris ini menunjukkan bahwa Pemerintah Prancis tidak siap dengan sistem keamanan yang mampu mencegah aksi terorisme.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Yang tidak dapat dinafikan pula, banyaknya warga Negara Eropa yang telah menjadi jihadis ISIS di mana posisi ini berbeda dengan al-Qaida. ISIS mampu merekrut semua orang dengan kewarganegaraan yang beragam, bukan hanya orang Arab atau Asia, tapi juga orang Eropa. Inilah yang membuat Pemerintah di negara-negara Eropa mulai merasa sangat prihatin. Jihadis telah masuk kedalam jantung Negara mereka. Itu sebabnya, aksi terorisme diprediksi akan menjadi ancaman di Eropa dengan target Paris, London, dan Barcelona.

Bagi bangsa Indonesia, serangan terorisme ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua agar dapat membedakan mana yang merupakan ajaran agama yang menuntut kita dalam pergaulan hidup yang damai dan mana yang menuntun kita kearah radikalisme, dan bahkan terorisme. Umat beragama mestinya menyadari betapa toleransi dan perdamaian merupakan ajaran agung tiap agama, sehingga kita terus mengumandangkan kedamaian.

Begitu pula pemerintah Indonesia semakin meningkatkan sistem keamanan yang mampu mencegah aksi terorisme (terrorisme early warning and respond system) agar setiap ada potensi terorisme dapat langsung dicegah. Dengan demikian, hidup damai di Indonesia akan semakin nyata dalam perbedaan.

Khamami Zada, Wakil Ketua PP Lakpesdam NU dan Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta, sedang kuliah di Prancis lewat program Beasiswa Diktis Kemenag RI.

Foto Antara:?

Anggota pemadam kebakaran memberikan pertolongan kepada warga yang terluka dekat gedung konser Bataclan setelah penembakan di Paris, Prancis, Jumat (13/11).

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 27 November 2017

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Bogor, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Sekitar 250 kader KMNU dari 12 perguruan tinggi negeri di Indonesia dan Malaysia siap meramaikan acara Nahdlatul Ulama-Science and Cultural Art Olympiade (NU-santara) pada 16-18 Oktober 2015 di Bogor, Jawa Barat. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan hadir dalam kegiatan berskala nasional ini.

Keduabelas perguruan tinggi yang dimaksud antara lain Universitas Lampung? (Unila), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia? (UI), Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), Universitas Padjadjaran? (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi? Bandung (ITB), Univesitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri? Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas? Diponegoro (Undip),? dan International Islamic University Malaysia (IIUM).

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Rangkaian acara terdiri? dari lomba hadrah dan esai. Selain? itu digelar pula? Pelatihan Nasional yang meliputi pendidikan ke-NU-an dan Ke-KMNU-an, administrasi keuangan, teknologi informasi, jurnalistik, dan? NU-Training. Forum Pembina KMNU Nasional serta Seminar Kebangsaan dan? Kontemplasi Budaya juga turut digelar dalam memeriahkan acara? Nusantara 2015.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kiki dari bagian kesekretariatan mengatakan, antusiasme para kader KMNU sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kader KMNU cukup militan? untuk belajar dan berlomba pada perhelatan NU-santara kali ini. “Kami selaku? panitia akan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik guna menyambut? kader-kader tebaik KMNU,” ujarnya.

Puguh, koordinator acara, menambahkan, seminar? kebangsaan dan kontemplasi budaya akan dihadiri oleh? Menteri Pemuda? dan Olahraga Imam Nahrowi, KH D Zawawi Imran, dan mantan ketua Lesbumi Sastro al-Ngatawi.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mewadahi dan? memfasilitasi pemikiran-pemikiran ilmiah para mahasiswa Nahdlatul? Ulama, potensi non-akademik bidang keagamaan dan pelestarian tradisi, serta sebagai bentuk apresiasi? terhadap prestasi para mahasiswa? Nahdlatul Ulama,” ujarnya. (Irfan Sofyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Santri, Budaya, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 25 November 2017

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Kupang, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Beginilah kondisi Siswa Madrasyah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Ikhsan di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus rela menerima pelajaran duduk di bawah lantai karena kekurangan ruangan kelas.

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Fasilitas yang dimiliki yayasan terbatas, sementara rombongan belajar sudah mencapai enam kelas. Sekolah yang baru berdiri sejak tahun 2008-2009 lalu sudah memilik sekitar ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. 

Pantauan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat, Sabtu 17 Agustus 2013, MIS yang memiliki empat ruangan kelas tersebut harus menerima pelajaran duduk di bawah lantai, sebab ruangan sudah tersisih siswa kelas empat sampai kelas enam. Sementara kelas satu dan kelas dua harus rela menerima pelajaran dengan suasana seperti zaman sebelum Indonesia merdeka, harus duduk maupun berdiri demi mendapat pendidikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Perhatian Kementerian Agama Kabupaten Ende kepada sekolah yang baru berdiri sekitar lima tahun terakhir ini, tidak tersentuh berbagai bantuan. Sementara usulan pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak pernah di akomodir oleh pihak pemerintah.

Kepala MIS Nur Ikhsan Ndori, Drs. Said Rani, kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat mengatakan, kondisi yang dialami siswa MIS sejak tahun 2012 kemarin, kami telah mengalami kekurangan ruangan belajar. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Kami telah mengalami kekurangan ruang sejak tahun 2012 lalu, sebab rombongan belajar telah meningkat. Maka suasana dan aktifitas belajar bagis siswa tidak memenuhi standar belajar yang layak bagi peserta didik lainnya. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pertandingan, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

Sidoarjo, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Wakil Ketua PP GP Ansor, H Syaikhul Islam menyatakan, Kongres GP Ansor XV yang akan diadakan di pondok pesantren Pandanaran, Yogyakarta pada 25-27 November 2015 mendatang, dapat melahirkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi seluruh kader Ansor di mana pun berada.

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

"Ketua GP Ansor harus paham seluk beluk Ansor. Karena periode sekarang merupakan periode emas. Jadi, ketua GP Ansor nanti harus melanjutkan pondasi yang sudah ditanamkan oleh Nusron Wahid dan jangan sampai putus di tengah jalan," tegas Gus Syaikhul sapaan akrab H Syaikhul Islam saat dikonfirmasi via ponselnya, Ahad (8/11).

Putra pemangkau pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo ini menegaskan, sosok Ketua GP Ansor merupakan sosok pengayom yang bisa diterima semua pihak. Karena Ansor ini majemuk. Dirinya juga meminta kepada ketua terpilih, agar tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Saya berpesan untuk Kongres nanti, tunjukkan bahwa Ansor ini organisasi kader. Sehingga tidak bisa dibeli dan ditunggangi kepentingan tertentu," ucap Gus Syaikhul yang juga anggota DPR RI Komisi VII membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti. (Moh Kholidun/Mahbib)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Sabtu, 11 November 2017

Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Diresmikannya sekolah berbasis pesantren yaitu Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada tingkat Ula (setingkat MI/SD), Wustho (setingkat MTs/SMP), dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK) oleh Kementerian Agama menandai komitmen pemerintah dalam pengakuan legalitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren. Peresmian PDF ini digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/8).

Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama

Untuk tahun pertama, Kemenag meresmikan 12 PDF tingkat Wustho dan Ulya ? dengan memberikan SK izin operasional setelah melalui berbagai syarat yang harus terpenuhi oleh 12 PDF tersebut. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsenmenjelaskan bahwa pendidikan berbasis pesantren penting untuk merespon fenomena ulama yang semakin langka.

Diterangkannya, langkah formalitas sendiri tidak akan membuat satuan pendidikan tersebut hilang akan karakter pesantrennya. PDF ini tetap akan fokus pada pengajaran kitab kuning namun bersifat formal sehingga lulusan pondok pesantren tetap membawa legalitas ijazah yang diakui negara seperti sekolah umum dan madrasah.?

Peresmian ini juga sebagai langkah lanjutan setelah diresmikannya Ma’had Aly yang setara dengan perguruan tinggi Islam maupun umum sehingga santri di pondok pesantren tetap bisa terus fokus dengan mengkaji kitab kuning dari Ula (MI/SD) hingga Ma’had Aly (perguruan tinggi) tanpa harus bingung soal legalitas ijazah. Sebab ijazah dari berbagai tingkatan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal ini telah diakui oleh pemerintah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Berikut 12 satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang telah diberikan SK izin operasional oleh Kementerian Agama:

1. PDF Wustho Malindo Manbaul Ulum Pekalongan, Jawa Tengah.

2. PDF Wustho Al-Munawaroh Pekanbaru, Riau.

3. PDF Wustho Apik Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

4. PDF Wustho Minhaajurrasyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

5. PDF Wustho Al-Fitrah Surabaya, Jawa Timur.

6. PDF Wustho Nurul Qadim, Probolinggo, Jawa Timur.

7. PDF Wustho Al-Mubarok, Wonosobo, Jawa Tengah.

8. PDF Ulya Salafiyah Parake, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

9. PDF Ulya Minhaajurrasyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

10. PDF Ulya Al-Falah, Jepara, Jawa Tengah.

11. PDF Ulya Al-Munawaroh, Pekanbaru, Riau.

12. PDF Ulya Malindo Manbaul Ulum Pekalongan, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara peresmian ini di antaranya Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pendidikan Diniyah Ahmad Zayadi, Pengasuh Pesantren Darurrohman KH Syukron Makmun, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman, Ketua Yayasan Minhaajurrasyidiin Nur Faizi Suwandi, Ketua MUI DKI Jakarta KH Syarifuddin Abdul Ghani, Pengasuh Pesantren Minhaajurrasyidin KH Asy’ari Akbar, dan Asosiasi Pondok Pesantren se-DKI Jakarta.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pesantren, Nahdlatul Ulama, Habib Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 03 November 2017

YLKI: Regulasi Jaminan Halal harus Ditata Ulang

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendorong penataan ulang sistem sertifikasi halal guna memperkuat perlindungan kepada konsumen untuk mendapatkan jaminan produk halal. 

Saat ini sudah ada UU Perlindungan Konsumen yang menjamin perlindungan terhadap konsumen Muslim, tetapi belum dibuat secara detail dengan jaminan produk halal sehingga pemerintah mengusulkan RUU Jaminan Produk Halal.

YLKI: Regulasi Jaminan Halal harus Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
YLKI: Regulasi Jaminan Halal harus Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

YLKI: Regulasi Jaminan Halal harus Ditata Ulang

Pihak yang paling berkompeten mengelola sertifikasi halal menurutnya adalah pemerintah. Keberadaan MUI, yang merupakan lembaga swasta yang pengelola sertifikasi halal tidak memiliki kewenangan sebesar yang dimiliki oleh pemerintah. Pengelolaan ini juga harus sinkron dengan UU Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian yang sekarang sedang dalam pembahasan di DPR. Dengan demikian, seluruh sistem pengelolaan sertifikasi halal harus ditata ulang menyesuaikan dengan RUU ini.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Tetapi bukan berarti lembaga yang sudah ada dilebur saja, melainkan harus diperkuat,” jelasnya ketika dihubungi per telepon, Kamis (3/4).

Hal yang sangat penting dari lembaga sertifikasi halal tersebut adalah terakreditasi. Di Indonesia, lembaga yang memberikan akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) bahwa lembaga tersebut memiliki kompetensi, transparan, efektif, koheren dan mampu bersikap independen. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Seperti pengelolaan Standar Nasional Indonesia (SNI), RUU JPH bisa mengadopsi pemisahan antara regulator dan operator. Kementarian Agama sebagai pihak pemerintah harus memilih salah satu antara fungsi regulator dan operator, tidak bisa dua-duanya.

Jika fungsi regulator dipegang oleh Kemenag, maka fungsi operator bisa dilakukan oleh beberapa lembaga yang memiliki kapasitas, seperti memiliki umat.

“Legitimasi umat harus diperhatikan, jangan sampai apa yang difatwakan nanti tidak didengar oleh umat,” tandasnya.

Selanjutnya, regulator harus membuat panduan dan standardisasi lembaga sertifikasi halal yang disepakati bersama agar nantinya tidak ada versi halal yang berbeda-beda antara lembaga satu dengan yang lainnya yang pada akhirnya membuat bingung masyarakat.

Tulus berpendapat, kemampuan MUI saat ini masih terbatas untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga ia sepakat jika sertifikasi halal bisa dilakukan oleh ormas Islam yang memiliki kapasitas.

Untuk pengusaha di tingkat pusat tidak masalah karena lokasinya mudah dijangkau, tetapi jika lokasinya jauh seperti di Maluku atau di Papua, biaya sertifikasinya akan menjadi mahal karena harus mendatangkan orang dari jauh sehingga biaya transportasi dan akomodasinya harus ditanggung perusahaan yang meminta sertifikasi. Hanya perusahaan besar yang mampu meminta sertifikasi halal.

“Kalau biaya sertifikasinya bisa murah, tetapi biaya lain-lainnya ini yang menjadi mahal dan ini akhirnya harus ditanggung oleh konsumen,” jelasnya.

Ormas Islam yang memiliki struktur organisasi sampai ke tingkat akar rumput potensi membantu mengembangkan pelayanan sertifikasi halal ini. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Sholawat, Pesantren Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock