Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun



Sepak bola selalu menarik perhatian jutaan manusia di muka bumi ini. Sampai-sampai, di luar negeri, khususnya negara-negara Eropa, sepak bola sudah seperti agama.

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Di Indonesia sendiri, sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling populer. Ia dimaninkan di gang-gang kumuh, sawah, halaman sekolah, halaman madrasah, dan atap gedung di Jakarta oleh anak-anak kecil, sampai dimainkan pemain profesional di GBK.

Menariknya, meski ini adalah sebuah olahraga, di dalam sepak bola ada nilai-nilai Islami yang patut kita pegangi. Seperti apakah nilai-nilai Islami dalam sepak bola itu? Berikut analisis dan penafsirannya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pertama, taat hukum atau aturan. Meski sepak bola bersifat lomba: tim mana yang paling bisa menyarangkan golnya terbanyak ke gawang lawan, dialah juaranya, tetapi tidak boleh semau-maunya. Hukum ini wajib ditaati oleh semua pemain, layaknya hukum agama harus ditaati pemeluknya atau hukum negara yang harus ditaati warganya.

Jika hukum ini dilanggar, maka wasit akan memberi sanksi: kartu kuning dan kartu merah yang berakibat diusirnya pemain dari lapanhan. Sangsi ini perlu untuk menegakkan peraturan, dengan tujuan semua pemain aman, tidak saling mencederai, dan demi kondusifitas permainan. Pun dalam Islam, hampir sama: semua hukumnya ada untuk menjaga harmoni manusia: akal, keturunan, jiwa, harta dan kehormatan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Kedua, sportivitas. Dalam bahasa agama, sportif itu adalah kebajikan - mendekati sunnah, yaitu jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Misalnya, ketika bola ada di kaki tim A, kemudian ada salah satu pemain tim B yang cidera, maka tim A akan membuang bola itu keluar lapangan. Ketika wasit memberikan bola itu ke tim B untuk memulai, maka demi sportifitas, bola tidak langsung dibawa oleh tim B, melainkan diberikan kepada tim A.

Contoh lagi. Apabila ada pemain yang menjatuhkan lawannya, maka ia mengulurkan tangannya, membantunya berdiri dan melanjutkan permainan. Sungguh, suatu pemandangan yang elok, bagaimana dengan musuh bisa menunjukkah sikap hormat, bertarung dengan terhormat.

Sportivitas ini, jika dipupuk menjadikan adil dalam bertindak dan bersikap. Bukankah ini cara yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, Khalid bin Walid dan Thariq bin Ziyard dalam berbagai pembebasannya di medan laga? Dengan musuh pun masih bisa bijaksana.

Ketiga, keindahan. Dalam hadis disebutkan, innallaaha jamiilun yuhibbul jamaal (Allah Maha Indah dan suka dengan yang indah-indah). Lebih dari sekadar permainan dengan aturan, sportivitas dan menang-kalah, sepak bola menghadirkan keindahan. Keindahan sepak bola bisa karena cantiknya skema permainannya, penyelamatan kipernya, gocekan pemainnya - semisal Christiano Ronaldo - dan atau gol-golnya yang indah. Keindahan tak memiliki agama, ia bisa lahir dari mana saja, termasuk sepak bola. Jadi, sepak bola bisa juga dikatakan seni.

Keempat, bahasa universal. Sepak bola menjadi bahasa universal yang bisa menyatukan. Hal ini mengingat sepak bola tidak melihat dari Suku, Agama dan Ras (SARA), melainkan amalnya, perbuatannya, penampilannya, kontribusinya dan spiritnya. Bukan dari agamanya, sukunya apalagi kegantengannya.? Kita melihat bagaimana ukhuwwah basyariyyah (persausaraan sesama manusia), terjalin di sepak bola.

Konon juga, sepak bola ampuh untuk meredam konflik horisontal yang terjadi di masyarakat. Untuk hal ini, ada baiknya pemerintah khususnya menteri terkait perlu mencoba dalam menangani konflik-konflik, selain dengan ceramah, seminar dan lobi-lobi, yaitu dengan menggelar turnamen sepak bola di daerah konflik. Dengan digelarnya sepak bola, semua akan menyatu dan kembali jadi manusia, terutama ketika yang dinanti tiba: gooolll.

Kelima, menyehatkan badan. Al-aqlus salim fil jismis salim, akal yang sehat itu terdapat dalam tubuh yang sehat. Dalam bahasa Latin, kita kenal ini dengan istilah men sana in corpore sano. Para pemain-pemain terbaik di Real Madrid, Chelsea, Dortmund, Menchester United, PSV Eindoven, Inter Milan sampai PSS Sleman itu, tentu selalu melatih fisik mereka untuk tetap fit, agar badan bugar dan penampilan di pertandingan maksimal.

Keenam, sejatinya tak ada juara. Khusus hal ini, kalaupun ada, tak bisa kekal. Kemarin, misalnya, Indonesia menang melawan Thailand di kandang sendiri, semalam tadi kalah di kandang Thailand. Juara hari ini belum tentu juara esok hari. Pun kalah hari ini bisa menang lusa nanti.

Dalam hidup, tak ada juara abadi. Generasi muda dan pesaing selalu datang silih berganti. Ini mengajarkan agar kita tidak boleh sombong ketika meraih sesuatu, karena sesuatu itu pada akhirnya akan hilang.

Pun demikian dalam Islam. Orang hidup di dunia ini selalu dinamis, tidak statis. Hari ini kafir, bisa jadi kelak mukmin, seperti fakta yang terjadi pada khalifah Umar bin Khattab. Juga sebaliknya, hari ini mukmin, shaleh, bisa jadi kelak berubah. Kisah Ki Barseso telah mengabarkannya. Harta, pangkat, jabatan, fisik dan apa yang kita punya, hakikatnya adalah titipan dari-Nya. Suatu saat akan diambil kembali oleh-Nya.

Ketujuh, misteri dalam sepak bola. Yah, misteri. Semua pemain bisa berusaha menciptakan gol. Tetapi, kadang dengan hanya sepersekian senti, bola itu melesat menjauhi gawang. Bahkan, sekelas pemain dunia pun pernah mengeksekusi penati gagal. Tak ada pemain yang merayakan gol sebelum ia menciptakan. Artinya, ia tidak tahu apakah tendangan atau sundulannya gol atau tidak, sebelum bola itu masuk ke gawang.

Di level yang terakhir ini, dalam term Islam kita mengenal dengan tawakkal. Sesudah berusaha, kita tak boleh memastikannya. Hanya Allah-lah yang dapat memastikannya. Ini mengapa, bila hendak janji - sebagai etika dan keyakinan - kita diajari untuk mengucapkan Insya Allah, jika Allah menghendaki. Karena, jika Allah belum menghendaki, apapun bisa terjadi. Pun sebaliknya: jika Allah berkehendak, ia bisa terjadi yang kadang dengan sebab yang tak terprediksi.

Penulis adalah kader muda NU, penikmat sepak bola.



Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Sholawat, Warta, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 12 Februari 2018

Bulan Rajab dan Landasan Kebenaran Tawasul

Bulan ini, mengingatkan saya pada dialog antara Nabi Besar Muhammad SAW yang masih hidup dengan Nabi Musa AS yang sudah wafat pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Bahkan dialog ini sangat intensif dan serius. Betapa Shalat yang diwajibkan untuk yang pertama sekali adalah 50 kali dalam sehari, tapi berkat kekhawatiran Nabi Musa AS kepada umat Nabi Muhammad SAW atas ketidakmampuan mereka akan tanggung jawab itu, beliau menyarankan kepada Nabi Besar Muhammad SAW untuk memohon kepada Allah SWT guna memberikan “diskon”.

Allah SWT pun memberikan keringanan. Tidak serta merta langsung memberikannya dari 50 ke 5 waktu, tetapi dengan sedikit demi sedikit, dari dikurangi 5 waktu sampai akhirnya menjadi jumlah akhir 5 waktu. Semua itu adalah berkat kegigihan Nabi Musa AS memberikan masukan positif kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Bulan Rajab dan Landasan Kebenaran Tawasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Rajab dan Landasan Kebenaran Tawasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Rajab dan Landasan Kebenaran Tawasul

Dari kisah sahih di atas dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang sudah wafat ratusan tahun itu masih bisa berbicara, berdialog aktif dengan orang yang masih hidup. Artinya, apabila kita berziarah kepada Nabi, wali dan ulama kemudian kita bertawasul kepada mereka, tentu mereka mendengar dan akan mendoakan kepada Sang Khaliq yang Maha Mendengar dan Maha Kuasa.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Tentang fakta bahwa orang mati bisa berdialog dengan yang orang masih hidup, bisa disimak dari hadits berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : 2/218 ? ? 2041 ? ? : 5/245 ? ? 10050

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Rasulullah SAW berdsabda,“Tidak ada salah seorang yang memberikan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku, sehingga aku menjawab salam.” (HR Imam Dawud dan Baihaqi)

Dan hadits:

? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Nabi SAW bersabda, “Tidak ada salah seorang muslim yang lewat kuburan seseorang yang ia kenal di dunia, kemudian ia memberikan salam kepadanya, kecuali Allah mengembalikan ruhnya, sehingga ia menjawab salam.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menanggapi hadits di atas (Majmu’ Fatawa: XXVII/395) mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jika menjawab salam ada pada orang-orang mukmin awam, maka tentu itu lebih utama terhadap lebih utama-utamanya makhluq.”

Bagi yang ingin lebih detail mengetahui bahwa orang yang sudah meninggal dunia masih dapat mendengar, silakan membaca kitab Majmu’ Fatawa-nya Syaikh Ibnu Taimiyah atau Syaikh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah.

Dari semua itu tidak ada salahnya kita bertawassul kepada orang yang sudah berada di dalam kubur, apalagi mereka itu orang-orang pilihan Allah SWT, kekasih Allah SWT, bahkan pilihan-Nya yang terkasih junjungan Nabi Agung Muhammad SAW.

Oleh KH Muhammad Hanif Muslih, Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Budaya, Sholawat, Kajian Sunnah Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 05 Februari 2018

Berkat Salam Mbah Liem

Tahun 1998, Sriyono bertugas sebagai guru PNS SD di Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Dia ingin pindah tugas ke daerah asalnya Klaten, namun dia bayangkan sulit dan ruwetnya birokrasi proses pindah tugas. Kalau pakai uang jelas Pak Sri tidak sanggup dan ia tidak akan melakukan itu. Akhirnya saat pulang ke Klaten dia pun sowan Mbah Liem untuk meminta doa dan amalan.

Setibanya di ndalem ke KH Muslim Rifai Imampuro atau Mbah Liem, Pak Sri langsung uluk salam dan sungkem Mbah Liem dan Bu Nyai yang kebetulan sedang bersantai di teras rumah. Pak Sri kemudian menyampaikan maksud dan tujuannya sowan.

Mbah niki dalem tugas dados guru wonten Jeporo lajeng kulo bade pindah dateng Klaten sowan dalem bade nyuwun doa kalian amalan-amalan engkang saget lantari gampil ipun pindah kulo,” katanya. (Saya bertugas di Jepara dan ingin pindah ke Kelaten, mohon doa dan amalan agar lancar)

Berkat Salam Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Salam Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Salam Mbah Liem

Dongo dewe ndong dewe ae, njaluk neng Gusti Alloh kono dewe,” jawab Mbah Liem. (Berdoa sendiri saja, minta kepada Allah sendiri sana.”

Mendengar jawaban Mbah Liem, Pak Sri Bingung harus bagaimana. Namun pak guru berprinsip belum mau pulang kalau belum dikasih amalan, setelah duduk agak lama akhirnya Mbah Liem tak tega dan minta Bu Nyai dicarikan kertas dan menulis amalan-amalan dan dikasihkan ke Pak Sri. Isi amalan tersebut “ YA ALLOH YA KARIM YA ROHMAN YA ROHIM YA QOWIYU YA MATIN, dibaca setiap habis ashar 100 x magrib 200 x Isak 100 x subuh 200x.

Setelah mendapat amalan dari Mbah Lim, Pak Sri pun berpamitan. Saat berpamitan Bu Nyai Umi As’adah bertanya, “Jeporone ngendi?” (Jeparanya mana?)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Mbangsri Bu Nyai,” jawab Pak Sri!

Mendengar kalimat mbangsri tiba-tiba Mbah Liem langsung menyahut, “Mbangsri, Mbangsri, Gus Min, Gus Min! Titip salam neng Gus Min yo (KH Amin Sholeh)!” (Sampaikan salam saya untuk Gus Min)

“Njih Mbah,” jawab Pak Sri. Kemudian pak sri pamitan pulang, Mbah Liem pun berdiri mengantar. Saking gembiranya Pak Sri sampai lupa uluk salam dan akhirnya yang mengucapkan salam Mbah Lim sendiri. “Assalamu’alaikum”.

Dengan kaget dan panik Pak Sri pun menjawab “Wa’alaikum salam, ngapunten Mbah kulo kesupe mboten salam.” (Maaf saya kelupaan belum mengucap salam)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Esok harinya Pak Sri kembali ke Jepara langsung menemui Gus Min dan menyampaikan salam dari Mbah Liem. Gus Min beranya, “Kok kowe kenal Mbah Liem, opo santrine?”

“Kulo sering sowan Mbah Liem,” jawab Pak Sri.

“La sampean neng Jeporo tugas opo?”

“Kulo guru PNS di SD Mbangsri dalem aslinipun Klaten, dalem menikio pingin pindah ke Klaten pak yai!”

Yo wis sesuk yen ketemu Pak Dibyo (kepala dinas pendidikan Jeporo saat itu) titip salam ae, engko tak rembuge karo Dibyo.” (Kalau ketemu Pak Dibyo titip salam dari saya)

Keesokan harinya Pak Sri menghadap Pa Dibyo. Pertama Pak Sri menyampaikan salam dari Gus Min selanjutnya menyampaikan maksudnya untuk pindah tugas ke Klaten. Mendengar ia mendapat salam dari Gus Min Pak Dibyo langsung menyetujui dan segera memproses surat pindah Pak Sri.

Kegembiraan yang luar biasa yang dirasakan Pak Sri. Nah ia tetap mengamalkan amalan-amalan dari Mbah Liem meskipun maksudnya hampir telah tercapai.

Pak Sri menginginkan lokasi pindah antara SD di kecamatan Tulung atau Karanganom.

Suatu hari Pak Sri dihubungi pegawai Dinas Klaten yang memintanya untuk menghadap Kadiknas kabupaten Klaten, Pak Pardi saat itu. Akhirnya Pak Sri mendapat tempat di SD karanganom.(A.Mahbub)

 

Ali Mahbub, Ketua PC GP Ansor Kab. Wonogiri

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Senin, 29 Januari 2018

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

Pamekasan, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat - Halaman Kantor PCNU di Jalan R Abd Aziz Pamekasan dipadati warga nahdliyin, Ahad (22/1) siang. Mereka sedang mengikuti acara Dauroh Aswaja yang diisi oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Kiai Marzuki Mustamar.

Ketua PCNU Pamekasan RKH Taufik Hasyim menegaskan, acara tersebut dimaksudkan guna memperkuat amaliyah an-nahdliyah. Sebab, melalui Dauroh Aswaja, diketengahkan raham dalil naqli dan aqli guna memperkokoh tradisi ke-NU-an yang sejauh ini sudah mengakar kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

"Ada kalanya warga nahdliyin belum paham secara mendasar dalil-dalil atas tradisi an-nahdliyah yang sudah turun temurun mereka lakukan. Melalui Dauroh Aswaja ini, diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari," terang Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

Pihaknya optimistis itu bisa dicapai mengingat kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat karangan Kiai Marzuqi Mustamar, diberikan secara cuma-cuma kepada peserta Dauroh Aswaja.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Jika ada pihak yang membidahkan atau mengafirkan amaliyah an-nahdliyah seperti ziarah kubur, tahlilan, muludan, haul, selamatan kelahiran, dan sejenisnya, kitab tersebut bisa menjadi rujukan autentik," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Sholawat, Quote Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 28 Januari 2018

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat News, Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Minggu, 14 Januari 2018

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

Bandar Lampung, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Provinsi Lampung di bawah nahkoda H Noverisman Subing selaku Ketua dan Mashuri ? selaku Sekretaris, terus melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal.

Andika Wijaya selaku Tim Admin website IKA PMII Lampung kepada Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat melalui sambungan telpon mengatakan, Selasa (3/5), hadirnya website IKA PMII Lampung ? adalah bagian dari pemanfaatan media teknologi sebagai wahana tali silaturahmi antara kader PMII sekaligus database alumni PMII lintas perguruan tinggi.

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

"Saat ini yang masuk di data base kami baru dua ratusan alumni, tapi kami mempunyai keyakinana alumni PMII di propinsi Lampung ? yang tersebar di lima belas Kabupaten/Kota ini lebih dari angka seribuan," ujar Andika yang juga alumni IAIN Raden Intan Lampung ini.

Fathurrohman selaku mantan aktivis PMII IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, yang kini bermukim di Putra Rumbia, Lampung Tengah mengatakan, menyambut baik hadir pendataan alumni, ini adalah bagian administrasi ? yang harus kita perhatikan.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

"Mengingat alumni PMII di Bumi Tanoh Lada ini adalah jebolan dari berbagai perguruan tinggi baik skala lokal maupun yang ada di pulau Jawa, dan telah terdistribusikan ke ranah akademisi, birokrat, politik, pengusaha, jurnalis, BUMD, penyelenggara Pemilu, advokat, dan lain-lain,” imbuhnya yang kini menjadi kader GP Ansor di daerahnya.

Komposisi anggota IKA PMII Lampung terdiri dari pelbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri seperti; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Purwokerto, UNILA, UBL, STKIP PGRI Bandar Lampung, STAIN Jurai Siwo Metro, IAIM NU Metro, UNHASY Jombang, Malang, dan lain-lain.

Kini, sekretariat IKA PMII Lampung beralamatkan di Jalan Cendana No 99 Perumahan Way Halim Permai Bandar Lampung. Bagi alumni PMII bisa mendaftar di link ini : https://ikapmiilampung.wordpress.com/tag/ika-pmii-lampung/. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Pendidikan, Sholawat, RMI NU Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Jumat, 05 Januari 2018

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Jakarta, Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, melalui Direktur Corporate Affair Solihin, menyampaikan wacana pendirian laboratorium wirausaha di sekolah-sekolah yang dimiliki NU.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Hal itu disampaikan Solihin bersamaan penyerahan simbolis dana donasi uang kembalian pelanggan Alfamart periode September 2017 kepada NU Care-LAZISNU di Gedung PBNU, Selasa (31/10).

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Menurutnya praktik di laboratorium tersebut bisa membekali siswa. 

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Laboratorium ini sebagai pengenalan pengetahuan dan praktik. Juga untuk memberikan pengalaman kerja,” kata Solihin.

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

“Para siswa yang sudah lulus dan ingin meneruskan bekerja, akan ditampung (sebagai karyawan Alfamart),” ujarnya.

Laboratorium bernama Kelas Alfamart, disebut Solihin sudah dididirikan di beberapa sekolah. Pelibatan siswa kelas X (1 SMA) dilakukan di kelas tersebut.

Pada kelas tersebut digunakan kurikulum resmi dari Pemerintah. Laboratorium (berupa warung) juga disediakan di sekolah-sekolah yang menerapkan Kelas Alfamart.

“Pada bulan Maret di Sleman Presiden resmikan itu (Kelas Alfamart),” Solihin menambahkan. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat Hikmah, Fragmen, Sholawat Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Nahimunkar: Berita Islam & Aliran Sesat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock